Kamar tidur itu luar biasa luas. Bergaya Renaissance dengan perbotan dari zaman Raja Louis XV1. Dindingnya di cat dengan tarigan, dengan beberapa lukisan keagamaan. Ranjangnya sangat besar dan luar biasa luas. Dengan sebuah lemari pakaian bergaya Prancis lama di sisinya. Dua buah kursi dengan bantalan empuk, dan meja kayu kecil diletakan saling berhadapan dekat perapian. Menjulang hampir menyentuh langit-langit di samping perapian, rak buku dari kayu, yang hampir kosong isinya. 

            "Apa kau menemukan sesuatu Mon ami? Abu cerutu, percikan lumpur, atau sapu tangan yang terjatuh, barangkali," kata Puggy.

            Flora menggerakan bahunya. "Aku tidak menemukan apa pun. Pelaku terlalu cerdik untuk meninggalkan putunjuk."

            Puggy berpaling menatap Inspektur Deyrill. "Inspektur, apakah ruangan ini masih sama kondisinya dengan semalam?"

            "Tentu. Kami tidak menggeser, atau memindahkan benda apa pun. Kecuali tubuh korban." Inspektur Deyrill menunjukkan jari telunjuknya ke arah bercak-bercak kecokelatan di lantai dekat ranjang. "Bahkan bekas darahnya."

            "Itu keterlaluan," komentar Flora yang merasa mual melihat noda itu.

            Puggy berjongkok mengamati bercak kecokelatan di lantai. Dia mengerutkan bibir saat tidak menemukan apa pun juga. "Dilihat dari banyaknya darah, kemungkinan besar korban tewas antara dua sampai tiga menit setelah ditembak. Omong-omong," ujar Puggy sambil berdiri, "bagaimana dengan cincin yang dikenakan korban?"

            Inspektur Deyrill merogoh saku celananya dan mengeluarkan kantong spismen bening. "Kami tidak menemukan petunjuk apa pun dari benda sialan ini." Inspektur Deyrill membuka kantong spismen itu, lalu  memberikan cincin emas yang dimaksud pada Puggy.

            "Ukiran mawar ini indah sekali," Puggy berkomentar sambil mengangkat cincin di tangannya ke udara. 

            "Aku tidak mengerti, mengapa Sir Leon mengenakan cincin perempuan?" ujar Flora yang berdiri di samping Puggy ikut mengamati. 

            "Saya sendiri tidak tahu," jawab Inspektur Deyrill dengan mengeluh. "Mungkin itu untuk kekasihnya, Anda tahu, Countess Ardney. Tapi mereka putus sebelum korban sempat memberikan cincin itu."

            "Andaikata dinding-dinding ini dapat bicara," sahut Flora, "kita pasti tahu apa yang terjadi."

            "Lidah saja tidak cukup," kata Puggy sambil mengembalikan cincin yang dipegangnya pada Inspektur Deyrill, "dinding-dinding itu juga harus punya mata dan telinga. Tapi benda-benda mati ini tidak selalu membisu. Mereka kadang-kadang berbicara. Kursi-kursi, meja, ranjang--mereka biasanya menyampaikan apa yang mereka lihat dan dengar dengan caranya sendiri."

            "Bicara yang jelas, Puggy." Flora menegur.

            Puggy terkekeh. "Aku hanya tertarik dengan buku-buku di rak yang hampir kosong ini." Puggy berjalan ke arah rak buku, mengambil sebuah yang paling atas dari tumpukan, dan membukanya dengan sekilas-sekilas. "The Black Arrow karya Stevenson. Aku tahu buku ini. Shakespeare memulai dramanya dengan Richard berkata 'saya siap membuktikan seorang penjahat.' Tetapi yang jahat tentu saja dia sendiri. Richard ketiga."

            Inspektur Deyrill merasa geli. "Anda rupanya peminat drama Shakespeare yang cukup fanatik."

            Puggy tersipu tapi tidak berkomentar apa pun.

            "Inspektur," ujar Flora, "apakah Mrs. Satterhwaite itu benar-benar kurang waras? Maksud saya, mungkin dia mengatakan yang sebenarnya soal siluet yang dia lihat semalam."

            "Bagaimana menurut Anda, Miss Puggy?"

            Puggy menyandarkan tubuhnya ke dinding dan melipat tangannya di dada. "Mon ami, jiika orang yang menderita delusi menyembunyikan keadaannya, akan sulit sekali bagi kita untuk membedakan dia dari orang yang normal. Orang yang punya sifat eksentrik, yang tidak berbahaya, dan tidak perlu menyembunyikannya, jarang melewati garis kewarasan. Tetapi, lelaki atau wanita yang terlihat sepenuhnya normal, bisa saja sebenarnya merupakan sumber bahaya yang besar bagi masyarakat."

            Flora mendesah. "Padahal aku berharap cerita Mrs. Satterhwaite itu benar."

            "Bagaimana dengan pers di luar, Inspektur?" tanya Puggy.

            "Mereka belum akan pergi sebelum mendapat apa yang diinginkan."

            "Katakan pada mereka, saya akan menghadirkan Sir David dalam acara wawancara nanti malam."

            Inspektur Deyrill benar-benar terkejut. "Anda bersungguh-sungguh? Maksud saya, Anda tahu di mana Sir David berada?"

            "Tidak. Tapi saya tahu saya mampu menyelesaikan kasus ini sebelum tengah malam." Puggy berkata dengan penuh percaya diri.

            "Jangan bercanda, Puggy!" sergah Flora, "kita bahkan tidak punya petunjuk apa pun yang signifikan dan--"

            "Jangan khawatir. Serahkan saja padaku." 

            "Aku ingin melihatnya."

            Puggy tidak menanggapi komentar temannya yang diucapkan secara sarkastis itu. "Omong-omong, Inspektur, sepertinya kami harus pergi sekarang."

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

SusanSwansh
2019-04-19 11:26:31

@PenaLara makasih. Hehe. Btw mampir di skuel duanya ya. Puggy humphry and bloody mary.
Mention


PenaLara
2019-04-16 11:02:52

Mom @SusanSwansh aku baca dari awal ... 😍 Sukaaakkk walaupun baca berulang 😍😍😍
Mention


SusZie
2019-04-07 06:02:28

Ceritanya mengalir banget. Keren.
Mention


NaniHamidah
2019-04-02 18:13:02

Gila. Keren banget. Ini sekuel pertamanya ya?
Mention


Rosy
2019-03-31 05:18:03

Keren bgt ceritanya
Mention


nurhidayahturohmah
2019-03-28 06:13:46

Nemu ini dilist review depan. Ternyata puggy ada serinya. Gila keren banget. Masuk list ini.
Mention


apriani48
2019-03-15 16:47:50

Keren, berasa baca novel terjemahan
Mention


Riyuni
2019-03-14 22:31:24

semoga segera di terbitkan kak susan
Mention


miradun
2019-03-08 07:49:34

Wah mantul nih ceritanya. Keren banget
Mention


SusanSwansh
2019-03-06 23:02:35

@chikandriyani makasih. Tapi in made in lokal lho. Hehe. Tunggu skuel 2 nya. Masih tahap revisi.
Mention


Page 1 of 18 (177 Comments)

Recommended Stories

Anne

Anne's Pansies

By murphy

1K+ 643 8
THROUGH YOU

THROUGH YOU

By raissa2606

467 363 14
Hati dan Perasaan

Hati dan Perasaan

By YufegiDinasti

446 349 8
IP 3.98 Minus

IP 3.98 Minus

By najwaania

597 461 7
Anne

Anne's Tansy

By murphy

601 370 9
KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

202 163 3