Loading...
Logo TinLit
Read Story - Dear Groom
MENU
About Us  

Aku berdiri di pojok ruangan yang penuh dengan orang-orang. Pandanganku tak luput dari sepasang manusia yang berdiri di atas panggung berhiaskan berbagai macam bunga dengan berbagai macam kain yang menjulur indah di belakangnya. Sepasang manusia yang mengenakain gaun pengantin tersenyum cerah sejak tadi menyapa tamu yang terus berdatangan memberikan selamat. Aku yakin mereka adalah orang paling bahagia saat ini.

Aku ikut tersenyum. Mereka adalah sahabatku. Riska dan Andi. Dua orang yang sangat berarti dalam hidupku, namun dalam makna yang berbeda. Andi adalah teman masa kecilku yang sangat kusayangi juga Riska, teman dekatku sejak aku duduk dibangku SMP hingga saat ini aku telah menyelesaikan kuliah S1-ku.

“Anggi!” seseorang menanggil namaku.

Aku menoleh. Seorang perempuan bergaun merah melambaikan tangan ke arahku. Aku balas melambaikan tangan kepadanya. Ria, temanku yang lain.

“Kamu datang?” tanyanya takjub.

“Iya dong! Masa nikahan sahabat sendiri enggak datang,” jawabku setengah bercanda.

“Oh iya bener juga ya, heheh. Kalau gitu, kamu berarti udah enggak suka sama Andi lagi?” tanyanya.

Aku langsung terdiam. Iya. Aku memang masih menyukainya. Dia adalah laki-laki pertama yang membuat hidupku bewarna, mengingat bahwa aku terlahir tanpa sempat melihat wajah ayahku untuk pertama kalinya. Dia laki-laki yang selalu menjagaku, karena aku hanya anak tunggal yang ceroboh. Dan dia adalah laki-laki pertama yang mengajarkan aku tentang cinta.

Aku dulu terlalu yakin bahwa suatu saat aku yang akan berdiri dipanggung itu bersamanya. Aku terlalu percaya diri bahwa hanya akulah yang suatu saat menjadi satu-satunya gadis yang membuatnya terpikat. Namun dugaan itu salah besar. Sampai aku menemukannya dengan saabatku, Riska.

Sekitar lima tahun yang lalu, di hari pertama kuliah, aku mengenalkannya pada Riska. Aku pikir akan menjadi menyenangkan bila kami bertiga bisa menjadi teman dekat di kampus. Setidaknya itu adalah pikiranku selama satu tahun kemudian sampai Andi bercerita bahwa dia mulai mempunya perasaan lebih kepada Riska. Tentu saja aku kaget mendengar itu. Aku menyukainya sejak lama. Dan aku pikir ketika setiap hari kita bertemu, dia akan jatuh cinta padaku juga. Karena begitulah yang terjadi padaku. Setiap hari aku bertemu dengannya, rasa sukaku padanya semakin besar. Namun kenyataannya tidak. Semakin hari, aku mulai menyadari perasaan Andi kepada Riska semakin besar. Begitu juga akhirnya aku sadar bahwa Riska menanggapi perasaan Andi. Itu adalah masa-masa yang berat bagiku. Setiap kali kami bertiga berkumpul, selalu Riska yang Andi perhatikan. Tidak ada hal lagi yang bisa kubiarakan dengan Andi karena lelaki itu terlihat lebih asyik membahas banyak hal bersama Riska. Dan aku hanya bisa bersabar sambil tersenyum melihat mereka.

Aku punya masih kesempatan, bukan? Selama mereka belum punya ikatan yang sah, aku masih punya kesempatan untuk membuat cintaku yang searah ini terbalaskan. Namun aku tahu, bahwa dimata Andi, diriku tidak akan pernah lebih dari seorang ‘adik’. Aku tidak akan bisa menjadi sespesial Riska di matanya. Tidak akan.

“Anggi?” Ria memanggil namaku.

Aku tersadar dari lamnunanku. Ria mengangkat alis. “Kamu masih menyukainya, ya?”

Aku tersenyum. Kemudian menggeleng. “Jangan bercanda, Ria. Aku tidak mungkin menyukai seseorang yang menjadi suami sahabat terbaikku sekarang,” kataku sambil tertawa kecil.

Ria ikut tersenyum. “Syukurlah kalau begitu. Yaudah, aku ke sana dulu ya,” kata Ria pamit untuk pergi.

Aku mengangguk.

Sudah banyak kebohongan yang aku buat tentang perasaanku. Sama seperti ucapanku di bawah semburat langit senja ketika Andi mengajakku bertemu berdua saja, tanpa Riska. Sejujurnya saat itu aku sedikit berharap. Karena mungkin Andi mulai menyadari perasaannya padaku. Namun apa yang dia katakan?

“Aku akan menikahi Riska, Anggi. Aku sudah mendapar restu dari ibu, dan aku juga ingin tahu darimu,”

Bagaikan tersambar petir, aku tidak bisa berkata apa-apa saat itu. Sungguh, itu adalah hal yang paling membuatku sakit hati selama aku merasakan jatuh cinta. Lebih menyakitkan daripada melihat mereka dulu saling berbicara dengan mengabaikanku. Aku tidak akan lupa hari itu. Bahkan sampai sekarang, suara beratnya, nada bicaranya, masih terngiang jelas di telingaku. Ya, aku sudah membuat banyak kebohongan tentang perasaanku sebelumnya, jadi untuk saat itu aku mengatakan bahwa aku merestui dan mendukung. Aku tidak bisa melakukan apa pun. Riska juga sangat menyukai Andi. Dia adalah sahabatku yang paling baik, dia orang yang selalu membantuku, dan dia pasti akan bahagia bersama Andi.

Aku menghela napas panjang. Sekali lagi, kutatap wajah kedua sahabatku saat ini. Gurat kebahagiaan terus terpancar di wajah mereka, tak pernah pudar. Dari pojok ruangan ini, aku juga akan tersenyum melihat dua orang yang membuat hidupku berarti bahagia.

Aku menundukkan pandangan, menatap amplop putih yang sejak malam aku persiapkan. Entah mengapa, dadaku kembali sesak. Pandanganku buyar. Aku memejamkan mata. Tes! Setetes air mata memukul lembut pipiku. Aku menghembuskan napas. Aku tidak ingin menangis karena cinta. Cinta begitu indah jika aku ingin melihat sisi baiknnya. Dia mengajarkan aku pentingnya seseorang, meski pada akhirnya aku juga merasakan pedihnya kehilangan. Cinta membuat masa-masa remajaku begitu bewarna.

Aku kembali mengangkat wajah, menghapus air mataku. Pandanganku beralih kepada seorang anak kecil yang berlari didepanku.

“Kintan!” Aku berseru memanggilnya. Anak kecil itu menoleh. Kintan, adik sepupu Andi yang cukup dekat denganku.

“Kak Anggi!” serunya sambil berlari ke arahku.

Dia memelukku. Aku tersenyum. Aku mengelus kepalanya lembut. Aku pasti akan sangat merindukannya. Sama seperti aku merindukan memori-memori masa kecilku dulu bersama Andi. Kintan memandangku heran.

“Kak Anggi mau ke mana? Kok bawa koper?” tanya Kintan sambil menunjuk koper hitam di samping tempatku berdiri.

Aku tersenyum. “Kakak mau pergi.”

“Pergi ke mana? Kakak enggak main-main sama Kintan sama Kak Andi kayak dulu lagi?” kata Kintan sedih.

Aku bertekuk lutut dan menyentuh kedua pipi Kintan. “Kintan masih bisa main-main sama Kak Andi, lagian juga ada Kak Riska. Kak Anggi harus pergi buat mengejar mimpi Kak Anggi. Nanti kalau Kintan udah besar, Kintan harus bisa kayak Kak Anggi ya,” pesanku padanya.

Kintan hanya cemberut. Aku juga tidak ingin meninggalkannya, meninggalkan semua kenangan di kota ini. Meninggalkan Andi, juga Riska. Tapi aku manusia normal. Sekalipun aku berusaha untuk sabar, ada titik di mana hatiku masih terasa sakit. Berada di samping mereka berdua membuatku tersiksa. Karena itu aku memutuskan untuk pergi, mengejar mimpiku di negara yang lain.

Aku menyerahkan amplop putih pada Kintan. “Tolong sampaikan ini pada Kak Andi ya.”

Kintan menerima surat itu dan mengangguk. Sekali lagi dia memelukku. Setelah itu aku melihatnya berlari, menaiki tangga, menuju tempat Andi dan Riska yang kini tengah duduk menunggu tamu lain yang datang. Kintan menyerahkan surat itu pada Andi. Andi menerimanya dengan wajah berkerut. Kulihat laki-laki itu langsung membukanya.

Dear Groom,

Andi, terimakasih telah menjadi seseorang yang sangat berharga dalam hidupku. Aku senang akhirnya kamu bisa membangun rumah tangga dengan seseorang yang selalu kamu cintai, Riska, sahabatku juga. Aku akan doakan hidup kalian selalu bahagia sekarang maupun diakhirat nanti.

Ndi, mungkin ini terdengar jahat jika aku mengatakan sekarang. Tapi setiap hari aku memikirkan ini dan aku enggak bisa lega jika aku enggak mengucapkannya. Bahwa, selama ini aku menyukaimu. Aku enggak melihat kamu sebagai seorang abang. Seperti kamu menganggap aku sebagai seorang adik. Aku melihatmu sebagai seseorang yang aku cintai. Tapi aku tahu, kamu enggak pernah melihatku seperti itu. Sampaikan maafku pada Riska juga jika dia membaca bagian ini, aku hanya ingin menyampaikan saja tidak berharap apa pun.

Aku tidak akan memaksakan cinta, karena cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Aku yakin Tuhan memang telah mentakdirkan pertemuanmu dengan Riska melalui aku, karena itu aku sama sekali tidak menyesal melihat kalian bahagia sekarang. Aku sadar ada banyak hal yang tidak bisa kita miliki di dunia ini, namun hanya sebagai pelajaran.

Andi, kamu menikahi sahabatku yang berharga. Jangan membuat dia menangis dan hibur dia ketika dia sedih. Dia selalu melakukan itu padaku. Semarah apa pun padanya nanti, jangan pernah menyakitinya. Dia adalah perempuan berhati berelembut yang penuh kasih sayang.

Terkahir, aku pamit padamu juga Riska. Aku akan pergi ke Inggris, kuliah di sana. Jikalau setelah ini kamu mencariku, mungkin aku tidak ada lagi. Karena hari ini juga, aku akan pergi. Terimakasih telah membantuku tumbuh menjadi perempuan seperti ini

Salam,

Anggi

 

Aku masih berdiri di sana sampai akhirnya Andi mengangkat kepala. Wajahnya yang begitu khawatir menoleh ke kanan dan kiri, seperti mencari seseorang. Lembaran kertas yang tadi digenggamnya erat telah beralih ke tangan Riska.

Sekali lagi aku menghela napas. Aku menarik gagang koperku, kemudian menggeretnya. Aku berjalan, melewati kerumunan orang-orang yang saling berbincang tentang mewahnya resepsi ini. Aku berhenti beberapa langkah sebelum keluar di pintu utama.

Aku menoleh. Mataku langsung bersitatap dengan mata Andi. Dadaku terasa sesak kembali. Aku tersenyum kecil. Dia ikut tersenyum, memberiku semangat. Aku melambaikan tangan. Kadang aku berpikir ingin seperti dulu. Saat kecil, melambaikan tangan adalah hal yang aku sukai. Sambil tertawa aku melambaikan tangan pada pesawat yang lewat. Tapi sekarang, bukan seperti ini yang aku sukai. Melambaikan tangan dengan senyuman terpaksa padanya bersama orang lain.

Namun aku tidak punya pilihan. Hari ini adalah hari terkahir aku melihatnya. Sampai nanti aku menemukan cintaku yang baru, aku harap aku tidak melihat wajahnya. Sampai nanti aku bertemu dengan seseorang yang baru, aku berharap aku tidak akan melihatnya.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 3
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Unending Love (End)
18776      3432     9     
Fantasy
Berawal dari hutang-hutang ayahnya, Elena Taylor dipaksa bekerja sebagai wanita penghibur. Disanalah ia bertemua makhluk buas yang seharusnya ada sebagai fantasi semata. Tanpa disangka makhluk buas itu menyelematkan Elena dari tempat terkutuk. Ia hanya melepaskan Elena kemudian ia tangkap kembali agar masuk dalam kehidupan makhluk buas tersebut. Lalu bagaimana kehidupan Elena di dalam dunia tanpa...
TENTANG WAKTU
2199      969     6     
Romance
Elrama adalah bintang paling terang di jagat raya, yang selalu memancarkan sinarnya yang gemilang tanpa perlu susah payah berusaha. Elrama tidak pernah tahu betapa sulitnya bagi Rima untuk mengeluarkan cahayanya sendiri, untuk menjadi bintang yang sepadan dengan Elrama hingga bisa berpendar bersama-sama.
Hunch
43264      7518     121     
Romance
🍑Sedang Revisi Total....🍑 Sierra Li Xing Fu Gadis muda berusia 18 tahun yang sedang melanjutkan studinya di Peking University. Ia sudah lama bercita-cita menjadi penulis, dan mimpinya itu barulah terwujud pada masa ini. Kesuksesannya dalam penulisan novel Colorful Day itu mengantarkannya pada banyak hal-hal baru. Dylan Zhang Xiao Seorang aktor muda berusia 20 tahun yang sudah hampi...
Lost Daddy
5920      1589     8     
Romance
Aku kira hidup bersama ayahku adalah keberuntungan tetapi tidak. Semua kebahagiaan telah sirna semenjak kepergian ibuku. Ayah menghilang tanpa alasan. Kakek berkata bahwa ayah sangat mencintai ibu. Oleh sebab itu, ia perlu waktu untuk menyendiri dan menenangkan pikirannya. Namun alasan itu tidak sesuai fakta. AYAH TIDAK LAGI MENCINTAIKU! (Aulia) Dari awal tidak ada niat bagiku untuk mendekati...
Here We Go Again
705      413     2     
Short Story
Even though it hurt, she would always be my favorite pain.
27th Woman's Syndrome
11310      2390     18     
Romance
Aku sempat ragu untuk menuliskannya, Aku tidak sadar menjadi orang ketiga dalam rumah tangganya. Orang ketiga? Aku bahkan tidak tahu aku orang ke berapa di hidupnya. Aku 27 tahun, tapi aku terjebak dalam jiwaku yang 17 tahun. Aku 27 tahun, dan aku tidak sadar waktuku telah lama berlalu Aku 27 tahun, dan aku single... Single? Aku 27 tahun dan aku baru tahu kalau single itu menakutkan
Trying Other People's World
419      326     0     
Romance
Lara punya dendam kesumat sama kakak kelas yang melarangnya gabung OSIS. Ia iri dan ingin merasakan serunya pakai ID card, dapat dispensasi, dan sibuk di luar kelas. Demi membalas semuanya, ia mencoba berbagai hidup milik orang lain—pura-pura ikut ekskul jurnalistik, latihan teater, bahkan sampai gabung jam tambahan olimpiade MIPA. Kebiasan mencoba hidup-hidup orang lain mempertemukannya Ric...
Dunia Tiga Musim
3959      1707     1     
Inspirational
Sebuah acara talkshow mempertemukan tiga manusia yang dulunya pernah bertetangga dan menjalin pertemanan tanpa rencana. Nda, seorang perempun seabstrak namanya, gadis ambivert yang berusaha mencari arti pencapaian hidup setelah mimpinya menjadi diplomat kandas. Bram, lelaki ekstrovert yang bersikeras bahwa pencapaian hidup bisa ia dapatkan dengan cara-cara mainstream: mengejar titel dan pre...
Ketika Kita Berdua
40534      6649     38     
Romance
Raya, seorang penulis yang telah puluhan kali ditolak naskahnya oleh penerbit, tiba-tiba mendapat tawaran menulis buku dengan tenggat waktu 3 bulan dari penerbit baru yang dipimpin oleh Aldo, dengan syarat dirinya harus fokus pada proyek ini dan tinggal sementara di mess kantor penerbitan. Dia harus meninggalkan bisnis miliknya dan melupakan perasaannya pada Radit yang ketahuan bermesraan dengan ...
Just Me [Completed]
33440      4365     1     
Romance
Gadis cantik bersifat tomboy itu adalah Viola dia biasa dipanggil Ola, dibalik sifatnya yang tomboy dia menyimpan duka yang teramat dalam yang hanya keluarganya yang dia tahu dia tidak ingin orang-orang khawatir berlebihan tentang kondisinya. dia anak yang pintar maka dari itu dia bisa sekolah di Amerika, tapi karena kondisinya sekarang dia harus pindah ke Jakarta lagi semenjak ia sekolah di Ja...