"Lu,Lu,gimana baju yang tadi gua beli? Bagus khan?",tanya Nadin membuyarkan lamunanku. Memang tadi Nadin membiarkanku sendiri,tetapi kini tampaknya dia tidak mau membuat aku melamun terus

"Bagus,cocok loe pakai",jawabku sekedarnya

"Yakin? Kalau yang ini? Terus terus tas yang gua beli ini,gimana?"

"Nad,gua putuskan kuliah di sini",ujarku dan itu membuat Nadin kaget

"Hah? Loe mau kuliah disini? Ngomong Bahasa Korea aja loe nggak bisa"

"Ya nggak langsung,gua setahun akan kursus Bahasa Korea disini sambil buka kafe"

"Buka Kafe? Yakin loe?"

"Iya,yakin,gua bakal minta mami sama papi buat kirim uang agar gua bisa buka kafe"

"Kenapa loe tiba-tiba mau buka kafe?"

"Biar Woojin kerja sama gua dan dengan begitu dia bisa dekat dengan gua,ide bagus khan?"

"Dasar otak tumpul! Yang ada Woojin malah tambah segan dan jauh dari loe"

"Kok gitu?"

"Iyalah,khan Woojin kerja sama loe,jadi pegawai dan loe jadi bosnya,mana ada pegawai yang berani naksir sama bosnya,yang ada Woojin tambah jauh dari loe"

"Tapi di Drama-Drama Korea yang gua nonton begitu"

"Oh My God,Lulu,itu khan hanya cerita,realitanya tidak seperti itu,mengerti?"

"Terus gua harus gimana?"

"Saran gua sih loe kerja part time,kayak Woojin,Yerin dan Lala"

"Kerja? Nad,cuci piring aja gua nggak bisa,apalagi gua disuruh kerja"

"Ohya ya,gua lupa,kalau loe dimanja banget sama mami,susah kalau begitu,kecuali kalau loe mau belajar"

"Mau,mau,gua mau belajar kerja. Semua demi gua mendapatkan Woojin"

"Nah,gitu dong. Gua yakin kalau loe ada niat pasti bisa asal"

"Tapi kita khan masih tinggal di hotel Nad,mana bisa gua mulai belajar kerja"

"Loe bilang mau tinggal di Korea khan? Besok kita coba cari apartemen-apartemen yang disewakan"

"Owkay"

"Tapi ingat Lu,kita tetap harus balik ke Indonesia dulu untuk mengurus semua surat-surat selain visa ijin tinggal loe di Korea"

"Ohya,gua sampai lupa,bener apa yang loe katakana Nad,atau gua telpon Uncle Jerry biar beliau yang urus semuanya"

"Boleh kalau menurut loe itu ide yang bagus"

"Tapi Nad,gua mohon jangan bilang Lucas kalau kita bakal tinggal di Korea"

"Justru Lucas harus tau"

"Loh kenapa?"

"Kata loe Lucas itu suaminya Lala di masa depan,jadi dari sekarang kita harus menjodohkan Lucas sama Lala,bukan begitu?"

"Oh ya ya,loe emang paling jenius"

"Loe ya aja yang udah panik duluan jadi tidak bisa mikir apa-apa dan yang ada loe nangis mulu udah kayak loe divonis penyakit parah yang tidak ada obatnya"

"Hahahaha,jahat loe Nad. Gua baru ingat di masa sekarang maupun nanti masa depan loe selalu ada buat gua,tapi hanya waktu gua cerai sama Woojin loe yang nggak ada karena lagi sibuk dan berada di luar negri untuk urusan kerjaan loe"

"Wah,gua sibuk banget ya,terus kapan guan gurus anak dan suami gua Lu?",tanya Nadin yang sontak membuatku kaget. Gimana mau punya anak,pernikahan Nadin dan suaminya hanya bertahan 3 bulan. Sampai sekarang aku memang belum berani menceritakan sejujurnya tentang pernikahan Nadin dengan suaminya itu,yang jelas aku sangat ingat wajah dan namanya adalah Lee Jihoon.

"Hah?Hah?Tenang aja loe itu istri dan ibu yang super baik dan bertanggung jawab",ujarku sambil memeluk Nadin.

"Wah,berarti gua lebih hebat dari loe ya"

"Iya,sangat hebat"

"Lu,gua jadi penasaran nama suami gua siapa?"

"Hah? Nanti gua kasih tau,sekarang kita ke restoran dulu yuk,perut gua lapar lagi nih",ujarku sambil menarik tangan Nadin

"Ihh,Luluuuuuuu,namanya siapa?"

"Ayuk,gua lapar nih"

"Bentar dong,gua ganti baju dulu,masa gua pake baju baru"

"Hahahahaha,gua lupa,ya udah gih,ganti baju"

"Iya"

Kini kami sudah berada di restoran hotel dan tanpa kami sadari memesan banyak makanan,padahal kami hanya berdua,sedangkan Lucas entah kemana. Tadi kami coba ke kamarnya,tetapi tidak ada yang menjawab. Bisa jadi Lucas sudah tidur atau jangan-jangan dia lagi keluar jalan-jalan sendiri. Namanya juga Lucas,tidak heran,mana betah dia seharian di kamar hotel.

"Sumpah Lu,makanan di restoran ini betul-betul lezat,terutama dessertnya. Hebat banget koki disini. Ingin deh kenalan sama kokinya"

"Hmm,naksir sama kokinya?"

"Hehehehehe,tau aja loe Lu",ujar Nadin tersenyum cerah. Aku baru ingat kalau suaminya Nadin yang bernama Lee Jihoon adalah pengusaha restoran dan sebelumnya adalah seorang koki,mungkinkah koki di restoran ini adalah Lee Jihoon,kalau iya aku harus memisahkan mereka,karena aku tidak mau Nadin terluka untuk kedua kalinya.

"Dasar! Siapa tau aja koki di restoran ini sudah tua,hahahahaha"

"Gua rasa sih nggak,soalnya liat deh hiasan yang dia gunakan di piring makan ini sangat cantik dan indah"

"Biasa aja ah"

"Ih,loe mah nggak ngerti seni Lu"

"Nah itu loh tau,hahahaha,ayuk ah,cepetan makannya,habis itu kita balik ke kamar"

"Bentar dulu dong Lu,gua khan masih menikmati dessert yang lezat ini"

"Iya,iya"

"Good night beautiful ladies,how is the food, is it good?",tanya seseorang kepada kami dan betapa terkejutnya ternyata koki di restoran hotel ini adalah Lee Jihoon

"Lee Jihoon",ujarku

"Yes,that's my name, do we know each other?",tanya Lee Jihoon dengan heran"Off course not,sorry",ujarku

"No problem,where do you come from?",tanya Lee Jihoon

"Indonesia,your food is very delicious",sahut Nadin dengan senyum manis dan terpana melihat ketampanan Lee Jihoon. Ini kedua kalinya Nadin langsung jatuh cinta dengan Lee Jihoon dan rencanaku untuk mencegah pertemuan Nadin dengan Lee Jihoon gagal sudah,sepertinya semua ini sudah takdir dan tidak bisa dihindari.

"Oh,dari Indonesia,saya bisa Bahasa Indonesia",ujarnya

"Wah,bisa Bahasa Indonesia?",tanya Nadin kagum sedangkan aku memilih diam,takut Nadin tambah curiga

"Iya,bisa"

"Nama kamu beneran Lee Jihoon?",tanya Nadin

"Iya,teman kamu tau nama saya darimana?"

"Paling dia asal nebak,bukan begitu Lu?"

"Iya,iya,maaf"

"Oh,gitu,boleh saya tau nama nona cantik ini?"

"Maaf,maaf kita harus balik ke kamar,ayuk balik Nad",ujarku sambil narik tangan Nadin

"Tapi Lu"

"Udah buruan"

Di dalam kamar aku melamun memikirkan pertemuan dengan Lee Jihoon. Ini betul-betul takdir,tetapi kenapa harus secepat ini.

"Lu,koki tadi siapa? Sepertinya loe nggak suka sama dia?",tanya Nadin kepadaku dan sontak aku terdiam. Apa yang harus aku katakan sama Nadin,haruskah aku jujur kalau cowok yang tadi dia ketemu adalah suaminya di masa depan bernama Lee Jihoon.

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

Page 1 of 0 (0 Comment)

Recommended Stories

Boy Who Broke in My Window

Boy Who Broke in My Window

By DeeDee

3K+ 1K+ 11
KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

260 209 3
Heart To Heart

Heart To Heart

By DeeDee

692 511 9
THROUGH YOU

THROUGH YOU

By raissa2606

559 439 14
Anne

Anne's Tansy

By murphy

800 517 9
Puisi, Untuk...

Puisi, Untuk...

By pepentha

5K+ 1K+ 9