Loading...
Logo TinLit
Read Story - PENYESALAN YANG DATANG TERLAMBAT
MENU
About Us  

“jurusannya apa?”

 

Begitu kata pertama yang keluar dari mulutmu diawal perjumpaan pertama kita dan saat itu kita sama-sama sedang duduk bersebelahan mendengarkan para senior sedang memberikan materi, aku bersebelahan dengan temanku dan kau pun bersebelahan dengan temanmu.  Setelah kujawab apa jurusanku dan ternyata jurusanmu pun sama sepertiku yaitu elektro namun aku prodi Pend. Teknik Elektronika dan kau prodi Pend. TIK.

 

“nama kamu siapa?”

 

Ramdhan, begitu jawabku dan kau pun juga memperkenalkan dirimu dan juga temanmu, ketika aku hendak mengenalkan temanku yang disebelahku namun ia sudah hilang tanpa jejak dan entah kemana. Dan seperti itulah perkenalan awalku dengan Iis.

 

                                                                                                      # - #

 

Setelah acara itu esoknya dikampus aku coba mencari atau berharap kita bisa bertemu kembali, namun tak kunjung aku melihat kau aada digedung elektro ini, tapi mungkin esok aku akan melihatmu.

Ya benar saja esoknya saat aku tak berharap atau sedang tak mencarimu ternyata aku kembali bertemu denganmu dan kau pun menyapaku disertai senyuman mungilmu yang tak bisa aku lupakan. Dan teman-temanku pun menanyakan siapa dirimu dan mengapa kau mengenalku, namun aku tak menjawab karena aku takut saat kuberitau namamu mereka akan mencuri start dibelakangku untuk dekat denganmu.

 

Didalam kelas aku teringat perkataanmu saat perkenaalan pertama kita bahwa kau juga mngenal salah seorang yang berada dikelasku maka aku langsung menghampiri dan menanyakan kebenarannya dan berharap mendapat nomer hp mu ang bisa kuhubungi namun ternyata dia memang temanmu dan kenal dirimu namun ia tak punya nomer telponmu.

 

“beh, ditanyain Iis noh udah solat belum noh katanya kalo beluim solat jangan lupa”

“lu ketemu dia ciz?”

“iya di musola”

 

Dan akhirnya aku senang karena telah berhasil mendapat nomer dirimu dari temanku itu dan tanpa pikir panjang lagi karena aku tak tau harus mikirin apaan yang panjang,malam harinya langsung saja aku sms dia dan dibalas “yesss”

 

“ohh iya gua inget kok ram”

 

Dan ternyata kau masih inget denganku yang kenal denganmu lewat pertemuan di PKMJ lalu. Dan mulai detik ini pun juga kita jadi sering sms’an baik pagi siang sore malam dini hari dan bahkan saat tidur.

 

“lu dimana ram? Ke albiruni dong ketemuan yuk ngobrol-ngobrol aja!”

 

Siang ini kau pun mengajak aku untuk ketemuan di Albiruni karena kau bilang ingin berbincang bincang sedikit dengan diriku. Dan aku pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu karena aku tau kesempatan brtemu bahkan mengobrol langsung denganmu pun tu sangat jarang sekali.

 

Yaa seperti saat pertama kali kita kenal, kau duluan lah yang memulai percakapan itu dan kau pula yang banyak bertanya tentang diriku dan aku pun menjawab sebisaku. Dan dari perbincangan itu pun aku tau kalo kamu baru ada kuliah lagi itu nanti sore.

 

“lu mau makan bareng si Iis Ram?”

 

Tanya salah satu dari dua temanmu yang ku ketahui namanya Selvi  setelah kau mengenalkannya padaku dan teman satunya bernama Juju.

 

“yaudah kita sama iis duluan yaa Ram”

 

Begitu kata Juju setelah aku bilang kalo aku ingin solat Jum’at terlebih dahulu dan aku mempersilakan kalian untuk makan duluan.

 

“yaudah gua makan duluan ya ram dan elu solat Jum’at aja yaa abis itu langsung makan loh Ram jangan sampe gak makan awas!!”

Begitu nasihatmu padaku dan aku jujur kaget karena didepan temanmu dan didepan khalayak umum sungguh kau berani memberi perhatian secara frontal seperti itu, dan orang sepertimu baru pertama kutemui.

 

                                                                                                              # - #

 

“dia nanyain elu terus tuh”

“nanyain apa aja ciz?”

“yaa gitu lu gimana dikelas gitu-gitu dah”

“dia uda punya cowo ya ciz?”

“setau gua sih belum beh dan dia itu baru pacaran satu kali doang dan gak pernah deket cowok siapa-siapa beh”

“ohhh...”

 

Entah bener atau tidak yang dikatakan temenku itu aku tak peduli yang jelas aku sedikit bahagia karena lumayan info juga yang kudapat tentangmu dari perbincangan singkatku dengan temanku itu. Dan yang paling penting bahwa kau belum ada yang punya :D ‘yeeess’.

 

                                                                                                         # - #

 

“gua tunggu di lantai 2 depan ruang dosen yah kalo gitu Ram!”

 

Kembali ku mengiyakan saat kau memintaku kembali menemuimu untuk sedikit banyak berbincang-bincang katamu. Dan akhirnya kita bertemu dilantai 2 depan ruang dosen yang sedang direnov dan duduk diatas bangku panjang depan ruangan.

 

“gak ada kuliah Ram?”

 

Yaa seperti biasa kau yang mengajak ketemu dan kaulah yang memulai pembicaraan ini. Aku sudah tak ada jam kuliah sedangkan kau masih ada kuliah jam 2 dan teryata itu sebentar lagi tapi kau bilang ingin bertemu ngobrol denganku dahulu.

 

“lu kenal ela gak Ram?”

 

What? Dari mana kau tau nama itu dan bagaimana bisa kau kenal dan menanyakan hal itu padaku? Ia adalah mantan saat aku SMA yang pernah menemaniku menjalani hidup di masa SMA.

 

“lu masih suka berhubungan sama dia Ram?”

 

Sungguh dan sungguh aku sangat bertanya-tanya ada apa dan mengapa kau berani menanyakan hal itu padaku sampai sedalam ini? Aku dan ela sama sekali gak pernah ada hubungan lagi semenjak tragedi pemutusan itu dan bahkan nomernya saja pun aku tak tau. Dan kau pun bilang kalo aku tak ada hubungan lagi dengannya itu bagus. Sungguh aku bingung ada apa denganmu hari ini?

 

“gua kan ngepoin elu ram dan dari blog lu gua juga tau kok, twitter juga”

 

What? Apa yang sebenarnya ada dalam pikiranmu bidadari kecil? Sungguh aku kaget saat mendengar jawabmu setelah ku tanya dari mana kau tau nama Ela dan aku sungguh tak menduga kalo kau sampai ingin tau semuanya itu.ckck

 

“dhan, misalkan kalo gua gak boleh pacaran gimana?

 

Sungguh aku langsung seperti kebacok oleh ujung pisau yang sangat-sangat dan sangat tajamnya dan membuat aku stuck dan tak tau apa yang harus ku jawab. Yaa kalo memang kamu tak boleh pacaran yaa gak gimana-mana dan yaudah gapapa kok.

 

“dhan, kita itu deket kaya gini itu dalam rangka apa Ram?”

 

Sungguh untuk kedua kalinya aku stuck dan jujur kata apa yang harus aku balas untuk menjawab pertanyaanmu itu? Memang semenjak perkenalan dan sms itu kita jadi semakin dekat dan sejujurnya menurutku kedekatan kita itu masih biasa saja tapi kenapa bisa kau melontarkan kalimat itu? Namun  panggilan temanmu yang menyuruhmu untuk masuk kelas itu telah menolongku dan kau pun harus masuk kelasmu untuk kuliah dan pertanyaan itu belum aku jawab.

 

                                                                                                              # - #

 

“lagi duduk”

 

Sungguh singkat dan tak seperti biasanya jawaban yang kau berikan saat aku sms kamu. Ada apa dengan dirimu jadi seperti itu? Kemana dirimu yang dulu? Kemana perhatian yang biasa kau berikan juga untukku? Dan saat kita ketemu kau pun bahkan tak membalas senyumku padamu, ada apa denganmu? Aku merindukan senyumu yang dulu, apa kau sudah tak ingin mengenalku?

 

Memang dulu aku tak memberi tahumu kalau saat kita dekat itu aku lebih dulu dekat dengan seseorang yang membuatku harus lebih memilihnya ketimbang dirimu namun aku sadar dan aku tau itu salah karena ternyata wanita itu hanya menjadikanku pelampiasan. Namun kini aku sudah tak bisa berbuat apa-apa saat kau sudah berubah seperti ini dan walaupun sekarang aku sudah tak lagi bersama wanita itu. Dan yaaa itu hak mu dan aku hanya ingin kau ambil maafku dan berikanlah senyum mungilmu itu untukku.

 

*lampu kos mati seketika*

 

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 2 0 4
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Our Son
666      403     2     
Short Story
Oliver atau sekarang sedang berusaha menjadi Olivia, harus dipertemukan dengan temanmasa kecilnya, Samantha. "Tolong aku, Oliver. Tolong aku temukan Vernon." "Kenapa?" "Karena dia anak kita." Anak dari donor spermanya kala itu. Pic Source: https://unsplash.com/@kj2018 Edited with Photoshop CS2
Dear Diary
1498      1033     1     
Short Story
Barangkali jika siang itu aku tidak membongkar isi lemariku yang penuh buku dan tumpukan berkas berdebu, aku tidak akan pernah menemukan buku itu. Dan perjalanan kembali ke masa lalu ini tidak akan pernah terjadi. Dear diary, Aku, Tara Aulia Maharani umur 25 tahun, bersedia melakukan perjalanan lintas waktu ini.
Let's See!!
2889      1379     1     
Romance
"Kalau sepuluh tahun kedepan kita masih jomblo, kita nikah aja!" kata Oji. "Hah?" Ara menatap sahabat kentalnya itu sedikit kaget. Cowok yang baru putus cinta ini kenapa sih? "Nikah? lo sama gue?" tanya Ara kemudian. Oji mengangguk mantap. "Yap. Lo sama gue menikah."
Pulpen Cinta Adik Kelas
525      321     6     
Romance
Segaf tak tahu, pulpen yang ia pinjam menyimpan banyak rahasia. Di pertemuan pertama dengan pemilik pulpen itu, Segaf harus menanggung malu, jatuh di koridor sekolah karena ulah adik kelasnya. Sejak hari itu, Segaf harus dibuat tak tenang, karena pertemuannya dengan Clarisa, membawa ia kepada kenyataan bahwa Clarisa bukanlah gadis baik seperti yang ia kenal. --- Ikut campur tidak, ka...
Sebuah Kisah Tentang Dirinya
1399      867     0     
Romance
Setiap orang pernah jatuh cinta dan mempunya ekspetasi tinggi akan kisah percintaannya. Namun, ini adalah kehidupan, tak selalu berjalan terus seperti yang di mau
Bulan dan Bintang
649      508     0     
Short Story
Bulan dan bintang selalu bersisian, tanpa pernah benar-benar memiliki. Sebagaimana aku dan kamu, wahai Ananda.
Kumpulan Cerpen Mini (Yang Mengganggu)
4768      2824     12     
Humor
Cerita ringkas yang akan kamu baca karena penasaran. Lalu kamu mulai bertanya-tanya setelah cerita berakhir. Selamat membaca. Semoga pikiran dan perasaanmu tidak benar-benar terganggu.
C L U E L E S S
888      665     5     
Short Story
Clueless about your talent? Well you are not alone!
Call Kinna
10888      3976     1     
Romance
Bagi Sakalla Hanggra Tanubradja (Kalla), sahabatnya yang bernama Kinnanthi Anggun Prameswari (Kinna) tidak lebih dari cewek jadi-jadian, si tomboy yang galak nan sangar. Punya badan macem triplek yang nggak ada seksinya sama sekali walau umur sudah 26. Hobi ngiler. Bakat memasak nol besar. Jauh sekali dari kriteria istri idaman. Ibarat langit dan bumi: Kalla si cowok handsome, rich, most wante...
Pertama(tentative)
1160      680     1     
Romance
pertama kali adalah momen yang akan selalu diingat oleh siapapun. momen pertama kali jatuh cinta misalnya, atau momen pertama kali patah hati pun akan sangat berkesan bagi setiap orang. mari kita menyelami kisah Hana dan Halfa, mengikuti cerita pertama mereka.