Loading...
Logo TinLit
Read Story - Akhir yang Kau Berikan
MENU
About Us  

            Di sebuah taman sekolah saat istirahat, disanalah aku duduk ditemani sebuah novel dibawah pohon yang rindang nan tenang. saat sedang asik membaca seseorang menutup mataku.

            “Apaan sih, jangan ganggu aku”.

            Laki-laki itu tetap menutup mataku.

            “Buka engga, sebelum kuhajar kau” ucapku dengan nada sedikit mengancam.

            “Yaelah baru aja ditutup matanya sudah main hajar aja, galak bener lu” ucap laki laki yang menutup mataku.

            “Salah lu juga, ga liat aku lagi ngapain” ucapku sambil dia melepaskan tangannyya dari mataku.

            Laki laki itu langsung menarik kembali tangannya dan aku pun melihat laki laki itu yang ternyata teman kelasku Fajar. Fajar adalah laki laki yang selalu menggangguku disaat aku menggunakan waktu istirahat.

            “Kenapa sih kamu suka mengganggu aku, memangnya aku salah apa sama kamu, sampai sampai kamu ganggu aku terus” ujarku.

            “Yaelah baru beberapa kali” jawabnya mengeles.

            “baru berapa kali kau bilang? tiada hari tanpa kau menggangguku” ucapku dengan nada sedikit marah.

            “apa, setiap hari? kan hari minggu aku engga ganggu kamu?” jawabnnya ngeles lagi.

            “T E R S E R A H” ucapku dengan jengkel “Setiap ketemu selalu menggangguku, apa jangan jangan kau suka sama aku?”.

            “Hah? apa maksudmu?” ucap Fajar kaget mendengar jawaban ku.

            “Hehe, kok kamu kaget sih?” ucapku melihat ekspresi Fajar.

            “Kaget lah tiba tiba kau ngomong kek gitu” jawab Fajar.

            “Dasar baperan, ini lo cuma kalimat dalam novel ini” ucapku sambil menujukkan novel yang kumaksud.

            “Siapa yang ga bakalan baperan kalau cewek yang secantik kamu bilang kayak gitu” jawab Fajar.

            “Aku cantik? Makasih” ucapku bahagia.

            Seketika lonceng berbunyi tanda harus masuk ke kelas, akupun kaget karena aku belum selesai membaca novel yang kubaca, serentak aku marah lagi ke padanya dan dia tak membalas apa yang ku katakan kepadanya. kami pun serentak pergi ke kelas.

            Saat waktu pulang tiba, Fajar memanggilku di parkiran, Fajar tiba tiba datang mengejarku.

            “Woi Arum, minggu nanti kosong engga?”.

            "Hah? maksudmu apaan?” Jawabku.

            “Maksudku, hari minggu nanti bisa keluar engga?”.

            “Engga, aku mau habisin novel ini minggu nanti, ga ada waktu buat mu, lagipula buat apa kamu ngajak aku pergi? buat apa kamu ngajak aku pergi” ucapku.

            “Ayolah temani aku ke Toko Buku, aku mau beli novel. kan kamu suka baca novel pasti kamu tau novel yang bagus untuk dibaca buatku” ujar Fajar memohon padaku.

            “Ya, buku yang cocok sama kamu itu buku siksa neraka! hehe” becandaku dengan sedikit tertawa.

            “Yakali aku jauh jauh ke toko buku buat nyari buku siksa neraka, mending perpus aja. ada juga kok buku kayak gitu” jawab Fajar dengan sedikit kesal.

            “Canda aja, jangan di bawa serius baperan banget si kamu” jawabku “yaudah aku ikut, kebetulan buku yang kubaca tinggal ini sekalian buat nambah stok buku yang akan kubaca”.

            “Jadi mau dijemput jam berapa, nih?” tanya Fajar.

            “Ya terserah, kan kamu yang ngajak aku” jawabku.

            “Oke, Jam 8 ya kujemput”.

            Aku pun menggangguk dan meninggalkannya.

            Sesampai dirumah aku tidak bisa berhenti memikirkan apa yang Fajar ucapkan waktu aku mengatakan kalimat kutipan yang aku ambil dari novel yang kubaca. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya. akupun berfikir apakah Fajar menyukaiku. karena aku terlalu memikirkanna akupun tidur terlalu malam yang akhirnya ketika paginya akupun dibangunkan oleh Fajar. akupun kaget karena melihat dia yang berada di kamar ku. akupun langsung teriak.

            “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”.

            “Eh, santai aja dong. lebay amat kau” ucap Fajar sambil menutup telinganya.

            Akupun langsung menendangnya sehingga ia terjatuh, dengan sisa tenaga bangun tidur yang kupunya aku berkata

            “Kok kamu bisa masuk ke kamarku? Ortuku mana?” ucapku.

            “Ibumu sendiri yang nyuruh aku bangunin kamu” jawab Fajar.

            “Yaudah, tunggu diluar. Aku mau siap siap” jawabku.

            Fajar langsung pergi dari kamarku, lalu akupun segera mandi, dan menyiapkan diri untuk pergi bersama Fajar nanti. Beberapa menit kemudian akupun keluar dari kamar dan langsung menyapa Fajar. Akupun pergi dengannya dengan menggunakan Sepeda Motor, di pertengahan jalan aku menanyaka sesuatu.

            “Jar, kau tadi engga ambil fotoku kan pas aku tidur tadi?”.

            “Oh iyalah, memori hp ku penuh dengan fotomu dari berbagai sudut ang bisa kuraih” jawab Fajar.

            aku pun marah dan langsung mencubit Fajar.

            “Aduh, aduh canda aja aja kali, ngapain juga ngambil fotomu” jawab Fajar.

            “Aku enggak percaya, sini HP mu, kucek galerimu, kalau perlu ku reset hp mu!” kataku sambil mencari hp Fajar.

            Dia langsung memberikan hpnya, akupun langsung mengecek isi hpnya. Tiba-tiba Fajar menanyakan.

            “Rum, kamu suka novel yang endingnya kayak mana?”

            “Kenapa?” ucapku sambil mengutak atik isi hpnya.

            “Gapapa, mau tau aja” jawabnya.

            “Umm.. aku lebih suka Sad Ending sih, karena bikin baperan” ucapku sambil tetap mencari foto yang dimaksud. Tak berapa lama kemudian, aku memberikan hpnya karena aku tidak menemukan fotonya sama sekali. namun, kita pun sudah sampai di toko buku.

            kami pun langsung mencari cari novel. setelah lama mencari, akhirnya kami kekasir dengan membawa beberapa dari buku untuk di beli. Fajar membeli satu dan aku membeli lima untuk stok bacaan di rumah. saat Fajar memberikan bukunya Fajar mengatakan kepada kasirnya.

            “Bukunya ditulis ILY ya, di sub covernya”.

            kasir itupun melakukannya, dan aku menghiraukan saja. kamipun beristirahat sebentar di sebuah tempat makan. saat di tempat makan aku menanyakan.

            “Jar, maksudnya ILY tadi apa?”.

            “Hmm... Kepo ya” Jawab Fajar.

            “Kalau engga ngasih tau juga gapapa sih” ucapku dengan sedikit ngambek.

            “Jangan ngambek gitu deh, entar kukasih tau” Jawab Fajar.

            Setelah dari rumah makan, kami langsung pergi dengan tujuan pulang ke rumah. saat dipertengahan jalan lebih tepatnya saat di dekat taman tiba tiba gerimis datang dan kamipun berteduh di sebuah pondok di taman. dan akhirnya aku menanyakan lagi.

            “Jar, ILY itu apa?”.

            “Hmm.. ILY itu I Love You” jawab Fajar.

            “Ciee, mau nembak cewek ya” jawabku polos.

            “Iyanih, aku mau nembak cewek” lanjut Fajar.

            “Siapa nih orangnya? Cantik engga?” tanyaku.

            “Cantik dong” jawab Fajar.

            “Tapi lebih cantik aku dong” lanjutku.

            “Entah, aku tidak bisa bedakan yang mana lebih cantik” ucap Fajar.

            “kok gitu sih” ucapku.

            Akhirnya hujan pun reda, setelah agak lama kami menunggu di pondok di taman itu. Dan akhirnya kami pun berjalan kembali menggambil motor  saat kami jalan menuju ke parkiran tempat kami menaruh motor Fajar melihat seorang yang menjual balon dan Fajarpun mem beli beberapa balon tersebut.

            “Buat siapa jar?”ucapku menyakan Fajar saat ia kembali dengan beberapa balon.

            “Buat kamu “ jawab Fajar.

            “Hah kok buat aku, aku bukan anak kecil tau “ ucapku.

            "Ya udah nih pegang ya aku mau ambil motor sebentar” ucap Fajar.

            Fajar pun pergi dariku untuk mengambil motor di parkiran, akupun senang mendapatkan balon dari Fajar. lalu akupun bermain dengan balon tersebut hingga aku tak sadar sudah berada di jalan raya. akupun menutup wajahku dengan balon sampai tak melihat sekitarku, tiba tiba terdengar suara klakson dan ada seseorang yang mendorongku hingga aku terjatuh dan aku melepaskan semua balon yang kupegang.

            “Aduduh, apaan sih. Sakit tau di dorong, yah balonnya terbang” jawabku kesal.

            Seketika aku merasakan sebuah Truk berjalan dengan laju berada tepat di belakang ku dan akupun menyadari ternyata yang mendorongku adalah seorang yang tak lain adalah yang telah mengisi hidupku selama aku sekolah yaitu Fajar. dengan sisa tenaga Fajar berkata

            “Ini, buku untukmu. kau ingat aku menulis ILY? orang yang kumaksud adalah dirimu. aku kesal karena kau menyukai cerita Sad Ending, jadi aku berniat memberikan buku ini supaya kau mulai membuka pikiranmu entang Good Ending. maaf telah membuat Sad Ending pada Hidupmu”.

            Aku hanya menangis melihat Fajar yang tubuhnya penuh dengan bercak darah. aku berteriak minta tolong kepada siapapun. Fajar sempat ditolong di tempat. namun takdir berkata lain. bagai daun yang telah gugur dari pohonnya, Fajar tak dapat ditolong lagi. langit juga merasakan apa yang kurasakan, aku menyesal karena telah kehilangan dia.

            Setelah kejadian itu, aku berniat membaca habis buku yang ia berikan kepadaku. seraya sambil menangis “Good Ending ternyata tidak buruk juga”.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 1
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
TENTANG WAKTU
2261      1028     6     
Romance
Elrama adalah bintang paling terang di jagat raya, yang selalu memancarkan sinarnya yang gemilang tanpa perlu susah payah berusaha. Elrama tidak pernah tahu betapa sulitnya bagi Rima untuk mengeluarkan cahayanya sendiri, untuk menjadi bintang yang sepadan dengan Elrama hingga bisa berpendar bersama-sama.
Rindumu Terbalas, Aisha
677      504     0     
Short Story
Bulan menggantung pada malam yang tak pernah sama. Dihiasi tempelan gemerlap bintang. Harusnya Aisha terus melukis rindu untuk yang dirindunya. Tapi kenapa Aisha terdiam, menutup gerbang kelopak matanya. Air mata Aisha mengerahkan pasukan untuk mendobrak gerbang kelopak mata.
Metanoia
3900      1675     2     
True Story
❝You, the one who always have a special place in my heart.❞
Damn, You!!
3365      1429     13     
Romance
(17/21+) Apa yang tidak dimilikinya? Uang, mobil, apartemen, perusahaan, emas batangan? Hampir semuanya dia miliki kecuali satu, wanita. Apa yang membuatku jatuh cinta kepadanya? Arogansinya, sikap dinginnya, atau pesonanya dalam memikat wanita? Semuanya hampir membuatku jatuh cinta, tetapi alasan yang sebenarnya adalah, karena kelemahannya. Damn, you!! I see you see me ... everytime...
Our Son
666      403     2     
Short Story
Oliver atau sekarang sedang berusaha menjadi Olivia, harus dipertemukan dengan temanmasa kecilnya, Samantha. "Tolong aku, Oliver. Tolong aku temukan Vernon." "Kenapa?" "Karena dia anak kita." Anak dari donor spermanya kala itu. Pic Source: https://unsplash.com/@kj2018 Edited with Photoshop CS2
Hari pertamaku, kamu pertamaku
5      3     0     
Romance
Pindah sekolah adalah hal paling menakutkan bagi Aletta. Bukan karena ia tak bisa beradaptasi, tapi karena ia ingin melupakan hari-hari lama yang membuatnya sering pulang dengan mata sembab dan senyum palsu. Di sekolah barunya, Aletta hanya ingin menjalani hari dengan tenang. Duduk rapi, belajar, lalu pulang. Tanpa drama. Sayangnya, rencana itu gagal saat ia bertemu Elvaro-cowok ceria yang hob...
Magelang, Je t`aime!
903      692     0     
Short Story
Magelang kota yang jauh itu adalah kota tua yang dingin dan tinggal orang-orang lebut. Kecuali orang-orang yang datang untuk jadi tentara. Jika kalian keluar rumah pada sore hari dan naik bus kota untuk berkeliling melihat senja dan siluet. Kalian akan sepakat denganku. bahwa Magelang adalah atlantis yang hilang. Ngomong-ngomong itu bukanlah omong kosong. Pernyatanku tadi dibuktikan dengan data-d...
Tumpuan Tanpa Tepi
14641      4811     0     
Romance
Ergantha bercita-cita menjadi wanita 'nakal'. Mencicipi segala bentuk jenis alkohol, menghabiskan malam bersama pria asing, serta akan mengobral kehormatannya untuk setiap laki-laki yang datang. Sialnya, seorang lelaki dewasa bermodal tampan, mengusik cita-cita Ergantha, memberikan harapan dan menarik ulur jiwa pubertas anak remaja yang sedang berapi-api. Ia diminta berperilaku layaknya s...
PENYESALAN YANG DATANG TERLAMBAT
901      598     7     
Short Story
Penyesalan selalu datang di akhir, kalau diawal namanya pendaftaran.
Ruas-Ruas Kisah
292      222     1     
True Story
Semua kisah yang terjadi dalam hidup memang tidak melulu tentang kesenangan, adakalanya yang duka juga menghampiri. Namun, yakinlah semua itu ada pelajaran yang dapat kita petik. Ruas-ruas kisah hanya berisi tentang perang batin dalam memahami arti ujian kehidupan yang hadir.