“Mengapa hidup ini begitu pahit? Kehidupan yang kujalani tak semulus dan seindah yang kupikirkan. Jurang-jurang yang curam terus menghantui kehidupanku. Jika aku diam saja aku bisa membusuk bersama tumpukan tanah dan jika aku melangkah banyak jurang yang menantiku di depan sana. Tapi, Tuhan memanggilku, dia memberiku pilihan yang kedua. Akhirnya, kuputuskan untuk melangkah maju. Tuhan membimbingku meniti semua jurang hingga aku tiba di sebuah jurang yang amat curam dan gelap, akankah aku akan berakhir di sana dan merasakan kepahitan yang menyesakkan lagi?Mungkin, hal itu tak seperti yang kupikirkan. Tuhan memberitahuku bahwa jurang yang kutakuti itu memiliki rahasia yang indah, di sana tersembunyi padang rumput hijau, sungai jernih dan langit biru cerah.”

Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

yurriansan
2019-03-07 13:05:27

Ceritamu menarik. Ayo dilanjutkan. Semangat.
Ada masukan sdikit ukmu. Bbrp kta mungkin prlu di italic. Misl: sst.
Oh ya, kmu boleh jga ksh saran buat tulisanku. Judulnya:When He Gone. Salam

Mention


Page 1 of 1 (1 Comment)