Loading...
Logo TinLit
Read Story - Anne's Tansy
MENU
About Us  

And so Anne cried. She tasted her salty tears and felt her cheeks get stained; her demons clouding her head, as she chanted "I'm stupid" over and over again in her head. 

It was always like this. 

Anne and her mom. 

They had never gotten along, for the bickering never stopped. And so did Anne's demons. They were always working, scarring her mind with unforgettable pessimism. 

It never got easier for Anne.It just got worse instead. She feared that one day she'd reach her breaking point and think that maybe dying isn't such a bad idea anymore. Maybe she could just go into a deep slumber and put all of this behind her. But what she needed that time was something sharp, so that she could punish herself for being so stupid and disrespectful.

She could hear the disgust in her mother's tone, and when her mother had hit her; she realized just how worthless she truly was. How she had crossed the line and become so utterly useless and stupid, and so she started punishing herself with her demons. Letting them cloud her mind with darkness and eating away what's left of her joy.

She didn't know what to do at that time, so she remained quiet, sat still, and stared at her laptop screen; thinking about how stupid she was. 

She didn't want to wake up the next day, for she feared to see the disgust in her mother's eyes. At that point, she started looking for pills--sleeping pills that she hoped wouldn't wear off. 

Once she found them hidden inside the medicine cabinet, she started taking them every night. Each night with a different dose, for her demons wouldn't stop bothering her. 

Weeks passed and things didn't get any better. The only thing she could do was rely on her sleeping pills to swallow her every thoughts and let her enjoy a good night rest. Until one night, she couldn't handle it anymore and did something irreversible. As the moon left the sky and the sun rises, Anne woke up to a blinding light. She could no longer hear her mother's cries. Bells and music calling for her were all she could hear. 

She hesitated for a second and after having an internal debate with herself, she was finally at peace. 

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 7 0 0
Submit A Comment
Comments (5)
  • dear.vira

    CERITANYA BAGUS BANGET, KUNJUNGI CERITAKU YUK https://tinlit.com/read-story/1436/2575, BANTU LIKE DAN CMMENT NYA YAA.. :)

    Comment on chapter one
  • mia

    ooo

    Comment on chapter two
  • Shannn

    This is such a touching story. :"( I really love it <3

    Comment on chapter one
  • deedee

    Amazing

    Comment on chapter one
  • Madesy

    OMG.. 😭

    Comment on chapter one
Similar Tags
When I Was Young
10771      2990     11     
Fantasy
Dua karakter yang terpisah tidak seharusnya bertemu dan bersatu. Ini seperti membuka kotak pandora. Semakin banyak yang kau tahu, rasa sakit akan menghujanimu. ***** April baru saja melupakan cinta pertamanya ketika seorang sahabat membimbingnya pada Dana, teman barunya. Entah mengapa, setelah itu ia merasa pernah sangat mengenal Dana. ...
Aroma yang Melintasi Zaman
9      1     0     
Fantasy
Merinda melakukan perjalanan waktu bersama Rian untuk mempelajari sejarah kuliner Nusantara lebih dalam demi memenangkan kompetisi yang bisa mengubah takdir mereka dan memecahkan kutukan gadis bernama Kimberly yang telah hidup selama ratusan tahun. Merinda dan Rian menjelajahi berbagai era sejarah Indonesia dengan menggunakan sebuah buku misterius merupakan buku yang bisa membawa mereka pergi ke ...
6 Pintu Untuk Pulang
797      510     2     
Short Story
Dikejar oleh zombie-zombie, rasanya tentu saja menegangkan. Apalagi harus memecahkan maksud dari dua huruf yang tertulis di telapak tangan dengan clue yang diberikan oleh pacarku. Jika berhasil, akan muncul pintu agar terlepas dari kejaran zombie-zombie itu. Dan, ada 6 pintu yang harus kulewati. Tunggu dulu, ini bukan cerita fantasi. Lalu, bagaimana bisa aku masuk ke dalam komik tentang zombie...
Anderpati Tresna
3019      1326     3     
Fantasy
Aku dan kamu apakah benar sudah ditakdirkan sedari dulu?
Perayaan Patah Hati
671      501     2     
Short Story
Satu, dua, hingga 730. Aku terus menghitung hari yang terlewati setelah kaupatahkan hati. Di bawah langit sore ini, bibirku memulas senyuman. Bukankah luka yang menemani manusia mendewasa?
RAIN
803      565     2     
Short Story
Hati memilih caranya sendiri untuk memaknai hujan dan aku memilih untuk mencintai hujan. -Adriana Larasati-
always
1315      738     6     
Romance
seorang kekasih yang harus terpisah oleh sebuah cita-cita yang berbeda,menjalani sebuah hubungan dengan rasa sakit bukan,,,bukan karena saling menyakiti dengan sengaja,bahkan rasa sakit itu akan membebani salah satunya,,,meski begitu mereka akan berada kembali pada tempat yang sama,,,hati,,,perasaan,,dan cinta,,meski hanya sebuah senyuman,,namun itu semua membuat sesuatu hal yang selalu ada dalam...
Metafora Dunia Djemima
592      496     2     
Inspirational
Kata orang, menjadi Djemima adalah sebuah anugerah karena terlahir dari keluarga cemara yang terpandang, berkecukupan, berpendidikan, dan penuh kasih sayang. Namun, bagaimana jadinya jika cerita orang lain tersebut hanyalah sebuah sampul kehidupan yang sudah habis dimakan usia?
Power Of Bias
1225      745     1     
Short Story
BIAS. Istilah yang selalu digunakan para penggemar K-Pop atau bisa juga dipakai orang Non K-Pop untuk menyatakan kesukaan nya pada seseoraang. Namun perlu diketahui, istilah bias hanya ditujukan pada idola kita, atau artis kesukaan kita sebagai sebuah imajinasi dan khayalan. Sebuah kesalahan fatal bila cinta kita terhadap idola disamakan dengan kita mencitai seseorang didunia nyata. Karena cin...
I'm Growing With Pain
17129      4136     5     
Romance
Tidak semua remaja memiliki kehidupan yang indah. Beberapa dari mereka lahir dari kehancuran rumah tangga orang tuanya dan tumbuh dengan luka. Beberapa yang lainnya harus menjadi dewasa sebelum waktunya dan beberapa lagi harus memendam kenyataan yang ia ketahui.