Read More >>"> KNITTED (Three) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - KNITTED
MENU
About Us  

 

Dara masih berbaring dan raya sedang serius mengerjakan PR akuntansinya, dia harus bisa menyalin PR sialan itu secepatnya untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, tiba-tiba dia dipanggil ke kelas untuk alasan yang tidak masuk akal -bu Widuri merindukan tulisannya di papan tulis, misalnya- ketika pintu UKS tiba-tiba terbuka, Raya dengan cepat menoleh sampai lehernya  berbunyi -krekk- dan jantung berdebar, bagaimana jika itu bu Widuri yang datang dan menjemput PR nya sedangkan dia masih menyelesaikan tahap pertama-membuat garis-

“ ah! Ngagetin lu Di,” Raya menghembuskan nafas kelewat lega saat menemukan Hedi -Teman sekelas saat kelas 10-3 dulu-, lalu dengan cepat dia lanjutan menyalin PR Dara, Hedi mengendikan bahunya tak peduli, dia lalu berjalan ke tempat obat-obatan di seberang Dara.

“ lu sakit, Hedi ?” tanya Raya sambil menoleh ke arah Hedi yang sedah membereskan jejeran obat.

“ enggak, di kelas lagi gak ada guru, anak Pak Suryo katanya wisuda hari ini, Cuma dikasih tugas ngerjain soal doang, karena udah selesai, jadi gue piket aja di UKS,” jawabnya, Hedi memang anggota PMR di sekolahnya, dia menjabat sebagai wakil ketua. “Lo udah minum obat apa Dar?” tanyanya tanpa menengok Dara yang ada di belakangnya, tak kunjung mendapat jawaban Hedi menoleh dan melihat Dara sedang menerawang, pandangannya kosong kearah langit-langit. “Dara!” sahut Hedi, Dara terlonjak lalu menoleh malas, begitu juga Raya yang misuh-misuh karena garis yang sedang dia buat melenceng sempurna.

“ Berisik lu! melenceng kan garis gue ah!” Raya heboh menghapus garis melenceng tadi. “baru sadar dia, dokter Pandu keburu pulang, istrinya melahirkan,” tambah raya menjawab pertanyaan Hedi tadi, Hedi mengangguk-angguk, dia melihat ke arah Dara yang kembali melamun, dia berjalan ke meja disamping Dara, mengambil gelas yang isinya sudah dingin, lalu dia ganti dengan air hangat, meletakan kembali di meja samping Dara dengan tambahan roti.

“ Thankyou Hedi,” Raya tersenyum bahagia, mengerjakan PR dengan kecepatan kilat seperti ini membuatnya mengeluarkan banyak energi, Raya jadi lapar.

“ Buat Dara,” jelasnya singkat. Menepuk tangan Raya yang sudah membuka bungkus roti.

Raya mencibir, “perhatian amat, mentang-mentang jadi pahlawan waktu Dara pingsan,” Mata Dara membulat, membuat Raya semakin semangat bercerita, “tadi orang yang pertama nemuin lo pingsan itu si Hedi, terus dia langsung gendong lu ke UKS, baah udah kayak pangeran menyelamatkan putri deh pokoknya,” Raya tersenyum menggoda Hedi, Hedi hanya memberinya tatapan datar.

“ Itu lanjutin lagi ngerjain PR nya, nanti  kalo utusan dari kelas lo datang buat jemput kan repot,” kata Hedi sambil berjalan ke arah meja jaga, Raya baru tersadar dan cepat menyalin PR Dara lagi.

“ thanks ya Di,” kata Dara pelan, dia tak bisa melihat reaksi Hedi, paling diam saja pikir Dara, Hedi kan manusia robot, tak pernah berekspresi.

“ itu biar lo cepet baikan, cepet masuk kelas, tempat tidurnya bisa gue pake.” Kata Hedi sambil memejamkan matanya, tangannya terlipat depan dada dan kakinya dia angkat ke meja.

“ Ya, apapun itu” Dara menarik nafas kesal, “gue tetap berterimakasih, buat rotinya juga,” Dara bangun dan duduk perlahan, membuka bungkusan roti itu, membelahnya jadi dua, menyuapkan kepada Raya terlebih dahulu yang sudah berkeringat karena menyalin PRnya. “ lo ngerjain PR apa lari marathon sih ?”

“ berisik!” bentak Raya, sambil mengunyah rotinya dengan cepat.

***

Raya selamat dari hukuman Akuntasinya -dia tidak dijemput ataupun buku PRnya diambil paksa oleh utusan kelas, Raya menemani Dara di UKS selama 2 jam pelaran-, Dara dan Raya sudah dikelas dan sedang menunggu guru Bahasa Indonesia masuk, kerena kejadian kontroversial Dara tadi pagi, kini gadis itu menjadi pusat perhatian, sang artis dadakan hanya tersenyum lemah, membiarkan jubirnya yang berbicara.

“ kurang tidur dia, biasalah ya kalau kurang tidur kita suka pusing, apalagi Dara kan telat tuh tadi datangnya, dia lari-lari lah dari jalan raya sampai kesini, mungkin dari situ juga penyebabnya,” Jubir Dara menjelaskan pada para wartawan dadakan ini,

“ lu mikirin pacar kali, Dar, gak ada kabar seharian ya dia ?” orang yang bertanya ini tak terlihat wujudnya, ditilik dari suaranya yang nyaring dan bikin emosi yang mendengar, mungkin penanya ini adalah wawan yang berdiri paling belakang . Dara mendelik sebal, pacar dari Arab ? pangeran saudi ? boleh juga.

“ sodara wawan, jangan mengada-ngada ya, Dara ini masih jomblo, terakhir pacaran itu tahun 2012, mereka putus gara-gara beda pendapat tentang kiamat tanggal 21 Desember 2012 itu.” Jawaban Raya mendapat hadiah pukulan di belakang kepalanya, benar-benar sembarangan saja ngasih informasi.

“ berarti ada kesempatan dong gue,” teriaknya lagi, Raya sampai berdiri karena penasaran, siapa lelaki asbun (asal bunyi) ini.

“ heh!! Macem-macem lu ya ama temen gue, pacar lo anak kelas sebelah kan?!” Amuk Raya pada penanya barusan, dan memang benar wawan, playboy kelas ikan asin yang menyatakan cinta hampir semua gadis dikelas ini. Hanin pacar aslinya pasti  wanita sial yang tabah tetap mempertahankan lelaki kurus, menyebalkan namun memang tampan ini sampai sekarang.

“ kan elu yang ngasih info kalo gue jomblo, pa’ul!” Telinga Raya ditarik oleh Dara, gemas sekali dia. Dara berharap guru Bahasa indonesianya segera masuk, Dara kembali pusing karena kerubungan banyak orang seperti ini.

Pada jam istirahat Dara terkulai lemah di bangkunya, Raya sedang ke kantin dan membelikannya makan siang, kelas sepi ini mengingatkannya kembali pada pertemuan dengan Kintan pagi tadi, Dara memejamkan matanya dia tak ingin bertemu dengan kintan lagi.

“ DARA!” suara itu membuat Dara terlonjak dari bangkunya, dramaqueen dengan tentengan sterofoam di tangannya itu berderap cepat ke arah Dara, Raya mengelus dada sambil menghembuskan nafas lega, “ gue kira lo pingsan lagi,”

“ tadi lu hampir bikin gue kena serangan jantung,” jawab Dara sebal lalu kembali meletakan kepalanya di lengan, karena kejadian tadi pagi energi Dara seperti terserap habis, apakah saat Kintan menemuinya tadi, Kintan menyerap energinya ? apakah karena menyerap energi Dara sekarang Kintan sudah siuman ?  Dara menggeleng keras, imajinasinya memang luar biasa ekstrem.

“ Dar! Dara!” Raya menepuk pipi Dara keras, sejak ditemuinya di UKS tadi pagi sahabatnya ini menjadi aneh, Dara lebih sering melamun. “ Ke rumah sakit aja ya, ayo gue anterin,” Dara membuka matanya menatap Raya dengan pandangan yang tak bisa Raya pahami, entah setuju, entah menolak, entah curiga bahwa Raya hanya modus mengantarkannya ke rumah sakit agar bisa lepas dari tugas persentasi sejarah.

“ anter gue ke rumah sakit tempat Kintan di rawat Ra,” kata Dara, Raya membulatkan matanya.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Nobody is perfect
12787      2296     7     
Romance
Pada suatu hari Seekor kelinci berlari pergi ingin mencari Pangerannya. Ia tersesat, sampai akhirnya ditolong Si Rubah. Si Rubah menerima si kelinci tinggal di rumahnya dan penghuni lainnya. Si Monyet yang begitu ramah dan perhatiaan dengan si Kelinci. Lalu Si Singa yang perfeksionis, mengatur semua penghuni rumah termasuk penghuni baru, Si Kelinci. Si Rubah yang tidak bisa di tebak jalan pikira...
Sweeter Than Sweet Seventeen
682      488     5     
Short Story
Menunggu papa peka akan suatu hal yang aku impi - impikan. Namun semua berubah ketika ia mengajakku ke tempat, yang tak asing bagiku.
Apartemen No 22
450      305     5     
Short Story
Takdir. Tak ada yang tahu kemana takdir akan menuntun kita. Kita sebagai manusia, hanya bisa berjalan mengikuti arus takdir yang sudah ditentukan.
About Us
2420      959     2     
Romance
Cinta segitiga diantara mereka...
When the Music Gets Quite
69      63     0     
Romance
Senja selalu suka semua hal tentang paus biru karena pernah melihat makhluk itu di jurnal sang ibu. Ternyata, tidak hanya Senja yang menyukainya, Eris yang secara tak sengaja sering bertemu dengannya di shelter hewan terlantar dekat kos juga menyukai hal yang sama. Hanya satu yang membedakan mereka; Eris terlampau jatuh cinta dengan petikan gitar dan segala hal tentang musik. Jatuh cinta yang ...
Story of April
1718      711     0     
Romance
Aku pernah merasakan rindu pada seseorang hanya dengan mendengar sebait lirik lagu. Mungkin bagi sebagian orang itu biasa. Bagi sebagian orang masa lalu itu harus dilupakan. Namun, bagi ku, hingga detik di mana aku bahagia pun, aku ingin kau tetap hadir walau hanya sebagai kenangan…
Ketos in Love
947      549     0     
Romance
Mila tidak pernah menyangka jika kisah cintanya akan serumit ini. Ia terjebak dalam cinta segitiga dengan 2 Ketua OSIS super keren yang menjadi idola setiap cewek di sekolah. Semua berawal saat Mila dan 39 pengurus OSIS sekolahnya menghadiri acara seminar di sebuah universitas. Mila bertemu Alfa yang menyelamatkan dirinya dari keterlambatan. Dan karena Alfa pula, untuk pertama kalinya ia berani m...
Orange Blossom
596      417     3     
Short Story
Kesepian, mimpi dan perjuangan, dua orang kesepian yang terikat dalam kesendirian, kisah yang bermula dari segelas Orange Blossom.
Dear Vienna
351      266     0     
Romance
Hidup Chris, pelajar kelas 1 SMA yang tadinya biasa-biasa saja sekarang jadi super repot karena masuk SMA Vienna dan bertemu dengan Rena, cewek aneh dari jurusan Bahasa. Ditambah, Rena punya satu permintaan aneh yang rasanya sulit untuk dikabulkan.
Between Us
506      237     2     
Romance
Song Dami kehidupannya berubah ketika kakaknya, Sangho, mengalami kecelakaan dan memintanya menggantikan posisinya sebagai manajer sementara bagi penulis terkenal, Lim Seungjae, yang keras kepala dan membuat Dami kewalahan dengan permintaan aneh dan tak terduga. Namun, seiring waktu, Dami mulai memahami Seungjae, dan hubungan mereka berkembang dari ketegangan menjadi ke keakraban. Oh, tapi ja...