Pesawat yang ditumpangi Zaidan dan Hazel dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, baru saja mendarat selamat di Bandara Ngurah Rai, Bali. Dan kini keduanya tengah mematung sambil memandangi dua mobil mewah yang berhenti tepat didepan mereka. Satu diantaranya adalah mobil  Lamborghini Aventador S Roadster  berwarna biru, satunya lagi mobil Avanza dengan warna hitam. Seorang pria dengan setelan jas hitam keluar dari mobil sport Lamborghini, menghampiri Zaidan untuk menyerahkan kunci mobil seraya membungkukkan badannya. Dan satu pria yang lebih tua tersenyum setelah membungkukan tubuhnya didepan mobil Avanza hitam.

Kedua bodyguard itu kompak membungkuk. “Kami akan mengawal sesuai perintah Tuan Mahendra.”

“Wow!”

Mata Hazel membulat kagum saat melihat mobil super nan premium itu terparkir tepat didepannya. Berkilau dengan indahnya, seolah menggoda untuk disentuh dan dinaiki siapapun yang melihatnya. Satu-satunya mobil yang berhasil membuat rahang Hazel kaku karena terpukau. Dan yang membuat dia lebih terpukau saat tahu kalau mobil ini ternyata hadiah dari kakek Zaidan untuk sang cucu yang didapatkannya limited edition atau satu-satunya mobil yang diluncurkan di Indonesia pada tahun 2018.

 “Siapa mereka?” tanya Hazel.

Zaidan menoleh dan tersenyum tanpa kata. Membuka atap mobil unduk mendapatkan udara segar secara langsung. “Orang suruhan grandpa, kakekku.”

 “Karena kamu sudah masuk dalam duniaku, maka aku akan memberi tahumu sebuah rahasia. Aku merupakan keturunan terakhir dari milliarder yang memiliki banyak hotel dan resort di Bali dan kota lainnya. Kamu pasti sudah pernah mendengar namanya, Gusti Surya Mahendra, dia kakekku.”

Hazel membuka mulutnya tanpa suara. Tenggorokannya terasa tercekat karena fakta akan kehidupan pribadi seorang Zaidan Abriana. Dia benar-benar bentuk nyata dari pangeran dalam cerita dongeng rakyat yang melegenda. Struktur keturunan, kekayaan, dan kehidupan yang biasa terjadi film atau novel fiksi. Jika dunia yang dia tempati ini nyata adanya, sudah pasti Hazel akan menjadi wanita paling beruntung didunia karena memiliki kekasih sesempurna Zaidan Abriana.

“Wah, aku benar-benar terkejut. Amat sangat merasa terhormat mendapat undangan makan malam dari seorang milliarder. Apakah aku termasuk wanita paling beruntung karena berhasil mengencani cucu dari keluarga Mahendra?”

Zaidan tersenyum dengan pandangan mata lurus kedepan. “Mereka bilang kamu adalah wanita paling beruntung karena telah berhasil mendapatkan aku. Sebenarnya akulah orang paling beruntung didunia karena telah mendapatkan kamu.” Dia menoleh sekilas dan kembali fokus menyetir. “Aku malu jika harus membanggakan harta kekayaan keluargaku. Tak ada keringatku disana, jadi aku tidak bisa bangga diri. Meski beberapa tahun belakang ini pekerjaanku sedang bagus, tapi masih belum sesukses kakekku. Pekerjaanku hanyalah jurnalis sekaligus presenter berita, bayarannya sama seperti orang lain.”

“Lalu bagaimana dengan fasilitas lengkap diapartmenmu?” tanya Hazel mengingat akan kemewahan apartmen Zaidan.

Pria itu tersenyum seraya menggaruk tengkuknya malu. “Aku menerbitkan  beberapa buku yang berhasil menjadi best seller. Dan penghasilan terbesarku adalah bisnis dibidang kuliner, dimana aku memiliki beberapa restoran dihotel-hotel milik keluargaku. Mereka setuju akan pilihanku sebagai jurnalis dan membebaskan aku untuk memilih jalan ke masa depan. Karena tak memiliki waktu banyak untuk ikut membangun bisnis keluarga, maka dari itu aku menerima tawaran untuk memegang kendali direstoran. Atau lebih tepatnya aku mengeluarkan modal untuk membuat restoran.”

Hazel berdecak kagum dan bertepuk tangan. “Aku kira keluargamu akan mengekang dan memaksamu meneruskan bisnis keluarga.”

“Tidak ada perjodohan demi bisnis keluarga, pembatasan pergaulan, pekerjaan, dan hal-hal yang mengikat lainnya. Bahkan aku diberi kuasa untuk menikahi gadis yang aku suka. Itulah alasan kenapa aku membawamu ke Bali.”

“Makan malam?” tanya Hazel. Karena sejak awal dia tahu kalau keluarga Zaidan mengundang mereka untuk makan malam.

Zaidan mengangguk dengan senyuman rupawan. “Makan malam hanya simbolis saja. Niatku membawamu kedalam kehidupan pribadiku tak lain untuk membuktikan bahwa aku serius akan hubungan kita.”

Zaidan mengambil kacamata hitam dilaci dashboard yang ditaksir bernilai US$700 atau Rp.10.000.000,00. Tanpa berkata-kata dia menekan tombol untuk membuka atap mobil. “Hari ini panasnya terik, tapi udaranya cukup sejuk. Apakah kamu suka?”

Hazel mengembuskan nafasnya dan menoleh kearah Zaidan dengan mata menyipit. “Suka, tapi––” Bibirnya seketika kelu setelah melihat wajah  Zaidan dibawah sinar matahari. Saat Zaidan kembali membuka kacamatanya, saat itu pula manik mata Zaidan bersinar terang. Warna mata cokelat yang biasa Hazel lihat kini berubah menjadi kehijau-hijauan. “Terlalu indah.”

“Ya. Pemandangannya memang indah.”

Hazel menggeleng dengan mata masih berpusat pada wajah Zaidan. “Aku tidak sedang berbicara tentang pemandangan, tapi aku sedang membicarakanmu.”

“Apa maksudmu? Apa yang sedang kamu bicarakan?”

Perempuan itu mengerjapkan matanya saat Zaidan menangkap basah dirinya tengah memandangi visual Zaidan. “A-ah, perasaan apa ini?” memegangi dadanya yang berdegup kencang. “Aku tidak mungkin jatuh cinta hanya karena ketampanan seseorang. A-aku tidak boleh seperti itu.”

Zaidan tersenyum setelah kembali memasang kecamata hitamnya. “Tak ada salahnya menyukai kelebihan orang lain, sejauh itu tidak membenci kekurangannya.”

“Tapi sulit untuk mencari kekurangan dari dirimu,” ujar Hazel sedikit bergumam.

“Tak baik mencari kekurangan orang lain. Hal itu hanya akan membuang waktumu dan menyakiti dirimu sendiri. Kamu akan kecewa dan tak bisa menyalahkan orang lain akan tindakanmu itu.”

Apa yang dikatakan Zaidan memang benar adanya. Mencari celah untuk menemukan kekurangan orang lain hanya akan menyakiti dirimu sendiri. Jika kamu cukup bahagia akan seseorang, tak sepantasnya kamu mempermasalahkan kekurangannya lagi. “Masalahnya, apakah aku pantas dicintai orang sesempurna dirimu?” tanya Hazel.

 “Seperti yang aku katakan sebelumnya kalau saat ini aku tengah memakai berlapis topeng untuk menutupi kekuranganku. Kekurangan yang aku bicarakan tak kurang dari kelebihanku. Tak ada makhluk yang sempurna, termasuk diriku.”

“Apapun alasannya, kamu tidak boleh mencintaiku terlalu dalam.” Saran Hazel mengingat akan fakta telah terjadi sebenarnya. “Jika suatu saat kamu menemukan sesuatu dalam diriku yang membuatmu kecewa, kamu akan terluka.”

Zaidan menoleh dan menatap Hazel dengan tatapan tidak . “Berhenti berbicara omong kosong, Hazel. Aku benci jika kamu terus mempertanyakan tentang cinta kita. Tidak bisakah kamu diam dan menikmati pertunjukannya saja? Aku yang akan memerankan kesatria untuk wanita yang aku cinta. Jika kamu tak bisa melakukan timbal balik, lebih baik diam dan terima apa yang aku beri.”

Hazel terdiam dengan wajah tertunduk. Masih mencoba untuk menahan tangis yang lebih dahsyat lagi. Jemarinya sibuk meremas jemarinya yang lain. “Aku hanya tak ingin kamu terluka nantinya.”

“Justru sikapmu ini yang membuatku terluka, Hazel. Ada apa dengan dirimu sebenarnya? Sebelumnya kamu tidak pernah membahas hal-hal konyol seperti ini. Jangan buatku berfikir yang tidak-tidak, Hazel.”

Bibir Hazel tersungging miris. “Berfikir yang tidak-tidak? Seperti aku yang meragukan perasaanku sendiri? Mengkhianati dirimu? Atau kemungkinan kalau kekasihmu ini hanya berpura-pura mencintaimu?”

“Cukup, Hazel!” bentak Zaidan. “Jangan mengkhawatirkan hal-hal yang akan terjadi dimasa depan. Sekalipun kamu tak lagi ada untukku. Sekalipun tak ada lagi sisa cintamu untukku, aku akan tetap mencintaimu.”

Haruskah Hazel bangga dan bahagia akan hal itu? Karena faktanya dia bukanlah Hazel Star yang Zaidan cintai. Dan apa yang dikatakan Hazel sebelumnya murni dari hatinya yang paling dalam. Dia takut jika suatu saat nanti Zaidan kecewa dan terluka akan cintanya sendiri. Karena mau bagaimanapun Hazel harus mengungkapkan segalanya; tentang jati dirinya, perasaannya, dan tentang The Eternal Love.

Hazel menangis terisak.

“Kamu hanya boleh menangis jika ada aku. Hanya tanganku yang boleh menghapus air matamu.” Zaidan mengusapkan ibu jarinya dipipi Hazel lembut.

“Memangnya siapa dirimu yang berhak mengatur tangisku?” sarkas Hazel sengit.

“Berhenti menangis, Hazel!”

“Aku tidak bisa!”

Ciiittttt!

Zaidan menginjak pedal rem tiba-tiba. Hal itu sukses membuat beberapa mobil dibelakangnya ikut berhenti juga. Dan dengan gerakan cepat dia melepas sabuk pengaman dan menarik leher Hazel. Sepasang mata Hazel terbelalak saat merasakan sepasang daging kenyal mendarat diatas bibirnya. Tak ada perlawanan atau penolakan, Hazel hanya bisa diam pasrah setelah tangan Zaidan menahan tengkuknya.

Glup!

Perempuan itu terdiam setelah menelan salivanya sendiri. Suhu tubuhnya naik tiba-tiba, diiringi dengan detak jantungnya yang menari dengan indahnya dan juga desiran darah yang bergelora. Ini adalah ciuman pertamanya. Dan karakter yang hidup dari sebuah novel fiksi telah merebut hal itu darinya. Walau sebelumnya Hazel pernah mendapatkan itu dari Zaidan dari dalam mimpi kala itu, tapi Hazel tetap tidak menyangka dia akan merasakannya secara langsung.

Ini benar-benar terasa nyata. Saat Zaidan mendaratkan bibir itu diatas miliknya, seketika tubuh Hazel merespon dengan desiran darah yang terasa membuncah. Seperti ada sesuatu yang hendak meledak dalam dirinya. Dan perasaan itu hadir berbarengan dengan perasaan geli seperti ada beribu kupu-kupu yang berterbangan didalam perutnya. Andai tidak sedang duduk diatas kursi mobil, sudah dipastikan lutut Hazel akan melemas dan jatuh bertumpu ditanah.

“Tangismu membuatku terluka, Hazel.” Zaidan berbisik tepat diwajah Hazel setelah berhasil melepaskan tautan bibir mereka. “Aku cemburu, aku ingin menangis juga.”

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

Khadijah
2018-10-09 14:46:27

Wah, bagus nih. Serasa baca novel thiller Amerika. Kalo difilmkan ini keren, baru setengah jalan padahal, gak sabar kelanjutan ceritanya.
Mention


Dewi_One
2018-10-08 09:09:18

Nice... Wahh daebakkk
Mention


Dewi_One
2018-08-19 19:16:47

Gak sabar nunggu kelanjutannya. hihi
Mention


Nick_Judi87
2018-08-19 19:10:54

Plot twist nih, keren. Semangat nulisnya. Ditunggu kelanjutan ceritanya. Good Luck.
Mention


dede_pratiwi
2018-08-12 21:25:06

nice prolog, cant wait next episode
Mention


Page 1 of 1 (5 Comments)

Recommended Stories

Dalam Genggaman Doltar

Dalam Genggaman Doltar

By FU

687 509 8
THROUGH YOU

THROUGH YOU

By raissa2606

577 450 14
Will Gates

Will Gates

By wishtobefairy

433 321 6
Anne

Anne's Pansies

By murphy

1K+ 833 8
Between Clouds and Tears

Between Clouds and Tears

By Zahrahardian

468 378 6
Rahasia Kita

Rahasia Kita

By febyolanda13

1K+ 758 13