ketika kupikir aku benar-benar melupakanmu,

benar-benar lupa siapa kau bagiku,

namun ternyata salah, kau masih ada di kepala dan hatiku,

kau masih bersarang seakan tak mau hengkang,

kau tetap berdiam diri seakan tak mau pergi.

padahal aku nyaris tertawa setelah tak mengingatmu di beberapa hari terakhir,

namun pada kenyataannya tawa itu menghilang ketika aku sadar kau masih kupikirkan,

sebenarnya tidak kupikirkan,

kau yang datang dan mau untuk kupikirkan,

bukan begitu?

sejak dulu aku tak berharap jatuh cinta padamu setelah percakapan singkat di saat perjalanan menuju bukit di salah satu kota,

yang kau bilang indah dan tak tahu harus pergi dengan siapa,

bilang saja kalau saat itu kau butuh teman untuk bicara, lalu setelahnya kau lupa.

kau tahu perasaan perempuan ketika jatuh cinta pada laki-laki yang tidak mencintainya balik? 

seperti menyatakan perasaan dan tahu jawabannya,

maka harusnya aku melangkah mundur, memberi jarak sejauh-jauhnya meski nyatanya kita sudah berjarak.

 

—rifkhod

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

Page 1 of 0 (0 Comment)