Loading...
Logo TinLit
Read Story - Loveless
MENU
About Us  

Pagi ini, aku terbangun dengan perasaan yang aneh. Seperti ada sesuatu yang hilang, tapi aku tidak tahu apa. Aku duduk di tepi tempat tidur, menatap langit-langit kamar yang kosong. Aku mencoba mengingat mimpi semalam, tapi yang tersisa hanya perasaan rindu yang menusuk. Rindu yang tidak tahu kepada siapa, tapi terasa begitu nyata. Aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke dapur. Membuat secangkir kopi dan duduk di balkon, menatap langit yang mulai cerah.

"Kenapa aku merasa seperti ini?" gumamku pelan. Aku mencoba mengalihkan pikiran dengan membaca buku, menonton film, bahkan mencoba memasak resep baru. Tapi perasaan itu tetap ada. Menghantui setiap langkahku. Aku mencoba menulis, menuangkan perasaan ini ke dalam kata-kata. Tapi setiap kali aku mencoba, air mata mulai mengalir tanpa bisa aku tahan. Aku sadar, aku merindukan seseorang. Seseorang yang mungkin tidak pernah aku miliki, atau mungkin sudah pergi dari hidupku. Rindu ini seperti hantu yang diam-diam menyiksa. Ia datang tanpa permisi, tinggal tanpa undangan, dan pergi tanpa pamit.

Aku mencoba berbicara dengan teman-temanku, menceritakan perasaan ini. Tapi mereka hanya tertawa dan berkata, "Ah, kamu terlalu banyak berpikir." Mungkin mereka benar. Mungkin aku terlalu banyak berpikir. Tapi perasaan ini nyata. Dan aku tidak tahu bagaimana cara menghadapinya. Aku mencoba menulis surat kepada orang yang aku rindukan. Tapi setiap kali aku mencoba, aku tidak tahu harus menulis apa.

Akhirnya, aku hanya menulis: "Aku merindukanmu."

Dan itu sudah cukup.

Aku tidak tahu apakah surat itu akan sampai, atau apakah orang itu akan membacanya. Tapi setidaknya, aku sudah mengungkapkan perasaanku. Rindu ini mungkin tidak akan pernah hilang. Tapi aku belajar untuk menerimanya. Untuk hidup berdampingan dengannya.

Karena rindu adalah bukti bahwa aku pernah mencintai.

Dan itu adalah hal yang indah.

Hari-hari berlalu, dan rindu itu tetap tinggal. Ia tidak pergi, tidak juga berkurang. Ia hanya berubah bentuk, menjadi senyuman palsu di wajahku, menjadi tawa yang terdengar hampa, menjadi malam-malam panjang yang aku habiskan dengan menatap langit-langit kamar. Aku mencoba menjalani hari seperti biasa. Bangun pagi, bekerja, bertemu teman-teman, tertawa bersama mereka. Tapi di dalam hatiku, ada ruang kosong yang tidak bisa diisi oleh apa pun.

Aku mulai menulis lagi. Bukan untuk mengusir rindu, tapi untuk berdamai dengannya. Aku menulis tentang kenangan-kenangan indah, tentang tawa yang pernah kita bagi, tentang pelukan yang pernah menghangatkan hati. Menulis membuatku merasa lebih baik. Setidaknya, aku bisa menuangkan perasaanku ke dalam kata-kata.

Suatu malam, aku bermimpi tentangmu. Dalam mimpi itu, kita duduk berdua di taman, berbicara tentang hal-hal kecil yang membuat kita tertawa. Aku terbangun dengan senyuman di wajahku, dan air mata di pipiku. Aku sadar, rindu ini tidak akan pernah benar-benar hilang. Tapi aku belajar untuk menerimanya sebagai bagian dari hidupku.

Rindu ini mengajarkanku untuk menghargai setiap momen, untuk mencintai dengan sepenuh hati, dan untuk tidak pernah menyesal telah mencintai. Aku tidak tahu apakah kita akan bertemu lagi. Tapi jika suatu hari nanti kita bertemu, aku akan tersenyum dan berkata, "Terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku."

Dan jika tidak, aku akan tetap mengenangmu dengan cinta dan rindu yang diam-diam menyiksa, tapi juga menguatkan.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (36)
  • serelan

    Bahagia selalu ya kalian... Mas Nu udh nemuin kebahagiaan.. tetap bahagia selamanya, skrng ada orang² yg sayang banget sama Mas Nu. Ibu, Icel sama calon istrinya🥰

    Comment on chapter Chapter 24 - Penuh cinta
  • serelan

    Kejahatan pasti terbongkar. Mau sepintar apapun nyembunyiin bangkai pasti lama² kecium jg baunya.. para korban akhirnya pada speak up. Gak akan ada celah lagi buat si Topik ngelak. Kalo selama ini dia bisa bungkam para korban dengan powernya. Klo kasusnya udh nyebar gini udh gak bisa d tutupin lagi.. buat Wisnu harus sembuh ya biar bisa lebih lama lagi ngerasain kehangatan keluarganya..

    Comment on chapter Chapter 23 - Titik hancur
  • serelan

    Harus bahagia ya kalian.. jadi keluarga yg saling jaga.. dan si Topik² itu pokoknya harus dapet karma dari perbuatannya gimanapun caranya, dimudahkan jalannya..

    Comment on chapter Chapter 22 - Hangat
  • serelan

    Ya allah... siapa yang naro bawang di chapter ini? 😭 nangis banget baca ini...

    Comment on chapter Chapter 21 - Keputusan besar
  • serelan

    Nah ketauan kan sifat si Topik Topik itu.. ke orang² aja dia selalu bilang etika sopan santun pengen banget d pandang tinggi sama org. Tapi etika sopan santun dia aja minus. Dia lebih rendah drpd org yg dia kata²in.. sakit otaknya, cuma org² yg jual diri kyanya yg dia anggap punya etika sama sopan santun.. udh kebalik otaknya.

    Comment on chapter Chapter 20 - Pengakuan mengejutkan
  • serelan

    Nah gitu bu... baek baek sama Wisnu. Lagi sakit loh itu anaknya... Kira² Mas Wisnu bakal jujur gak ya ke keluarganya soal penyakitnya?

    Comment on chapter Chapter 19 - Memberi ruang
  • serelan

    Itu uang yang dihasilin sama Wisnu dari hasil kerja kerasnya selama ini yang selalu diambil semuanya sama si ibu ibu itu anda anggap apa bu? Kok masih aja bilangnya gak mau membantu keluarga padahal hasil kerjanya anda ambil semua. Selalu seneng klo ambil lembur karena nambah duit yg akhirnya diambil anda juga.. Masa gak boleh sesekali bahagiain diri sendiri buat apresiasi dari hasil kerja kerasnya, walau capek bisa tetap bertahan. Gak tiap hari loh bu... si ibu pengennya idup enak tapi Wisnu anaknya jadi sapi perah terus

    Comment on chapter Chapter 18 - Hilang fungsi
  • serelan

    Nu, kuat ya kamu... harus kuat... Icel jangan berubah pikiran lagi ya.. terus turutin apa kata Mas mu, karena apa yg dia bilang pasti yang terbaik buat kamu...

    Comment on chapter Chapter 17 - Tempat untuk pulang
  • serelan

    La, kamu ada rasa kah sama Nunu? Peduli banget soalnya sama Wisnu... Sell, mulai ya buat berubah jadi lebih baik, lebih perhatian sama Masmu ya...

    Comment on chapter Chapter 16 - Es pisang ijo segerobak
  • serelan

    Gimana perasaanmu Sell lihat Mas mu kya gitu? Nyesel? Peduli? Atau masih sama aja...

    Comment on chapter Chapter 15 - Tempat untuk jatuh
Similar Tags
Mars
1482      834     2     
Romance
Semenjak mendapatkan donor jantung, hidup Agatha merasa diteror oleh cowok bermata tajam hitam legam, tubuhnya tinggi, suaranya teramat halus; entah hanya cewek ini yang merasakan, atau memang semua merasakannya. Dia membawa sensasi yang berbeda di setiap perjumpaannya, membuat Agatha kerap kali bergidik ngeri, dan jantungnya nyaris meledak. Agatha tidak tahu, hubungan apa yang dimiliki ole...
Perahu Waktu
533      386     1     
Short Story
Ketika waktu mengajari tentang bagaimana hidup diantara kubangan sebuah rindu. Maka perahu kehidupanku akan mengajari akan sabar untuk menghempas sebuah kata yang bernama rindu
The First 6, 810 Day
3658      2330     2     
Fantasy
Sejak kecelakaan tragis yang merenggut pendengarannya, dunia Tiara seakan runtuh dalam sekejap. Musik—yang dulu menjadi napas hidupnya—tiba-tiba menjelma menjadi kenangan yang menyakitkan. Mimpi besarnya untuk menjadi seorang pianis hancur, menyisakan kehampaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Dalam upaya untuk menyembuhkan luka yang belum sempat pulih, Tiara justru harus menghadapi ke...
I Found Myself
145      125     0     
Romance
Kate Diana Elizabeth memiliki seorang kekasih bernama George Hanry Phoenix. Kate harus terus mengerti apapun kondisi Hanry, harus memahami setiap kekurangan milik Hanry, dengan segala sikap Egois Hanry. Bahkan, Kate merasa Hanry tidak benar-benar mencintai Kate. Apa Kate akan terus mempertahankan Hanry?
FLOW : The life story
390      355     0     
Inspirational
Dalam riuh pikuknya dunia hiduplah seorang gadis bernama Sara. Seorang gadis yang berasal dari keluarga sederhana, pekerja keras dan mandiri, gadis yang memiliki ambisi untuk mencari tujuannya dalam berkehidupan. Namun, dalam perjalanan hidupnya Sara selalu mendapatkan tantangan, masalah dan tekanan yang membuatnya mempertanyakan "Apa itu kebahagiaan ?, di mana itu ketenangan ? dan seperti apa h...
Telat Peka
1444      697     3     
Humor
"Mungkin butuh gue pergi dulu, baru lo bisa PEKA!" . . . * * * . Bukan salahnya mencintai seseorang yang terlambat menerima kode dan berakhir dengan pukulan bertubi pada tulang kering orang tersebut. . Ada cara menyayangi yang sederhana . Namun, ada juga cara menyakiti yang amat lebih sederhana . Bagi Kara, Azkar adalah Buminya. Seseorang yang ingin dia jaga dan berikan keha...
Broken Home
83      80     0     
True Story
Semuanya kacau sesudah perceraian orang tua. Tak ada cinta, kepedulian dan kasih sayang. Mampukah Fiona, Agnes dan Yohan mejalan hidup tanpa sesosok orang tua?
Harsa untuk Amerta
822      660     0     
Fantasy
Sepenggal kisah tak biasa berlatar waktu tahun 2056 dari pemuda bernama Harsa sang kebahagiaan dan gadis bernama Amerta sang keabadian. Kisah yang membawamu untuk menyelam lebih dalam saat dunia telah dikuasai oleh robot manusia, keserakahan manusia, dan peristiwa lain yang perlahan melenyapkan manusia dari muka bumi. Sang keabadian yang menginginkan kebahagiaan, yang memeluk kesedihan, yan...
Comfort
1451      693     3     
Romance
Pada dasarnya, kenyamananlah yang memulai kisah kita.
Naskah Novelku
7      4     1     
Inspirational
Ini cerita kita, penulis kecil yang nulis tanpa suara. Naskah dikirim, tanpa balasan. Postingan sepi, tanpa perhatian. Kadang bertanya, “Apakah aku cukup baik?” Aku juga pernah di sana. Hingga suatu malam, bermimpi berada di perpustakaan raksasa, dan menemukan buku berjudul: “Naskah Novelku.” Saat bangun, aku sadar: Menulis bukan soal dibaca banyak orang, Tapi soal terus berka...