Loading...
Logo TinLit
Read Story - Asoy Geboy
MENU
About Us  

Randu merasa dikhianati. Ia telah menyiapkan segala hal, mulai dari menyogok Kang Mus agar mengizinkan mereka--ia dan Geboy--memperbaiki kerusakan motor pelanggan, mengiming-imingi gear dan knalpot baru pada tiga senior Geng Senter--juri tantangan hari ini, dan membeli puluhan kopi untuk menahan anggota lain tetap di sana. Ia butuh banyak saksi dalam momen penting ini, bukan?

Tapi, ia enggak pernah mengira ada satu sosok yang seharusnya enggak terlibat, justru datang paling awal, duduk di depan, dan menyemangati sepenuh hati. Bukan untuknya, melainkan Geboy.

Kira.

Dalam kesepakatan sebelumnya, Geboy sudah melakukan tugas dengan baik--meminta Kira menjauhinya sebentar. Tapi, kalau ternyata gadis itu masih mau repot-repot menginjak kaki di bengkel, ia enggak bisa berbuat apa-apa. Sayangnya, Randu bodo amat. Ia mau fair play, dan sang pujaan hati akan meruntuhkan keadilan itu.

"Lo sengaja ajak dia ke sini biar gue gagal fokus, kan?"

Protes pertama yang dilontarkan Randu hanya dibalas embusan napas panjang oleh Geboy. Semula ia sungguh kurang tahu mengapa Kira bisa di sini. Ia sudah memblokir nomor gadis itu agar Randu enggak banyak bacot. Sebisa mungkin enggak berkomunikasi juga. Tapi, melihat bagaimana Komal cengar-cengir di pojok ruangan sambil makan papeda, ia bisa membaca situasi.

"Bukan gue. Lo tanya aja sama orangnya sendiri."

"Bullshit, lo suruh Komal, kan?"

Geboy memutar bola matanya. "Kurang kerjaan banget. Lo pikir gue punya banyak waktu buat itu? Mending gue latihan biar bisa ngalahin lo, lah."

Rencana yang dimaksud Komal sangatlah murahan. Geboy cuma bisa geleng-geleng. Meski masuk akal, kesannya tetap kurang etis. Mau sebesar apa pun keinginannya untuk menang, Geboy merasa resah dengan kekacauan Randu. Ia berpikir, jika sepupunya itu tetap uring-uringan, selamanya juga ia akan diganggu ke sana kemari.

"Jadi gimana? Lo mau nyerah sekarang?" sambung Geboy lagi, sebab lelaki di depannya terlalu lama bergeming.

Mereka sudah di tempat Kang Mus selama dua jam. Seharusnya, sepuluh menit lagi pertandingan mereka dimulai, mengingat seluruh senior sudang datang, termasuk Aco. Tapi, kaki Randu malah gemetaran dan keringat dinginnya bertebaran. Belum apa-apa, ia takut kalah. Pandangannya enggan terlepas dari Kira yang sibuk meminum boba bersama Komal. Penampilan gadis itu hari ini sangat imut. Setelan pink-ungu dengan paduan pita pelangi. Sepatu putihnya juga menambah sensasi pastel yang mencuat dari auranya. Argh, ia bisa gila!

Randu perlu memutar strategi.

Geboy tentu menangkap gelagat itu. Tapi, ia hanya menunggu. Sesekali ia menoleh pada Aco yang terus menunjuk arloji. Makin siang, makin panas pula hawa di sini--yang berarti akan menambah tensi perseteruan mereka. Semua orang khawatir.

"Ndu?" panggil Geboy kemudian.

"Gue mau kita balapan."

"Hah?"

Randu mengangkat kepala. "Gue nggak bakal bisa mikir kalau ada gangguan di sini, tapi gue bisa ngegas di jalanan."

"Bentar, jadi maksud lo? Kita cancel ini semua."

"Tunda. Kita adain nanti tanpa Kira." Randu mengatur napas.

"Ogah. Sarap lo! Senior dan anak-anak geng udah di sini, njir."

"Ya maka dari itu gue ngajak balapan, biar mereka nggak nganggur. At least ada yang ditonton. Mereka tetep bisa taruhan."

Geboy menepuk jidat. Bisa-bisanya keputusan konyol itu ditawarkan. Ia sudah capek-capek belajar, masa begini saja langsung pindah haluan? Ia enggak habis pikir.

"Ribet banget sih hidup lo. Tinggal main aja apa susahnya? Lo pikir balapan gampang gitu? Emang udah nyiapin track? Udah minta izin ke warga sekitar? Udah cek performa motor? Mikir, dong!"

"Lo yang harusnya mikir sejak awal! Kalau nggak mau kejadian begini, nggak usah bawa-bawa cewek!"

Raut muka Geboy makin merah padam. "Gue udah bilang itu bukan kelakuan gue!"

"Tetep lo yang salah!"

"Sat!"

Kegaduhan itu seketika menyita perhatian. Mendengar kata 'cewek' yang sudah jelas mengarah ke Kira, Komal langsung gelagapan. Ia pun segera mengikuti Aco yang tergopoh-gopoh menghampiri Geboy dan Randu. Mereka segera memisahkan keduanya sebelum huru-hara lain berlanjut.

"Ada apa ini?"

Geboy menatap sinis pada Randu lalu menjawab, "Dia mau balapan sekarang dan nge-cancel agenda hari ini."

"Gue bilang tunda, goblok! Bukan cancel."

"Diem lu, cuk!"

"Heh, udah!" Aco mendorong bahu Geboy agar lebih menjauh dari Randu.

Randu masih terdiam di tempatnya. Sekilas ia melirik Kira yang enggak kalah mematung juga. Mungkin, gadis itu terkejut atas amarah Geboy yang jarang keluar. Atau mungkin lagi, ia bingung dengan apa yang terjadi. Jelasnya, Randu kurang tahu. Ia hanya mau Geboy menuruti keinginannya sekali lagi.

Tapi, lelaki itu tampak kembang kempis seakan mau menelan Randu hidup-hidup. Ia segera didudukkan dan diberi air putih, guna menenangkan diri. Komal pun mendekat dan memijat pundak Geboy pelan.

"Bangke, gara-gara lo, nih," omel Geboy.

"Ya maaf, siapa ngira kalau tuh anak alay banget begini." Komal berbisik.

Aco berkacak pinggang. "Udah waras, Boy?"

"Sori, Bang. Gue capek soalnya. Semalem begadang."

"Iya, terus? Lo bisa bicarain ini dengan kepala dingin. Inget, lo ketua, Boy. Mau se-hectic apa pun urusan lo sama Randu, lo tetep harus jaga keharmonisan geng."

Geboy masih enggak terima. "Dia yang mulai duluan. Bantuin tengahin, lah, Bang."

"Oke, sekarang mau lo gimana?"

"Tetep eksekusi motor sesuai rencana."

"Lo puas kalau entar menang karena lawan lagi di titik terendah?"

"It's not my business."

"Lo puas, nggak?" ulang Aco penuh penekanan.

Geboy sontak mendengkus lalu menggeleng. "Kalau gitu, lo bawa Kira keluar dari sini. Dia masalahnya."

Komal, yang diajak bicara, langsung ke depan dan menghadap Geboy. "Lo tega ngusir cewek?"

"Gue nggak ngusir, tapi emang nggak seharusnya dia di sini."

"Gue bawa dia buat dukung lo."

"Nope. Lo lakuin itu buat bantuin gue jatuhin Randu dan it works. Tapi gue nggak ambil. Terlalu murah. Jadi, mending lo ajak beli Starbucks sana, bilang kalau gue yang minta. Dia hafal kok kesukaan gue apaan, langsung cabut aja. Ajak keliling beli martabak sekalian. Pokoknya se-lama mungkin yang lo bisa."

Komal menelan ludah. Ia lalu mengangguk dan beranjak menghampiri Kira. Tanpa berbasa-basi, ia menarik gadis itu keluar bengkel, meninggalkan mereka yang berkepentingan di sini.

Randu melirik. Matanya memicing mengikuti arah gerak Komal. Ia kemudian bersedekap, menunggu Geboy berbicara empat mata.

"Puas? Dia udah cabut, jadi lo nggak punya alasan lagi buat tiba-tiba balapan."

Randu menghela napas. "Oke. Ayo mulai kalau gitu."

"Siapa takut?"

Aco lekas memanggil Kang Mus dan senior Geng Senter yang lain. Mereka segera bergerombol membentuk lingkaran, briefing sebentar. Setelahnya, dua lelaki yang memakai celana training mengeluarkan motor dan menyiapkan berbagai alat. Geboy dan Randu pun menyiapkan diri sambil beradu pandang.

Kali ini mesti berhasil, batin keduanya kurang lebih sama.

***

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Bee And Friends
4356      2047     2     
Fantasy
Bee, seorang cewek pendiam, cupu, dan kuper. Di kehidupannya, ia kerap diejek oleh saudara-saudaranya. Walau kerap diejek, tetapi ia memiliki dunianya sendiri. Di dunianya, ia suka sekali menulis. Nyatanya, dikala ia sendiri, ia mempunyai seseorang yang dianggap sebagai "Teman Khayalan". Sesosok karakter ciptaannya yang ditulisnya. Teman Khayalannya itulah ia kerap curhat dan mereka kerap meneman...
Premium
Antara Aku Pelangi & Hujan
18360      2714     0     
Romance
Zayn bertemu dengan seorang gadis yang sedang menangis di tengah derasnya hujan dan tanpa sadar Zayn tertarik dengan gadis tersebut Ternyata gadis tersebut membawa Zayn pada sebuah rahasia masa lalu yang di lupakan Zayn Membawanya pada sesuatu yang tidak terduga
GAARA
10770      3737     14     
Romance
"Kalau waktu tidak dapat menyembuhkan luka, maka biarkan aku menjadi mentari yang dapat membuat hidupmu bahagia." Genandra Mahavir Aditama, si kutub Utara yang dipaksa untuk mencintai seorang perempuan bernama Akira Magenta Valencia, dalam kurun waktu lima belas hari saja. Genandra diminta agar bersikap baik dan memperlakukan gadis itu sangat spesial, seolah-olah seperti dia juga mencin...
Matchmaker's Scenario
1715      1015     0     
Romance
Bagi Naraya, sekarang sudah bukan zamannya menjodohkan idola lewat cerita fiksi penggemar. Gadis itu ingin sepasang idolanya benar-benar jatuh cinta dan pacaran di dunia nyata. Ia berniat mewujudkan keinginan itu dengan cara ... menjadi penulis skenario drama. Tatkala ia terpilih menjadi penulis skenario drama musim panas, ia bekerja dengan membawa misi terselubungnya. Selanjutnya, berhasilkah...
THE YOUTH CRIME
8200      2787     2     
Action
Remaja, fase peralihan dari anak-anak menuju dewasa dengan dua ciri khusus, agresif dan kompetitif. Seperti halnya musim peralihan yang kerap menghantui bumi dengan cuaca buruk tak menentu, remaja juga demikian. Semakin majunya teknologi dan informasi, semakin terbelakang pula logika manusia jika tak mampu mengambil langkah tegas, 'berubah.' Aksi kenakalan telah menjadi magnet ketertarika...
Cinta untuk Yasmine
3002      1429     17     
Romance
Yasmine sama sekali tidak menyangka kehidupannya akan jungkir balik dalam waktu setengah jam. Ia yang seharusnya menjadi saksi pernikahan sang kakak justru berakhir menjadi mempelai perempuan. Itu semua terjadi karena Elea memilih untuk kabur di hari bahagianya bersama Adam. Impian membangun rumah tangga penuh cinta pun harus kandas. Laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar, kini telah sah...
Under a Falling Star
1322      837     7     
Romance
William dan Marianne. Dua sahabat baik yang selalu bersama setiap waktu. Anne mengenal William sejak ia menduduki bangku sekolah dasar. William satu tahun lebih tua dari Anne. Bagi Anne, William sudah ia anggap seperti kakak kandung nya sendiri, begitupun sebaliknya. Dimana ada Anne, pasti akan ada William yang selalu berdiri di sampingnya. William selalu ada untuk Anne. Baik senang maupun duka, ...
Acropolis Athens
6570      2626     5     
Romance
Adelar Devano Harchie Kepribadian berubah setelah Ia mengetahui alasan mendiang Ibunya meninggal. Menjadi Prefeksionis untuk mengendalikan traumanya. Disisi lain, Aram Mahasiswi pindahan dari Melbourne yang lamban laun terkoneksi dengan Adelar. Banyak alasan untuk tidak bersama Aram, namun Adelar terus mencoba hingga keduanya dihadapkan dengan kenyataan yang ada.
Rembulan
1541      932     2     
Romance
Orang-orang acap kali berkata, "orang yang gagal dalam keluarga, dia akan berhasil dalam percintaan." Hal itu tidak berlaku bagi Luna. Gadis mungil dengan paras seindah peri namun memiliki kehidupan seperti sihir. Luna selalu percaya akan cahaya rembulan yang setiap malam menyinari, tetapi sebenarnya dia ditipu oleh alam semesta. Bagaimana rasanya memiliki keluarga namun tak bisa dianggap ...
Kembali Utuh
1029      661     1     
Romance
“Sa, dari dulu sampai sekarang setiap aku sedih, kamu pasti selalu ada buatku dan setiap aku bahagia, aku selalu cari kamu. Begitu juga dengan sebaliknya. Apa kamu mau, jadi temanku untuk melewati suka dan duka selanjutnya?” ..... Irsalina terkejut saat salah satu teman lama yang baru ia temui kembali setelah bertahun-tahun menghilang, tiba-tiba menyatakan perasaan dan mengajaknya membi...