Loading...
Logo TinLit
Read Story - Perceraian kontrak
MENU
About Us  

"Mana?" tanya Ryan.

Ryan, Shane, Santoso, dan Rick melihat ke kolong meja. Dan ternyata benar bahwa disana terdapat mayat wanita.

"Kita angkat aja nih meja terus lihat itu mayat siapa," usul Yuan.

"Ya sudah, ayo angkat," jawab Ryan.

Ryan dan Rick bekerjasama mengangkat meja itu. Saat meja telah dipindahkan oleh Ryan dan Rick, mereka semua dikejutkan oleh mayat itu karena itu adalah Amora.

Yuan benar-benar tidak menyangka bahwa rivalnya itu akan menjadi korban mati mengenaskan seperti ini.

"A... Amora? Amora, kenapa kamu juga jadi korban?" Yuan menangisi Amora yang sudah tidak bernyawa lagi.

Ryan benar-benar tidak menyangka bahwa kakaknya akan menangisi seorang wanita. Memang sepertinya Yuan sudah jatuh cinta kepada Amora meskipun tidak terlalu.

Kondisi mayat Amora sangat mengenaskan. Karena disana hanya terlihat kepala dan jantung Amora saja, seperti hantu kuyang begitu bentuknya 😫

Perlahan-lahan Ryan mendekati kakaknya yang sedang sedih. Iapun berusaha menenangkan Yuan supaya berhenti menangis.

"Sudahlah kak Yuan, ini mungkin takdirnya Amora harus jadi salah satu korban pembunuhan sadis ini. Aku yakin bahwa kak Yuan bisa mendapatkan teman atau pasangan terbaik lagi yang setia disamping kakak," ucap Ryan menenangkan Yuan.

Yuan tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Ia hanya berdiri lalu memukul-mukul dinding. Yuan hanya bisa meluapkan semua amarahnya dengan begitu.

"Kenapa!? kenapa Amora yang harus jadi santapan pembunuhan kejam itu? kenapa tidak aku saya yang menggantikan posisinya?" ucap Yuan sambil memukul-mukul dinding.

Calesthane mendekati Yuan. Baru saja ia memanggil Kak Yuan, Calesthane sudah ditodongkan pistol saja oleh Yuan.

"Kalian semua mundur! atau aku akan menembak kalian," ujar Yuan.

Calesthane dan Ryan memutuskan untuk mundur. Mungkin kak Yuan butuh sendiri, siapa tahu saja dengan begitu ia bisa happy lagi.

Saat sedang menyaksikan kesedihan Yuan, Zahra dan Santoso tidak sengaja melihat bom yang sudah diatur. Mereka berdua langsung buru-buru memberitahu kepada yang lain karena waktu mereka untuk kabur hanya 5 menit sebelum bom meledak.

"Rick, Calesthane, dan yang lainnya. Aku dan Santoso melihat bom!!! ayo buruan pergi dari sini sebelum meledak!" teriak Zahra.

Calesthane, Ryan, dan lainnya menatap kearah Zahra. Mereka semua mulai mempersiapkan barang-barangnya lalu lari meninggalkan sana. Calesthane, Ryan, Rick, Berlia, dan yang lainnya buru-buru keluar dari sana.

Sedangkan didalam masih tersisa Shane dan Yuan disana. Shane mencoba merayu Yuan supaya ia mau keluar dari sana.

"Yuan, ayo ikut kami! kami menunggumu, ayo," ajak Shane.

"Udah ah sana, kamu pergi saja sama yang lain. Biar saya disini mati bersama korban mayat-mayat," jawab Yuan.

"Oke kalau begitu saya disini saja, saya ingin menemanimu. Walaupun saya baru mengenalmu tapi saya yakin bahwa kamu orang baik-baik, lagipula saya sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Tidak seperti kamu yang masih punya adik, saya jadi akan disini mati bersamamu. Kalau saya jadi kamu, saya akan pergi demi keluarga saya," ucap Shane.

Shane terus merayu Yuan untuk keluar. Pada akhirnya Yuan luluh dan mereka berdua keluar dari sana.

Ryan dan lainnya menunggu Shane keluar dari sana. Saat Shane dan Yuan memasuki mobil, perusahaan itupun meledak dengan keras.

Semua menunduk saat terjadi peledakan itu. Setelah kondisi mulai aman, mereka semua kembali melakukan perjalanan menuju kediaman Ryan.

Didalam mobil tidak ada raut wajah bahagia diantara mereka semua. Hampir semua yang ada didalam mobil Ryan, raut wajahnya suram dan sedih.

***
Lima hari kemudian...
Ryan dan Calesthane tampak bersiap-siap melakukan keberangkatan ke Indonesia. Namun, sebelum mereka berangkat menuju bandara terlebih dahulu melakukan perpisahan.

"Hmm... aku akan merindukan kamu Calesthane," ucap Zahra sambil memeluk Calesthane dengan erat.

"Aku tidak lama kok di Indonesia, hanya sebentar. Terus balik lagi ke Amerika," jawab Calesthane.

"Hati-hati ya Calesthane, semoga persidangan cerai kamu lancar. Padahal aku sedih melihat kalian berpisah," ujar Elizabeth.

"Iya, ini semua demi kebaikan kita bersama. Aku menyayangi semuanya," jawab Calesthane tersenyum.

"Sudah, jangan buang-buang waktu. Waktu pemberangkatan sebentar lagi, jadi saya dan Calesthane izin pergi. See you again all," jawab Ryan.

"See you again," jawab Berlia dan lainnya.

Calesthane dan Ryan masuk kedalam taksi yang sudah mereka pesan. Tak lama kemudian taksi itupun pergi menuju bandara internasional New York.

Sepanjang perjalanan tampak Calesthane melamun memikirkan sesuatu. Ryan perlahan-lahan mengajaknya mengobrol dan coba bertanya apa yang mengganjal dipikirkan Calesthane hingga Calesthane terlihat sedang memikirkan sesuatu.

"Kamu kenapa? apakah kamu memikirkan sesuatu? cerita coba sama aku," ucap Ryan.

"Tapi kamu janji jangan bilang siapa-siapa ya, ini khusus kita berdua yang tahu!" jawab Calesthane.

"Iya aku janji, ceritakan dong," jawab Ryan.

"Masa aku melihat Zahra, Santoso, Daddy Rick, Elizabeth, dan Shane bayangan nya itu kuburan. Sedangkan aku melihat kak Yuan dan mommy Berlia nangis dikuburan mereka semua gitu," curhat Calesthane.

"Apa? kuburan? serius kamu?" tanya Ryan terkejut.

"Iya aku melihat kelima orang itu jadi kuburan," jawab Calesthane.

"Aku takut terjadi sesuatu kepada mereka semua. Semoga itu hanya halusinasi saja ya, karena dari kemarin kita terlibat mengenai urusan mayat-mayat gitu," jawab Ryan.

"Iya juga sih," jawab Calesthane.

Suasana mobil kembali hening lagi. Ryan dan Calesthane tampak terdiam. Ryan sedang memikirkan ucapan Calesthane, begitu juga dengan Calesthane yang sedang memikirkan bayangan yang dilihatnya tadi.

Dipesawat...
Calesthane tampak sedang menggambarkan sesuatu di ponsel menggunakan pena dari ponsel. Awalnya Ryan tidak memperdulikan Calesthane karena ia asik mendengarkan musik dan membaca artikel di internet. Ryan melepas handsetnya dan melihat apa yang digambar oleh Calesthane.

"Gambar apa itu?" tanya Ryan.

"Aku gambar teman-teman dan keluarga. Dari mulai mommy, Daddy, kak Yuan, Santoso, Zahra dan lainnya," jawab Calesthane.

"Gambar orang maksudmu? gambar orang darimana?" tanya Ryan heran.

"Ini gambar orang! sebelah kanan ada Shane, Santoso, Daddy. Sedangkan sebelah kiri Zahra, Elisabeth. Dan ditengah ada mommy, kak Yuan, dan kita berdua," jawab Calesthane menjelaskan secara detail.

"Kamu sakit ya? jelas-jelas ini bukan gambar orang!!! yang terlihat bentuk orang itu cuma kita berdua, kak Yuan, dan nona Berlia. Sedangkan yang lain kuburan yang mengelilingi kita!!! kamu gimana sih? yang gambar kamu kenapa yang harus jelasin aku," ujar Ryan sedikit memarahi dengan Calesthane.

"Ta... tapi ini aku gambar kita dan yang lainnya secara lengkap dan cakep," jawab Calesthane.

"Kamu sepertinya harus pakai kacamata deh, jelas-jelas kamu itu gambar kuburan Calesthane!!!! kuburan!" bentak Ryan.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Old day
639      475     3     
Short Story
Ini adalah hari ketika Keenan merindukan seorang Rindu. Dan Rindu tak mampu membalasnya. Rindu hanya terdiam, sementara Keenan tak henti memanggil nama Rindu. Rindu membungkam, sementara Keenan terus memaksa Rindu menjawabnya. Ini bukan kemarin, ini hari baru. Dan ini bukan,Dulu.
Nightmare
538      376     2     
Short Story
Malam itu adalah malam yang kuinginkan. Kami mengadakan pesta kecil-kecilan dan bernyanyi bersama di taman belakang rumahku. Namun semua berrubah menjadi mimpi buruk. Kebenaran telah terungkap, aku terluka, tetesan darah berceceran di atas lantai. Aku tidak bisa berlari. Andai waktu bisa diputar, aku tidak ingin mengadakan pesta malam itu.
Renata Keyla
7302      1859     3     
Romance
[ON GOING] "Lo gak percaya sama gue?" "Kenapa gue harus percaya sama lo kalo lo cuma bisa omong kosong kaya gini! Gue benci sama lo, Vin!" "Lo benci gue?" "Iya, kenapa? Marah?!" "Lo bakalan nyesel udah ngomong kaya gitu ke gue, Natt." "Haruskah gue nyesel? Setelah lihat kelakuan asli lo yang kaya gini? Yang bisanya cuma ng...
She's (Not) Afraid
2267      1117     3     
Romance
Ada banyak alasan kecil mengapa hal-hal besar terjadi. Tidak semua dapat dijelaskan. Hidup mengajari Kyla untuk tidak mengharapkan apa pun dari siapa pun. Lalu, kehadiran Val membuat hidupnya menjadi lebih mudah. Kyla dan Val dipertemukan ketika luka terjarak oleh waktu. Namun, kehadiran Sega mengembalikan semua masalah yang tak terselesaikan ke tempat semula. Dan ketika kebohongan ikut b...
HARMONI : Antara Padam, Sulut dan Terang
1452      732     5     
Romance
HARMONI adalah Padam, yang seketika jadikan gelap sebuah ruangan. Meski semula terang benderang. HARMONI adalah Sulut, yang memberikan harapan akan datangnya sinar tuk cerahkan ruang yang gelap. HARMONI adalah Terang, yang menjadikan ruang yang tersembunyi menampakkan segala isinya. Dan HARMONI yang sesungguhnya adalah masa di mana ketiga bagian dari Padam, Sulut dan Terang saling bertuk...
My Selenophile
755      540     2     
Short Story
*Selenophile (n) : A person who love the moon Bagi Lasmi, menikmati keheningan bersama Mahesa adalah sebuah harapan agar bisa terus seperti itu selamanya. Namun bagi Mahesa, kehadiran Lasmi hanyalah beban untuk ia tak ingin pergi. \"Aku lebih dari kata merindukanmu.\"
Gilan(G)ia
542      311     3     
Romance
Membangun perubahan diri, agar menciptakan kenangan indah bersama teman sekelas mungkin bisa membuat Gia melupakan seseorang dari masa lalunya. Namun, ia harus menghadapi Gilang, teman sebangkunya yang terkesan dingin dan antisosial.
Army of Angels: The Dark Side
37967      7891     25     
Fantasy
Genre : Adventure, Romance, Fantasy, War, kingdom, action, magic. ~Sinopsis ~ Takdir. Sebuah kata yang menyiratkan sesuatu yang sudah ditentukan. Namun, apa yang sebenarnya kata ''Takdir'' itu inginkan denganku? Karir militer yang telah susah payah ku rajut sepotong demi sepotong hancur karena sebuah takdir bernama "kematian" Dikehidupan keduaku pun takdir kembali mempermai...
Pillars of Heaven
3260      1169     2     
Fantasy
There were five Pillars, built upon five sealed demons. The demons enticed the guardians of the Pillars by granting them Otherworldly gifts. One was bestowed ethereal beauty. One incomparable wit. One matchless strength. One infinite wealth. And one the sight to the future. Those gifts were the door that unleashed Evil into the World. And now, Fate is upon the guardians' descendants, whose gifts ...
Syahadat & Seoul
477      357     2     
Romance
Lee Jeno, mencintaimu adalah larangan bagiku, dan aku sudah melanggar larangan itu, patut semesta menghukumku ... Diantara banyak hati yang ia ciptakan kenapa ada namamu diantara butiran tasbihku, dirimu yang tak seiman denganku ...