tahu, kita tak akan pernah bersatu.

maka, kutulis ini hanya untuk pengingat bahwa aku pernah berharap padamu—sampai saat ini.

tidak berharap kamu akan membaca tulisanku ini, bahkan kurasa tak perlu, untuk apa jika setelah kau membacanya perasaanmu masih saja sama?

ini yang pernah kau tanyakan bagaimana perasaan seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan?

ini yang pernah kau tanyakan bagaimana seseorang bisa terjebak dalam satu perasaan dengan seorang teman?

ini juga yang pernah kau tanyakan bagaimana bisa perempuan menaruh rasa pada laki-laki biasa?

 

—rifkhod

Next >>
How do you feel about this chapter?
0 1 0 0 0 1
 
Save story

Page 1 of 0 (0 Comment)