'Don't judge book from its cover.' As well in this short story that told us not to always use our eyes to judge people through their looks or riches. Sometimes, you need to 'blind' yourself and use your feeling to assess people around you.
Jalan ceritanya gak ketebak, bikin tegang waktu bacanya. Meskipun ini bukan novel yang butuh waktu berjam-jam dalam sekali baca, namun cerpen singkat ini sukses membuat kita serasa membaca cerita dengan alur yang panjang namun tidak membosankan. Ada sisi komedi, tegang, dan romantis. Wajib banget untuk dibaca. Gak cuma sekali, tapi berulang kali! . Pokoknya, buat kalian yang suka sama tipe cerita dengan alur yang complicated, namun tidak terlalu panjang. Cerita ini, cocok banget buat kamu baca!
Review By Valentina
Dari awal cerita, saya sudah bisa menebak bahwa ini adalah cerpen yang cenderung melibatkan remaja. Penulis memiliki caranya sendiri untuk menghidupkan tokoh-tokohnya dalam cerita tersebut. Pada awal paragraf saya memang menikmati ceritanya, pemilihan katanya simpel dan menarik. Sangat cocok bagi pembaca yang menyukai genre teenlit. Namun, menurut saya plotnya semakin ke bawah terasa sekali garingnya. Kesegaran cerita yang saya rasakan di awal paragraf perlahan pudar. Adegan si tokoh ini terlalu sering mengalami kebingungan yang diulang-ulang. Akibatnya, di tiap plot tidak terkesan memberi kejutan bagi pembaca. Hambar, begitu yang saya rasakan. Selain itu, saya tidak menemukan pesan yang super bermanfaat bagi kalangan remaja yang cenderung bersifat labil di era ini. Lebih dari semua itu, penulis pandai memilah kata yang tepat atau tidaknya dalam cerita. Walaupun masih ada sedikit kesalahan penulisan.
Review By amalita1996
Saya akan mereview sebuah cerita pendek yang berjudul Odd Things. Cerita pendek ini berkisah tentang persahabatan antara Ramli dan Ara di sekolah. Yaitu, menggambarkan keanehan Ramli terhadap Ara. Aneh itu bukan berarti jelek, tetapi aneh yang dimaksud oleh Ramli seperti hal yang tidak biasa dan membuat Ramli sedikit bingung dan tidak nyaman. Cerpen yang bergenre remaja dapat membuat para pembaca itu sangat tertarik dibandingkan novel teenlit. Khususnya, anak-anak remaja zaman sekarang. Gaya penulisannya, terdapat paragraf. Bahasanya, selalu menggunakan bahasa yang tidak baku. Seperti, lo dan gue. Terima kasih sudah mereview cerpen pada hari ini.
Review By imagenie_
Pertama pilih cerita ini karena covernya yang lucu dan simpel. Setelah mulai membaca di awal-awal, ada beberapa pengulangan kalimat yang alangkah baiknya untuk tidak digunakan. Aku suka cara penulis menulis kata demi kata, terasa ringan. Di awal, aku mengira Ara menyukai Ramli, tapi, setelah Ara mencari Ramli dan membahas masalah bolt, aku langsung bisa menebak endingnya. Secara keseluruhan ini cerita yang bagus, tapi, untuk aku pribadi belum terlalu masuk di karakternya. Mungkin karena kategori cerpen juga.
Review By Petjah_
Secara keseluruhan, saya suka dengan gaya berceritanya. Menggugah rasa penasaran pembaca. Konflik yang diangkat juga sangat sederhana namun menggelitik pembaca, tidak mudah ditebak, sekaligus masuk akal. Diera yang mengutamakan 'kebaperan' agaknya cerita ini mengajak pembaca untuk lebih dewasa menyikapi perlakuan seseorang terhadap dirinya. Bagi saya cerita pendek ini layaknya angin segar, menghiasi konflik remaja yang umumnya 'itu-itu saja'.

Media Partner