Limusin hitam itu berhenti perlahan. Beberapa orang polisi bersenjata lengkap menghalau mundur serbuan pers. Salah satu dari mereka maju, membuka pintu. Seorang pria bertubuh tinggi-kekar, dengan cambang keperakan yang mulai tumbuh di sekitar rahangnya, melompat turun dan berjalan dengan tergesa-gesa.

            "Senator, bagaimana perasaan Anda mendengar berita duka ini?"

            "Mungkinkah ini adalah konspirasi politik untuk menjatuhkan Anda?"

            "Apakah Anda tahu bagaimana hubungan Sir David dengan putra Anda?"

            "Bagaimana tanggapan Anda mengenai hipotesis Miss Puggy?"

            Dengan ketenangan yang mengagumkan, Senator Louis Desforges Sagrat berjalan meninggalkan kerumunan pers, dan lampu-lampu kamera yang menyilaukan, tanpa bereaksi sedikit pun terhadap pertanyaan-pertanyaan wartawan. 

            "Saya turut berduka, Senator. Kematian Sir Leon merupakan kehilangan besar untuk kita semua," seorang lelaki berkata dengan penuh kesedihan.

            Senator Sagrat menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah lelaki berambut pirang yang berdiri terpisah dari wartawan yang lain. Tetapi dia hanya mengangguk sekilas tanpa berkata apa pun. Kemudian meneruskan langkahnya. 

            "Senang Anda telah kembali, Senator," Inspektur Deyrill menyambut di pintu ruang tamu, "kami turut berbela sungkawa."

            "Terima kasih."

            "Ada banyak hal yang perlu kami ceritakan kepada Anda. Mari, silakan duduk." 

            "Katakan, apa kalian sudah berhasil menangkap pelakunya?" sergah Senator Sagrat setelah mereka duduk.

            Inspektur Deyrill menggeleng lemah. Dia mendesah lalu  menundukkan kepalanya, seperti orang yang terjebak dalam sejarah. "Kasus ini begitu kompleks, Senator," kata Inspektur Deyrill, "dan kami baru saja mendapat masalah baru."

            Wajah Senator Sagrat mengerut, tampak khawatir. "Maaf?"

            Inspektur Deyrill menelan ludah dengan susah payah. "Beberapa waktu lalu DCPJ menghubungi kami. Salah satu agen DCPJ yang dikirim untuk sebuah tugas ke Puri Faucille, tewas di tembak Miss Puggy."

            "DCPJ?" Senator Sagrat menyela, "ada urusan apa DCPJ dengan kasus ini? Apakah kasus pembunuhan ini merupakan ancaman bagi keamanan nasional?"

            "Lebih dari itu, Senator. Kasus ini terindikasi dilatarbelakangi oleh komplotan komunis bawah tanah yang selama ini mengancam Eropa--sebuah jaringan yang belum terdeteksi, namun sangat berbahaya."

            Senator Sagrat hanya menatap, tidak percaya.

            "Menurut informasi, komplotan ini memiliki sebuah dokumentasi yang apabila sampai muncul, akan sangat berbahaya untuk pemerintahan beberapa negara Eropa. Tidak ada yang tahu persis dokumentasi macam apa itu, yang jelas, dokumentasi itu dapat memicu terulangnya peristiwa Mei 1968. Atau lebih buruk lagi ... perang antar negara Eropa." Inspektur Deyrill menjelaskan.

            "Benar-benar mengerikan," gumam Senator Sagrat yang bergidik.

            Inspektur Deyrill mengangguk, membenarkan. "Konon, bentuk dokumentasi itu adalah mikrofilm. Tapi, hanya Tuhan yang tahu di mana benda itu."

            "Lalu untuk apa DCPJ mengirim agennya ke Puri Faucille?" 

            Inspektur Deyrill berdehem. "Mereka menduga Miss Puggy memiliki yang memilik mikrofilm dokumentasi itu. Lebih tepatnya, telah menemukannya di Puri Laurel."

            "Maksud Anda Leon .... "

            "Oui, Sir. Belum ada bukti yang signifikan, memang. Tetapi ada beberapa hal yang membuat Sir Leon dicurigai. Karena itu, dia diawasi dengan ketat oleh DCPJ selama ini. Beberapa sambungan telepon dan jaringan kabel lainnya disadap. Demikian juga dengan Puri Laurel ini."

            "Ya Tuhan .... " keluh Senator Sagrat sambil mimijit-mijit pelipisnya.

            "Ini juga merupakan skandal besar bagi Anda, Senator." Inspektur Deyril melanjutkan. "Jika media sampai tahu tentang hal ini, kita akan menjadi sasaran empuk para hiu yang haus darah itu."

 

            Senator Sagrat menatap inspektur polisi di hadapannya tiga detik lebih lama. Ketika Senator Sagrat  memahami maksud perkataan itu, dia merasa darahnya seolah membeku. Lalu samar-samar Senator Sagrat mendengar bisikan rendah yang mengerikan tenangnya. "Hanya kebenaran yang bisa menyelamatkanmu, Senator."

            "Anda seperti baru saja melihat hantu. Anda baik-baik saja, Senator?"

            Senator Sagrat terkesiap dari lamunan setengah sadarnya. "Saya baik-baik saja."

            "Inspektur, ada telepon untuk Anda." Seorang agen polisi yang berlari ke arah mereka memberitahu. 

            "Katakan, saya sedang sibuk. Saya akan menghubunginya nanti," sahut Inspektur Deyrill.

            "Tetapi Inspektur, ini sambungan privat dari kepolisian Swiss. Saya pikir--"

            "Berikan padaku," Inspektur Deyrill meraih benda di tangan agen polisi itu lalu menyingkir. 

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

SusanSwansh
2019-04-25 04:16:13

@Celestilla heeehee makasih makasih. Btw ikutin juga yang blody marynya ya. Semoga suka. Heeehee like and reviewnya juga ditunggu. Hiihii
Mention


Celestilla
2019-04-23 13:21:17

Sampai jugaaaaaaa

Aku baca ulang inn nih, San sebelum mulai ngikutin yang Bloody Mary. Dua kata aja deh wqwqwq KETERLALUAN CADAS!!!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Mention


SusanSwansh
2019-04-19 11:26:31

@PenaLara makasih. Hehe. Btw mampir di skuel duanya ya. Puggy humphry and bloody mary.
Mention


PenaLara
2019-04-16 11:02:52

Mom @SusanSwansh aku baca dari awal ... 😍 Sukaaakkk walaupun baca berulang 😍😍😍
Mention


SusZie
2019-04-07 06:02:28

Ceritanya mengalir banget. Keren.
Mention


NaniHamidah
2019-04-02 18:13:02

Gila. Keren banget. Ini sekuel pertamanya ya?
Mention


Rosy
2019-03-31 05:18:03

Keren bgt ceritanya
Mention


nurhidayahturohmah
2019-03-28 06:13:46

Nemu ini dilist review depan. Ternyata puggy ada serinya. Gila keren banget. Masuk list ini.
Mention


apriani48
2019-03-15 16:47:50

Keren, berasa baca novel terjemahan
Mention


Riyuni
2019-03-14 22:31:24

semoga segera di terbitkan kak susan
Mention


Page 1 of 18 (179 Comments)

Recommended Stories

Boy Who Broke in My Window

Boy Who Broke in My Window

By DeeDee

2K+ 1K+ 11
Rahasia Kita

Rahasia Kita

By febyolanda13

1K+ 708 13
Puisi, Untuk...

Puisi, Untuk...

By pepentha

5K+ 1K+ 9
KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

232 185 3
Anne

Anne's Pansies

By murphy

1K+ 739 8
Heart To Heart

Heart To Heart

By DeeDee

648 477 9