Setiap hari jumat SMA Garuda selalu mengadakan Jumat sehat, seluruh siswa-siswi kelas sepuluh sampai kelas dua belas diwajibkan untuk mengikuti kegiatan jumat sehat. Kegiatan kali ini adalah gerak jalan, rute telah ditentukan dan peluit sudah di tiup sebagai tanda di mulainya gerak jalan.

   Bulon cukup bersemangat pagi ini, sedari start gerak jalan sampai di pertengahan jalan Bulon tak berhenti berlari, diikuti Ara yang berlari di belakang Bulon dengan nafas ngos-ngosan.

    “Bul, jangan lari terus, gue capek,” pinta Ara dengan napas ngos-ngosan.

    Bulon segera menghentikan langkahnya, Ara yang di belakangnya sontak ikut menghentikan langkah.

    “Ada apa sih, Bul? Kenapa ngerem mendadak?” Protes Ara.

    “Itu, ada Rizki di depan kita.” Bulon menunjuk empat sekawan yang berada tidak jauh di depan mereka. “Kita samperin yuk?”

    “Lo gila?” Kedua mata Ara terbuka sempurna, tidak tahu lagi dengan jalan pikiran sahabatnya itu. “Cari mati lo? Lo lihat kan disana ada Surya? Dari pada kena nyinyiran pedesnya mending kita gak usah nyamperin.” Peringatan Ara untuk Bulon.  

   “Ara lupa ya? Di drakor yang sering kita tonton kan, kalo lagi olahraga kita bisa pura-pura capek biar digendong. Kan lumayan hemat tenaga.”

   “Bul, lo harus bisa bedain, mana drama mana kehidupan. Mana yang fiktif sama mana yang nyata.”

   “Iya deh, yaudah kita jalan aja, gak usah kejar-kejar Rizki,” ujar Bulon pasrah.

    “Zip!”

*****

   Selesai gerak jalan, siswa siswi kelas sepuluh dan sebelas dikumpulkan menjadi satu di gedung aula SMA Garuda untuk membahas perihal PERSAMI yang akan diadakan besok. Mereka diberi Rundown acara.

   Jumlah murid keseluruhan ada tiga ratus sembilan puluh enam, terdiri dari kelas Sosial satu sampai empat, diikuti kelas Bahasa satu sampai tiga dan Mipa satu sampai tiga yang masing-masing kelas terdiri dari tiga puluh enam siswa. Satu tenda akan berisikan enam anak dan pastinya tenda untuk perempuan terpisah dengan tenda laki-laki.

   “Pembagian rekan setenda sudah ditentukan oleh panitia, jadi ridak bisa diganggu gugat,” penjelasan Fahmi selaku ketua panitia. “Rekan setenda akan diketahui saat perjalanan ke bumi perkemahan. Bisa dimengerti?”

                “Siap, bisa,” jawaban serempak dari seluruh siswa siswi.

****

   “Iky, PERSAMI itu apa sih?” tanya Bulon disela-sela langkah mereka menuju parkiran.

   “PERSAMI itu perkemahan sabtu minggu, jadi nanti dua hari kita kemahnya.”

    “Nginep?”

    “Iyalah nginep, namanya juga kemah. Tapi nginepnya cuma semalem, minggu jam empat sore kita udah balik dari buper.”

    Bulon hanya manggut-manggut, di dalam hatinya sedang berdoa supaya ia tidak satu tenda dengan Tari.

    “Hari ini, lo gak usah kerja. Lo istirahat aja dirumah, jangan capek-capek, “ ucap Rizki mengingatkan. “Besuk rombongan berangkat jam enam, lo jangan bangun kesiangan.”

    “Tapi besuk Iky jemput Bulon, kan?”

    “Iya gue jemput, jam lima seperempat lo udah harus siap okay?”

    “Okay.”

   Sepanjang perjalanan pulang mereka asik membicarakan perihal perkemahan, tentang barang apa saja yang perlu dibawa oleh Bulon. Mulai dari P3K, peralatan mandi, pakaian yang bisa melindungi tubuh dari hawa dingin, dan masih banyak lagi yang mereka perbincangkan.

 

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

SusanSwansh
2019-03-04 06:36:05

Wow. Dia udah bikin ceritanya yg kedua. Liz mampir di Bloody Mary dong. Hehe
Mention


Page 2 of 2 (11 Comments)

Recommended Stories

Puisi, Untuk...

Puisi, Untuk...

By pepentha

6K+ 1K+ 9
Will Gates

Will Gates

By wishtobefairy

432 320 6
Rahasia Kita

Rahasia Kita

By febyolanda13

1K+ 757 13
Boy Who Broke in My Window

Boy Who Broke in My Window

By DeeDee

3K+ 1K+ 11
Heart To Heart

Heart To Heart

By DeeDee

712 526 9
KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

276 221 3