Loading...
Logo TinLit
Read Story - RISA (Adik Abang Tersayang)
MENU
About Us  

Aku Mayor, bukan pangkat melainkan nama. Aku seorang kakak dari adik satu-satunya, Risa. Adikku yang kusayang, ditinggal mati orang tua kami dalam keadaan menderita leukimia. Aku bekerja di rumah makan sebagai pelayan dan hasil dari pekerjaanku sudah jelas untuk membiayainya. Kami tinggal di lingkungan yang ramah. Tetanggaku, iya, dia yang tinggal di depan rumahku itu, selalu menatap heran ke arah rumahku. Tepatnya, menatap heran diriku. Aku wangi, rapih, tampan, dan bersih. Apa yang salah?

"Risa, bangun yuk! Abang udah buatkan makanan untuk Risa," kataku mebangunkannya halus.

"Abang, Risa gak mau makan. Risa mau ketemu ayah dan ibu, Bang," kata Risa sambil menangis.

"Mereka sudah pergi ke surga, Risa. Sekarang, Risa harus sembuh supaya ayah dan ibu tenang di sana."

"Tapi, Risa gak tenang di sini, Bang!" kata Risa yang kemudian ku peluk. Disaat seperti ini karena kebetulan kamar Risa berhadapan dengan rumah tetangga di depanku, dia, lagi-lagi melihatku heran.

Setelah Risa makan beberapa suap, aku menelpon saudaraku untuk berkunjung ke rumah menjaga Risa. Saudaraku ini selalu menangis ketika sampai rumahku, "Kerja yang semangat ya, Le! Bude yang akan jaga Risa," katanya sembari ada tangis dipipinya. Mungkin, ia sedih melihat keadaan Risa atau mungkin ia sedih melihat aku harus banting tulang mencukupi kebutuhan rumah. Entahlah, yang jelas hati dia lembut.

Ada banyak orang yang harus ku layani di rumah makan ini. Dari meja satu sampai meja seratus, dari yang datang sendiri sampai yang datang bersama kawan seangkatan, dan dari yang muda sampai yang tua. Melelahkan memang, namun, ini demi kebutuhan rumah dan Risa. Oh yaterkadang jika aku membutuhkan tambahan, aku pergi ke dapur untuk membantu mencuci piring di sana. Walau hanya ditambah Rp 50.000,- itu sudah cukup untuk uang jajanku sendiri.

"Mas, dipanggil Pak Bos di atas," kata temanku.

"Iya, makasih ya, Mas."

Aku langsung menaiki tangga. Kira-kira ada apa ia memanggilku? Kenaikan gaji? Mau memberi THR? Atau mau memecatku? Ah, sudahlah, ku temui saja dia.

"Permisi pak, bapak memanggil saya tadi?" sambil membuka sedikit pintu.

"Iya benar, silahkan masuk," katanya mempersilahkan. "Gimana kabarmu?"

"Alhamdulillah, Pak, masih semangat bekerja untuk pengobatan Risa." Sebenarnya bos ku ini sangat kenal keluargaku termasuk Risa.

"Risa? Oh, hahaha, iya, Risa ya, hahaha," katanya sambil tertawa yang kurasa itu dibuat-buat.

"Ada apa ya, Pak?"

"Oh, tidak, bukan apa-apa. Bapak hanya khawatir saja denganmu. Masih belum berubah pikiran, Yo?" Sebelumnya dia menawarkanku untuk tinggal di rumahnya dan menjadi penerus rumah makan ini karena beliau sendiri tidak mempunyai keturunan.

"Beri waktu saya seminggu lagi, Pak. Saya harus benar-benar mempertimbangkan keadaan Risa."

"Baiklah, bapak akan tunggu. Bapak akan dengan sabar menunggu sampai kamu sadar." katanya sambil tersenyum.

Sudah pukul sembilan malam, waktunya aku berkemas untuk pulang. Rindu Risa. Sesampainya di rumah, aku melihat saudaraku duduk bersama Risa di ruang tamu sembari menonton televisi.

"Assalamualaikum," kataku

"Waalaikumsalam," saudaraku menjawab. Risa diam.

"Risa, abang pulang nih. Risa gak seneng?" kataku menghampirinya. 

Tidak ada jawaban.

"Risa kenapa, Bude?" kutanya padanya, kutatap matanya, ia manahan tangis.

"Ha? Aduh, bude juga gak tau, Le." sembari mengusap pipinya karena air matanya jatuh.

Aku hanya bisa menatap Risa.

"Bude mau pulang? Mau aku antar?" kataku menawarkan.

"Gak usah, Le, bude bisa pulang sendiri. Bude pulang ya, Le. Assalamualaikum." Katanya langsung bergegas.

"Waalaikumsalam," kataku

Pelan-pelan kudekati Risa.

"Risa, besok kita jalan-jalan yuk! Abang kan besok libur kerjanya."

"Tadi, Risa liat ayah dan ibu di kamar. Risa mau ikut mereka, Bang. Risa kangen!" Katanya sembari menangis.

"Risa, abang juga kangen mereka. Tapi kita harus hidup dan kerja keras supaya mereka gak khawatir di sana." Sambil ku usap tangis dipipinya.

Setelah itu, Risa mereda. Ku bawa ia ke kamarnya, kemudian, ia tertidur. Adik kecilku Risa, sangat malang nasibnya. Dia selalu rindu orang tua kami, aku juga sebenarnya rindu tapi, Risa lebih rindu. Sudah ku putuskan untuk mengajak Risa jalan-jalan agar rindunya perlahan mereda.

Pagi pun datang. Aku keluar dari kamarku menuju dapur. Haus. Ternyata tidur butuh tenaga juga ya. Setelah dari dapur, tentu saja aku menuju kamar Risa. Belum sempat ku buka pintunya, ku lihat ia duduk di teras rumah.

"Abang sudah bangun ya?" Katanya yang mendengar langkahku menujunya.

"Iya. Risa tumben banget di sini, kenapa?"

"Risa abis nganter ayah sama ibu pulang, soalnya tadi mereka ke sini tapi, abang masih tidur."

Aku hanya tersenyum, "Nanti kita jalan-jalan ya, Risa," sembari ku belai rambutnya. Bisa kau tebak, tetanggaku lagi-lagi melirik ke arahku.

Pukul sepuluh, aku mengajak Risa ke taman. Mengapa taman? Karena di sini sejuk, aku mau Risa merasa sejuk di sini tanpa terus terbebani kepergian ayah dan ibu kami.

"Abang, waktu ayah dan ibu ke rumah tadi, Risa seneng banget. Mereka bilang Risa sebentar lagi bisa ikut mereka." Risa memulai.

"Abang sendiri dong di sini? Risa tega?" Kataku menanggapi khayalan Risa.

"Abang, dari pada abang membiayai Risa, lebih baik abang cukupkan kebutuhan abang sendiri."

"Nanti Risa gak sembuh-sembuh dong kalau abang yang ngurusin diri abang sendiri."

"Risa sudah lama sembuhnya, Abang."

"Kalau gitu, abang sudah lama juga memikirkan diri abang sendiri." Ucapku sambil senyum tapi, Risa seakan menghiraukan. Adik kecilku ini banyak sekali khayalannya dan karena khayalan itu ia semakin pintar mengutarakan sesuatu. Ah! Abang akan jaga Risa sampai waktu yang gak bisa ditentuin.

Kami pulang. Risa langsung menuju kamarnya sedangkan aku, aku duduk di teras untuk rehat sebentar dari banyak hal yang harus ku pikirkan. Besok aku harus bekerja kembali dan besok juga, Risa harus check up.

Setelah adzan subuh itu, aku bergegas mengambil air wudhu, sembahyang. Setelah itu, aku bersiap-siap untuk berangkat kerja. Tak lupa aku mendatangi kamar Risa untuk melihatnya, kemudian ku kecup keningnya. Lalu, ku telpon saudaraku untuk menjaga Risa seperti biasa.

Aku keluar seiringan dengan tetanggaku yang juga keluar. Dia menyapaku.

"Pagi, Mas!" Katanya memulai

"Pagi," kataku dengan senyuman.

"Mas, mau berangkat kerja ya?" Ia bertanya.

"Iya, ada apa?"

"Mas ikut saya dulu yuk sebentar," katanya mengajak.

aku ragu...

"Sebentar saja, Mas."

Kemudian, aku mengiyakan ajakannya. Entah karena tidak enak menolak ajakannya atau karena waktuku masih agak senggang untuk berangkat kerja, aku mau.

Sepanjang jalan tidak ada percakapan diantara kami. Kami terus berjalan yang aku sendiri entah mau di bawa ke mana. Beberapa menit kemudian, kami sampai. Ini makam. Makam ini sungguh tidak asing bagiku. Tetanggaku berjalan seperti menuntunku ke suatu tempat. Di sini, dia menunjukkan makam ayah dan ibuku yang sudah mati. Aku tidak bodoh, mereka memang sudah mati beberapa bulan yang lalu, kenapa dia menuntunku ke sini? Kemudian, kami berjalan kembali dan di sini, makam Risa, adikku.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 6 0 1
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Premium
Dunia Leonor
238      210     3     
Short Story
P.S: Edisi buku cetak bisa Pre-Order via Instagram penulis @keefe_rd. Tersedia juga di Google Play Books. Kunjungi blog penulis untuk informasi selengkapnya https://keeferd.wordpress.com/ Sinopsis: Kisah cinta yang tragis. Dua jiwa yang saling terhubung sepanjang masa. Memori aneh kerap menghantui Leonor. Seakan ia bukan dirinya. Seakan ia memiliki kekasih bayangan. Ataukah itu semua seke...
Je te Vois
4380      2815     0     
Romance
Dow dan Oi sudah berteman sejak mereka dalam kandunganklaim kedua Mom. Jadi tidak mengherankan kalau Oi memutuskan ikut mengadopsi anjing, Teri, yang merupakan teman baik anjing adopsi Dow, Sans. Bukan hanya perihal anjing, dalam segala hal keduanya hampir selalu sama. Mungkin satu-satunya yang berbeda adalah perihal cita-cita dan hobi. Dow menari sejak usia 8 tahun, tapi bercita-cita menjadi ...
Teman
1710      875     2     
Romance
Cinta itu tidak bisa ditebak kepada siapa dia akan datang, kapan dan dimana. Lalu mungkinkah cinta itu juga bisa datang dalam sebuah pertemanan?? Lalu apa yang akan terjadi jika teman berubah menjadi cinta?
Yang Terlupa
546      344     4     
Short Story
Saat terbangun dari lelap, yang aku tahu selanjutnya adalah aku telah mati.
CHERRY & BAKERY (PART 1)
4877      1516     2     
Romance
Vella Amerta—pindah ke Jakarta sebagai siswi SMA 45. Tanpa ia duga kehidupannya menjadi rumit sejak awal semester di tahun keduanya. Setiap hari dia harus bertemu dengan Yoshinaga Febriyan alias Aga. Tidak disangka, cowok cuek yang juga saingan abadinya sejak jaman SMP itu justru menjadi tetangga barunya. Kehidupan Vella semakin kompleks saat Indra mengajaknya untuk mengikuti les membuat cu...
Kembali Utuh
1028      661     1     
Romance
“Sa, dari dulu sampai sekarang setiap aku sedih, kamu pasti selalu ada buatku dan setiap aku bahagia, aku selalu cari kamu. Begitu juga dengan sebaliknya. Apa kamu mau, jadi temanku untuk melewati suka dan duka selanjutnya?” ..... Irsalina terkejut saat salah satu teman lama yang baru ia temui kembali setelah bertahun-tahun menghilang, tiba-tiba menyatakan perasaan dan mengajaknya membi...
My Selenophile
778      560     2     
Short Story
*Selenophile (n) : A person who love the moon Bagi Lasmi, menikmati keheningan bersama Mahesa adalah sebuah harapan agar bisa terus seperti itu selamanya. Namun bagi Mahesa, kehadiran Lasmi hanyalah beban untuk ia tak ingin pergi. \"Aku lebih dari kata merindukanmu.\"
[END] Ketika Bom Menyulut Cinta (Sudah Terbit)
3121      1800     5     
Action
Bagaimana jika seorang karyawan culun tiba-tiba terseret dalam peristiwa besar yang mengubah hidupnya selamanya? Itulah yang dialami Maya. Hari biasa di kantor berubah menjadi mimpi buruk ketika teror bom dan penculikan melanda. Lebih buruk lagi, Maya menjadi tersangka utama dalam pembunuhan yang mengejutkan semua orang. Tanpa seorang pun yang mempercayainya, Maya harus mencari cara membersihka...
Mengapa Harus Mencinta ??
4077      1470     2     
Romance
Jika kamu memintaku untuk mencintaimu seperti mereka. Maaf, aku tidak bisa. Aku hanyalah seorang yang mampu mencintai dan membahagiakan orang yang aku sayangi dengan caraku sendiri. Gladys menaruh hati kepada sahabat dari kekasihnya yang sudah meninggal tanpa dia sadari kapan rasa itu hadir didalam hatinya. Dia yang masih mencintai kekasihnya, selalu menolak Rafto dengan alasan apapun, namu...
Dearest Friend Nirluka
3071      1581     1     
Mystery
Kasus bullying di masa lalu yang disembunyikan oleh Akademi menyebabkan seorang siswi bernama Nirluka menghilang dari peradaban, menyeret Manik serta Abigail yang kini harus berhadapan dengan seluruh masa lalu Nirluka. Bersama, mereka harus melewati musim panas yang tak berkesudahan di Akademi dengan mengalahkan seluruh sisa-sisa kehidupan milik Nirluka. Menghadapi untaian tanya yang bahkan ol...