Loading...
Logo TinLit
Read Story - Pebruari Yang Dingin
MENU
About Us  

Pebruari ku basah sebasah Surabaya bulan ini. Hujan tiada henti setiap hari, layaknya pipi yang basah setiap mengingat kamu.

Pergimu membawa hangatku. Layaknya September yang telah pergi bersama dengan hangatnya matahari.

Harapku pun mati bersama guyuran hujan. Tidak lagi mekar seperti waktu itu. Waktu hangat yang telah kamu beri di bulan September. Pebruariku dingin sedingin sikapmu.

Entah apa yang salah, yang jelas aku yang salah. Aku yang terlalu aku dan melupakan kamu. Aku yang hanya peduli pada rasaku hingga melupakan rasamu.

Nyaman, itu yang dia berikan sampai dia memenangkan kamu. Sementara aku hanya menawarkan cara mencintaimu dengan hebat tanpa memberikan rasa nyaman. Kebodohanku yang membawa hujan dan dingin ini di Pebruariku.

Sekarang, biarkan semuanya seperti ini. Biarkan Pebruariku basah dan dingin karena aku akan memaksa diriku bahagia melihat Pebruarimu hangat bersama dia. Berpura-pura bahagia melihat kamu dan dia bahagia.

Bukan aku tidak mencintai dengan tulus lalu marah melihat kamu bahagia bersama dia. Aku hanya iri dan cemburu padanya yang mendapatkan kamu dengan mudah. Sementara aku melalui banyak pemikiran di Agustus, melalui banyak rasa di September, melalui banyak asa di Oktober, menghadapi rasa sakit di November, mengenyahkan menyerah di Desember, menahan rasa lelah di Januari, dan di Pebruari semuanya lenyap tak bermakna. Dia bersama kamu dengan mudahnya, sementara aku yang telah bermandi luka dan rasa ini tak dapat apa-apa selain kenangan dan rasa sakit.

Sekarang, aku akan menikmati Pebruari yang basah dan dingin ini bersama luka yang telah kamu persembahkan karena kebodohanku.

Aku bahagia melihat kamu bahagia bersamanya, meski ada sejuta sembilu dalam bahagiaku karena bahagiamu bukan aku.

Meski ada sejuta luka karena kamu menghapus semua tentangku. Kamu pura-pura tidak mengenal siapa aku ketika aku berada di sekitarmu. Tak apa, aku sadar bagaimana posisiku dalam hidupmu. Aku hanya pengacau di kehidupan indahmu.

Yang ingin aku katakan hanya terima kasih dan maaf.

Terima kasih telah membuat September-ku hangat dan bermakna meski singkat. Terima kasih telah membuat Pebruariku basah dan sedingin ini, setidaknya kamu mengajarkanku arti bersabar dan bertahan meski tak ditahan.

Maaf karena telah mencintaimu dengan hebat sampai lupa memberimu rasa nyaman. Maaf karena telah hadir dalam hidupmu dan mengacaukan segalanya.

Aku akan pergi dan bersembunyi untuk melihat kamu dari jauh. Untuk mencintaimu dalam kesendirian dan dinginnya sikapmu.

Terakhir, aku mencintaimu bagaimana pun keadaan akan berubah. Aku tetap mencintaimu bagaimana pun luka mencabikku. Aku tetap mencintaimu meski Pebruariku sebasah dan sedingin ini, karena ada setitik asa yang masih tertinggal dalam aku yang hancur. Asa yang percaya bahwa suatu saat nanti hangat kembali menyapa bulan-bulanku.

Karena aku ingin percaya bahwa suatu saat kamu akan membawa kembali kehangatan yang kamu bawa pergi.

Aku mencintaimu dengan segenap-genapnya hatiku :)

Teruntuk kamu, seseorang yang aku cintai yang kini tengah bahagia bersama yang bukan aku :)

 

Tags: ffwc2

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 1 0
Submit A Comment
Comments (1)
  • Chaelma

    Sedih namun juga membuatku berpikir...
    Cara menulismu serupa denganku dan aku suka ego itu 😊

Similar Tags
Di Sudut Jalan Yang Sama
474      328     0     
Short Story
Sekarang, aku masih melewati jalan yang sama.
Usai
506      358     1     
Short Story
Jika rasamu berlabuh pada pria selain aku, aku pamit.
I am sorry
281      238     0     
Short Story
Terkadang untuk memilih itu susah.Memilih yang ini salah,memilih itu salah.Akibatnya,sering terjadi yang namanya keliru ke jalan yang lebih buruk.
Te Amo
539      386     4     
Short Story
Kita pernah saling merasakan titik jenuh, namun percayalah bahwa aku memperjuangkanmu agar harapan kita menjadi nyata. Satu untuk selamanya, cukup kamu untuk saya. Kita hadapi bersama-sama karena aku mencintaimu. Te Amo.
Rindu
467      355     3     
Romance
Ketika rindu mengetuk hatimu, tapi yang dirindukan membuat bingung dirimu.
NATHANIA (The Name who I want)
477      335     0     
Short Story
The Last Station
464      322     0     
Short Story
Yah, pulang. Meski aku bukan pelabuhan ataupun rumah. Setidaknya aku adalah stasiun terakhir yang membawamu pulang.
Menggenggam Harapan
465      331     0     
Short Story
Sampai kapanpun, dua hati yang tak pernah jujur akan perasaannya satu sama lain, berarti pemiliknya hanyalah menggenggam perasaan, menggenggam harapan.
The End of Love Story
711      470     0     
Short Story
aku mencintaimu... sangat mencintai dirimu... tapi,
Perayaan Patah Hati
609      440     2     
Short Story
Satu, dua, hingga 730. Aku terus menghitung hari yang terlewati setelah kaupatahkan hati. Di bawah langit sore ini, bibirku memulas senyuman. Bukankah luka yang menemani manusia mendewasa?