Loading...
Logo TinLit
Read Story - Friday Night Murder
MENU
About Us  

Udara malam begitu panas meski mungkin tidak bagi orang lain. Kulempar saja jaket tebalku ke jok belakang karena telah membuat banjir keringat hingga membuat bajuku basah. Bergegas aku keluar dari mobil. Rupanya angin yang berhembus kencang di luaran tak cukup membuat tubuhku mendingin. Suara angin malam yang bergesekan dengan dedaunan malah menimbulkan bunyi yang menyayat hati membuat bulu kudukku berdiri sebagian. Segera saja kuketuk pintu rumah Dina dengan agak kencang. Tak segera ada suara menyahut sehingga kukeraskan lagi ketukanku. Ini adalah apel malam mingguku yang kelima sepanjang tahun 2019 ini.

Saat membuka pintu, Dina menatapku dengan heran.

“Kamu kenapa, Mas? pucat sekali wajahmu?,” tanyanya memberondong.

Aku tak buru-buru menjawab, langsung duduk tanpa menunggu aba-aba untuk masuk ke dalam rumah. Dina juga tak menunggu jawabanku. Ia malah masuk lagi ke dalam rumah untuk mengambil segelas air putih. Ia mengerti bahwa aku hanya perlu menenangkan diri.

Segera kuteguk es tawar yang tak lagi dingin itu di sela-sela tatapan penuh tanda tanya Dina. Kutarik nafas dalam-dalam setelahnya.

“Sepertinya aku telah membuat kesalahan fatal, Na”, ujarku pelan.

Dina ikut menarik nafas dalam-dalam. Dia mendekatiku, memegang tanganku lalu memelukku erat. Aku menikmati pelukan itu. Bau tubuhnya yang harum dan juga hangat dekapannya membuat tubuhku menjadi lebih dingin.

“Aku melihat tubuhnya terkapar bersimbah darah, Na. Aku melihat tubuhnya kejang setelah terlindas mobilku.” ujarku sembari melepas pelukannya.

Dina terkejut bukan kepalang. Dia menghempaskan tubuhku kebelakang.

“Kita harus menghubungi Polisi, Mas. Kamu tidak bisa menabrak orang lalu kabur begitu saja.” ujarnya

“Marissa, Na. Dia itu Marissa. Aku sangat mencintainya. Mengapa aku bisa membunuhnya.”

Aku memang sangat mencintainya. Dia terkadang menemani malam-malamku di ranjang. Sering kubelai keningnya hingga ia tertidur pulas. Sangat kusesali mengapa ia keluar rumah malam ini.

“Apa kamu bilang, Mas?” tanyanya penuh amarah.

 “Kamu selingkuh terus kamu bunuh dia. Kamu memang biadab, Mas. Aku ga sudi sama kamu, Mas. Sekarang juga kamu keluar dari rumah ini”, hardiknya padaku dengan kasar.

Rupanya Dina telah salah paham padaku. Ketakutanku, kengerianku, dan rasa bersalahku membuat ceritaku tak terangkai sempurna. Aku memohon kepadanya untuk diberi waktu menjelaskan kejadian sesungguhnya. Perlahan dengan terbata-bata ku ceritakan semua yang terjadi ditengah kemarahannya yang membabi buta.

            Aku telah mempersiapkan seikat bunga plastik dan juga sekotak coklat untuk Dina, kekasih yang baru kuajak berpacaran sebulan yang lalu. Memberinya coklat dan bunga di malam valentine tentu menjadi hal yang bakal mengesankan. Tak bermaksud ber-alay ria karena toh aku tak akan mengajak ia kemana-mana, cukup dirumahnya saja.

            Kukeluarkan pelan-pelan mobil dari garasi karena lampu depan mati sejak sore tadi. Sungguh gelap jalanan depan rumah. Saat kuinjak gas sedikit saja dan roda berputar kedepan terasa ada yang terlindas oleh roda depan sebelah kiri. Aku pun turun untuk melihat. Ditengah kegelapan itu kulihat Marissa, kucing kecilku meregang nyawa terlindas oleh mobilku sendiri. Aku memang menyukai kucing, namun melihat tubuh mungilnya tercabik-cabik, sungguh aku tidak bisa. Wajahku pucat pasi karena perutku kosong sebab muntah yang tak bisa kutahan.

 

“Ikutlah denganku sekarang, Na. Bantu aku menguburkannya”, ajakku. Dina hanya melongo mendengar semua penjelasanku. Meski begitu ia tetap mau mengikutiku dari belakang.

Tags: FFWC2

How do you feel about this chapter?

0 1 0 0 3 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Search My Couple
656      405     5     
Short Story
Gadis itu menangis dibawah karangan bunga dengan gaun putih panjangnya yang menjuntai ke tanah. Dimana pengantin lelakinya? Nyatanya pengantin lelakinya pergi ke pesta pernikahan orang lain sebagai pengantin. Aku akan pergi untuk kembali dan membuat hidupmu tidak akan tenang Daniel, ingat itu dalam benakmu---Siska Filyasa Handini.
Coklat untuk Amel
346      304     1     
Short Story
Amel sedang uring-uringan karena sang kekasih tidak ada kabar. HIngga sebuah surat datang dan membuat mereka bertemu
He or Them?
726      456     4     
Short Story
Shouta terlihat pintar, tampan dan baik hati ... tapi, Amane merasa sangat sulit menaklukkannya. Sedangkan pria-pria yang tak diinginkan Amane berjejer di depan kelas membawa spanduk bertuliskan berbagai pernyataan cinta para pria itu untuknya. Mana yang akan dipilih Amane?
Ruang Nostalgia
497      389     1     
Short Story
Jika kita tidak ditakdirkan bersama. Jangan sesali apa pun. Jika tiba-tiba aku menghilang. Jangan bersedih, jangan tangisi aku. Aku tidak pantas kamu tangisi. Tapi satu yang harus kamu tau. Kamu akan selalu di hatiku, menempati ruang khusus di dalam hati. Dan jika rindu itu datang. Temui aku di ruang nostalgia. -Ruang Nostalgia-
TEMAN tapi NAKSIR
561      398     3     
Short Story
Josh, seorang kapten basket yang digandrungi gadis-gadis, baru bergabung dengan genk Katarina terdiri dari 5 orang–Katarina, Hadi, Cyanne, Hendra dan Sylvia–anak-anak pintar dan tidak populer. Bukan tanpa maksud, Josh bergabung dengan mereka. Hatinya terpikat pada Katarina sejak SMA 1. Akankah cintanya bertepuk sebelah tangan?
Throwback Thursday
1432      781     8     
Short Story
Kenangan masa muda adalah sesuatu yang seharusnya menggembirakan, membuat darah menjadi merah karena cinta. Namun, tidak halnya untuk Katarina, seorang gadis yang darahnya menghitam sebelum sempat memerah. Masa lalu yang telah lama dikuburnya bangkit kembali, seakan merobek kain kafan dan menggelar mayatnya diatas tanah. Menghantuinya dan memporakporandakan hidupnya yang telah tertata rapih.
Samudra
487      373     3     
Short Story
Semesta, bolehkah aku memohon. Kembalikan Samudra kepadaku, aku merindukannya.
Di Tengah Hujan
714      469     4     
Short Story
Kisah lama itu masih terukir di pikiranku. Dia hadir di tengah kegalauanku, kemudian kembali menghilang. Apa maksudnya? Tidak perlu datang jika hanya untuk pergi, aku benci rasa ini ternyata menyiksaku. Tolonglah, enyah saja dariku.
Allisya
559      431     4     
Short Story
Siapa yang bilang jika hubungan hanya mengandalkan ‘cinta’? nyatanya masih banyak elemen yang dibutuh dari hanya sekedar ‘cinta’. Nyatanya tanpa sebuah kepercayaan ‘cinta’ yang amat di agung itu bisa musnah.
Aldi: Suara Hati untuk Aldi
570      432     1     
Short Story
Suara hati Raina untuk pembaca yang lebih ditujukan untuk Aldi, cowok yang telah lama pergi dari kehidupannya