Loading...
Logo TinLit
Read Story - The Skylarked Fate
MENU
About Us  

Gil membelalakkan kedua matanya. Ia sangat terkejut ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan. Ia memang sudah merasakan suatu firasat dengan Luke, tetapi ia tidak menyangka benar-benar seperti ini.

 

Banyak spekulasi bermunculan dalam pikirannya. Bagaimana mungkin—bagaimana mungkin dia bisa mengetahui hal tersebut? Apakah dia benar-benar Vince?

 

Luke tersenyum semakin lebar. Umumnya, bila orang yang tidak berhubungan dengan hal itu, akan bertanya kembali dan menganggapnya aneh. Luke pernah mencoba seperti itu kepada orang lain, dan tidak mendapat hasil yang baik. Namun dengan reaksi teman sekelasnya ini, ia yakin bahwa Gil adalah kawannya sejak 7 kehidupan yang lalu. Lagipula namanya mirip dengan kehidupannya yang terakhir kali. Luke sangat senang karena dia dengan mudah menemukannya.

 

“Apakah kamu Gilbert yang memiliki jiwa pertama bernama Ray?”

 

Gil benar-benar terguncang, perasaan rindu mulai menjalari tubuhnya dan membuat sensasi aneh. Pupilnya bergetar karena emosi yang menyeruak. Gil tidak menyangka tebakannya selama ini benar.

 

“Vince…?”

 

“Hehehe senang bertemu denganmu kembali, Ray. Aku senang melihatmu dalam keadaan sehat. Kamu bodoh sekali, jangan pernah pergi tiba-tiba dengan cara seperti itu. Aku dan Selene sangat sedih mengetahui keadaanmu di kehidupan kemarin. Tapi aku senang bertemu denganmu dalam lini masa ini.”

 

Gil menjadi emosional sekarang. Kedua matanya memanas dan ia ingin menangis. Namun ia sadar ia masih di sekolah sekarang dan masih banyak orang berlalu-lalang. Bila mereka melihatnya menangis, mereka pasti akan berpikiran aneh. Seorang anak SMA berbadan tinggi menangis, terutama dengan Luke yang masih sibuk tersenyum di hadapannya.

 

“Jangan nangis, dong Gil. Ah, sifat cengengmu itu tidak pernah berubah, ya.”

 

“Diam!” seru Gil. Ia tidak sungguhan berteriak seperti itu, sih. Namun malu karena hal itulah yang paling diingat Vince sedari dulu.

 

“Kamu sudah melewati semuanya, kan? Dewa memberimu kesempatan dan Eros tidak akan mencampuri urusanmu lagi.”

 

“Ya, dia sudah tidak akan menembakkan panahnya lagi kepadaku.”

 

“Baguslah.”

 

Mereka terdiam beberapa saat. Hening menjalar diantara mereka, tetapi bukan hening yang canggung atau mencekam. Walaupun hujan namun terasa hangat karena keberadaan satu sama lain. Hal itulah yang membedakan bagaimana bersama dengan orang yang akrab dengan kita. Kita merasa nyaman dan tidak terganggu, bila hening tidak perlu merasa canggung dan repot untuk mencari topik. Karena kita tahu sifatnya dan paham mengenai keberadaannya.

 

“Gil… Aku minta maaf, ya.”

 

“Hm?” Gil merasa Luke beringsut mendekat padanya, seperti ingin mengatakan sesuatu. Luke menarik Gil pergi ke bagian yang cukup sepi. Gil akan mendengarkan apa yang Vince ingin bicarakan kepadanya.

 

“Aku dulu memaksamu untuk menerima Patricia. Aku pikir kamu benar-benar tidak ingin karena takut dan… tidak ingin melangkah maju. Aku sudah menekankan bahwa kamu keluargaku bukan pelayanku. Kamu berhak menentukan hidupmu.

 

Jadi mencintai itu adalah salah satu yang dapat dicoba dalam hidup dan Eros sudah membantumu. Aku pikir begitu. Namun aku malah terus menggoda dan memaksamu tanpa memikirkan kemungkinan lainnya.

 

Maaf juga karena … Um aku merasa ini terlalu percaya diri. Namun, kamu tahu bahwa aku terikat dengan Alice. Entah apa yang dipikirkan Eros berbuat seperti itu. Aku senang, sih terus terikat dengan Alice, aku mencintainya—"

 

Oke—Gil merasa tercekat mendengar pengakuan itu. Gil memang selalu melihat mereka bersama. Gil menghabiskan banyak masa kanak-kanak dan remaja dengan mereka berdua. Vince dan Alice yang begitu akrab, nyaman dan cocok bersama. Mungkin mereka memang saling menyukai, tetapi kalau soal cinta… Gil tidak menyangka mendengar hal semacam itu dari Vince.

 

“—namun kau tahu, aku hanya membuatmu susah.” Lanjutan perkataan Luke membuatnya tersadar kembali. “Kau menerima perlakuan tidak wajar Eros selagi melihat aku dan Alice yang mendapat panah emas Eros. Aku merasa kau pasti kesal… Aku belum mengerti dirimu dan maaf aku belum menjadi teman yang baik.”

 

Gil tidak tahu harus menanggapi bagaimana. Ini hari pertama ia bersekolah dan sudah menerima fakta yang membuat emosinya bergejolak. Gil mengusap wajahnya dan mendesah.

 

“Itu bukan salahmu, Vince…” Gil memanggil dengan nama pertamanya. “Aku tidak pernah berpikiran seperti itu. Aku memang cukup kesal karena terus dipaksa untuk mencintai, tetapi bukan kesal padamu. Aku kesal pada Eros, pada diriku. Mengapa aku harus menurutinya sementara aku tidak merasa apapun.

 

Aku juga tidak menyesal berteman dengan Alice. Aku dan ia memang sering adu mulut dan ia terkadang berkelakuan gak jelas. Selalu tiba-tiba menantangku. T-Tapi dia teman … yang baik, aku … senang bertemu dengannya.”

 

“Ahh Gil malu-malu mengungkapkan perasaannya pada Alice~”

 

“Kau cemburu, kan!”

 

“Tidak mungkin! Jangan mengalihkan ejekanku!”

 

“Aneh.”

 

Luke menyambar lagi. “Tapi aku belum bertemu dengannya…” Luke menunduk lesu.

 

“Ha?”

 

“Iya aku belum bertemu dengan Alice huhuu.. Kamu juga belum bertemu dengan Maria, kan? Nahh, mari kita mencari pujaan hati kita bersama~!!” seru Luke sambil merangkul Gil.

 

Mereka bergulat dan beradu mulut beberapa menit. Sampai Gil menangkap pemandangan mobil sang kakak yang tiba di depan gedung mereka. Sang kakak Dean membunyikan klakson mobilnya untuk memberi kode pada Gil.

 

Gil menoleh untuk bertanya pada Luke. “Kamu yakin dijemput? Tidak mau ikut saja?”

 

“Aku masih menunggu ayahku.”

 

“Ya sudah, aku pergi dulu.” Gil mengucap salam sebelum berlari menerobos hujan menuju mobil.

 

Sesampainya di dalam mobil Dean memberi handuk dan menanyakan kabarnya. Dean juga bertanya mengenai Luke yang ia liat tampak berbicara akrab dengan adiknya.

 

“Teman akrabmu, kah Gil? Tadi kakak lihat kamu dekat dengan dia, tapi kakak belum pernah melihat dia.”

 

Nah, Gil bingung harus menjawab apa. Jawaban jujurnya adalah ‘ia teman dekat dari 7 kehidupan lalu, kak’. Namun Gil hanya menjawab seadanya “Hm iya kak.”

 

“Siapa yang menjemputnya? Dia tidak mau ikut kita saja?”

 

“Dia tidak apa-apa. Ayahnya akan menjemputnya.”

 

“Ohh oke baiklah.”

 

Dean mengangguk-angguk mengerti akan perkataan adiknya. Ia mengemudikan mobil dan mereka pulang ke rumah.

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
U&I - Our World
503      368     1     
Short Story
Pertama. Bagi sebagian orang, kisah cinta itu indah, manis, dan memuaskan. Kedua. Bagi sebagian orang, kisah cinta itu menyakitkan, penuh dengan pengorbanan, serta hampa. Ketiga. Bagi sebagian orang, kisah cinta itu adalah suatu khayalan. Lalu. Apa kegunaan sang Penyihir dalam kisah cinta?
Your Moments
14137      5015     0     
Romance
Buku ini adalah kumpulan cerita mini random tentang cinta, yang akan mengajakmu menjelajahi cinta melalui tulisan sederhana, yang cocok dibaca sembari menikmati secangkir kopi di dekat jendelamu. Karena cinta adalah sesuatu yang membuat hidupmu berwarna.
A Day With Sergio
2230      1068     2     
Romance
Akhir yang Kau Berikan
633      453     1     
Short Story
\"Membaca Novel membuatku dapat mengekspresikan diriku, namun aku selalu diganggu oleh dia\" begitulah gumam Arum ketika sedang asyik membaca. Arum hanya ingin mendapatkan ketenangan dirinya dari gangguan teman sekelasnya yang selalu mengganggu ia. Seiring berjalan dengan waktu Arum sudah terbiasa dengan kejadian itu, dan Laki Laki yang mengganggu ini mulai tertarik apa yang diminati oleh Arum...
Last Hour of Spring
1586      852     56     
Romance
Kim Hae-Jin, pemuda introvert yang memiliki trauma masa lalu dengan keluarganya tidak sengaja bertemu dengan Song Yoo-Jung, gadis jenius yang berkepribadian sama sepertinya. Tapi ada yang aneh dengan gadis itu. Gadis itu mengidap penyakit yang tak biasa, ALS. Anehnya lagi, ia bertindak seperti orang sehat lainnya. Bahkan gadis itu tidak seperti orang sakit dan memiliki daya juang yang tinggi.
Memories About Him
4985      2247     0     
Romance
"Dia sudah tidak bersamaku, tapi kenangannya masih tersimpan di dalam memoriku" -Nasyila Azzahra --- "Dia adalah wanita terfavoritku yang pernah singgah di dalam hatiku" -Aldy Rifaldan --- -Hubungannya sudah kandas, tapi kenangannya masih berbekas- --- Nasyila Azzahra atau sebut saja Syila, Wanita cantik pindahan dari Bandung yang memikat banyak hati lelaki yang melihatnya. Salah satunya ad...
Farewell Melody
325      236     2     
Romance
Kisah Ini bukan tentang menemukan ataupun ditemukan. Melainkan tentang kehilangan dan perpisahan paling menyakitkan. Berjalan di ambang kehancuran, tanpa sandaran dan juga panutan. Untuk yang tidak sanggup mengalami kepatahan yang menyedihkan, maka aku sarankan untuk pergi dan tinggalkan. Tapi bagi para pemilik hati yang penuh persiapan untuk bertahan, maka selamat datang di roller coaster kehidu...
Jalan Tuhan
650      482     3     
Short Story
Percayalah kalau Tuhan selalu memberi jalan terbaik untuk kita jejaki. Aku Fiona Darmawan, biasa dipanggil fia, mahasiswi kedokteran di salah satu universitas terkemuka. Dan dia, lelaki tampan dengan tubuh tinggi dan atletis adalah Ray, pacar yang terkadang menjengkelkan, dia selalu menyuruhku untuk menonton dirinya bermain futsal padahal dia tahu, aku sangat tidak suka menonton sepak bola ata...
Forbidden Love
11007      2803     3     
Romance
Ezra yang sudah menikah dengan Anita bertemu lagi dengan Okta, temannya semasa kuliah. Keadaan Okta saat mereka kembali bertemu membuat Ezra harus membawa Okta kerumahnya dan menyusun siasat agar Okta tinggal dirumahnya. Anita menerima Okta dengan senang hati, tak ada prangsaka buruk. Tapi Anita bisa apa? Cinta bukanlah hal yang bisa diprediksi atau dihalangi. Senyuman Okta yang lugu mampu men...
Chloe & Chelsea
9752      2662     1     
Mystery
30 cerita pendek berbentuk dribble (50 kata) atau drabble (100 kata) atau trabble (300 kata) dengan urutan acak, menceritakan kisah hidup tokoh Chloe dan tokoh Chelsea beserta orang-orang tercinta di sekitar mereka. Menjadi spin off Duo Future Detective Series karena bersinggungan dengan dwilogi Cherlones Mysteries, dan juga sekaligus sebagai prekuel cerita A Perfect Clues.