Average Rating :
Title: Senja di Tanah Senja
Category: Romance
Language: Bahasa Indonesia
Published: October 2019
Total Hits: 527
Total Readers: 328
Status : On-Going
Total Pages: 59
Written by: SusanSwansh
Filter by Rating
Rated it
Baru kali ini saya baca cerita hati saya teraduk-aduk. Emosi saya terguncang-guncang. Dari awal saya baca, saya merasa tertarik dengan gaya bahasa dan rasanya. Bersahaja dan elegan. Memang, ada part-part yang kalimatnya panjang. Itu menguras napas dan mengingatkan saya dengan Jose Saramago. Tapi itu justru menambah estetikanya. Kelancaran berbahasa si penulis, membuat alurnya mengalir. Kenakalan para tokohnya, sentilan sentimentil, dan lelucon yang menggelitik, menjadikan struktural cerita ini lengkap. Saya belum baca keseluruhan memang, karena yang dipost baru chap 2. Tapi, saya bisa memberi nilai 8,5 dari 10. Saya suka pendeskripsiannya yang detail. Saya suka bentuk penyajiannya yang tidak biasa. Memang, masih ada beberapa narasi yang terkesan menggurui. Tapi itu bisa dibenahi lagi. Pokoknya, secara keseluruhan, saya suka.

Rated it
Suka banget sama cerita ini. Gila rasanya. Penulis yang notabenya penulis thriller bisa nulis senyastra gini. Keren banget. Dia menciptakan gayanya sendiri. Tanpa meninggalkan karakter gaya bahasanya. Keren banget. Pemikirannya dalam dan jauh. Disaat kebanyakan penulis berlomba lomba menulis romance ala ala drakor, dia tampil dengan surealis pskiloginya yang keren. Alurnya saya menikmati. Ruhnya ada. Fellnya makjleb. Emang harus dibacanya dengan serius. Kalau enggak bikin gagal paham. Tapi secara keseluruhan bagus menurut saya. Semoga cepat dibukukan.

Rated it

Rated it
Suka banget sama cerita ini. Banyak banget pembelajaran yang aku dapat. Memang agak bingung pas awal awal baca. Soalnya cara penyajiannya beda. Dan ini ada sentuhan fantasinya juga. Keren. Kereatif banget penulisnya. Memadukan berbagai genre dalam satu wadah. Sentuhan filsafatnya ini bikin saya berpikir dan merenung. Sekarang kebanyakan penulis mengangkat tema cinta remaja. Tapi penulis satu ini malah main main dengan kemanusiaan. Salut deh.

Rated it
Oke. Ini cerita surealis pertama yang bikin saya jatuh cinta. Gaya bahasanya yang khas dari penulis Puggy Humphry ini sama sekali tidak hilang. Tidak mirip Eka Kurniawan, juga Ziggy. Ini khas Kak Susan Swansh. Elegan, bersahaja, dan strong. Meskipun kali ini bahasanya lebih halus dan disisipi metafora, tapi rasanya masih khas Susan Swansh. Penyajian ceritanya juga. Kalau sebelumnya dia membuat puzzle, kali ini dia membuat bayangan cermin. Dia menyajikan dua cerita dalam satu wadah, dan mengemasnya sedemikian rupa.

Begin Reading  Add Review