Loading...
Logo TinLit
Read Story - Bismillah.. Ta'aruf
MENU
About Us  

“Kurasa sudah waktunya kita berakhir, toh nyatanya hatimu bukan untukku lagi. Hatimu telah bercabang”

“Ya, jika itu memang yang terbaik untuk kita. Terimakasih telah menjadi teman untukku selama 2 tahun ini. Maaf.” Dia hanya berpaling meninggalkan ku sendiri. Menelan kata maaf yang tidak berbalas.

Dia seseorang lelaki yang telah mengisi hatiku selama 2 tahun belakangan, namun itu semua telah berakhir. Dia memutuskan tali percintaan diantara kami. Memutuskan hubungan yang telah dirajut selama ini. Dia yang memulai dan dia juga yang mengakhiri.

Sedih? Tentu. Namun semua hanya rencana Allah untuk menjauhkan aku dari jerat rayuan setan.

Kini hatiku hanya milik Allah, bukan milik dia atau pria manapun.

“Dulu aku mencintaimu, karena aku ingin kau menjadi kekasihku, kekasih yang belum halal untukku. Waktu itu hanya ada nafsu cinta untuk memilikimu yang ku punya, tak peduli bahwa Allah melarang hamba-Nya untuk menjalin hubungan tanpa ada ikatan resmi. Namun cintaku sekarang bukan cintanya Romeo dan Juliet yang menganggap dunia milik sendiri, tapi cintaku padamu sekarang layaknya Umar pada Rasulullah. Cinta tulus seorang sahabat. Maukah kau menjadi sahabatku dalam meraih janna-Nya?”

Alasan apa yang ku punya untuk menolaknya. Menjalin kasih yang tidak halal selama 2 tahun membuatku paham, bahwa dia adalah pria yang baik. Pria yang bertanggung jawab dan berhak menjadi sahabatku.

‘Semoga tidak ada fitnah dan zina diantara kami ya Robb’

…………

Sudah seminggu sejak kejadian berakhirnya hubungan kami banyak hal yang terjadi. Pertanyaan silih terulang dengan sang penanya yang silih berganti.

Kenapa kami berakhir?’

Berakhirnya suatu hubungan apakah harus mempunyai alasan yang khusus? Haruskah membeberkan alasan tersebut kepada orang-orang? Kami berakhir dengan cara baik-baik, tidak ada cara kekerasan yang kami lakukan. Itulah alasan yang kuberikan pada orang-orang yang senantiasa memburuku dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak seharusnya dipertanyakan.

“Apa..!!! kalian putus? Kenapa bisa?” ucapnya nyaris berteriak hingga memekakan telinga yang mendengar.

Kan, lagi-lagi pertanyaan membosankan ini keluar dari mulut orang. Apa mereka tidak mempunyai pertanyaan lain selain pertanyaan membosankan ini? Sungguh malas aku menjawabnya selama seminggu ini pertanyaan selalu muncul. Dan untungnya diujian akhir semester tiga hari lalu tidak keluar. Jika keluar sungguh lucu hidupku rasanya, penuh dengan lawakan dari pertanyaan itu.

“Ya, kami putus dan kenapa bisa? Tentu bisa karena itulah keputusan akhir kami.” Jawabku dengan nada kesal yang tertahan.

“Kau tidak mencintainya lagi? Atau jangan-jangan dia selingkuh? Awas saja jika dia berselingkuh akan kuhabisi dia!” ancam Ria. Sahabat ku semenjak awal masuk SMA.

“Sudahlah. Dia tidak berselingkuh dan ya aku tidak mencintainya lagi, karena cintaku hanya milik Allah” jawabku untuk mengakhiri prasangka buruknya dan mengakhiri perbincangan membosankan ini.

Setelah berakhirnya pembicaraan itu, kami kembali ke kelas yang sebelumnya kami baru saja selesai makan dikantin sekolah.

…..

Akhirnya setelah 2  minggu berlalu dengan menjawab pertanyaan membosankan itu, sekarang aku bisa bebas. Bebas dari pertanyaan bodoh itu, setelah sebelumnya aku selalu mengancam akan marak jika selalu diberi pertanyaan tentang berakhirnya kisah percintaanku.

Tidak terasa bulan Ramadhan sudah diambang pintu. Bulan penuh dengan kebahagiaan dan berkah yang melimpah dimana-mana.

“Assalamulaikum..”

“Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarrakatuh. Ada apa ya bang? Tumben nih main kerumah. Silahkan masuk bang, bapak ada didalam” kupersilahkan dia masuk yang sebelumnya telah kubuka pintu untuknya masuk.

Setelah mengantarkan tamu tersebut keruang tamu, aku pun bergegas pergi kedapur untuk membuatkan minuman untuk tamu dan bapak. Setelah membuat dan menyediakan minuman diatas meja tamu, akupun bergegas pergi kekamar.

“Mau kemana, nduk?” tanya bapakku mencegah langkah kaki ku.

“Kekamar pak” jawabku sambil menundukkan mata menghindari tatapan bertanya dari tamu bapakku.

“Loh ini ada tamu, kau kok malah mau kekamar ndak sopan itu, sini duduk disamping bapak”

“Iya pak” akhirnya akupun mengurungakn niatku untuk kekamar dan duduk disamping bapakku.

“Ada apa toh, Le? Tumben datang kesini? Mau ngelamar Zahra ya?” ucap bapakku diselingi guyonan mengusili sang tamu.

“Apasih bapak ini.” Rajukku sambil merapikan ujung jilbab biru yang kukenakan.

“Hehehe.. Pakde ini bisa saja. Ini saya mau menyampaikan pesan dari ayah kalok ayah mau ngajak Pakde mancing ikan dikolam belakang rumah”

“Ooo dikira nak Radit mau ngelamar Zahra. Padahal Pakde tadi uda siap-siap mau bilang setuju loh. Hehehe”

“Paakkk”

“Yowes bapak kebelakang dulu mau ngambil pancingan. Kalian disini berdua bisa pedekatean. Hehehe” ucap bapak sambil melangkah menjauh menuju gudang tempat biasa dia menyimpan alat-alat pancingan.

Kini diruang tamu hanya tingal aku dan bang Radit. Bang Radit itu banyak yang bilang ustadznya dikampung tempat aku tinggal. Banyak ibu-ibu yang menjodohkan dia dengan anak perempuannya. Salah satu mahasiswa di Universitas Islam diwilayahku yang sudah hapal Al-Qur’an sekaligus anak Kyai Abdurrahman pendiri sekolah islam khusus anak-anak diwilayahku.

“Ekhem..” deheman bang Radit memecah keheningan diantara kami.

Mendengar deheman itu buru-buru aku mengalihkan tatapanku menuju lantai. Malu rasanya kedapatan melamun didepan orang yang disegani.

“Ekhem.. dek Ramadhan ini abang pingin sekali menjadi imam di shalatmu, menjadi yang pertama menikmati masakan yang adek buat dipagi hari.. maukah adek mewujudkan impian sederhama itu bersama abang?”

“Heh”

Tanpa cincin berlian, tanpa bunga mawar merah dan tanpa kata-kata romantis dia secara tidak langsung memintaku untuk menjadi teman hidupnya. Teman dalam menghabiskan sisa umur didunia dan teman yang kekal untuk disurga-Nya.

Saat itu rasanya ingin sekali aku jawab ‘ya aku mau mewujudkan impian sederhana itu bersamamu,menjadi ma’mum di shalatmu adalah impian sederhana yang kupunya’ namun itu semuanya hanya hayalan. Rasanya tidak pantas itu kujawab sekarang, selain karena usiaku masih belia yaitu 18 tahun sedangkan dia 20 tahun dan juga rasa bimbang yang menghantui hati akan banyak hal yang harus kami persiapkan demi memantaskan diri. Pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang dalam satu ikatan yang sah namun juga menyatukan dua keluarga dalam satu nama yaitu keluarga, belum lagi usia kami adalah usia yang belum bisa dikataka dewasa. Aku takut jika pernikahan yang kami lakukan akan membawa petaka dikemudian hari karena ketidak dewasaan kami.

Aku tahu saat ini dia masih menatapku dengan pancaran mata yang penuh harapan akan sebuah jawaban kepastian. Namun aku tidak sanggup mengakat kepala ini untuk balik menatapnya, yang kulakukan hanya menunduk sambil meremas kesepuluh jari-jariku. Memikirkan jawaban yang pas agar dia tidak merasa kecewa.

“Terimakasih telah memiliki impian yang melibatkan aku didalamnya. Untuk saat ini aku tidak bisa menjawab ya atau tidak, namun InshaAllah aku akan berusaha menjaga hatiku dari pria yang ada diluar sana, jika kau bersedia menungguku untuk beberapa tahun kedepan. Dimana aku dan kau telah siap secara fisik dan mental untuk mengarungi sebuah pernikahan hingga ajal yang memisahkan kita.” Ucapku yang berusaha untuk tetap tenang. Berharap dengan rasa terimakasih dan sebuah janji mampu membuatnya tenang dan tidak kecewa.

Mendengar jawaban dariku membuat pancaran kebahagiaan dimatanya perlahan redup dan menghilang tergantikan oleh sinar kesedihan yang berusaha dia tutupi. Miris melihat dia seperti itu, namun aku tak sanggup untuk menghiburnya.

“Sesungguhnya aku rela jika kau tidak ingin menungguku. Carilah wanita lain yang bisa mengga-”

 “Bagaimana jika Allah berkehendak lain?.. bagaimana jika aku pergi kedunia lain sebelum penantian untuk menunggumu terlaksana?” ucapnya memotong perkataanku.

Kutatap dirinya lekat-lekat setelah memotong perkataanku begitu saja, berusaha mencari alasan dia mengatakan itu.

“Itu berarti kita tidak berjodoh didunia ini, namun Allah mempunyai rencana dibalik itu semua, bisa saja kelak disurga-Nya aku adalah ratu dari bidadarimu yang aka menemanimu didunia yang kekal itu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui, karena Allah Maha Mengetahui.”

“Aku bersyukur menemukanmu, aku akan berusaha atas ijin Allah untuk berusaha memantaskan diri menjadi imamu. Jodoh tidaknya kita semua aku serahkan kepada Allah. Sekarang mari kita sama-sama berusaha memantaskan diri dihadapan-Nya.”

Setelah dia mengatakan itu, aku hanya mengangguk dan diam mengingat apa yang telah ku katakana. Aku hanya berdoa semoga Allah meringankan jalan kami.

………….

Tak terasa lima belas menit sudah bapak meninggalkan kami diruang tamu hanya berdua. Kini bapak telah kembali dari gudang dan bersiap pergi dengan bang Radit.

“Nduk, bapak mancing dulu ya” kucium tangan bapak sebelum aku menjawab ucapannya.

“Iya pak asal gak kesorean pulangnya. Nanti mamak bisa marah”

“Iya. Ayok nak Radit calon mantuku kita berangkat. Assalamualaikum”

“Abang pamit ijin pulang dek, Assalamualaikum”

“Ihhh bapaakkk. Iya bang Waalaikumsalam” jawabku menjawab salam dari mereka lalu lekas aku kembali kedalam rumah menuju kamar untuk melanjutkan tilawahku.

Begitulah akhir dari kisahku. Aku tahu itu belum berakhir namun biarlah waktu yang mengakhiri kisah ini. Karena aku tidak berani membayangkan akhir kisah diantara aku dan bang Radit menjadi akhir yang happy ending, karena sesungguhnya masa depan Allah lah yang mengetahuinya.

 

How do you feel about this chapter?

0 0 1 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Jalan Tuhan
682      513     3     
Short Story
Percayalah kalau Tuhan selalu memberi jalan terbaik untuk kita jejaki. Aku Fiona Darmawan, biasa dipanggil fia, mahasiswi kedokteran di salah satu universitas terkemuka. Dan dia, lelaki tampan dengan tubuh tinggi dan atletis adalah Ray, pacar yang terkadang menjengkelkan, dia selalu menyuruhku untuk menonton dirinya bermain futsal padahal dia tahu, aku sangat tidak suka menonton sepak bola ata...
Meja Makan dan Piring Kaca
68409      14487     53     
Inspirational
Keluarga adalah mereka yang selalu ada untukmu di saat suka dan duka. Sedarah atau tidak sedarah, serupa atau tidak serupa. Keluarga pasti akan melebur di satu meja makan dalam kehangatan yang disebut kebersamaan.
The Emergency Marriage Secret
4809      2176     0     
Romance
Raina tidak pernah berpikir bahwa hidupnya akan berubah drastis hanya karena satu permintaan terakhir dari sang Ayah. Permintaan yang sederhana namun berat, menikah. Calon suaminya adalah seorang dokter muda, anak dari sahabat lama Ayahnya. Raina tidak mencintai pria itu, bahkan nyaris tak mengenalnya. Tapi demi Ayah yang terbaring sakit dengan riwayat jantung melemah, Raina mengiyakan. ...
To The Bone
5674      2943     0     
Romance
Posting kembali.. Sedikit di Revisi.. --- Di tepi pantai, di Resort Jawel Palace. Christian berdiri membelakangi laut, mengenakan kemeja putih yang tak dikancing dan celana pendek, seperti yang biasa ia pakai setiap harinya. > Aku minta maaf... karena tak bisa lagi membawamu ke tempat-tempat indah yang kamu sukai. Sekarang kamu sendirian, dan aku membenci itu. Kini kamu bisa berlari ...
Kare To Kanojo
7801      2555     1     
Romance
Moza tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menginjak Negara Matahari ini. Bertemu dengan banyak orang, membuatnya mulai mau berpikir lebih dewasa dan menerima keadaan. Perbedaan budaya dan bahasa menjadi tantangan tersendiri bagi Moza. Apalagi dia harus dihadapkan dengan perselisihan antara teman sebangsa, dan juga cinta yang tiba-tiba bersemayam di hatinya. DI tengah-tengah perjua...
Dua Warna
862      615     0     
Romance
Dewangga dan Jingga adalah lelaki kembar identik Namun keduanya hanya dianggap satu Jingga sebagai raga sementara Dewangga hanyalah jiwa yang tersembunyi dibalik raga Apapun yang Jingga lakukan dan katakan maka Dewangga tidak bisa menolak ia bertugas mengikuti adik kembarnya Hingga saat Jingga harus bertunangan Dewanggalah yang menggantikannya Lantas bagaimana nasib sang gadis yang tid...
The Savior
4948      2010     10     
Fantasy
Kisah seorang yang bangkit dari kematiannya dan seorang yang berbagi kehidupan dengan roh yang ditampungnya. Kemudian terlibat kisah percintaan yang rumit dengan para roh. Roh mana yang akan memenangkan cerita roman ini?
Can You Be My D?
805      697     1     
Fan Fiction
Dania mempunyai misi untuk menemukan pacar sebelum umur 25. Di tengah-tengah kefrustasiannya dengan orang-orang kantor yang toxic, Dania bertemu dengan Darel. Sejak saat itu, kehidupan Dania berubah. Apakah Darel adalah sosok idaman yang Dania cari selama ini? Ataukah Darel hanyalah pelajaran bagi Dania?
Edelweiss: The One That Stays
3403      1799     1     
Mystery
Seperti mimpi buruk, Aura mendadak dihadapkan dengan kepala sekolah dan seorang detektif bodoh yang menginterogasinya sebagai saksi akan misteri kematian guru baru di sekolah mereka. Apa pasalnya? Gadis itu terekam berada di tempat kejadian perkara persis ketika guru itu tewas. Penyelidikan dimulai. Sesuai pernyataan Aura yang mengatakan adanya saksi baru, Reza Aldebra, mereka mencari keberada...
Trainmate
3360      1672     2     
Romance
Di dalam sebuah kereta yang sedang melaju kencang, seorang gadis duduk termangu memandangi pemandangan di luar sana. Takut, gelisah, bahagia, bebas, semua perasaan yang membuncah dari dalam dirinya saling bercampur menjadi satu, mendorong seorang Zoella Adisty untuk menemukan tempat hidupnya yang baru, dimana ia tidak akan merasakan lagi apa itu perasaan sedih dan ditinggalkan. Di dalam kereta in...