sudah lama kami tidak saling berkabar,

maksdku tidak saling berbalas pesan bahkan aku lupa kapan terakhir kali kami berbincang disana.

ketika kukira perasaanku sudah sampai pada titik namun nyatanya itu baru saja berhenti koma,

yang kemudian akan berlanjut ke koma setelahnya.

ini memang tidak menyakitkan,

hanya saja rasanya sedikit sulit untuk ku jalani ketika tahu ada perempuan lain yang dia suka.

akhir-akhir ini aku sedang memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada perasaanku,

bagaimana jika waktu membuatku benci padanya?

hal yang sebenarnya sedang kutunggu namun juga ku hindari di waktu yang bersamaan, 

aku hanya tidak yakin aku bisa membencinya terlebih setelah kembali teringat kedekatan kami dulu.

dia bilang, coba kamu sendiri yang bilang kalau mau ngajak jalan-jalan karena tidak ada laki-laki yang bisa menjadi pengawal.

saat itu aku berusaha mengabaikan kalimatnya karena gengsi untuk mengatakan, sebelum akhirnya temannya yang juga temanku menegaskan itu.

ada perasaan malu yang kurasakan entah untuk apa, 

aku hanya merasa aku baru saja bersikap jual mahal disaat aku tahu penampilanku cukup sederhana,

sesederhana aku menyayanginya.

menyebalkan,

namun mau bagaimana lagi jika saat ini aku kembali rindu Dayat,

rindu yang sebenarnya tidak pernah berlabuh pada pemiliknya.

menyebalkan.

 

—rifkhod

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

Page 1 of 0 (0 Comment)