Setelah meninggalkan Puri Saint Phillipe di Lieu-dit-Leys-Reys, Range Rover Puggy kembali meluncur deras ke arah Barat Daya. Lalu berbelok ke kiri kiri dengan tajam, meliuk-liuk di antara lalu lintas yang mulai ramai. Lima puluh menit kemudian mobil itu berhenti di sebuah puri mewah, tak jauh dari Rue Cladius Richard. Puggy melompat turun, dan langsung membunyikan bel berkali-kali.

            "Jangan keterlaluan, Puggy!" Flora meraih tangan Puggy dari tombol bel.

            "Kaukah disitu, Puggy?" sebuah suara berkata dari arah belakang mereka. 

             Secara bersamaan Flora dan Puggy memutar badan. Seorang perempuan tua berambut putih, berdiri di sana membawa beberapa tangkai bunga mawar. 

            "Mm. Harriot, senang Anda baik-baik saja." Puggy mengulurkan tangan untuk berjabat.

            "Penyakit genetikku semakin melumpuhkan sel-sel fotoreseptor. Tapi aku masih dapat melihat samar-samar. Omong-omong, siapa yang bersamamu?"

            "Ini Flora Elshlyn." Puggy berpaling pada Flora. "Mon ami, ini Mm. Chantal Harriot."

            "Senang bertemu dengan Anda. Mm. Harriot." Flora menyahut sambil mengulurkan tangannya juga. "Puggy banyak sekali bercerita tentang Anda."

            Mm. Harriot tersenyum malu. "Dia juga banyak bercerita tentang dirimu, Mon cher. Mari, silakan masuk."

 

            Pesona kemewahan rumah Mm. Harriot langsung memikat mata Flora Elshlyn. Ruang duduknya memancarkan kehangatan, dan keeleganan khas bangsawan Prancis. Perabotannya mengikuti zaman, dan tampak terawat dengan sangat baik. Permadaninya bernuansa redup, sesuai dengan warna cat dindingnya. Di beberapa sudut ruangan diletakan jambangan berisi bunga-bunga segar, yang disusun dengan sangat indah. Di tengah ruangan tergantung lampu Victoria, yang berkilauan tertimpa cahaya matahari, memberikan pantulan pola-pola geometris di udara. 

            "Silakan duduk," kata Mm. Harriot kepada kedua tamunya. "Katakan, apa yang membuatmu menemui perempuan tua renta ini, Puggy?"

            "Mm. Harriot," kata Puggy, "saya membutuhkan pendapat Anda."

            "Kau datang ke tempat yang tepat, kalau begitu. Tunggu sebentar." Mm. Harriot memutar nadan. "Newton!" 
             Flora mengerutkan kening, Newton?

            "Oui, Madame." Seorang pria menyahut dari belakang. Dia merapikan celemeknya, dan terburu-buru memdekat Mm. Harriot. 

            Flora terperangah. Ternyata Newton adalah pelayan Mm. Harriot.

            "Newton, siapkan koktail untuk tamu-tamu kita. Dan bawa mawar ini."

            Pria berumur akhir lima puluh itu mengangguk, mengambil mawar di meja, lalu minta diri.

            "Dia efisiensi dalam wujud manusia," Mm. Harriot berkata kepada Flora. "Dia melakukan tugas-tugasnya dengan tepat dan cakap sekali. 

            "Itu ... bagus sekali." Flora menanggapi dengan kosong.

            "Mm. Harriot," Puggy menyela, "Anda pasti sudah mendengar berita pembunuhan Sir Leon."

            "Sudah kuduga."

            "Mm. saya ingin tahu, apa pendapat Anda mengenai kasus ini, apakah ada kemungkinan keterlibatan partai politik?"

            "Kasus pembunuhan yang menimpa orang besar mayoritas memang dilatarbelakangi politik," ujar Mm. Harriot. "Tapi tidak jarang juga dilatarbelakangi masalah sepele. Cemburu buta, balas dendam, bahkan perasaan iri." Mm. Harriot berhenti dan tampak tengah menyusun pikirannya.

            Terdengar suara kaki  mendekat. Newton masuk membawa nampan dengan dua gelas tinggi berisi koktail, dan sebuah cangkir teh. Setelah menyajikan minuman,dengan cekatan pelayan tua itu keluar.

            "Orang-orang yang berkecimpung dalam dunia politik," lanjut Mm. Harriot setelah terdengar Newton menutup pintu, "biasanya memang bangsat semua."

            Flora hampir tersedak koktailnya mendengar kata-kata kasar Mm. Harriot

itu.
              Mm. Harriot terus bicara penuh semangat. "Mereka itu bajingan berotak cerdas, pemain sandiwara yang ulung, dan pembohong besar. Dunia saat ini memang seperti yang digambarkan lagu anak-anak--penuh kegilaan. Ya, gila karena nafsu pada keunggulan pribadi." Mm. Harriot berhenti sebentar, meneguk koktailnya, lalu kembali melanjutkan. "Dalam kasus ini pun," lanjutnya, "sama saja dengan yang lainnya."

            Puggy mengangguk untuk menunjukkan dia mengerti. "Bagaimana dengan konspirasi, sangat mungkin bukan ada konspirasi besar dalam kasus ini?"

            "Kemungkinan besar, ya.  Tetapi untuk mengetahui fakta-faktanya, itu sangat sulit sekali." Mm. Harriot menggeleng kuat-kuat. "Puggy, kau harus mencari semua fakta yang di lapangan. Baru kau akan dapat mengetahui kebenarannya. 

            "Saya ingin tahu pendapat Anda tentang siapa yang telah membunuh Sir Leon. Maksud saya, yang mempunyai  kemungkinan." 

            "Saya tak punya gagasan apa pun," jawab Mm. Harriot bersungguh-sungguh. Namun tangannya yang bergetar ketakutan menunjukan dia berbohong.

            "Anda memang dapat berkata demikian," kata Puggy sambil menatap lawan bicaranya lekat-lekat, "tetapi saya yakin, Anda mempunyai sekedar gagasan. Yang bisa jadi mengarah ke satu gagasan yang sangat baik. Suatu gagasan yang baru setengah jadi. Suatu gagasan yang masuk akal." Puggy mendesak terus. 

            Mm. Harriot balas menatap Puggy dengan tatapan menanatang. "Kenapa kau pikir begitu?"

            "Karena saya tahu, Anda tahu sesuatu."
             Mm. Harriot tersenyum misterius. "Aku ingin tahu, kapan kau pernah salah menduga, Puggy?"
            "Saya belum belajar untuk itu, Madame. Sekarang, saya ingin mendengar gagasan Anda."

            Mm. Harriot terkekeh. "Yang ada di kepalaku, Puggy," kata Mm. Harriot sambil masih terkekeh, "pelakunya adalah orang yang mempunyai naluri untuk membunuh, tetapi semata-mata hanya ingin mendapatkan rasa puas diri yang konyol. Seorang orang gila--yang mencocokkan hidungnya sendiri di kandang kuda." 

            Puggy menggelengkan kepalanya dengan ragu. "Tapi Madame, orang gila harus kita anggap serius. Orang gila sangat berbahaya."

             Mm. Harriot memperlihatkan isyarat tangan, setelah gagal memperoleh kata-kata yang dikehendakinya. "Bukan hanya mengerikan, tapi juga berbahaya--berbahaya pada tingkat tertinggi."

            Puggy merogoh saku mantelnya dan mengeluarkan sesuatu. "Mm. Harriot adakah artinya ini untuk Anda?" dia menyodorkan sebelahi sapu tangan. 

              Mm. Harriot mengambil benda persegi itu. "Sapu tangan? Warnanya buruk sekali."

              "Seseorang mengirimkannya padaku kemarin sore," Puggy menjelaskan.  "Dalam surat kalengnya dia menandatangani diri sebagai 'SP.' Dan menyatakan suatu tantangan untukku. Menurut Anda, siapa orang berinisial 'SP' yang menandatangani surat itu?" 

            Mm. Harriot menggeser duduknya. "Ini hanya olok-olok tolol orang sinting, Puggy. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus pembunuhan Sir Leon. Aku yakin sekali."

            "Pengetahuan dan pengalamanku mengatakan, ada yang salah dalam surat itu." Puggy berkeras.

            "Aku mengerti," ujar Mm. Harriot. "Kau hanya perlu melakukan satu hal kalau begitu. Panggil para roh halus, dan tanyakan semua kepada mereka."

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

SusanSwansh
2019-04-25 04:16:13

@Celestilla heeehee makasih makasih. Btw ikutin juga yang blody marynya ya. Semoga suka. Heeehee like and reviewnya juga ditunggu. Hiihii
Mention


Celestilla
2019-04-23 13:21:17

Sampai jugaaaaaaa

Aku baca ulang inn nih, San sebelum mulai ngikutin yang Bloody Mary. Dua kata aja deh wqwqwq KETERLALUAN CADAS!!!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Mention


SusanSwansh
2019-04-19 11:26:31

@PenaLara makasih. Hehe. Btw mampir di skuel duanya ya. Puggy humphry and bloody mary.
Mention


PenaLara
2019-04-16 11:02:52

Mom @SusanSwansh aku baca dari awal ... 😍 Sukaaakkk walaupun baca berulang 😍😍😍
Mention


SusZie
2019-04-07 06:02:28

Ceritanya mengalir banget. Keren.
Mention


NaniHamidah
2019-04-02 18:13:02

Gila. Keren banget. Ini sekuel pertamanya ya?
Mention


Rosy
2019-03-31 05:18:03

Keren bgt ceritanya
Mention


nurhidayahturohmah
2019-03-28 06:13:46

Nemu ini dilist review depan. Ternyata puggy ada serinya. Gila keren banget. Masuk list ini.
Mention


apriani48
2019-03-15 16:47:50

Keren, berasa baca novel terjemahan
Mention


Riyuni
2019-03-14 22:31:24

semoga segera di terbitkan kak susan
Mention


Page 1 of 18 (179 Comments)

Recommended Stories

Hati dan Perasaan

Hati dan Perasaan

By YufegiDinasti

506 395 8
THROUGH YOU

THROUGH YOU

By raissa2606

508 397 14
Puisi, Untuk...

Puisi, Untuk...

By pepentha

5K+ 1K+ 9
Boy Who Broke in My Window

Boy Who Broke in My Window

By DeeDee

2K+ 1K+ 11
Anne

Anne's Pansies

By murphy

1K+ 739 8
Rahasia Kita

Rahasia Kita

By febyolanda13

1K+ 708 13