Loading...
Logo TinLit
Read Story - Memeluk Bul(a)n
MENU
About Us  

   TIN ... TIN ... suara klakson motor dari luar rumah Bulon. Hari ini Rizki tidak bersekolah, dia harus menemani Tari. Namun, Rizki menyempatkan diri untuk mengantar Bulon ke sekolah, dia harus memastikan bahwa Bulon tiba dengan selamat sentosa di depan pintu gerbang SMA Garuda.

   “Pagi, Bul,” ucap Rizki saat melihat Bulon keluar dari gerbang rumahnya. “Udah siap sekolah?”

   Bulon tidak menjawab sapaan dan pertanyaan Rizki, Bulon sibuk memandang dari atas ke bawah. Rizki tidak memakai sragam, itu berarti Rizki tidak masuk sekolah hari ini. “Iky hari ini gak masuk?”

   “Iya.”

   “Terus ngapain kesini?”

   “Gue mau anter lo ke sekolah, buruan naik,” pinta Rizki pada Bulon.

   “Gak usah repot-repot, Bulon bisa berangkat sendiri,” tolak Bulon.

   Rizki turun dari motornya, menghampiri Bulon yang masih berdiri di depan gerbang rumahnya. Rizki melihat penampilan Bulon yang berbeda dari biasanya, wajah Bulon sangat pucat, ditambah dengan mata yang sembab, dan rambut yang tak teratur.

   “Lo kenapa? Masih sakit?” tanya Rizki seraya menempelkan punggung tangannya ke dahi Bulon, memastikan suhu tubuh Bulon. “Kalau masih sakit gak usah sekolah dulu.”

   Mata Bulon mulai memanas, jantungnya berdegup kencang, dadanya mulai terasa sesak, dan tetesan air mata sudah membentuk aliran sungai di pipi Bulon. “Dari semalem mata Bulon ngeluarin hujan terus, Bulon jadi gak bisa tidur, terus Bulon susah nafas.” Jujur Bulon.

   “Kenapa? Kok matanya hujan?” tanya Rizki mengikuti jalan bicara Bulon. “Bulon cemburu?”

   “Iky banyak tanya deh, nanti Bulon bisa telat sekolah,” ucap Bulon sambil berjalan nkearah motor Rizki. “Ayo, anter Bulon sekolah.”

   Rizki hanya geleng-geleng melihat tingkah Bulon, sebelum menaiki motornya Rizki merapikan rambut Bulon dan mengusap lembut pipi Bulon.

   “Jangan nangis, cantik. Aku gak suka kalau lihat kamu nangis,” ucap Rizki lembut.

*****

   Pelajaran Geogrefi menjadi penutup dihari senin, pak Cipto  tidak bisa hadir untuk mengajar karna sedang ada rapat, sebagai gantinya beliau meninggalkan tugas untuk dikerjakan secara berkelompok. Kelompok dibagi menjadi 6, Bulon satu kelompok dengan Surya, Anjelo, Alvi, Agnez, dan Rizki.

   “Lapisan Atmosfer terdiri dari?” Alvi membacakan soal.

   “Oksigen 21%, Nitrogen 78%, Karbon dioksida 0,3%, Argon 1%, dan Helium 1%,” jawab Bulon malas.

   “Widih, si Bunglon pinter,” kata Anjelo sambil mengacungkan kedua jempolnya.

   Sedangkan Bulon hanya tersenyum tipis, hari ini Bulon tidak seceria biasanya. Penampilannya pun sangat berbeda, terlihat acak-acakan dan menyedihkan, rupanya penampilan Bulon mengetuk pintu iba dihati Surya.

   Jam pulang telah tiba, semua murid segera menghambur keluar sekolah, seolah-olah mereka adalah burung yang baru terbebas dari sangkarnya. Sedangkan Ara dan Bulon memilih duduk di taman sekolah, sekedar bertukar cerita atau membicarakan drakor yang belum selesai mereka tonton.

   Mengobrol dengan Ara membuat perasaan Bulon sedikit membaik, namun setelah Ara pulang, hati Bulon kembali terasa remuk. Akhir-akhir ini Kafe Bunda juga sering tutup. Dengan lesu Bulon bangkit dari duduknya, melangkahkan kaki menuju ke gerbang utama. Sekolah sudah sepi, sangat sepi, seperti hati Bulon saat ini. Sepi tak berpenghuni.

   DRTT... DRRTT ...

   Ponsel Bulon berdering nyaring, Bulon mengeluarkan dari saku, menatap layar ponsel. Surya menelfonnya, tak mau membuat Surya menunggu, Bulon segera mengangkat telfonnya.

   “Hal—“

   “Gue tunggu lo di rooftop, sekarang,” ucap Surya dengan nada perintah, setelah itu sambungan ditutup sepihak oleh Surya.

   Dengan terpaksa Bulon harus kembali memutar langkahnya, menuju kedalam sekolah lagi untuk menemui Surya. Bulon belum pernah naik ke rooftop sekolahnya, ini yang pertama bagi Bulon. Saat sampai di rooftop, Bulon melihat Surya sedang duduk di tepian rooftop.

   “Surya, Surya ngapain di situ? Mau bunuh diri?” tanya Bulon panik.

   “Gak,” balas Surya.

   “Sini, duduk samping gue,” sambung Surya sambil menepuk sisi kanan tempat Surya duduk.

   “Gak mau! Nanti Surya dorong Bulon terus Bulon jatuh, habis itu surya ketawa jahat sambil bilang ‘Mampus lo!’ , iya kan?” tanya Bulon yang lebih mengarah ke tuduhan terhadap Surya.

   “Lo dapet adegan seromantis itu darimana?”

   “Dari drakor.”

   Surya bangkit dari duduknya, melangkah ke arah Bulon. “Gue gak sejahat itu,” ucap Surya lembut.

   “Ayo, ikut gue duduk di sana,” sambung Surya.

   Akhirnya Bulon menurut dan mengikuti Surya duduk di tepian rooftop, mereka saling diam. Membiarkan sepoian angin sore menerpa wajah mereka, sesekali Surya memandang Bulon. Sedangkan yang ditatap masih diam dengan tatapan mata kosong.

   “Bul,” ucap Surya memecah kesunyian. “Lo tahu jenis-jenis hujan?”

   Bulon masih diam, sepertinya lamunan Bulon lebih menarik daripada pertanyaan dari Surya. Tangan Surya terjulur, menggemgam tangan Bulon yang berada di pangkuan.

   “Bulon,” panggil Surya sekali lagi dengan nada lembut.

   “Eh, iya, Surya,” jawab Bulon setelah tersadar dari lamunannya. “Ada apa?”

   “Lo tahu jenis-jenis hujan?” Surya mengulangi pertanyaannya tadi.

   “Tahu Surya, memang kenapa?”

   “Coba sebutin, sekalian sama faktor penyebab terjadinya hujan itu.”

   “Ada hujan zenith yang merupakan akibat dari pemanasan sinar matahari, hujan orografis disebabkan karna hujan basah yang dipaksa naik ke pegunungan, hujan frontal itu akibat percampuran massa udara basah dengan udara panas, lalu hujan drizle atau sering disebut hujan es dan terakhir ada hujan buatan,” penjelasan Bulon secara gamblang.

   “Kalo hujan dari mata lo, disebabkan oleh siapa?” tanya Surya sambil menatap Bulon.

   “Bulon gak tau,” ucap Bulon seraya menundukan kepalanya. “Karna Iky, mungkin.”

   “Kalo tahu karna Rizki kenapa lo masih deket sama dia?”

   “Maksud Surya apa?” tanya Bulon sambil menarik tangannya dari gengaman Bulon. “Surya mau Bulon jauhin Iky?”

   “Bukan gitu, Bul, gue cum—“

   “Bulon mau pulang,” ucap Bulon seraya berdiri dari duduknya. “Surya inget ya, jangan pernah nyuruh Bulon buat jauhin Rizki,” peringatan Bulon.

  “Karna Iky itu anak baik, jadi Bulon gak akan mungkin jauhin Iky,” sambung Bulon sebelum melangkah pergi meninggalkan Surya.

   Surya hanya diam, memandang kepergian Bulon. Dia memikirkan apa yang baru saja dia lakukan? Untuk apa dia menyuruh Bulon datang ke rooftop? Untuk apa dia mengenggam tangan Bulon? Dan atas dasar apa dia menyuruh Bulon menjauh dari Rizki?

   “Lo gak bisa menjauh karna lo suka sama Rizki, Bul,” lirih Surya. “Dasar Surya bego! Ngapain juga ngurusin hidup orang lain, hidup lo aja gak ke urus,” sambung Surya menyalahkan dirinya sendiri.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (11)
  • kairadish

    Aku keasyikan baca😍😍
    Goodjob kak❀

    Comment on chapter Bulan dan Ksatria Bintang
  • rara_el_hasan

    @ellyzabeth_marshanda ho! bulon sadis .. gk mungkin

    Comment on chapter 3rd Days : Sabtu With You, Surya Pradana Adigawa
  • ellyzabeth_marshanda

    @rara_el_hasan wkwkw nanti yg sadis malah si Bulon nya
    #spoiler alert

    Comment on chapter 3rd Days : Sabtu With You, Surya Pradana Adigawa
  • rara_el_hasan

    Pak cipto awas sadis sama bulo gue kuliti ... wkwkwkw

    Comment on chapter 3rd Days : Sabtu With You, Surya Pradana Adigawa
  • ellyzabeth_marshanda

    @yurriansan aku juga takut, takut ga dapet feel-nya

    Comment on chapter Bulan dan Ksatria Bintang
  • yurriansan

    Wow aku takut deh kamu buat cerita romantis Hehehe

    Comment on chapter Bulan dan Ksatria Bintang
  • ellyzabeth_marshanda

    Makasih kakak" udah mau mampir, happy writing ya kak😍😍😍

    Comment on chapter Bulan dan Ksatria Bintang
  • rara_el_hasan

    Harus baca cerita ini ... lucu, bikin sakit perut karena ketawa... authornya kreatif .. temanya unik n gk kepikir sama aq yg notabenya penulis juga ... pokoknya wajib baca. ... kalau mau hari libur kalian berwarna wajib baca mbk Bulon dan Mas Iky yg kocak

    Comment on chapter Bulan dan Ksatria Bintang
  • IndyNurliza

    Ceritanya Selalu menarik 😍😍😍

    Semangad dek

    Comment on chapter Bulan dan Ksatria Bintang
  • ellyzabeth_marshanda

    @SusanSwansh siap kak, makasih udah mampir

    Comment on chapter Bulan dan Ksatria Bintang
Similar Tags
Semoga Kebahagiaan Senantiasa Tercurah Padamu,Kasi
782      574     0     
Short Story
Kamu adalah sahabat terbaik yang perna kumiliki,Harris Kamu adalah orang paling sempurna yang pernah kitemui,Ales Semoga kebahagiaan senantiasa tercurah pada kalian,bagaimanapun jalan yang kalian pilih
Ojek
933      659     1     
Short Story
Hanya cerita klise antara dua orang yang telah lama kenal. Terikat benang merah tak kasat mata, Gilang dihadapkan lagi pada dua pilihan sulit, tetap seperti dulu (terus mengikuti si gadis) atau memulai langkah baru (berdiri pada pilihannya).
Golden Cage
558      341     6     
Romance
Kim Yoora, seorang gadis cantik yang merupakan anak bungsu dari pemilik restaurant terkenal di negeri ginseng Korea, baru saja lolos dari kematian yang mengancamnya. Entah keberuntungan atau justru kesialan yang menimpa Yoora setelah di selamatkan oleh seseorang yang menurutnya adalah Psycopath bermulut manis dengan nama Kafa Almi Xavier. Pria itu memang cocok untuk di panggil sebagai Psychopath...
Dinding Kardus
11841      3926     3     
Inspirational
Kalian tau rasanya hidup di dalam rumah yang terbuat dari susunan kardus? Dengan ukuran tak lebih dari 3 x 3 meter. Kalian tau rasanya makan ikan asin yang sudah basi? Jika belum, mari kuceritakan.
A & A
543      398     2     
Romance
Alvaro Zabran Pahlevi selalu percaya bahwa persahabatan adalah awal terbaik untuk segala sesuatu, termasuk cinta. Namun, ketika perasaannya pada Agatha Luisa Aileen semakin dalam, ia sadar bahwa mengubah status dari teman menjadi pacar bukanlah perkara mudah. Aileen, dengan kepolosannya yang menawan, seolah tak pernah menyadari isyarat-isyarat halus yang Alvaro berikan. Dari kejadian-kejadian ...
Hey, Limy!
1734      868     3     
Humor
Pertama, hidupku luar biasa, punya dua kakak ajaib. kedua, hidupku cukup istimewa, walau kadang dicuekin kembaran sendiri. ketiga, orang bilang, aku hidup bahagia. Iya itu kata orang. Mereka gak pernah tahu kalau hidupku gak semulus pantat bayi. Gak semudah nyir-nyiran gibah sana-sini. "Hey, Limy!" Mereka memanggilku Limy. Kalau lagi butuh doang.
My Brother Falling in Love
42308      5930     8     
Fan Fiction
Pernah terlintas berjuang untuk pura-pura tidak mengenal orang yang kita suka? Drama. Sis Kae berani ambil peran demi menyenangkan orang yang disukainya. Menjadi pihak yang selalu mengalah dalam diam dan tak berani mengungkapkan. Gadis yang selalu ceria mendadak merubah banyak warna dihidupnya setelah pindah ke Seoul dan bertemu kembali dengan Xiumin, penuh dengan kasus teror disekolah dan te...
SURAT CINTA KASIH
665      494     6     
Short Story
Kisah ini menceritakan bahwa hak kita adalah mencintai, bukan memiliki
Gebetan Krisan
601      443     3     
Short Story
Jelas Krisan jadi termangu-mangu. Bagaimana bisa dia harus bersaing dengan sahabatnya sendiri? Bagaimana mungkin keduanya bisa menyukai cowok yang sama? Kebetulan macam apa ini? Arghβ€”tanpa sadar, Krisan menusuk-nusuk bola baksonya dengan kalut.
After School
4922      2133     0     
Romance
Janelendra (Janel) bukanlah cowok populer di zaman SMA, dulu, di era 90an. Dia hanya cowok medioker yang bergabung dengan geng populer di sekolah. Soal urusan cinta pun dia bukan ahlinya. Dia sulit sekali mengungkapkan cinta pada cewek yang dia suka. Lalu momen jatuh cinta yang mengubah hidup itu tiba. Di hari pertama sekolah, di tahun ajaran baru 1996/1997, Janel berkenalan dengan Lovi, sang...