Pengawas lalu lintas lapangan udara Internasional Jenewa sedang menikmati makan siangnya, ketika Inspektur Weagment mendobrak pintu kantornya dengan paksa. 

            "Jet Puggy!" Inspektur Weagment berseru, "ke mana pesawat itu pergi!?"

            "Apa ada sesuatu yang tidak beres?" petugas itu tergagap, berusaha melindungi kerahasiaan kliennya. 

            "Sangat tidak beres. Katakan, kapan pesawat itu lepas landas?!"

            "Maaf, Sir. Peraturan di sini mengatakan--"

            "Baik," Inspektur Weagment menyela, "aku menangkapmu karena membiarkan sebuah pesawat pribadi terbang tanpa mendaftarkan rencana terbangnya." Inspektur Weagment memberi isyarat kepada salah satu anak buahnya, untuk menahan petugas menara itu.

            "Tunggu!" pengawas itu merengek ketika melihat borgol. "Aku hanya dapat mengatakan sampai di sini. Kontak radar terakhir dengan pesawat Miss Puggy menunjukkan Inggris Raya. Miss Puggy punya hanggar pribadi di Bandara Eksekutif Biggin Hill. Terkaanku dia dan Miss Flora pergi ke sana."

            "Apa Biggin Hill tujuannya kali ini?"

            "Aku tidak tahu," jawab pengawas itu jujur, "Miss Puggy tidak pernah memberitahu tujuannya pergi. Dan kali ini agaknya dia pergi mendadak sekali."

            Inspektur Weagment melihat sekilas pada jam tangannya, dan menatap ke luar menara pada beberapa pesawat yang terparkir berpencaran di depan terminal. "Jika mereka pergi ke Biggin Hill, berapa lama mereka di udara?"

            Pengawas itu mencari-cari pada catatannya. "Itu penerbangan singkat. Saya rasa mereka sudah tiba dua puluh menit yang lalu."

            Inspektur Weagment mengertakan gigi. "Cari transportasi dari sini. Aku ingin pergi ke London. Hubungi semua hotel dan penginapan di dekat Biggin Hill. Dan beritahu polisi lokal Kent masalah serius ini." Inspektur Weagment meneriakan serangkain perintah kepada anak buahnya. Kemudian dia bergegas keluar menara dan menelepon.

 

            2

 

            Di markas pusat polisi judisial, tiga orang berseragam biru resmi duduk di depan monitor video, yang sudah disetel untuk memutar-ulang. Sebuah jendela video muncul, memenuhi layar. Direkam dengan gaya serampangan video rumahan amatir, kamera itu tengah menyoroti ruang makan Puri Laurel. Dua orang perempuan tampak masuk ruangan. Yang seorang mengenakan celemek, dan yang satunya mengenakan mantel bulu angsa dengan topi berwarna hitam yang dihiasi bulu-bulu di salah satu sisinya. 

            "Percepat videonya!" perintah Kapten Philip Barnes. 

            Teknisi yang menadapat perintah mengangguk. Dia mempercepat video itu.

            "Berhenti!" serunya lagi.

            Tangan teknisi itu secara refleks terulur menekan sebuah tombol di papan kendali. Sehingga gambar yang dimaksud berhenti bergerak.

            Kapten Philip menoleh ke samping. "Inspektur, perhatikan baik-baik tangan perempuan itu.”

 

            Rasa ingin tahu Inspektur Deyrill timbul. Dia mencondongkan tubuhnya ke arah layar monitor agar dapat melihat lebih jelas. Di layar, perempuan berwajah cekung bulan sabit itu tengah membetulkan letak topinya yang terantuk. Dan pada saat bersamaan tampak samar-samar ... tangan perempuan itu menyelipkan sesuatu ke dalam topinya. Inspektur Deyrill menatap monitor dengan tidak percaya. Dia menyipitkan mata untuk memfokuskan pandangan. Tetapi dering ponsel genggam Kapten Philip mengacaukannya. 

            "Ini Kapten Philip Barnes," kapten DCPJ itu berkata tanpa merendahkan suaranya. Dia lalu menunggu untuk mendengarkan. Lima detik berikutnya mata hitam legam pria itu membelalak. 

            Inspektur Deyrill dan teknisi DCPJ yang lain menatapnya dalam diam.

            Akhirnya Kapten Philip berkata, "Tidak baik rasanya kalau kita membicarakannya di telepon. Saya akan segera ke sana. Temui saya di Bandara Leonardo da Vinci. Sepuluh menit dari sekarang." Lalu dia mengakhiri sambungan.

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

SusanSwansh
2019-04-19 11:26:31

@PenaLara makasih. Hehe. Btw mampir di skuel duanya ya. Puggy humphry and bloody mary.
Mention


PenaLara
2019-04-16 11:02:52

Mom @SusanSwansh aku baca dari awal ... 😍 Sukaaakkk walaupun baca berulang 😍😍😍
Mention


SusZie
2019-04-07 06:02:28

Ceritanya mengalir banget. Keren.
Mention


NaniHamidah
2019-04-02 18:13:02

Gila. Keren banget. Ini sekuel pertamanya ya?
Mention


Rosy
2019-03-31 05:18:03

Keren bgt ceritanya
Mention


nurhidayahturohmah
2019-03-28 06:13:46

Nemu ini dilist review depan. Ternyata puggy ada serinya. Gila keren banget. Masuk list ini.
Mention


apriani48
2019-03-15 16:47:50

Keren, berasa baca novel terjemahan
Mention


Riyuni
2019-03-14 22:31:24

semoga segera di terbitkan kak susan
Mention


miradun
2019-03-08 07:49:34

Wah mantul nih ceritanya. Keren banget
Mention


SusanSwansh
2019-03-06 23:02:35

@chikandriyani makasih. Tapi in made in lokal lho. Hehe. Tunggu skuel 2 nya. Masih tahap revisi.
Mention


Page 1 of 18 (177 Comments)

Recommended Stories

Puisi, Untuk...

Puisi, Untuk...

By pepentha

4K+ 1K+ 9
KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

202 163 3
IP 3.98 Minus

IP 3.98 Minus

By najwaania

597 461 7
Dalam Genggaman Doltar

Dalam Genggaman Doltar

By FU

564 423 6
Rahasia Kita

Rahasia Kita

By febyolanda13

930 660 13
Anne

Anne's Pansies

By murphy

1K+ 643 8