Château Saint Phillipe, 10: 27 pagi. 

 

            Puggy Humphry menengadah memandang wajah Puri Saint Phillipe dengan kagum. Puri tua itu bergaya Victoria. Tamannya indah dan terawat dengan baik. Pintu utamanya dihiasi pengetuk pintu yang terbuat dari kuningan yang dipoles sampai mengkilat. Puggy melirik sekilas ke arah daun pintu. Tampak sebuah kerusakan akibat dibuka paksa di sana. Dilihat dari bekasnya, kerusakan itu akibat ledakan senjata api.

            "Apa kau yakin Sir David sudah pulang?" Flora berbisik.

            "Tidak, Mon ami. Dia tak akan pulang sebelum kasus ini selesi." Tanpa menjelaskan lebih lanjut, Puggy meriah pengetuk pintu dan membunyikannya.

 

            Lama kemudian pintu berderit terbuka ke dalam. Seorang perempuan tua berwajah oval, dengan mata biru cerah penuh percaya diri keluar. Dia mengenakan celemek nerwarna putih bersih yang indah. 

            "Selamat pagi, Madame," ujar Puggy,  "kami ingin bertemu kepala pelayan di sini, Ms. Abriella."

            "Saya kepala pelayan di sini. Ms. Abriella," sahut perempuan itu dengan ketus. "Ada perlu apa kalian dengan saya?"

            Puggy tersenyum lalu membungkukkan badannya sedikit. "Saya minta maaf," ujarnya cepat-cepat memperbaiki kesalahannya. "Saya Puggy Humphry. Saya detektif swasta dari Swiss. Dan ini teman saya, Miss Flora Elshlyn. Sir Davidlah yang meminta saya untuk menangani kasusnya."

            "Oh!" pekik Ms. Abriella, sedikit kaget. Ditatapnya Puggy beberapa lama. "Silakan masuk Mesdemoiselles," ujarnya kemudian.


            Ruangan tamu Puri Saint Phillipe berbentuk persegi empat sempurna. Langit-langitnya tergantung tiga meter dari atas kepala. Disokong pilar-pilar batu granit hijau yang indah. Panel kayunya berwarna cokelat lembut. Senada dengan sepasang kursi panjang dari beludru, yang diletakan secara berhadap-hadapan.

            "Silakan duduk," ujar Ms. Abriella sambil dia sendiri duduk. "Apa yang dapat saya bantu? Oh, maksud saya untuk menemukan Sir David dan menebus ketololan saya semalam." Ada sesuatu yang aneh dalam nada suara Ms. Abriella yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. 

            "Ms. Abriella," kata Puggy setelah duduk, "Anda tentu sudah dapat menduga apa maksud kami datang ke sini."

            Ms. Abriella yang duduk tegak sedikit mengangkat dagunya. "Tentu, tentu saja, Miss Puggy. Katakan, apa yang dapat saya bantu?"

            "Saya ingin menanyakan beberapa hal kepada Anda. Pertama-tama, mengapa Anda meminta Sir David melarikan diri, saat polisi hendak menginterogasinya semalam?"

            "Oh, saya panik. Polisi-polisi sialan itu terus menggedor-gedor pintu, dan melepaskan banyak peluru ke udara. Bahkan mereka mengancam akan merusak jendela, jika saya tidak membiarkan mereka masuk untuk menangkap tuan. Saya tidak tahu harus berbuat apa untuk melindungi tuan. Karena saya yakin, bukan tuan yang membunuh Sir Leon." 

            Ada getaran lemah yang mengandung sarkasme, saat Ms. Abriella bercerita. Puggy yang peka, dapat merasakan ketidaksenangan Ms. Abriella terhadap dirinya. Puggy mengangguk simpatik. "Eh bien. Anda bisa menceritakan kronologisnya?" 

            Ms. Abriella mengangguk. "Semalam, antara pukul dua puluh dua tiga puluh dan dua puluh tiga empat puluh, Sir David baru pulang. Saya sendiri yang membukakan pintu karena  pelayan-pelayan yang lain telah naik tidur. Tiga puluh menit kemudian, saya yang memang selalu susah tidur, mendengar suara sirene polisi meraung-raung keras berhenti di halaman. Saya meloncat dari tempat tidur, dan tergesa-gesa turun untuk memastikan. Ketika saya tiba ruang tamu, terdengar suara langkah-langkah kaki berlarian mendekat. Disusul suara ketukan pada pintu. Dengan rasa takut dan ingin tahu, saya memberanikan diri untuk membuka pintu. Setengah lusin polisi bersenjata lengkap berdiri di sana. Seorang dari mereka memberitahu saya, jika tuan adalah pelaku pembunuhan  Sir Leon Aruoet Sagrat. Dan mereka datang untuk menangkapnya. Selanjutnya saya rasa Anda dapat menerka." Ms. Abriella berkisah tanpa jeda.

            "Bagaimana kondisi Sir David ketika pulang semalam, apakah dia mabuk?"

            "Dia hanya sedikit letih. Tapi tidak mabuk."

            "Menurut pendapat Anda, bagaimanap Sir David itu?"

            "Baik. Dia baik sekali."

            "Sudah berapa lama Anda bekerja kepada Sir David?"

            "Cukup lama. Bertahun-tahun lalu. Saya tidak ingat persisnya."

            "Anda orang Inggris?"

            "Ya."

            "Sudah berapa lama Anda tinggal di Prancis?"

            "Cukup lama, tentu saja."

              Puggy mengangguk. "Eh bien. Satu pertanyaan terakhir. Anggur apa yang paling Anda sukai?"

            "Saya tidak suka minum anggur. Saya suka sirup."

            Puggy mengangguk sekali lagi. Lalu mengucapkan terima kasih, dan minta diri. Ms. Abriella mengantarnya sampai pintu. Setelah mobil kedua tamunya hilang dari pandangannya, Ms. Abriella mengeluarkan ponsel genggamnya, menelpon seseorang. 

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Remember this story?

ratih211
2019-02-23 12:09:14

Berasa baca novel terjemahan. Keren
Mention


fitfitfit
2019-02-22 15:03:52

Ya ampun ini cerita kaya novel terjemahan aja. Baguuus
Mention


fitfitfit
2019-02-22 15:03:07

Ya ampun ini cerita kaya novel terjemahan aja. Baguuus
Mention


EqoDante
2019-02-21 08:09:09

Mantaapppp. Bab per bab bikin penasaran.
Mention


Rizalulhanan
2019-02-20 16:49:54

Gilee.. dpet rekomen cerita bgini dari kawan dan wow emang oke banget ceritanya
Mention


SusanSwansh
2019-02-20 15:11:53

Semuanya, makasih banyak. Maaf nggak bisa balas one by one. Panjang banget. Hehe. Sukses untuk kita semua.
Mention


sumarni285
2019-02-20 14:43:11

Wadaw, Baru prolog udah bikin aku jatuh cinta. Masukin list dlu deh. Hehe
Mention


YantiRY
2019-02-17 07:55:56

Mantullll. Mantap betul prolognya.
Mention


anny
2019-02-16 01:12:01

Kereeen
Mention


Vtiah
2019-02-15 04:41:44

Kereeeeeennnnnn....
Mention


Page 1 of 17 (165 Comments)

Recommended Stories

Will Gates

Will Gates

By wishtobefairy

329 251 5
Heart To Heart

Heart To Heart

By DeeDee

565 415 8
Embun dan Bulan Dalam Hidupku

Embun dan Bulan Dalam Hidupku

By nuruldaulay

324 252 4
Boy Who Broke in My Window

Boy Who Broke in My Window

By DeeDee

2K+ 1K+ 9
KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

175 141 2
Hati dan Perasaan

Hati dan Perasaan

By YufegiDinasti

411 326 7