Author POV


Semua tim tertidur dengan baik semalam. Tim Beautiful tidur dikamar mereka, sedangkan tim lainnya tidur di ruang tv bersama kecuali Minhyun.
Dan ketika pagi telah tiba, seluruh staff berniat membangunkan mereka dengan lagu Spring Breeze tapi sayang mereka gagal karena tidak satupun anggota yang bangun, bahkan keempat sahabat tersebut. Akhirnya mereka memutarkan lagu "PICK ME" seperti di produce 101 untuk membangunkan mereka. Dan mereka semua berhasil bangun

"Apa ini?" tanya Minhyun sambil berjalan ke ruang tengah

"Aku masih mengantuk" ucap Jisung

"Anak-anak ayo bangun!!!" titah Minhyun

Semua orang berkumpul, lalu Jisung menghitung semua orang

"1,2,3,4....13 termasuk aku"

"Kurang 2 orang" sahut Ong Seong Wu

"Cicy mana?" kata Nur

"Jihoon hyung" kata Guanlin

"Mereka berdua tidur bersama, dan tidak ada bersama juga...aku jadi berpikir apa yang telah mereka lakukan sampai tidak bangun" kata Sungwoon yang langsung mendapat hadiah pukulan dari Jisung

"Yha! dasar Otak mesum" Kata Daniel sambil terkekeh

"Ayo akan lebih baik jika kita membangunkan mereka" titah Minhyun sebagai bapak nya Wanna One

"Ayo!!!" ucap mereka semua sambil berjalan menuju kamar Tim Beautiful

"Jihoon'a,,,, Cicy'a ayo bangun!!" teriak Jisung Sembari menaiki tangga ke tempat tidur Cicy dan Jihoon

"Ji,,,OMO!!!" Jisung terkejut setelah berhasil menaiki tangga ke ranjang paling atas dan melihat ke arah Jihoon

"Ada apa Hyung?" tanya Daehwi seraya menghampiri Jisung yang masih kaku di tempat sambil menutup mulutnya menggunakan tangan dengan ekspresi yang terkejut

"Lihatlah sendiri" kata Jisung sambil turun dan mempersilahkan Daehwi untuk menaiki tangga

"OMO!!! So cute"

"Apaan sih?" tanya Guanlin

"Jangan lin, biar hyung saja yang lihat" kata Sungwoon

"Jangan, kalo hyung yang lihat pasti bisa membuat pikiran kita menjadi kotor. Jadi biar aku saja yang lihat" Ucap Ong Seong wu

"Oppa bisa tolong aku?"

"Cicy,,, are,,,are,,, apa bahasa inggrisnya apa kamu baik-baik saja?" Tanya Ong Seong wu ke Daniel

"Haha,,,Are you ok?" jawab Daniel sambil terkekeh

"Ah,,,are you ok Cicy'a"

"I'm not ok oppa, i want to wake up. Can you help me?"

"Oke oke oke" itu suara Jaehwan dengan nada khas nya

"Apa kamu mengerti?" tanya Ong Seong wu kepada Jaehwan

"Any haha" kata Jaehwan sambil terkekeh yang kemudian mendapat pukulan manja dari Ong Seong wu

"Niel kami tidak mengerti hehe" ucap Ong Seong Wu sambil menggaruk tengkuk lehernya

"Sini biar aku saja, kalian terlalu lama"

"Jihoon oppa ayo Bangun" kata Cicy sambil mengguncangkan Tubuh Jihoon. Tapi dia tidak kunjung bangun

"Ni-Niel?" kata Cicy yang terkejut karena Daniel sudah menaiki tangga ke ranjang nya dan berusaha memindahkan tangan Jihoon yang melingkar di perut Cicy.

Setelah Cicy berhasil lepas dari pelukan Jihoon dan kemudian turun bersama Daniel. Cicy langsung mendapat hadiah pukulan manja dipundaknya dari Jisung

"Awww,,,kenapa aku dipukul oppa?"

"Yha! Daniel lebih tua darimu dan kamu menyebutnya dengan sebutan Niel tanpa Oppa"

"Biarin sih"

"Kenapa Begitu?"

"Kan Cicy lagi marah ke Niyellll" Kata Cicy sembari memanyunkan bibir nya

"Semua berkumpul!!!" teriak salah satu staff acara tersebut

Semua orang berkumpul kecuali Jihoon yang masih tersangkut kedalam Dunia impian nya

"Aku tidak sabar apa permainan selanjutnya" -Park Woojin

"Ya ampun mel gue bener-bener ngga sabar permainan apa yah yang selanjutnya. Semoga lebih banyak kesempatan buat deket sama oppa kita yah"

"Iya Ci, oh iya lo ngga mau deket-deket sama Daniel oppa lo apa?"

"Idih ngga mau gue mah, gue udah kesel tingkat dewa sama si Niel"

Daniel tiba-tiba aja melirik Cicy dengan tatapan tajam nya

"Apa lo? Mata sipit!! Weee" kata Cicy sambil menjulurkan lidahnya

"Masih untung Gue udah nolongin tadi pas lo di peluk sama Jihoon, bukan nya terimakasih lo itu. Pipi chubby"

"Sudahlah jangan bertengkar, ayo kita lihat permainan apa selanjutnya" kata Minhyun sambil berdiri di antara Cicy dan Daniel untuk melerai mereka

"Apa permainan selanjutnya?" tanya Jisung sebagai Eomma nya Wanna One

"Tidak ada, hari ini kalian akan kami bebaskan melakukan apapun. Tapi kalian tetap harus berpasangan selama sehari dengan di satukan dengan tali sepanjang satu meter. Lalu kalian akan diikuti oleh satu kameramen dan kalian tidak boleh bertengkar atau tali pengikat kalian akan di perpendek sepanjang 20 cm. dan kalian diperbolehkan melepaskan tali apabila kalian ingin ke toilet. Jadi mari tentukan pasangan kalian. Silahkan pilih eskrim dan dapatkan pasangan kalian" jelas MC panjang Lebar

"Oh, permainan itu mah gampang. Mereka kan ngga mungkin nyari masalah sama kita kan yah" ucap Cicy dengan keyakinan nya. Sambil mengambil salah satu eskrim dan memakannya

"Iya, gue juga yakin nya ngga mungkin berantem. Pasti gampang" kata Melisa sambil memakan eskrim yang telah dipilihnya

"Gue mah pengen dapetin V" Kata Soraya sambil memakan eskrim nya

"Apaan deh Aya, V itu dari boyband BTS Ya" Sahut Cicy

"Iya gue tau, ya suka-suka gue aja lah yah hehe"

"Iya deh semerdekanya dede Aya aja" kata Yulis

"Cicy apa eskrim kamu sudah habis?" tanya MC

"Yah"

"Siapa yang kamu dapatkan?"

Cicy membalik stick eskrim nya dan...

"maaf tapi aku tidak bisa membaca Huruf Hangeul"

" Kamu berpasangan dengan Kang Daniel, selamat"

"Apa!?" kata Cicy dan Daniel terkejut

Waduh bahaya nih kalo gue dapet si Kudanil bisa abis tuh tali gara-gara diperpendek terus mana bisa akur gue sih ~Batin Cicy

"Hyung aku mendapatkan Cicy, bagaimana ini?" tanya Minhyun sambil berbisik ke Jisung

"Daniel sedang tidak melihat jadi cepat kamu tukar, ini akan bagus bagi mereka jika mereka berbaikan"

"Baik hyung" kata Minhyun sembari menukarkan stick eskrim punya Daniel yang ditaruh diatas meja

"Daniel coba lihat siapa yang menjadi pasanganmu?" ucap MC

Daniel membalik stick eskrimnya dan...

"Cicy-"

"OMO!!! Kalian berjodoh" ucap Jisung sembari berlagak seolah terkejut

"Oke sekarang kita dapat pasangan pertama, Cicy dan Daniel kalian bisa mandi duluan dan setelah itu kemari lagi oke"

"Oke" ucap Cicy dan Daniel

"Awas ci, mandinya sendiri sendiri jangan berdua hehe" kata Nur yang kemudian mendapat pukulan dari Cicy

"Apaan sih lo itu ngeres mulu otaknya"

"Kayak lo ngga aja, dulu aja mengidolakan roti sobek nya Daniel oppa"

"Nur,,,"kata gue sambil menatap Nur dengan tatapan tajam

"Sudahlah kalau begitu kalian semua mandi dulu" titah MC

"Oke"

"Ada apa ini,,,hoam" kata Jihoon sambil menguap

"cepat mandi, nanti baru dijelaskan lagi"

"Baiklah,,,hoam"


                                             #####


Setelah mereka semua mandi,  Mereka pun berlanjut untuk mendapatkan pasangan masing-masing. Dan pada akhirnya nama pasangan dan juga fasilitas kendaraan yang didapat untuk tiap pasangannya di tempel di papan besar 


1) Cicy Aulia - Kang Daniel (Fasilitas : Motor Ninja)
2) Melisa Yulia Ningsih - Hwang Minhyun ( Fasilitas : Sepedah)
3) Tuti Adawiyah - Lai Kuanlin ( Fasilitas : Motor Matic)
4) Suryanti - Ong Seong wu ( Fasilitas : Sepedah listrik)
5) Park Jihoon - Bae Jinyoung ( Fasilitas : Becak)
6) Lee Daehwi - Park Woojin ( Fasilitas : Tidak ada fasilitas kendaraan)
7) Yoon Ji Sung - Kim Jaehwan - Ha Sungwoon ( Fasilitas : Mobil)


Cicy POV


Gue sama Daniel udah di ikat dalam satu ikatan. Dan kami diberikan kendaraan berupa sebuah motor Ninja. Gue dan Daniel memulai perjalanan pertama kali karena kita adalah pasangan pertama

"Niel lo mau kemana?"

"Ntah deh, inget yah jangan sampai berantem. Kalo ngga jarak kita semakin dekat"

"Iya ih ngga mau juga gue deket-deket sama lo!" kata Gue sinis

"Itu termasuk bertengkar, jadi tali kalian akan kami perpendek 20 CM" kata kameramen yang mengekori kami

"ngga gitu pak, orang maksud aku itu aku mau banget deket-deket oppa" kata gue sambil meluk Daniel dari belakang. Terus Daniel malah menambah kecepatan laju motornya. Yang membuat gue semakin memeluknya erat. Bahkan kameramen pun ngga bisa mengejar kami

"Lo sih cari masalah aja, bisa-bisa tali kita diperpendek tahu!"

"Yaudah sih iya maaf, eh kayaknya kameramen nya ngga ngikutin kita lagi deh"

"Beneran?"

"Iyah, emm,,,,Niel boleh ngga gue minta tolong?"

"Tolong apa?"

"Tolong anterin gue ke rumah pacar gue"

"Lo udah punya pacar gitu?"

"Yaudah lah masa secantik gue ngga punya pacar"

"Hadeh mulai lagi deh"

"Hehe maaf niel"

"Yaudah dimana alamatnya?"

"Di Jl Aidelways no 20"

"Oke gue kesana yah tapi tunjukin jalan nya oke, by the way emang lo mau ngapain sih?"

"Ngga tau juga, kangen aja gue sama dia"

"Gimana kalian bisa pacaran?"

"Ya gitu deh" kata gue yang dilanjutkan dengan menceritakan awal mula gue pacaran sama Sean

"Oh jadi gitu, lucu juga yah ceritanya"

"Lucu kok ngga ketawa, aneh anda tuh"

"Hehe, yang lucu itu ngga harus selalu diketawain tau. Emang lo pikir gue orang gila yang selalu ketawa setiap saat gitu?"

"Iya, hehe"

"Kok bisa mikir gitu?"

"Gue kan dulu suka sama Lo Niel karena itu gue jadi tau semua sikap dan kebiasaan lo dari setiap reality show"

"Terus sekarang lo ngga suka sama gue lagi gitu?"

"Ngga, mendingan Jihoon oppa. Baik nya jauh banget dari lo Niel"

"Okelah, lo bebas berpendapat. By the way thanks yah udah pernah ngedukung gue dan sukain gue"

"Iya Niel, gue tau gue emang baik menyukai orang gila kayak lo" kata gue sambil tersenyum, dan Daniel juga membalas senyuman gue yang gue liat dari kaca spion. Haduh sebenernya gue masih suka sama Daniel apapun yang terjadi

"Gue ngga mau jadi obat nyamuk di rumah pacar lo, jadi gue akan nungguin lo di cafe starbucks yah. Lo simpen nomer gue nih biar nanti pas lo udah selesai sama urusan lo, lo bisa nelfon gue"

"Iya" jawab gue sambil Mengambil Hp nya Daniel di kantong jaketnya. Dan kemudian gue menyimpan nomer dia di hp gue begitupun sebaliknya

                                                                                  

                                                                                       #####


Gue dateng kerumah Sean dan gue melihat rumah Sean sepi aja, terus akhirnya gue tanya ke security nya dimana Sean. Dan kata Security nya gue disuruh masuk aja, karena Sean ada didalam dan orang tuanya masih tugas di luar katanya. Setelah dapet perizinan gue pun langsung masuk kerumah Sean. Pas gue panggil nama Sean ternyata ngg ada yang menyahut akhirnya gue masuk ke kamar Sean dan yang gue liat adalah pacar gue lagi tidur. 

Duh gantengnya pacar gue ini, lagi tidur aja ganteng apalagi kalo bangun nih ~ batin gue

"Sean bangun" kata gue seraya membangunkan Sean dengan lembut sambil mengelus kepalanya

"Hmm,,,5 menit lagi"

"Bangun hey! Aku ngga punya banyak waktu"

"Apa? Kamu kenapa ngga bilang kalo kamu punya penyakit terus kamu mau ninggalin aku waktu aku lagi sayang-sayangnya" kata Sean sambil bangun dan lansung meluk gue

"Sean udah sadar belom sih? Maksud gue ngga gitu" kata gue sambil melepaskan pelukannya

"Maksud kamu? kok kamu bisa kesini?"

"Waktu aku ngga banyak karena aku kan ada reality show sama Wanna one jadi aku harus kemana-mana sama pasangan aku, nah beruntungnya karena Daniel bawa motornya cepet jadi ngga ke kejar deh sama kameramen. Jadinya aku bisa nemuin kamu di sini, dan bisa melepas tali yang mengikat kami berdua"

"Jadi pasangan kamu Mas Daniel?"

"Kang Daniel sayang, udah ah sana mandi dulu nanti kita baru ngobrol"

"Oh oke" kata Sean kemudian langsung beranjak ke kamar mandi


10 menit kemudian...


Sean udah selesai mandi dan udah keren banget lah pokok nya. Terus dia ngajak gue untuk pergi ke taman belakang rumah nya buat ngobrol. Kita pun duduk di kursi taman

"Ci gue peluk yah"

"Kenapa?"

"Gue kangen"

"Dih ngga mau ah" kata gue tapi dia maksa meluk gue

"Gue kangen banget sama lo"

"Tapi gue nya ngga" saat inilah hati dan mulut gue ngga sinkron

"Bodo! Intinya gue mau meluk lo terus"

"Udah ih, katanya mau ngobrol. Cepetan nih gue cuma dikasih waktu setengah jam sama Daniel, dan sekarang tinggal 25 menit lagi"

"Oke"

"Cepet mau ngomong apa?"

"Ci kalo gue suka sama lo beneran, kita pacaran nya beneran yaa?" tanya Sean

"Ngga juga sih, kalo mau pacaran pastiin dulu kalo dua-duanya saling suka. Dan yang pasti ada proses tembak-tembak kan gitu deh"

" lo suka ngga sama gue?"

"Emm,,," Gue berfikir sejenak

"Entah. Mungkin belum mungkin juga enggak...Liat Nanti aja deh"

"iih lo mah gitu, udah mikir lama pas dapet jawaban malah ngga enak didenger" kata Sean sambil cemberut

"Lagian kan lo bilangnya kalo, berarti kan belum pasti"

"Oh, Lo mau ditembak pake pistol air atau pistol beneran?" kata Sean dengan wajah serius

"Lo mau bunuh gue?" tanya gue kesal

"Emm"

"Liat Nanti aja deh" kata Sean sambil beranjak pergi namun gue tahan tangannya

"Apa?" tanya Sean dengan nada jutek

"Jelasin dulu!" kata gue Lebih jutek lagi
Sean langsung mendekatkan wajahnya dengan wajah gue yang bikin gue gemeteran 

Detik selanjutnya Sean memonyongkan bibirnya dan alhasil gue cuma merem..... dan setelah beberapa lama gue menunggu, ternyata ngga terjadi apa-apa hehe. akhirnya gue buka mata gue perlahan lalu Sean niup muka gue

Wush!!

"Ngarep di cium lo, merem gitu? Bibir gue nagih yaa?" goda dia

"Enggak! Orang gue kelilipan. Lo juga ngapain niup gue segala?"

"Katanya lo kelilipan yaudah gue tiup deh"

"Lagian yang bikin nagih itu baru bibirnya Guanlin"

"Lo udah pernah di cium Guanlin?"

"Udah dari kecil kali"

"Waktu gue cium lo, lo bilang itu first kiss lo"

"Biar dramatis aja gitu kayak di drama korea"

"..."

"Lagian first kiss gue masih utuh, yang gue liat dari film itu yang namanya first kiss itu bukan cuma di kecup tapi di lumat"

"...."

"Woy"

"...."

"Diem diem bae, ngopi napa ngopi"

"....."

"Hey"

"...." si Sean masih diem aja

"Hei tayo, hey tayo"

"Sini bibir lo!"

"Mau ngapain?"

"Kata lo harus di lumat"

"ngga ah lo mah ngga pro"

"Darimana lo tau kalo lo belum pernah nyoba?"

"...." kali ini gue yang diem

"Makanya sini coba, pasti mau lagi"

"Nggak mau, gue mah mau simpen first kiss gue buat calon suami gue"

"Siapa emang?"

"Kang Daniel"

"Ntar malem gue ke rumah lo"

"Mau ngapain?"

"Mau lamar lo, buat jadi istri gue"

"Ish gila ya lo"

"Iya gue gila, karena lo. Puas!?"

"Ih bukan gitu Sean tapi janji adalah janji jadi gue ngga bisa kasih first kiss gue ke lo, sebelum Daniel kiss gue"

"Tapi itu kemustahilan ci, terus kapan gue dapet jatah?" tanya Sean sambil bentak gue dan menggenggam tangan gue dengan kasar

Syukur deh kayaknya Sean ngga liat waktu kejadian yang Daniel ngga sengaja nyium bibir gue di lapangan ~batin gue

"Ssssh sakit Sean" kata gue sambil berusaha melepaskan genggaman dia

"Bodo!! Kasih gue jatah sekarang!" bentak dia sambil menarik tengkuk gue secara paksa

"Ngga!" tolak gue dan alhasil tangan gue mendarat di pipinya

Sean cuma megangin pipi dia, sedangkan gue udah nangis kejer karena perlakuan dia. Dan parahnya dia bukan nya minta maaf tapi malah ninggalin gue sendiri. Dan akhirnya gue nelfon Daniel sambil berjalan keluar rumah Sean. gue ngga perduli walaupun maaih ada waktu 15 menit yang diberikan Daniel buat gue nemuin si Sean


On Calling


"Niel lo dimana?... Hikss.."

"Lo kenapa? Lo nangis? Lo dimana?"

"Gue,,jemput gue,,,Niel,,,cepetan...hikss..hiks."

"Tunggu di situ gue otw" titah Daniel

Call ended


                                                                                       #####


Setelah Menunggu, 5 menit kemudian Daniel dateng dan langsung menyuruh gue buat memasang talinya kembali. Dan setelah memasang tali lagi Daniel langsung menjalankan motornya dengan kecepatan sedang. dan setelah itu dia berhenti di sebuah Mall dan kami pun memasuki mall tersebut dan duduk disalah satu Cafe

"Lo kenapa?"

"Niel,,,hiks,,,hiks"

"Pindah ke pojok sana yuk" Ajak Daniel karena banyak orang yang ngeliatin dan coba untuk memotret kita. Alhasil gue cuma mengikuti perkataan Daniel untuk pindah ke meja paling pojok yang terdapat seperti penutup.

Setelah kami pindah tiba-tiba seorang pelayan datang dan memberitahu kami sesuatusesuatu

"Maaf Mas dan Mba tapi ini adalah khusus VIP dan bayaran nya juga berbeda" Jelas pelayan tersebutTanpa menjawab Daniel langsung memperlihatkan kartu ATM yang berwarna Hitam dan Gold. Dan setelah itu pelayan itu pun pergi

"Niel,,,hiks,,,hiks,,,,kita di meja biasa aja juga ngga masalah kok"

"Gue tau lo ada masalah, kalo disinikan lo bebas cerita ke gue"

"Makasih Niel,,, hiks,,, hiks"

Gue belum berhenti menangis, dan tanpa gue sadari sekarang gue udah ada di dalam pelukan nya Daniel. Dan itu nenangin banget buat gue

"Kamu kenapa?" tanya Daniel sambil mengelus Rambut gue seraya menenangkan gue

"Aku, aku, pacar aku maksa aku buat nyium dia dan kasih dia first kiss...padahal aku udah jelasin kalo misalnya aku tuh udah terlanjur janji sama diri aku sendiri kalo aku akan menyimpan first kiss aku untuk Kang Daniel,,,ups-" kata gue namun terhenti karena gue sadar kalo gue ngomongin kayak gitu di depan orangnya langsung

"Bhuahhahaha" Daniel ketawa gaes

"Ma-maaf Niel aku ngga bermaksud"

"Iya ngga masalah kok, lagian kamu itu aneh aneh aja janjinya. Gimana kalo kamu ngga akan pernah ketemu aku. Lagian juga emang udah pasti aku nya mau nyium kamu dan kasih kamu first kiss aku?"

"Iya, aku tau aku bodoh. Ngga mikir dulu, tapi pacar aku juga seharusnya ngertilah. Tapi dia malah kasar, dan aku ngga suka"

"Hahaha,,,kamu lucu tau ngga. Apa kabar suami kamu nanti, kalo misalnya sampe kamu nikah kamu ngga dapetin first kiss dari aku. Bisa bisa kamu ngga pernah nyium suami kamu gitu" 

"Iya udah sih Niel, aku tau aku bod-" 


Chup!

kata kata gue terpotong karena tiba-tiba aja Daniel nyium bibir gue sekilas dan setelah itu dia natap gue intens. Daniel natap mata gue dan kemudian natap bibir gue secara bergantian. Dan dia sudah mendekatkan wajahnya ke gue

"Mas ini pesananny- ups maaf saya ngga lihat apa apa kok" kata pelayan nya sambil menutup mata dan gelapan terus gue ketawa

"Ini kok yang kepergok sama yang mergokin nya lebih panikkan yang mergokin yah haha" kata gue sambil terkekeh

"Hehe,,,sudah sana pergi" titah Daniel sambil terkekeh. Dan pelayannya pun langsung pergi

"Wah enak nih eskrim nya ada buah nya lagi" kata gue yang melihat Dua Cup eskrim versi besar 

"maaf"

"Iya Niel lagian itu bukan nyium sih, sama aja kayak waktu kecelakaan di lapangan itu" gumam gue

"apa?"

"Iya ngga masalah Niel,,, ayo makan eskrim nya keburu meleleh"

"Iyah,,, hehe"

"Ini enak banget sumpah" kata Gue sambil menoleh kearah Daniel

"Ada eskrim tuh dibibir kamu"

"Dimana? Disini?" tanya gue sambil mengelap pipi gue. Yaiyalah karena malu image gue jatoh di depan doi gue jadi ngga fokus

"Bukan disitu, tapi bibir. Kamu ngga bisa bedain yah mana bibir mana pipi? Hehe"

" Gue lagi ngga fokus" kata gue sambil hendak membersihkan sisa eskrim di bibir gue menggunakan tangan gue. Tapi tangan gue tiba-tiba ditahan sama Daniel

"Biar gue aja sini"

Daniel menarik wajah gue untuk mendekati wajahnya dan akhirnya bibir kami bertemu. Tidak hanya berhenti sampai situ tapi Daniel juga melumat dengan lembut bibir gue. Dan gue nya cuma terdiam kaku ngga tau harus ngapain lagi. Setelah Dua menit Daniel membuka matanya dan melihat ke arah Tembok Restaurant itu yang ternyata adalah kaca tembus pandang

"Sial! Kita direkam ci" kata Daniel

"Apa!?"

"Ayo pergi"

"Iya, Niel"

Gue sama Daniel pun pergi meninggalkan tempat itu dan langsung menuju ke taman hiburan dan ternyata disana ada banyak kameramen. Dan setelah kita melihat sekitar ternyata seluruh personil Wanna One ada disana semuanya

"Ci lo dari mana aja?" tanya Nur

"Dari Restaurant, laper gue"

"Eh tapi kok bibir lo bengkak yah, yakin dari Reataurant?"

"Hah!? Emang keliatan bengkak yah?"

Akibat teriakan gue seluruh personil pun menoleh ke arah gue

"Maaf" kata Daniel

"Ih kok Daniel minta Maaf? Wah jangan jangan kalian-"

"Gue nyerah, gue ngerti gue masih 17 tahun jadi masih dibawah umur" ujar Yulis

"Apaan sih ngga kok, tadi itu abis makan pedes jadi bengkak gini deh hehe"

"Ci naik Ferris wheel yuk!" Ajak Jihoon oppa sambil menarik ke Wahana Tersebut

"Oppa aku takut"

"Ada oppa jadi tenanglah,,,eh sebentar ini pasti akan lucu untuk kamu, kita ketempat itu yuk" sekarang Jihoon oppa menggandeng tangan gue untuk pergi ke Toko souvenir

Jihoon oppa memasangkan bando dengan tanduk rusa ke kepala gue, dan gue pun memasangkan bando dengan kuping kelinci ke jihoon oppa

"Awh so cute!!" kata kami berdua setelah melihat satu sama lain. Jihoon oppa memutuskan untuk membelinya, bahkan gue pun dibayarin

"Gomawo oppa"

"Iya sama-sama"

"Ayo jadi naik Ferris wheel nya ngga?"

"Ayo" kata Jihoon oppa sambil tersenyum manis banget. Nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustakan? Haduh

Gue naik Ferris Wheel sama Jihoon oppa berdua doang, sedangkan yang lainnya naik sekitar 6 orang. Tapi Jihoon oppa ngga mau ramean katanya takut berat jadi ngga muter deh. Iyain aja yah orang ganteng mah bebas berpendapat.

"Oppa pemandangan nya bagus banget yah"

"Iya, oppa suka banget. Sini deh kamu pindah ke sebelah oppa. Dari sisi oppa pemandangan jauh lebih bagus"

"Ngga ah, aku takut ngga seimbang. Nanti malah miring"

"Percaya sama oppa, ngga bakalan begitu deh"

"Oke deh oppa" kata gue sambil pindah ke sebelah oppa

"Tuhkan bagus, tuh lihat sebelah sana" kata Jihoon oppa sambil meluk gue tapi sambil nunjuk ke satu arah

"Oppa modus" kata gue sambil menjauh dari oppa

"Ngga ih, sini deketan sama oppa" kata Jihoon oppa sambil meluk gue dan membiarkan kepala gue bersandar di bahu nya. Dan jihoon oppa juga meluk gue sambil ngelus rambut gue

"Cicy ada masalah apa? Cerita aja sama Oppa"

Deg!Deg!Deg!

Kok Jihoon oppa tau sih kalo gue lagi ada masalah, emang di kening gue tertulis gitu?

"Ng-ngga kok oppa"

"Coba jujur sama oppa, siapa tau oppa bisa bantu"

"Hiks,,,hiks,,,ngga kok oppa"

"Terus kenapa nangis?"

"Ngga apa apa kok oppa, cuma Cicy terharu aja karena ada yang meluk Cicy"

"Kamu udah punya pacar?"

Kok Jihoon oppa tiba-tiba nanya begitu yah? Apa jangan-jangan dia suka sama gue ~batin gue

"Ngga tau sih oppa"

"Kok ngga tau sih?"

"Iya, aku tuh punya cuma aku kecewa aja sama perlakuan kasar dia. Jadi kayak nya aku bakalan minta putus deh"

"Yakin alasan kamu putus karena itu? Bukan karena hal lain?"

"Iya oppa, emang hal lain apaan sih?"

"Bukan karena Daniel udah nyium kamu?"

"Apaan sih oppa, ngga kok" kata gue sambil menjauh dari pelukannya Jihoon oppa. Karena gue malu

"Masa sih? Tapi sikap kalian itu aneh tau dari waktu kalian dateng kesini"

"Hish oppa itu, jadi oppa deketin aku karena oppa mau cari tau yah?"

"Ngga kok, itu karena oppa nyaman sama kamu. Kamu orangnya asik"

"Oppa kalo hubungan oppa sama Guanlin apa?"

"Teman"

"Yakin?"

"Yha! Kamu ini sama menyebalkan nya seperti orang lain sana cepat turun. Akan ku bukakan pintunya untuk kamu. Dan aku persilahkan kamu untuk terjun"

"Ih oppa kok jadi kejam sih"

"Lagian kamu ini, kamu percaya dengan gossip yang beredar? Aku dan Guanlin masih normal kali"

"Oh begitu"

"Lin lin"kata Gue sambil melambaikan tangan Karena Guanlin berada di bawah

"Hati-hati ci" teriak Guanlin dari bawah

"Hubungan kalian apa?"

"oppa jangan cemburu yah"

"Apa kamu tahu rasanya jatuh dari ketinggian 1000 kaki?"

"apa maksud oppa? oppa mau mendorong aku dari sini? Oppa jahat!"

"Lagian kamu mulai lagi aja"

"Mianhae"

"Baiklah" kata Jihoon oppa sembari mengelus dengan lembut rambut panjangku

"Aku dan Guanlin adalah teman kecil"

"Hanya sebatas itu?"

"Yah"

Seluruh anggota Wanna One beserta gue dan 3 sahabat gue sudah menikmati semua wahana permainan yang ada di tempat ini.

"Kang Daniel, Park Jihoon, Bae Jinyoung, Cicy Aulia harap menuju ke sumber suara" Kami mendengar dari pengumuman dari tempat tersebut.

"Oppa seperti nya nama kita di panggil" gue memberi tahu Jihoon oppa yang saat ini sedang bersama gue. Kami sedang menikmati wahana istana boneka.

"Apa kita perlu menghentikan permainan ini?" kata jihoon oppa sambil berdiri dari perahu yang kita tumpangi untuk mengelilingi istana boneka. Dan itu membuat perahu kami tidak stabil

"Oppa! Nanti kita jatuh,,,hiks,,,hiks" teriak gue sambil menangis karena takut. Tapi tangan gue sambil menarik tangan jihoon oppa agar dia mau duduk diam

"Kamu menangis?" tanya Jihoon oppa sambil menyeka air mata yang jatuh dipipi gue

"Oppa kau membuatku takut!" kata gue sambil memukul Jihoon oppa

"Mianhae" kata jihoon oppa sambil wink dan tersenyum manis ke gue. Gue tuh ngga sanggup kalo dapetin anugerah yang berlebihan kayak gini. Bisa diabetes gue

"Yaudah, tunggu aja sampe rute nya selesai"

"Oke"

Setelah kami selesai kami pun bergegas pergi ke sumber suara yang masih memanggil nama gue dan Jihoon oppa tanpa henti. Setelah gue dan jihoon oppa sampai disana sambil bergandengan tangan gue pun melihat seluruh anggota Wanna One termasuk 3 sahabat gue sudah berkumpul dilapangan.

"Park Jihoon, Bae Jinyoung,Kang Daniel, Cicy aulia. Cepat maju kedepan"

"Oppa ada apa ini?"

"oppa juga tidak tahu"

"Kalian tahu apa kesalahan kalian?" tanya pembawa acara

"Any" jawab kami berempat

"Kalian lihat seluruh anggota kecuali kalian masih memakai apa?"

"Astaga aku lupa!" kata kami

"Karena selama dalam permainan kalian melepaskan tali pengikat kalian jadi tali kalian akan diperpendek sependek-pendeknya"

"Apa!?"

"Ya, tali kalian hanya tersisa satu senti dari tangan pasangan masing-masing dan tali ini harus kalian pakai sampai besok begitupun yang lain nya"

"Lalu bagaimana aku akan tidur?" tanya gue

"Tentu saja bersama Daniel"

"Tapi dengan jarak tali sedekat ini akan sulit bagi kami untuk bergerak"

"Kenapa kalian tidak memikirkan hal itu saat kalian berniat untuk melepaskan tali kalian?"

"Ini semua salahmu Jihoon oppa" gumam Jinyoung oppa

"Yha! aku hanya merasa nyaman dengan Cicy apa itu salah"

"Sangat salah!" teriak Daniel dan Jinyoung

"Mianhae" kata Jihoon oppa sambil menunjukan ekspresi menyesalnya

"Sudahlah oppa tidak salah"

"Gomawo" kata Jihoon oppa sambil hendak menarik gue ke dalam pelukannya

"Sudah jangan buat masalah lagi"kata Daniel sambil menarik gue menjauh dari Jihoon oppa

 

                                                                                 #####

 

Saat malam tiba gue tidur bersama Kang Daniel dalam satu ranjang karena tali kami yang sangat pendek otomatis setiap pergerakan Daniel berpengaruh terhadap pergerakan tangan gue. Dan saat Daniel tidur dia mengiggau dna menaruh tangan dia pada Pada Dadanya dan otomatis tangan gue terangkat dan menyentuh abs nya Daniel oppa dan saat gue merasa aneh dengan apa yang ada di bawah tangan gue. Gue pun meraba untuk memastikan

"Ash,,,," suara Daniel di sela tidurnya. Dan hal tersebut membuat gue terbangun dan terduduk bersamaan dengan Daniel oppa

"Yha! Apa yang kamu lakukan?"

"Mianhae, lagian kamu suruh siapa menaruh tangan kamu diatas dada kamu dalam posisi tangan kita yang terikat dan membuat tangan aku menyetuh abs kamu" omelan gue

"Ah yasudah, aku ingin ke kamar mandi"

"Astaga Niel, apa kamu terangsang?" Goda Sungwoon oppa yang melihat kami dari ranjang atas. Dan itu sontak membuat Gue, Nur, Minhyun, Sungwoon, Jisung Dan Jaehwan yang tidak lain adalah penghuni kamar yang sama melihat kearah punya nya Daniel. Ketika menyadari itu Daniel langsung mengambil selimut dan menutup bagian tersebut

"Cepat aku ingin ke kamar mandi" kata Daniel oppa sambil menutup bagian tersebut dengan menggunakan selimut

"Ih aku tidak ingin ikut " tolak gue sambil menutup mata gue dengan tangan gue

"Ayolah, apa kamu mau tali kita di perpendek lagi?"

"Tidak tapi,,,"

"Sudah lah ambilkan aku penutup mata itu"

"Baiklah" kata gue sambil mengambil penutup mata yang ada di bawah bantal Daniel. Lalu memberikan padanya

"Mendekatlah sini"

"Apa!?"

"Niel apa yang akan kau lakukan pada gadis kecil itu?" tanya Sungwoon oppa

"Diam lah hyung fikiranmu terlalu kotor, sini pinjamkan aku earphone dan juga handphone hyung"

"Nih"

"Cicy sekarang kamu pakai earphone ini selagi aku memasangkan penutup matamu"

"Baiklah"

"Sekarang ikuti aku dan genggam tanganku"

"Niel apa yang ingin kau lakukan" kata gue sambil menuruni tempat tidur kami dengan di tuntun oleh Daniel karena mataku tidak bisa melihat

Dug!!

"Awh" kata gue sambil meringis kesakitan.

"Hey berjalanlah dengan matamu"

"Bagaimana bisa jika mataku tertutup seperti ini"

"Ayo cepat lah" kata Daniel oppa sambil menggendong tubuh gue dan gue merasa kalo gue di bawa lari. Dan saat gue turun dari gendongan Daniel gue merasakan air di bawah kaki gue. Dan sekarang gue sadar kalo gue diturunin di kamar mandi

"Oppa apa-apaan ini, kenapa aku di ajak kesini?"

"Diam saja jangan membuka penutup mata, dan sini" Kata Daniel oppa sambil mengeraskan volume musik yang sudah terpasang di telinga gue

Entahlah apa yang Daniel lakukan saat ini tapi tnagan gue selalu ketarik dari pergerakan tangan Daniel. Dan setelah 5 menit tubuh gue pun langsung digendong kembali dan kali ini penutup mata gue dan dan earphone gue sudah dilepas.

Dan setelah sampai kamar kami pun kembali tidur

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Remember this story?

belle_123
2019-01-08 12:44:05

Aku suka banget, cuma rada bingung soalnya antara bahasa baku atau nggk. But over all aku suka
Mention


minata123
2019-01-08 12:35:35

Cerita nya bikin nagih. Sean Panutan que
Mention


ellevania11
2019-01-04 09:08:35

Oke gue paham kenapa nie cerita gantung dan singkat di ending. Pasti karena &quot;kalo cerita udah komplit di web sini terus buat apa lagi di jadiin novel&quot; pasti begitu kan thor? Sukses terus thor
Mention


metha
2019-01-01 22:56:03

Sumpah demi bapak y biskuit khong guan yg blm prnh terungkap. W penasaran bangetz kenapa Sean mati? Ah elah thor lu g seru dah sumpah, ini perasaan thor bukan jemuran jdi tolong jgn digantung, ah penasaran!!!spoiler dong thor :( klo g coba aja tawarin ke penerbit lain y sapa tau aja diterbitkan. Soalnya menurut w sih ini keren. You did a great job!!
Mention


slazax
2019-01-01 22:45:33

I really like this!!
Mention


lovely
2019-01-01 21:42:45

Not bad????
Mention


yogapratama
2018-12-14 22:32:35

Berulang kali gua baca ni cerita tapi sampe skrgpun gua masih blom bisa nemuin penyebab kematian si Sean, Nah! gue juga aneh sendiri,kan gua cwo ya tapi masa gua malah penasaran sama si Sean) tpi gua si dukung ae kl ni cerita bisa jadi novel. Emg menarik ko dan masih bnyk juga kan cerita yg blom author jelaskan. Dan kl emg mau diterbitkan tinggal revisi aj ganti ke kata baku atau ngga baku Sekalian. Cuma saran dari gua sih
Mention


avalolly
2018-12-14 22:20:11

Kalo sya jadi Cicy pasti sya akan buat Sean masih hidup dan menjadikan dia sebagai jodoh. Memang si tdk semua cerita harus happy ending tapi sya greget aja gitu. Sya tau ko kalo tokoh nya menggunakan nama author sendiri. Sya tau persis itu semua pasti karena author Cicy ini tdk mau jika akan menimbulkan masalah karena ada pihak yang tersinggung kan? Tetap semangat author jangan mikirin Sean trus, mending urusin suamimu si kang daniel XD.
Kalo jadiin novel lucu sih sya pribadi masih penasaran

Mention


jny
2018-12-11 11:12:09

Best!!
Mention


M_ercy
2018-12-11 11:05:37

Cover nya menarik sumpah!!
Mention


Page 1 of 4 (39 Comments)

Recommended Stories

Puisi, Untuk...

Puisi, Untuk...

By pepentha

4K+ 1K+ 7
Hati dan Perasaan

Hati dan Perasaan

By YufegiDinasti

386 305 7
Rahasia Kita

Rahasia Kita

By febyolanda13

846 606 10
THROUGH YOU

THROUGH YOU

By raissa2606

355 282 10
Will Gates

Will Gates

By wishtobefairy

316 241 4
Anne

Anne's Pansies

By murphy

1K+ 545 8