Loading...
Logo TinLit
Read Story - Bad Dream
MENU
About Us  

Aku terbangun, mataku terbuka perlahan. Kulihat disekitarku, tak ada cahaya apapun kecuali sinar rembulan yang masuk melalui celah ventilasi dan jendela yang sedikit terbuka.

Entah mengapa aku merasa takut, sekujur tubuhku gemetar. Aku melihat ke segala arah, entah khawatir akan apa.

Sesuatu memantulkan cahaya bulan, kemudian aku tahu bahwa itu sebilah pedang tajam. Aku terkejut melihat seseorang yang membawa pedang tersebut.

Ia menatapku dengan kedua matanya yang menyorotkan kebencian, kemudian menyeringai kearahku.

Ia menarik kerah bajuku dengan kasar, kurasakan sangat sakit dibagian leherku. Pedang itu diangkatnya tinggi, lalu aku melihat seorang berjubah hitam dibelakangnya.

Pedang itu mengayun kearahku, lalu semuanya menjadi gelap.

*

Namaku Mentari, umurku 16 tahun lebih. Ibuku memberiku nama itu agar aku dapat bersinar cerah dan memberi kehangatan pada orang-orang disekitarku. Tapi semua orang juga tahu dimana ada cahaya bersinar, maka akan selalu ada bayangan gelap menyertainya.

Saat umurku lima tahun, aku bermimpi buruk yang terasa amat nyata. Di mimpi itu, malaikat hidupku meregang nyawa. Namun semua menertawakanku, mengatakan itu hanya mimpi, hanya bunga tidur dan takkan terjadi.

Beberapa hari setelahnya, semua mulai mengutukku. Gadis kecil ini dikatakan pembawa sial karena membuat ibunya meninggal, padahal aku tak tahu apa maksud mereka saat itu.

Namaku mentari, ibuku meninggal karena aku, dan akhirnya aku mengurung diriku sendiri. Menutup diri, dan tak pernah lagi mengingat mimpi ataupun mengatakannya ketika bangun. Aku takut bila mengatakannya, semua orang disekitarku akan mati.

Namun kini aku tahu, meski aku tidak mengatakannya semua orang akan meninggalkanku juga. Seperti mimpiku.

*

Besok adalah hari yang paling menyakitkan. Aku sendiri dirumah ini, bahkan para pembantupun tak sudi merawatku. Meski aku memberi seluruh warisan yang kupunya pada mereka, padahal aku hanya ingin ditemani meniup lilin saja.

Kemarin aku bermimpi bahwa seseorang membunuhku dengan pedangnya, aku memang ingin mati tapi tidak ingin ditangan orang dalam mimpiku itu. Aku melihat jelas wajahnya, aku ketakutan. Lebih baik aku bunuh diri, daripada mati ditangannya. Apa aku minum racun saja?

Akhirnya aku membeli sebotol racun yang kudapat dari rumah sakit di dekat rumah, dengan memberi imbalan banyak pada penjualnya. Tanpa ragu aku meminumnya, aku menutup mataku.

Namun sebelum racun itu bahkan menyentuh bibirku, seseorang menjatuhkannya. Aku melihat isi racun itu berceceran dilantai.

Lelaki itu menatapku, namun dengan cepat aku berlari menuju ruangan bawah. Entah mengapa, tapi aku rasa mimpiku benar-benar terjadi sekarang. Aku dapat merasakan sendiri apa yang dialami orang-orang yang meninggal dalam mimpiku terdahulu. Tubuhku gemetar, aku hanya dapat meratapi hidupku yang gelap ini. Aku tidak ingin mati ditangan pria itu. Siapapun boleh bunuh aku, tapi mengapa harus ayah tiriku?

“Kau harusnya tidak menghindariku, bahkan siapapun tidak dapat menghindari pedangku. Meski kau telah mengingatkan mereka lewat kemampuan anehmu itu.”

Aku terkejut, diakah pembunuh bertopeng yang selalu ada dalam mimpiku?

“Aku sengaja tidak memakai topeng seperti biasanya, kuizinkan kau melihat wajahku. Karena kau akan mati.”

Persis seperti dimimpiku, ia mengayunkan pedang itu. Saat ujung pedang menggores kulitku, aku mengeluarkan benda yang sedari tadi kusembunyikan. Aku menusuknya, tepat didada.

Namaku Mentari, aku adalah pembunuh ayah tiriku. Tapi setidaknya, aku mati dalam damai.

 

Tags: thwc18

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Killed
416      278     1     
Short Story
Menghapus Kesepian
815      514     4     
Short Story
Terasa sepi ketika kita pergi tanpa sahabat yang menemani.
Kena Kau
539      368     1     
Short Story
Silent Scream
780      458     6     
Short Story
Kala hidupmu tak lagi sama.
Trick or Treat!
783      480     2     
Short Story
Malam Halloween ... saatnya untuk "Trick or Treat!"
Little Riding Hood Alternative Universe
516      366     1     
Short Story
Little Riding Hood yang harus dihadapkan pada sebuah perintah. Ia tak mampu berkutik untuk melawan karena ia hanya anak pungut, namun perintah yang sederhana itu adalah sebuah ketakutan yang tak mampu digambarkan dengan kata-kata. Pic Source : -pexels.com/@stacey-resimont-183655 -rs9seoul Edited with : -Picsart Cerita ini diikutsertakan untuk mengikuti thwc18
Ting Ting Ting
457      333     1     
Short Story
Saya, cuma pengen main~
THE FOREST
684      426     2     
Short Story
Gadis itu merasa ada sesuatu yang aneh. Rasa yang selalu mengikutinya setiap kali dia berjalan melewati hutan itu. Perasaan apa? Hutan itu? Dia tidak bisa menceritakan perasaannya, dia hanya tahu jawabannya sedang menunggu di dalam hutan itu.
Story of Apocrypha
462      302     2     
Short Story
Tahta. Siapa yang tidak tergiur dengan tahta? Apalagi dalam lingkup kerajaan, tahta sangat diidamkan karena dapat menaikkan derajat seseorang. Dendam. Dendam berbeda dengan tahta. Dendam lebih tragis dan bisa menguasai sang pendendam. Seorang putri yang selalu dikalahkan oleh dendamnya, menghancurkan apapun tanpa peduli dengan tahta. Asalkan hasratnya dalam melayani korbannya bisa ...
Hello Weena
625      382     1     
Short Story
Ada apa dengan gudang itu?