"Mrs. Satterhwaite, aku rasa memang sedikit sinting dan pikun," kata Flora ketika telah berada di dalam mobil. "Orang-orang seusia itu rata-rata menderita penyakit mental, memang."

            "Kau membuatnya terdengar seperti hal yang begitu umum. Hebat sekali."

            "Orang-orang berusia lanjut cenderung merasa diabaikan. Perasaannya pun berubah sensitif dan egois. Itu yang memicu mereka bertindak tolol." Flora menggosok-gosok hidungnya. "Menurut informasi,  Mrs. Satterhwaite punya ibu yang invalid. Aku sendiri tidak percaya. Perempuan seperti dia itu pasti tidak punya ibu. Maksudku, dia bisa tiba-tiba muncul secara ajaib dari dinamo. Atau semacam itulah."

            Puggy menoleh sekilas ke arah spion kirinya. "Yang kau katakan itu mengingatkanku pada pecandu. Sikap dan gerak-gerik Mrs. Satterhwaite jelas sekali mengatakan itu." Puggy membelokkan mobilnya ke kiri dengan tajam, membelah kota dengan kecepatan tinggi menuju arah Selatan. 

            Flora memandang Puggy dengan lekat. "Mrs. Satterhwaite seorang pecandu? Yang benar saja."

            "Aku masih belum tahu. Belum dapat kupastikan."

            Flora baru saja hendak memprotes Puggy ketika tiba-tiba mobil yang ditumpanginya berdecit dan mendadak berhenti. Kepalanya hampir terantuk dasbor. 

            "Mengapa berhenti?"

            Puggy tidak mendengarkan umpatan itu. "Tolong nyalakan korek, Mon ami," kata Puggy tanpa merasa bersalah. 

            Flora mengertakan rahang, menahan emosi. "Hookahmu di dasbor, Puggy."

            "Tidak, bukan Hookah." Puggy menarik sesuatu dari lengan mantel bulu angsanya. 

            Flora mengerutkan kening. "Apa yang ingin kau lakukan? Kau baru saja hendak memecahkan kepalaku, sekarang kau ingin meledakan mobil ini?" 

             "Nyalakan saja apinya. Dan tahan sampai aku memintamu padamkan."

 

            Flora sudah lelah memprotes. Dia menuruti saja perintah itu seperti mesin. Diambilnya korek api dari tasnya, lalu dia nyalakan dan ditahannya pemantiknya, supaya tetap menyala. Puggy membuka lipatan kertas di tangannya, dan di dekatkannya beberapa inci ke api. Flora memandangi kertas kumal dan kekuningan di hadapannya dengan gelisah. Dia mengerutkan bibir, tidak mau berharap. Tapi, tiba-tiba dari kertas itu muncul gumpalan kemerahan yang mulai membentuk sesuatu. Dia menatap pertunjukan jenius itu dengan tidak berkedip. Detak jantungnya semakin cepat, dan tanpa sadar mulutnya terbuka menggumakan sesuatu yang tidak jelas. Huruf-huruf  yang bermunculan, semakin terang saat kertas itu semakin memanas. Kata-kata yang berkilau itu mewujud dan membentuk serangkaian kalimat yang sangat jelas:


            Kalau anda setuju, segera kirimkan dokumen-dokumen kesepakatan yang saya kirimkan sebelumnya itu. Sekertaris pribadi saya muncul di kantor siang ini. Pengaruhnya dari kerjasama ini akan mendatangkan keuntungan luar biasa--sangat jauh dari semua untung besar yang pernah anda dapatkan. Dalam hal pemasaran kita lakukan percaturan harga seperti layaknya percaturan politik. Dan targetnya adalah negara-negara Eropa yang ekonominya baru berkembang. Dampaknya memang sedikit lebih besar, tentu saja. Tetapi akan sangat bagus untuk permulaan bisnis kita. 

 

Tertanda SP.

 

            "Sudah cukup, Mon ami. Matikan koreknya."

            "Surat yang sangat aneh." Flora berkomentar. 

            Seperti matahari yang menguak langit mendung, kegembiraan merona di wajah Puggy. "Bukankah sudah kukatakan padamu, Mon ami. Penjahat yang kita hadapi tidak lebih dari seorang penjudi nekat. Penjahat tidak berkelas."

            Flora memerosotkan bahu, tampak khawatir. "Itu terasa agak biadab, Puggy."

            "Tidak, Mon ami. Yang aku katakan semuanya benar. Kita memang belum tahu siapa identitasnya. Orang ini masih gelap. Dan memang ingin tetap tinggal dalam gelap. Namun mengingat hal-hal yang terjadi, mau tidak mau dia akan keluar juga." Puggy menjelaskan sambil melipat kembali kertas itu, kemudian memasukkannya ke dalam saku mantelnya. Lalu dia menghidupkan mesin mobil, memasuknan persneling, dan memacunya seperti jet tempur di jalanan yang lengang.

             "Aku ingin tahu, darimana kau mengambil surat itu?" 

             "Itu tidak penting. Menurutmu siapa 'SP' itu?"

             "Rekan bisnis Sir Leon aku rasa," tebak Flora asal-asalan, sambil menggosok-gosokkan jarinya di atas dasbor.

             "Apa kau tidak merasa itu seperti inisial Sang Pengawas? Bukankah dia juga menandatangani surat kaleng yang dikirimnya padaku dengan inisial 'SP?' "

             Flora terbelalak. "Ya Tuhan .... " Ketika akhirnya dia memahami perkataan Puggy, bayang-bayang ketidakpastian yang menyelimutinya sepanjang pagi ini, dalam sekejap menemukan bentuknya menjadi sebuah gambar yang jelas. "Mais oui, itu menjelaskan segalanya."

           "Kita sudah sampai."

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Remember this story?

ratih211
2019-02-23 12:09:14

Berasa baca novel terjemahan. Keren
Mention


fitfitfit
2019-02-22 15:03:52

Ya ampun ini cerita kaya novel terjemahan aja. Baguuus
Mention


fitfitfit
2019-02-22 15:03:07

Ya ampun ini cerita kaya novel terjemahan aja. Baguuus
Mention


EqoDante
2019-02-21 08:09:09

Mantaapppp. Bab per bab bikin penasaran.
Mention


Rizalulhanan
2019-02-20 16:49:54

Gilee.. dpet rekomen cerita bgini dari kawan dan wow emang oke banget ceritanya
Mention


SusanSwansh
2019-02-20 15:11:53

Semuanya, makasih banyak. Maaf nggak bisa balas one by one. Panjang banget. Hehe. Sukses untuk kita semua.
Mention


sumarni285
2019-02-20 14:43:11

Wadaw, Baru prolog udah bikin aku jatuh cinta. Masukin list dlu deh. Hehe
Mention


YantiRY
2019-02-17 07:55:56

Mantullll. Mantap betul prolognya.
Mention


anny
2019-02-16 01:12:01

Kereeen
Mention


Vtiah
2019-02-15 04:41:44

Kereeeeeennnnnn....
Mention


Page 1 of 17 (165 Comments)

Recommended Stories

Anne

Anne's Pansies

By murphy

1K+ 580 8
Kubikel

Kubikel

By rickqman

1K+ 751 12
Hati dan Perasaan

Hati dan Perasaan

By YufegiDinasti

411 326 7
Rahasia Kita

Rahasia Kita

By febyolanda13

867 620 11
Boy Who Broke in My Window

Boy Who Broke in My Window

By DeeDee

2K+ 1K+ 9
Between Clouds and Tears

Between Clouds and Tears

By Zahrahardian

316 264 5