Loading...
Logo TinLit
Read Story - Seperti Cinta Zulaikha
MENU
About Us  

Mencintaimu adalah seperti takdir yang terpisahkan. Seperti kupu-kupu berterbangan menari nari elok diatas awan. Bahagia sungguh aku bahagia pernah rasa itu datang memeluk diriku. Dirimu yang begitu indah diatas segalanya bagiku. Bening tanpa coret pikirku. Kali ini aku akan mencelotehkan tentang seseorang yang begitu ingin ku miliki namun aku lebih ingin dia bersama seseorang yang lebih baik. Aku hanyalah gadis jalang yang tak lebih indah dari apapun itu. Setiap sore sembari senyum ku duduk diantara pohon yang berjajar, melihat layar-layar yang berkibar gagah diatas. Langit telah menyemprotkan warna jingganya menghiasi begitu tenang nan indah. Sejenak aku melamun, mengatakan pada diriku "Berhenti atau kamu akan melukai dirimu sendiri dengan terus mengharapkannya seperti ini tidak akan ada guna. Kamu berbeda dengannya, lihatlah perbedaannya terlalu jauh untuk kau kejar" tiba-tiba pipiku basah, dadaku serasa sakit dan jantungku seolah tak ingin berdetak lagi, sungguh rasa ini menyakitkan.
Cinta bagiku adalah sebuah kesakitan yang membahagiakan. Dulu jauh sebelum aku tak ingin mengenal kata cinta pernah sekali aku mencintai seorang pemuda. Namun, karena kebutaanku untuk mencintainya aku kehilangan semua yg aku miliki; sahabatku, seseorang yang telah aku anggap kakak ku sendiri, dan seseorang yang begitu mempercayai aku hilang semua. Aku kalah kali ini, karena cinta aku kehilangan mereka.
Entah setan dari mana yang menutup mata dan telingaku, menolak segala kata jahat yang dilontarkan setiap orang yang aku kenal kepadanya. Aku percaya bahwa cintaku tidak akan menghianatiku. Tapi suatu ketika aku harus bersimpuh air mata, aku terlambat satu langkah menyelamatkan kepercayaan mereka dari cinta bodoh ini. 
Aku berpapasan dengan seseorang yang aku kenal namun tidak begitu dekat, ia tersenyum saat kita saling meninggalkan langkah. Aku berjalan menuju jendela yang terbuka melihat bintang-bintang berserakan malam ini cukup menyenangkan. Tiba-tiba aku terpikir laki-laki yang tak sengaja aku temui tadi pagi. Dia adalah laki-laki yang sama yang setiap malam mengirimi ku makan yang sengaja ia taruh di depan gerbang kost. Dia juga orang sama yang setiap pagi memberiku ucapan manis. Aku tau dia selama ini memang menyukaiku tapi aku masih mencintai Zhaidan meskipun dulu ia lah yang membuat orang-orangku sayangi pergi meninggalkanku. Dan pernah sekali saat dia Firhan menyatakan rasa cinta dan ia ingin menjadikanku kekasihnya aku berkata sangat kasar kepadanya, aku mengatakan bahwa aku tidak mencintainya dan akan selalu begitu. Meskipun begitu dia tetap berperilaku sama denganku dan masih memperlakukan ku penuh kasih. Hati wanita mana yang tidak luluh jika seorang laki-laki terus saja memperlakukan wanita selayaknya ratu di negeri ini. Tapi sayang setelah hati ini ku labuhkan kepadanya ia malah menghancurkan kepercayaanku, membuang tanpa sisa bahkan serpihan kenangan yang indah satupun tak ia lakukan kembali meskipun itu hanya sebatas memberi kabar. Aku tertawa lagi dan lagi, apakah ini cinta? Apakah seorang laki-laki memang bisa mencintai perempuan yang benar-benar tulus? Akupun berdialog dengan diriku sendiri. 


Aku terhempas diatas perahu
Sejuk semparak angin yg berlalu
Mengelilingiku sembari senyum
Menarik jingga warna ke langit
Sebagai payung teduh untuk ku
Ku banting setir tertabrak karang
Kapal ku karam diatas bongkahan es yang membeku
Kutarik lagi tapi aku berhenti
Lenyap dalam tenang yang ada
Ku tatap lagi lagi dan lagi
Coretan puisi bekas luka yang masih menancap dalam. Aku tak ingin mencinta atau dicinta. Aku ingin hidup yang aku mau. Semenjak kejadian satu tahun lalu itu hatiku ku tutup dan ku kunci rapat tak ingin ku buka lagi meskipun hanya mengintip. "Kamu harus bahagia" kataku sambil menenteng tas hitam di atas meja rias. 
Pagi itu aku dijemput Hanan untuk pergi ke kampus bersama, menurutku dia adalah laki-laki yang begitu baik. Dialah orang yang selama ini membuat anganku menjadi kenyataan. Dan baginya aku seperti serangga pengganggu sebab kemanapun ia pergi aku akan bersamanya dan mengganggu hingga dia marah. Tapi, selama ini ia cukup sabar menghadapi sifatku yang kekanak-kanakan. Pernah kita bertengkar karena hal sepele dan itu tidak cukup membuat persahabatan kita memudar. 
"Nin dimana?" Pesan singkat dari Hanan muncul di notifikasi perberitahuan. 
"Di kost" Jawabku singkat. 
"Aku otw, ayok makan"
Akupun bergegas ganti baju dan tak lama dia tiba di depan kos ku, aku pun menghampirinya dan berkata. 
"Mau makan di mana?"
"Heii, ngapain bajumu itu ha!" Nadanya sedikit tinggi setelah melihatku memakai baju berlengan 3/4 dan memakai kerudung. 
"Yaudah aku ganti dulu"
"Gausah, nih!" sambil menyodorkan jaket yang awalnya ia pake
"Pakek, gamalu ta dilihatin orang" Katanya lagi sambil marah. 
"Iya iya maaf" kataku sambil memanyunkan bibirku.
Disepanjang jalan aku bertanya kepadanya dan menunjuk bangunan tinggi "apakah aku boleh naik ke atas gedung itu."
"Gaboleh Nin,,  ihh cerewet banget sii" katanya haha mungkin aku adalah gadis paling cerewet yang pernah ia temui. Ah itu tak masalah, daripada aku hanya duduk di belakang dan diam saja. Tak lama kemudian kita berhenti di salah satu rumah makan. 
"Mau makan apa?" Tanyanya 
"Aku minum aja tapi yang ada coklatnya yaa"
"Gak makan?"
"Enggak udah makan aku tadi"
Cukup lama aku menunggu pesanan kita datang. Maklum ini rumah makan ramai banget, sampai pelayannya teriak-teriak nama pemesan. Akhirnya pesanan kita datang juga. Tapi kali ini dia memesan makanan untukku juga. Ceker ayam pedas, aku sangat suka. Dalam hatiku aku bahagia sekali karena sudah beberapa hari ini aku ingin ceker ayam pedas. Mungkin dia membelikan ini karena tiga hari yang lalu aku bilang bahwa aku ingin ceker ayam pedas. Ahhh ku makan saja makanan ini. 
Ceker pedas ini bukanlah permintaanku yang pertama kali ia turuti namun telah banyak hal yang ingin aku lakukan ia pun bersedia menjadikan anganku menjadi kenyataan. Heiii ini bukan drama yang bisa sekali tepuk dapat ke tempat yang kita inginkan. Saat itu aku masih menjalin hubungan dengan Zhaidan aku meminta Hanan mengantarku membeli bunga untuk hari kelahiran Zhaidan. Diapun mengantarku membeli bunga meskipun hari itu hujan deras dan keesokan harinya ia demam. Aku juga pernah bilang aku ingin jalan-jalan ke pacet sekedar untuk refreshing, setelah dua hari berlalu dia mengajakku jalan-jalan bersama beberapa teman kelas. Namun, karena sudah malam akhirnya kita pergi ke alun-alun kota mojokerto saja, cukup itu aku sudah bahagia. Kita berphoto-photo dan berlarian seperti anak kecil bermain di taman. Aku sangat menikmati itu. "Hei,, bianglala lihat. Ayok naik" kataku sambil menunjuk bianglala yang berada di pojok alun-alun. Akhirnya kita naik biang lala.
"Hanan awas aku mau masuk" kata Santi sambil mendorong Hanan masuk ke dalam bianglala. 
"Ahh kamu kesana aja." Sambil menutup pintu bianglala. Melihat temanku seperti anak kecil yang berebut bianglala akupun tertawa kecil. Setelah bianglala dihidupkan bapak penjaganya akupun meminta Hanan untuk memotoku saat bianglala sudah berputar diatas dan kitapun berphoto bersama diatas bianglala itu. Menyenangkan sekali, ini adalah pertamakali aku naik bianglala. Namun, aku sangat salut dengan Hanan, meskipun kita bersenang-senang dia tidak pernah meninggalkan sholatnya. Ia juga mengajakku sholat bersama. 
Haii teman, ini tidak cukup sekian loo masih ada lagi inginku yang menjadi kenyataan; dari aku yang ingin pergi ke jembatan SURAMADU, ke Madura, ke kebun raya, sampai ke malang yang hanya ingin makan sempol malang dan naik bianglala di sana. Waktu itu juga hujan, disepanjang jalan aku mengabadikan moment kita dari photo di jembatan besar, sampai di suatu tempat yang memiliki spot indah untuk diabadikan. 
"Aynin, gimana perasaanmu hujan-hujan cuma berdua di jalan yang sepi dan berkabut seperti ini" Aku diam sebentar dan merasakan apa yang aku rasa dan berkata "Gak gima-gimana, emang kenapa?."
"Ahhh dasar lu gapunya perasaan."
"Hehe, emangnya aku harus gimana" sahutku
"ah lupakan" jawab Hanan singkat. Mungkin saat itu alam menunjukan sesuatu yang tidak bisa aku lihat tapi aku merasakannya, aku bahagia. Lagi-lagi aku bahagia karenanya. Malam itu sudah menunjukan pukul sebelas malam kitapun bergegas pulang, mungkin karena kecapekan aku dan dia sangat mengantuk. Dia membelokan motornya di suatu masjid, seperti biasa dia sholat dan aku hanya menunggunya di depan. Tapi setelah sholat, bukannya melanjutkan perjalanan dia malah berbaring di teras masjid dan tertidur. Aku melihatnya tertidur dengan pulas, sedangkan aku menungguinya. Aku kedinginan di malam itu aku tak ingin membangunkannya, akhirnya aku menemukan korek api di saku kanan jaketnya. Aku menghangatkan diriku dengan korek api yang aku nyalakan didekat tanganku. Setelah satu jam ia tertidur akhirnya dia terbangun juga, kita melanjutkan perjalanan. Disepanjang jalan angin tambah berhembus kencang apalagi dibumbui dengan rintikan hujan yang masih bertahan. Pikirku hari itulah aku akan mati. Akupun berkata kepada Hanan bahwa aku kedinginan, untungnya waktu itu macet sebentar jadi ia membawa motornya didekat mobil besar dan dia berkata "Sudah hangatkah?". Aku menganggukan kepala tanda mengiyakan katanya. 
"Nin,, Nin kamu lo cewek paling aneh masa minta ke malang cuma mau makan sempol sama naik bianglala" 
"hehe iya iya tau" jawabku. 
"nanti kalo aku nikah kamu orang pertama yang aku kenalkan ke calon istriku dan aku mau bilang bahwa kamu adalah temanku yang paling aneh sedunia haha" ia mulai menambah kecepatan motor sebab jalanan mulai sepi. Karena hari sudah sangat larut dan kantukku sudah tak tertahan lagi, akupun tertidur dan hampir saja jatuh. Untung seribu untung dia menahanku dengan satu tangan kirinya sehingga aku tidak terjatuh. Aku kaget karena dia sepontan memanggil namaku. Aku tertawa melihat diriku yang hendak jatuh dari motor hehe. Malam itu aku berpikir bahwa malam ini kita saling menjaga, saat aku memikirkan itu akupun tertawa. Aku rasa aku telah jatuh hati kepadanya, tapi kali ini sangat berbeda aku jatuh hati sebab ia selalu mengajariku hal yang baik, ia selalu menasehatiku saat aku tidak sholat dan saat aku melakukan kesalahan, dia juga pandai menghafal Al-Quran. Tapi saat itu aku tahu bahwa dia telah mencintai Nia temanku. 
Senja telah larut dan malam akan tiba aku tak sabar embun itu datang saat hari itulah yang aku tunggu selama empat tahun ini. Yaa hari ini adalah hari wisuda kita. Aku berdandan cantik dengan menggenakan kebaya tadisional berwarna kuning. Sedangkan Hanan menggenakan kemeja merah hati yang kuberikan sewaktu ia berumur 24 tahun. 
"Selamat ya Nin aku bahagia punya teman seperti kamu" sambil memberikan bunga tulip putih tanda selamat untukku.
Hari itu mungkin terakhir aku melihatnya setelah lima tahun terakhir ini. Aku telah menjadi seorang guru sekolah menengah atas di daerahku. 
"ndok, kapan kamu mau nikah? Bapak sudah tua" kata bapakku sewaktu aku pulang mengajar. 
"bapak Aynin belum menemukan jodoh."
Mungkin waktu itu mereka resah karena anak bungsunya belum menikah juga. Aku membuka album kenangku bersama Hanan. 
"Ya Allah Aynin mencintai Hanan tapi jika Hanan bukan jodoh Aynin tolong berikan dia jodoh yang baik yang bisa menjaganya dengan baik pula." Tiba-tiba air mataku menetes. Selama ini memang aku tidak pernah berbicara pada Hanan bahwa aku mencintainya aku mencintainya dalam diam. Aku percaya bahwa Tuhan akan memberikan jodoh yang terbaik untuk orang yang baik. 
"ndok, bapak ingin menjodohkan kamu dengan anak teman bapak. Dia baik kok orangnya" ucap bapak membuyarkan lamunanku.
"Injih bapak, Aynin ikut kata bapak ibu saja"
"Besok lusa mereka datang untuk menemuimu dan jika kamu setuju bulan depan kamu menikah ya" 
"iya bapak"
Hari ini telah tiba, jodohku telah datang tapi aku sangat kaget bahwa orang yang telah orangtuaku jodohkan dia adalah Hanan. Ternyata selama ini doaku engkau kabulkan Ya Allah, terimakasih ucap syukurku dalam hati. Akupun menangis.
"Biarkan mereka berbicara berdua pak" kata ibu Hanan. Merekapun meninggalkan kita berdua untuk berbincang-bincang.
"Nin, kenapa menangis?"
"aku tak sangka kita dijodohkan Han.. "
"Iya Nin, Aynin ada yang ingin ku tanyakan"
"Iya silahkan" kataku sambil tersenyum 
"kamu kok berubah menjadi cantik seperti ini? Baju yang kau kenakan sungguh cantik aku menyukainya"
Memang selama ini sewaktu kuliah dulu ia sering memintaku untuk berpakaian syari tapi dulu aku belum siap menggunakannya tapi setelah kita berpisah aku mulai mengejar cinta Allah dan aku ingin mendekat kepada-Nya. Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. 
"Aynin, maukah kamu menjadi istriku? Menemani setiap langkahku. Menjadi pendamping hidup dan matiku kelak?" sungguh bahagia aku mendengar kata itu dan sontak aku menangis bahagia karena kebahagian yang telah Allah berikan kepadaku akupun mengangguk mengiyakan ucapannya. 
Dengan segera ia memberi kabar bahagia ini kepada keluarga kita. Iring-iringanpun dibawanya menjemputku memintaku dari kedua orangtuaku. Kita menikah benar aku dan Hanan telah menikah. Dua sahabat kini telah menjalin hubungan yang begitu indah. 
Layar berkibar mawar bermekaran. Akupun teringat dengan satu cerita. Seperti cinta Zulaikha ketika Zulaikha mengejar cinta Nabi Yusu, makin jauh Nabi Yusuf darinya. Ketika Zulaikha mengejar cinta Allah. Maka Allah datangkan Nabi Yusuf untuknya. 

Tags: Romance

How do you feel about this chapter?

0 0 3 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Lazy Boy
9681      2755     0     
Romance
Kinan merutuki nasibnya akibat dieliminasi oleh sekolah dari perwakilan olimpiade sains. Ini semua akibat kesalahan yang dilakukannya di tahun lalu. Ah, Kinan jadi gagal mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri! Padahal kalau dia berhasil membawa pulang medali emas, dia bisa meraih impiannya kuliah gratis di luar negeri melalui program Russelia GTC (Goes to Campus). Namun di saat keputusasaa...
Chrisola
1431      912     3     
Romance
Ola dan piala. Sebenarnya sudah tidak asing. Tapi untuk kali ini mungkin akan sedikit berbeda. Piala umum Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika. Piala pertama yang diraih sekolah. Sebenarnya dari awal Viola terpilih mewakili SMA Nusa Cendekia, warga sekolah sudah dibuat geger duluan. Pasalnya, ia berhasil menyingkirkan seorang Etma. "Semua karena Papa!" Ola mencuci tangannya lalu membasuh...
GLACIER 1: The Fire of Massacre
1316      994     2     
Fantasy
[Fantasy - Tragedy - Action] Suku Glacier adalah suku yang seluruhnya adalah perempuan. Suku damai pengikut Dewi Arghi. Suku dengan kekuatan penyegel. Nila, anak perempuan dari Suku Glacier bertemu dengan Kaie, anak laki-laki dari Suku Daun di tengah serangan siluman. Kaie mengantarkannya pulang. Namun sayangnya, Nila menjatuhkan diri sambil menangis. Suku Glacier, terbakar ....
The War Galaxy
14654      3583     4     
Fan Fiction
Kisah sebuah Planet yang dikuasai oleh kerajaan Mozarky dengan penguasa yang bernama Czar Hedeon Karoleky. Penguasa kerajaan ini sungguh kejam, bahkan ia akan merencanakan untuk menguasai seluruh Galaxy tak terkecuali Bumi. Hanya para keturunan raja Lev dan klan Ksatrialah yang mampu menghentikannya, dari 12 Ksatria 3 diantaranya berkhianat dan 9 Ksatria telah mati bersama raja Lev. Siapakah y...
Menuntut Rasa
599      472     3     
Short Story
Ini ceritaku bersama teman hidupku, Nadia. Kukira aku paham semuanya. Kukira aku tahu segalanya. Tapi ternyata aku jauh dari itu.
Sherwin
409      280     2     
Romance
Aku mencintaimu kemarin, hari ini, besok, dan selamanya
Kenzo Arashi
2291      1001     6     
Inspirational
Sesuai kesepakatannya dengan kedua orang tua, Tania Bowie diizinkan melakukan apa saja untuk menguji keseriusan dan ketulusan lelaki yang hendak dijodohkan dengannya. Mengikuti saran salah satu temannya, Tania memilih bersandiwara dengan berpura-pura lumpuh. Namun alih-alih dapat membatalkan perjodohannya dan menyingkirkan Kenzo Arashi yang dianggapnya sebagai penghalang hubungannya dengan Ma...
Trip
1155      656     1     
Fantasy
Sebuah liburan idealnya dengan bersantai, bersenang-senang. Lalu apa yang sedang aku lakukan sekarang? Berlari dan ketakutan. Apa itu juga bagian dari liburan?
The Alpha
2570      1253     0     
Romance
Winda hanya anak baru kelas dua belas biasa yang tidak menarik perhatian. Satu-satunya alasan mengapa semua orang bisa mengenalinya karena Reza--teman masa kecil dan juga tetangganya yang ternyata jadi cowok populer di sekolah. Meski begitu, Winda tidak pernah ambil pusing dengan status Reza di sekolah. Tapi pada akhirnya masalah demi masalah menghampiri Winda. Ia tidak menyangka harus terjebak d...
6 Pintu Untuk Pulang
756      471     2     
Short Story
Dikejar oleh zombie-zombie, rasanya tentu saja menegangkan. Apalagi harus memecahkan maksud dari dua huruf yang tertulis di telapak tangan dengan clue yang diberikan oleh pacarku. Jika berhasil, akan muncul pintu agar terlepas dari kejaran zombie-zombie itu. Dan, ada 6 pintu yang harus kulewati. Tunggu dulu, ini bukan cerita fantasi. Lalu, bagaimana bisa aku masuk ke dalam komik tentang zombie...