Loading...
Logo TinLit
Read Story - Secarik Puisi, Gadis Senja dan Arti Cinta
MENU
About Us  

Lelaki itu mungkin pecandu senja. Setiap senja dia pasti datang. Di tengah taman kota. Ia selalu datang sendiri. Ia selalu membawa buku dan pensil. Terkadang juga membawa sketchbook.. Mungkin untuk menulis sesuatu atau melukis.

 Hari ini ia habiskan waktu di taman kota dengan menulis sajak sambil menikmati kilau senja di atas langit Kota Yogyakarta. Sesekali ia memandangi kanan kiri sekitarnya. Ia menikmati senja sembari melihat burung-burung terbang pulang kembali ke sarang, menikmati sejuknya semilir angin yang berembus, dan melihat kendaraan berlalu-lalang untuk pulang.

 Ketika hari mulai gelap, lelaki itu meninggalkan bangku dan bergegas pulang. Langit senja yang indah berubah menjadi mendung gelap dan gerimis mulai turun. Ia lantas mengeluarkan payungnya dan berjalan keluar taman. 

 Langkahnya terhenti saat ia melihat seorang gadis yang menunggu bis lewat. Tetapi bis belum juga lewat sedangkan gerimis sudah mulai menderas. Karena merasa iba, perlahan ia mendekatinya.

 Merasa didekati, gadis itu lantas menoleh ke arahnya. Lelaki itu lantas menghentikan langkahnya. Ternyata gadis itu sangat cantik. Paras yang menawan dengan kulit kuning langsat, membuat dirinya tersipu untuk mendekat.

 ‘‘Ada apa mas, kok mendekati saya? Jangan-jangan mas berbuat jahat ya?’’ ujar gadis itu sembari mengamankan tasnya

 ‘‘Maaf mbak, saya bukan orang jahat. Kalau boleh saya ingin memayungi mbak. Saya merasa kasihan karena dari tadi mbak menunggu bis tapi tidak dapat juga. Hari ini gerimis juga, nanti mbak sakit. Saya cuma mau berbuat baik saja.’’ ujar lelaki itu dengan sedikit grogi

 ‘‘Oh begitu. Maafkan saya telah berburuk sangka. Saya terbawa emosi karena dari tadi tidak mendapat bis. Oh iya terima kasih sudah mau berbagi payung dengan saya.’’ ujar gadis itu menundukkan kepala seraya tersenyum. 

 Senyuman gadis itu sangat manis. Wajah menawan yang merona dengan bibir bergincu tipis, senyumnya seolah membius hati lelaki itu.

 ‘‘Iiiiya tidak apa-apa. Hmmm kalau boleh tahu siapa .. ’’ belum selesai dia bertanya, gadis itu  menghampiri bis yang lewat

 ‘‘Terima kasih ya mas sudah menemani saya..’’ ujar gadis itu dan melambaikan tangannya.

 Pertemuan hari itu, benar-benar membekas di hati lelaki itu. Gadis yang ditemuinya senja tadi, seolah membangkitkan perasaannya sendiri. Mungkin inilah cinta pada pandangan pertama. Ia lantas mengambil pena dan menulis sajaknya.

 

Wahai gadis senja,

Janganlah kau beranjak pergi 

Menghilang, bersama senja di langit Jogja ini

Hanya karena mendung ini menghalangi

Kembalilah kemari

Kan ku tunggu kau

Di taman itu esok hari

 

 Senja berikutnya, lelaki itu kembali ke taman lagi dengan harapan ia bisa bersua dengan gadis itu lagi. Namun sedari tadi, gadis itu tidak muncul. Tak ingin bosan menunggu, ia melukis wajah gadis itu di sketchbooknya. Ia terus melukis, tanpa sadar seorang gadis duduk di sampingnya. Gadis itu menoleh ke arahnya seraya berkata

 ‘‘Loh, mas yang kemarin kan?’’

 ‘‘Eh, iya. Mbak yang kemarin? Oh iya kemarin belum sempat kenalan, perkenalkan nama saya Seta, nama mbak?’’ tanya Seta dengan grogi

 ‘‘Oh iya, nama saya Shabrina. Panggil saja Brina.’’ ujar gadis itu sembari menyalami tangan Seta

 ‘‘Ngomong-ngomong, mbak selalu ke sini?’’ tanya Seta 

 ‘‘Ya enggak sih, cuma kalau menunggu bis. Kalau mas? Sering datang ke sini?’’ tanya gadis itu

 

 ‘‘Ya enggak sering sih, cuma kalau ingin saja hehehe.’’ujar Seta

 

 Mereka lantas berbincang-bincang sejenak. Membahas kegiatan hari ini yang mereka lakukan masing-masing. Seperti teman akrab, bahkan mereka memberitahu nomor telepon masing-masing.

 

 Saat bis tiba, Shabrina lantas naik ke bis dan meninggalkan taman. Sesaat kemudian Seta menulis puisi.

 

Paras indah memesona

Sang gadis senja

Yang duduk di depan sana

Yang membuatku terpana

Gadis bernama Shabrina

 

Tatap sayu bagai dewi kayangan

Inginku memilikimu, bukan sebatas teman

Tapi pendamping diri yang kesepian

Maukah kau menjadi pendampingku?

Shabrina aku mencintaimu

 Tiba-tiba, telepon Seta berdering. Tanpa di duga ternyata itu panggilan yang mengejutkannya.Ternyata ada hal penting. Karena itu Seta pergi dari taman. Tanpa sadar kertas puisinya tertinggal di bangku taman. Tapi Seta tidak mengetahuinya, karena kertas itu dikiranya sudah masuk tas. Rencananya ia ingin memberi puisi itu pada gadis senjanya, Shabrina.

 Sementara itu, Shabrina baru sadar, kalau kunci rumahnya tertinggal di bangku taman. Untungnya ia baru pergi sejauh sekitar 1 km dari taman, tepatnya di lampu lalu lintas. Saat lampu masih merah, Shabrina lantas turun dan menuju taman.

 Sesampainya di taman, Shabrina menuju bangku tempatnya duduk tadi. Untungnya kunci itu masih ada. Tapi ia terkejut karena ada secarik kertas yang tertinggal. Ternyata itu kertas puisi Seta. Sejenak Shabrina membaca kertas itu.

 ‘‘Jadi, Seta mencintaiku? ’’ gumam Shabrina

 Malam harinya, Seta membuka tasnya. Ia terkejut lantaran kertas puisinya tidak ada dalam tasnya. Seta berusaha mencari kertas itu di kamar dan sekitar rumahnya. Tapi hasilnya nihil. 

 ‘‘Loh kertas puisiku mana? Apa tertinggal di taman? Aduh, kertas itu akan ku berikan untuk Shabrina, gimana ini.’’ Seta merasa khawatir dengan secarik puisi itu

 Sesaat kemudian, ada pesan masuk di hp Seta. Ternyata itu dari Shabrina.

 ‘‘Jika kau ingin mengetahui jawabanku, ku tunggu kau di Benteng Vredebourgh. Ku harap kamu datang’’ itu isi pesannya

 ‘‘Apa maksud Shabrina? Apa Shabrina tahu tentang kertas puisiku? Ah rasanya tidak mungkin.’’ gumam Seta

 Seta yang tidak paham maksud Shabrina, akhirnya menurut saja. Entah ada apa. Di satu sisi, perasaan Seta yang sudah memuncak ingin ia ungkapkan. Karenanya, ia sampai membeli bunga untuk Shabrina, walau saat itu tengah malam.

 Keesokannya, Seta langsung berangkat menuju Benteng Vredebourgh. Hari yang masih mendung gelap. Sesekali mendung itu dibarengi suara guruh. Tapi Seta tetap berangkat juga. Ia sudah tak tahan memendam perasaannya kepada Shabrina selama ini.

 Sesampainya di sana, ia tak melihat Shabrina. Sudah lama juga Seta menunggunya, tapi tak kunjung datang. Hpnya juga tidak diangkat. Sampai ketika seorang pedagang memberitahu Seta.

 ‘‘Apa mas nunggu orang yang namanya Shabrina?’’ tanya pedagang itu

 ‘‘Iya, kok bapak tahu? Apakah bapak tahu dimana dia? ’’ Seta balik bertanya

 ‘‘Tadi orang yang namanya Shabrina kecelakaan dan dibawa ke RS Sardjito.’’ ujar pedagang itu

  Mendengar hal itu, hati Seta bagai disambar petir di siang bolong. Seta langsung menuju ke RS Sardjito. Walau gerimis terus menderas, ia nekat ke sana. Sesampainya di sana, ia  bertanya pada suster jaga. 

 Ternyata Shabrina ada di ruang dahlia. Seta langsung ke ruangan tersebut. Ia berharap masih sempat. Dari kejauhan, ia melihat seorang dokter keluar dari kamarnya. Langsung saja Seta menghampiri dokter itu.

 ‘‘Maaf dok, kalau boleh tahu bagaimana kondisi Shabrina?’’ tanya Seta khawatir

 ‘‘Beberapa syaraf kakinya mengalami kelumpuhan. Mungkin ia akan sulit untuk berjalan lagi. Kemungkinan besar ia bisa lumpuh permanen.’’ ujar dokter

 Setelah menjelaskan semuanya, dokter itu pergi. Seta lantas masuk ke ruangan. Ia melihat wajah ayu Shabrina yang sayu. Shabrina yang masih siuman bertanya pada Seta.

 ‘‘Kini kau lihat keadaanku. Aku sudah sulit untuk berjalan lagi, apa kau masih mengharapkanku. Jika kau ingin meninggalkanku, ku tak apa-apa.’’ ujar Shabrina dengan terisak

 ‘‘Tidak, apa pun keadaanmu aku akan tetap mencintaimu. Aku tak peduli kau sempurna atau tidak. Aku cinta padamu sepanjang hayatku. Karena setiaku hanya untukmu, Shabrina. Kamulah gadis senjaku, Shabrina.’’ ujar Seta memeluk erat Shabrina dan mengecup keningnya.

 Suasana kamar itu penuh dengan romansa. Shabrina tak menyangka, laki-laki yang belum lama ia kenal akan menjadi calon pasangannya. Pertemuan yang tak sengaja di taman kota hari itu, kini menjadi sebuah kenangan hidupnya.

      “Oh iya, dan jawabanku untuk puisimu itu, aku bersedia menjadi pendampingmu, Seta.” ujar  Shabrina. 

 Mereka pun larut dalam suasana haru yang penuh romansa. Jawaban puisi itu, tersampaikan sudah. Cinta memang tak memandang rupa atau rasa. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga cinta di hati dan hati yang penuh dengan cinta.

   Kini mereka tahu arti cinta sesungguhnya. Cinta sejati bukanlah siapa yang cepat membuatmu jatuh cinta, tapi siapa yang mencintaimu dengan tuluslah itu cinta sejati. Setidaknya itu yang mereka artikan.

How do you feel about this chapter?

0 0 1 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
My Teaser Devil Prince
7081      1948     2     
Romance
Leonel Stevano._CEO tampan pemilik perusahaan Ternama. seorang yang nyaris sempurna. terlahir dan di besarkan dengan kemewahan sebagai pewaris di perusahaan Stevano corp, membuatnya menjadi pribadi yang dingin, angkuh dan arogan. Sorot matanya yang mengintimidasi membuatnya menjadi sosok yang di segani di kalangan masyarakat. Namun siapa sangka. Sosok nyaris sempurna sepertinya tidak pernah me...
Semu, Nawasena
13501      4371     4     
Romance
"Kita sama-sama mendambakan nawasena, masa depan yang cerah bagaikan senyuman mentari di hamparan bagasfora. Namun, si semu datang bak gerbang besar berduri, dan menjadi penghalang kebahagiaan di antara kita." Manusia adalah makhluk keji, bahkan lebih mengerikan daripada iblis. Memakan bangkai saudaranya sendiri bukanlah hal asing lagi bagi mereka. Mungkin sudah menjadi makanan favoritnya? ...
Love Dribble
11438      2488     7     
Romance
"Ketika cinta bersemi di kala ketidakmungkinan". by. @Mella3710 "Jangan tinggalin gue lagi... gue capek ditinggalin terus. Ah, tapi, sama aja ya? Lo juga ninggalin gue ternyata..." -Clairetta. "Maaf, gue gak bisa jaga janji gue. Tapi, lo jangan tinggalin gue ya? Gue butuh lo..." -Gio. Ini kisah tentang cinta yang bertumbuh di tengah kemustahilan untuk mewuj...
Perfect Love INTROVERT
11647      2500     2     
Fan Fiction
WALK AMONG THE DARK
906      536     8     
Short Story
Lidya mungkin terlihat seperti gadis remaja biasa. Berangkat ke sekolah dan pulang ketika senja adalah kegiatannya sehari-hari. Namun ternyata, sebuah pekerjaan kelam menantinya ketika malam tiba. Ialah salah satu pelaku dari kasus menghilangnya para anak yatim di kota X. Sembari menahan rasa sakit dan perasaan berdosa, ia mulai tenggelam ke dalam kegelapan, menunggu sebuah cahaya datang untuk me...
Langit Jingga
3084      1218     4     
Romance
"Aku benci senja. Ia menyadarkanku akan kebohongan yang mengakar dalam yakin, rusak semua. Kini bagiku, cinta hanyalah bualan semata." - Nurlyra Annisa -
Looking for J ( L) O ( V )( E) B
2412      1051     5     
Romance
Ketika Takdir membawamu kembali pada Cinta yang lalu, pada cinta pertamamu, yang sangat kau harapkan sebelumnya tapi disaat yang bersamaan pula, kamu merasa waktu pertemuan itu tidak tepat buatmu. Kamu merasa masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari dirimu. Sementara Dia,orang yang kamu harapkan, telah jauh lebih baik di depanmu, apakah kamu harus merasa bahagia atau tidak, akan Takdir yang da...
My Doctor My Soulmate
197      178     1     
Romance
Fazillah Humaira seorang perawat yang bekerja disalah satu rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan. Fazillah atau akrab disapa Zilla merupakan seorang anak dari Kyai di Pondok Pesantren yang ada di Purwakarta. Zilla bertugas diruang operasi dan mengharuskan dirinya bertemu oleh salah satu dokter tampan yang ia kagumi. Sayangnya dokter tersebut sudah memiliki calon. Berhasilkan Fazillah menaklukkan...
Lost in Drama
2217      969     4     
Romance
"Drama itu hanya untuk perempuan, ceritanya terlalu manis dan terkesan dibuat-buat." Ujar seorang pemuda yang menatap cuek seorang gadis yang tengah bertolak pinggang di dekatnya itu. Si gadis mendengus. "Kau berkata begitu karena iri pada pemeran utama laki-laki yang lebih daripadamu." "Jangan berkata sembarangan." "Memang benar, kau tidak bisa berb...
What If I Die Tomorrow?
513      347     3     
Short Story
Aku tak suka hidup di dunia ini. Semua penuh basa-basi. Mereka selalu menganggap aku kasat mata, merasa aku adalah hal termenakutkan di semesta ini yang harus dijauhi. Rasa tertekan itu, sungguh membuatku ingin cepat-cepat mati. Hingga suatu hari, bayangan hitam dan kemunculan seorang pria tak dikenal yang bisa masuk begitu saja ke apartemenku membuatku pingsan, mengetahui bahwa dia adalah han...