Loading...
Logo TinLit
Read Story - Penasaran ?
MENU
About Us  

Abel tahu, seharusnya ia tidak disini. Tempat ini bukanlah hal yang pertama kali ada dipikirannya setelah melakukan ritual berbahaya itu. Jalanan kosong, atau bahkan bisa di katakan tidak berpenghuni sama sekali.

“Sial.” umpat gadis itu.

Ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri apabila ada hal buruk yang akan menimpanya setelah ini. Angin di kegelapan berhembus sangat kencang. Abel merapakatkan jaket hitamnya namun tidak cukup membantu.

Kemana ia harus melangkah lagi? Ia berlari dan terus begitu sampai merasa pernapasannya akan berhenti detik itu juga.

Namun ada yang aneh. Setelah Abel merasa cukup lama berada di kegelapan itu, ia tidak melihat jam tangannya bergerak. Tetap pukul 01.00 dini hari. Tidak mungkin baterai arlojinya habis bukan?

“Apa ada orang disini?!” teriaknya untuk kesekian kali.

Dan ia kembali mengumpat lagi.

Abel tahu ia bukanlah gadis yang baik-baik tapi ia juga tahu ia juga bukanlah gadis yang buruk. Ia adalah Abel, gadis yang biasa-biasa saja namun memiliki tingkat penasaran yang sangat tinggi.

Karena rasa penasaran itulah ia menjadi berada disini.

Ia sedang membaca buku ritual yang ditemukannya di perpusatakaan sekolah tadi sore. Ia membaca sambil terus mencerna apa maksud buku itu. “A Dark” itulah judulnya. Abel juga menyiapkan semua peralatan yang dituntun buku tersebut. Ada berbagai macam seperti air, lilin, korek api, dan sebagainya.

Maka tepat pukul 00.00 WIB tadi, ia melakukan hal yang membuatnya mengutuk diri sendiri.

Gelap.

Gelap.

Dan hanya gelap.

Apa ia buta? Abel tahu pasti ini bukan kesalahan matanya.

Ia kembali berjalan, dengan memegang ujung ke ujung benda di sekitarnya. Jika saja ada monster disini, maka entah apa jadinya dia nanti.

Seberkas cahaya muncul. Ia sampai herus menyipitkan mata untuk melihat ke depan. Ada apa disana?

“Abel,” suara itu begitu halus.

Abel merasa tengkuknya merinding seketika.

“Abel…” lagi-lagi suara itu, dan Abel belum bisa melihat apa-apa.

“Woi Abel bangun!”

Astaga itu suara abangnya yang membuka gorden jendela.

Sial.

“Aku dimana?” tanya Abel meraba sekitarnya.

“Ya di kamar kamulah. Cepetan bangun, bantu mama di bawah sana.” ujar abangnya lagi.

Dia hanya mimpi? Setelah merasa kejadian itu benar-benar terjadi?

Untung saja, berarti ia tidak akan dimakan monster seperti khayalannya tadi.

                                                                                                ------

Lonceng sekolah mereka sudah seperti loncengan yang sangat tua. Sangat sangat tua. Ia tak habis pikir kenapa lonceng itu tidak diganti dengan yang baru saja? Memangnya dana di sekolah ini sebegitu kurang sampai masih memakai lonceng kuno menyeramkan itu?

“Abel, kalau sekali lagi saya melihat kamu melamun, lebih baik kamu keluar.” tegas Pak Burso, wali kelasnya.

Abel diam, kenapa semua orang memarahinya hari ini? Astaga, menyebalkan!

Pelajaran matematika berlangsung begitu lama seperti biasanya. Setelah lonceng menyeramkan itu berbunyi lagi, maka itu pertanda bahwa pelajaran telah berakhir dan Abel menarik napas lega.

“Mau pulang bareng aku?” itu Boby, cowok yang naksir Abel dari kelas 10 sampai sekarang.

Abel menggeleng dan tersenyum, lalu beranjak dari bangkunya.

Ia tahu Boby itu tampan dan juga baik hati. Namun ia juga hanya menganggap Boby sebagai temannya saja, tidak lebih.

Abel memilih jalan kaki karena jarak sekolah kerumahnya hanya memakan waktu beberapa menit saja.

Jalanan sudah sore waktu ia pulang dan langit sangat mendung. Apakah akan turun hujan? Ia mempercepat langkah kaki sebelum sampai rumah waktu hari gelap.

                                                                                                ------

Di atas kasur itu, buku berjudul “A Dark” yang semalam ia pinjam tergeletak disana. Kenapa buku itu bisa berada disana? Abel terduduk dan membuka buku itu kembali.

Lembar demi lembar.

Rasanya angin bertiup semakin kencang dari balik jendelanya.

Abel menghentikan membaca dan memilih pergi mandi dahulu. Guyuran air pertama, ia teringat isi buku tadi lantas menggeleng dengan cepat. Guyuran kedua ia kembali mengulang memorinya saat bermimpi aneh tadi malam. Dan begitulah seterusnya sampai Abel selesai mandi, dan buku itu masih berada di atas kasurnya.

“Menjadi abadi,” gumam Abel seraya membaca buku itu kembali.

“Jangan penasaran, karena itu bisa membunuhmu.” Abel mengulangi bacaannya.

Ia menutup buku itu dan merenung.

Ia mengingatkan diri untuk tidak penasaran dan meletakkan buku itu kembali di meja.

                                                                                                ------

“Yakin kamu gak mau ikut, dek?” tanya Bagas, abang Abel.

Gadis itu menggeleng, “aku banyak tugas, aku titip minuman dingin aja ya.”

Mama abel mengangguk dan masuk kemobil yang sudah dihuni oleh papa mereka.

“Kunci pintu dapur dek.” ingat Bagus padanya.

Abel lantas mengangguk dan menutup pintu rumah.

Malam ini seperti biasanya, keluarga mereka memiliki acara makan malam di luar seminggu sekali. Namun Abel merasa tidak enak badan sehingga harus berbohong mengenai tugas sekolah kepada keluarganya. Ia tidak mau acara rutin mereka jadi terganggu karenanya.

Sepi.

Rumah itu terasa begitu kosong sekarang.

Abel masuk kembali ke kamar dan berniat tidur lebih cepat dari pada biasanya.

Menjadi abadi.

Menjadi abadi.

Menjadi abadi.

Ia membuka mata dan mengambil buku yang tadi berada di meja. Sungguh ia tidak bisa menahan diri lagi. Rasa penasarannya telah merobohkan akal sehat yang ia miliki.

Ia membaca dan terus membaca.

Lembar demi lembar.

Dan ketika mengangkat wajah, Abel merasa semuanya gelap.

Ia pasti hanya mimpi seperti sebelumnya.

Dan kali ini untuk memastikannya, Abel menubit pelan tangannya.

Tidak ada perubahan.

Ia mendesah nyaris frustasi dan mencubit labih keras.

Semua tetap gelap.

Abel memukul tangannya dengan sangat keras berharap ada sesuatu yang terjadi.

Semua kejadian di ingatannya memutar seketika.

Ia berjalan di perpusatakan yang sepi, ia mencari buku satu persatu, ia menemukan buku yang terasa aneh baginya, ia membaca buku, ia bermimpi aneh, dan jangan penasaran.

Abel ingat!

Ia memucat seketika.

Cara menjadi abadi. Rasa penasaran yang membunuhmu.

Gadis itu berlari seperti sebelumnya. Namun ia tidak menemukan apapun.

Ia berlari lagi dengan kencang berharap ada setitik cahaya mendatanginya.

Semua sama saja, tidak ada yang berubah.

Ia menunggu.

Tidak ada yang berubah.

Abel menangis, ia sudah mati terjebak sekarang, oleh rasa penasarannya.           

                                                                                                ------

“Selamat ya,” ujar salah seorang temannya.

“Abel tolong geser ke sebelah kiri.” perintah fotografer yang berada di depannnya.

Abel bergeser sesuai arahan.

Klik.

Abel tersenyum bahagia. Hari ini, buku yang ia tulis sudah ditayangkan menjadi layar lebar. Semua orang menyukai buku yang ia tulis sehingga bisa masuk ke dunia film yang bahkan diperankan oleh dirinya sendiri.

Gadis cantik itu tersenyum sembari memberikan tanda tangannya kepada beberapa orang yang berkumpul di dekatnya.

Sebuah novel berjudul “A Dark” yang ia tulis dan ia mainkan sendiri membuatnya menjadi seterkenal ini. Ia berharap, film itu tidak hanya mnejadi hiburan semataa. Tapi orang-orang juga harus tahu, bahwa kita hidup di dunia, dimana rasa penasaran itu boleh saja ada, tapi tidak boleh melebihi pikiran kita.

Rasa penasaran yang berlebihan, bisa membunuhmu.

Salam, dari Abelinda Putri, gadis semata wayang keluarganya yang telah mencapai puncak karir di masa mudanya.

                                                                                                ------

Tags: horror

How do you feel about this chapter?

1 3 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Partial
510      385     2     
Short Story
Tentang balas dendam yang biasa saja. Tentang niat membunuh seekor babi dengan kebenciannya.
Flashdisk
620      444     2     
Short Story
Ada yang aneh dengan flashdiskku. Semuanya terjadi begitu saja. Aneh. Lalat itu tiba-tiba muncul dan bergerak liar pada layar laptopku, semuanya terasa cepat. Hingga kuku pada semua jariku lepas dengan sendirinya, seperti terpotong namun dengan bentuk yang tak beraturan. Ah, wajahku! Astaga apalagi ini?
Night Stalkers (Book 1)
6      3     0     
Mystery
Anita mati. Tapi kematiannya bukanlah akhir. Itu adalah awal dari mimpi buruk yang sesungguhnya. Sejak kehilangan Anita, hidup Askara berubah sepenuhnya. Mimpi-mimpi yang terasa nyata terus menghantuinya setiap malam. Saat terbangun, selalu ada setangkai mawar putih di balik jendelanya, seolah seseorang sedang mengawasinya dari kejauhan. Tak lama kemudian, kejadian serupa mulai menimpa or...
KELAM - CERITA DIBALIK PINTU 402
4382      1870     3     
Horror
Pai, Mahasiswi yang baru saja pindah ke sebuah apartemen murah namun super lengkap fasilitasnya yang berada persis di belakang kampus. Awalnya sih dia senang karena harga sewa yang menurutnya murah itu bisa membuat dia merasakan hidup mewah seperti teman-temannya itu. Sampai suatu hari, dia dikejutkan dengan beberapa kejanggalan seperti suara tangisan di malam hari, suara kaca jendela yang sepert...
The Investigator : Jiwa yang Kembali
2437      1133     5     
Horror
Mencari kebenaran atas semuanya. Juan Albert William sang penyidik senior di umurnya yang masih 23 tahun. Ia harus terbelenggu di sebuah gedung perpustakaan Universitas ternama di kota London. Gadis yang ceria, lugu mulai masuk kesebuah Universitas yang sangat di impikannya. Namun, Profesor Louis sang paman sempat melarangnya untuk masuk Universitas itu. Tapi Rose tetaplah Rose, akhirnya ia d...
Blocked Street
18147      5015     5     
Horror
Ada apa dengan jalan buntu tersebut? Apa ada riwayat terakhir seperti pembunuhan atau penyiksaan? Aryan dan Harris si anak paranormal yang mencoba menemukan kejanggalan di jalan buntu itu. Banyak sekali yang dialami oleh Aryan dan Harris Apa kelanjutan ceritanya?
Tersembunyi
867      545     4     
Horror
Menceritakan pertualangan seorang anak dengan temannya menelusuri gedung sekolah yang banyak menyimpan misteri yang belum terpecahkan dan terjebak dalam dimensi lain.
29.02
538      322     1     
Short Story
Kau menghancurkan penantian kita. Penantian yang akhirnya terasa sia-sia Tak peduli sebesar apa harapan yang aku miliki. Akan selalu kunanti dua puluh sembilan Februari
SEBOTOL VODKA
716      434     4     
Mystery
Sebotol vodka dapat memabukanmu hingga kau mati...
Do You Believe?
567      428     1     
Short Story
Beredar sebuah rumor tentang serial killer yang akan membunuh siapapun yang percaya dengan keberadaannya untuk balas dendam. Sekelompok remaja memutuskan untuk liburan bersama merayakan kelulusan mereka. Liburan menyenangkan dambaan mereka mulai terusik dengan adanya rumor itu. Satu persatu dari mereka mulai mempercayai rumor itu. Apakah yang akan terjadi pada mereka? Apakah ada yang selamat? B...