selamat tahun baru, katamu lewat pesan.

tahun barunya baru besok malam, balasku di menit yang sama.

namanya juga beda benua, balasmu dengan emotikon senyum,

hanya dengan itu kau berhasil membuatku menahan tawa di dalam kamar karena takut ibu menganggapku gila.

hanya dengan itu kau berhasil membuatku merasa kau juga menyimpan rasa,

hanya dengan lelucon basi yang selalu kau lontarkan,

yang selalu saja membuat bibirku melengkung sempurna tanpa bisa kutahan.

 

kau tak tahu, kan?

makanya kuberitahu.

 

dan kau tahu?

setiap kata yang kutulis di media sosial adalah untukmu,

untuk mendapat responmu,

untuk bisa berbalas chat singkat namun selalu bercabang,

untuk bisa tersenyum hingga menahan tawa karena leluconmu,

untuk bisa mendengar pesan suara darimu yang selalu ku balas dengan; suaramu merusak.

kau justru tertawa lalu bertanya; suaranya siapa?

meski kuyakini mendapat balasan yang sama darimu namun tetap kubalas dengan balasan yang sama; suaramu. Dan kau membalas dengan balasan yang sudah kutebak; yang nanya.

 

—rifkhod

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

Page 1 of 0 (0 Comment)