Chatêau d'Laurel,  04:30 pagi.

 

            Reporter stasiun tv Canalsat, Evans Lyns, memandang ponsel di tangannya selama sepuluh detik sebelum akhirnya meletakan di dasbor. 

            Cintya de Belleford mengamatinya dari belakang van. "Ada apa? Siapa itu tadi?"

            Lyns berpaling, wajahnya seperti anak kecil yang baru menerima hadiah natal yang dikhawatirkan salah alamat. "Aku baru saja menerima sebuah petunjuk," kata Lyns, "tapi aku sulit mempercayainya."

            "Oh, ayolah Lyns. Liputan ini hanya memakan waktu kurang dari lima menit," keluh Cintya. "Setelah itu, kita bisa pulang dan menikmati akhir pekan kita."

             Ini lebih dari itu, pikir Lyns. Dia bertanya-tanya apakah yang dikatakan si penelpon gelap tadi itu benar? Dan  dia merasa malu, saat harus mengakui diam-diam dia berdoa mudah-mudahan cerita itu benar. Ini akan menjadi hebat. 

            "Bagaimana jika aku katakan aku tahu apa motif pembunuhan ini?" ujar Lyns dengan spontan. 

            "Aku tahu kau benci tugas akhir pekan sial ini, Lyns. Tapi kumohon, berhentilah bergurau. Kita selesaikan secepatnya dan pulang." 

              Lyns berpaling, menatap Cintya dalam-dalam. "Aku tahu kapan waktunya bergurau, Cintya. "

            "Aku rasa kau baru saja ditipu oleh seseorang dari kantor dengan lelucon yang tidak lucu," sahut Cintya, "aku jadi ingin siapa informan yang baru menelponmu itu."

            "Lelaki itu tidak mau menyebutkan namanya." 

            "Karena dia menipumu!" sergah Cintya. "Dan kau tertipu mentah-mentah olehnya."

            Lyns sudah menduga pemberangitu akan bersikap sinis. Tetapi dia lupa kalau penipu dan orang gila sudah menjadi urusan Lyns selama hampir satu dasawarsa dia bekerja di Canalsat. "Kukira dia mengatakan yang sebenarnya," ujar Lyns dengan nada turun sama sekali. "Apa yang dia katakan semuanya masuk akal." Dia berbalik dan mengambil laptop dari tangan Cintya. "Jangan lupa, Cintya, Sir Leon adalah anak dari Senator Sagrat. Dan media adalah senjata yang tepat untuk anarki."

            "Terserah kau sajalah!" sahut Cintya yang lelah memprotes. 

            "Kita akan menyelesaikan liputan ini secepatnya. Aku janji," kata Lyns, sambil membungkuk untuk mengetikan beberapa huruf pada papan ketik laptop rekannya. 

            Cintya ikut membungkuk di bagian belakang van Cansalt yang sempit, sambil menatap dengan bingung melalui bahu Lyns. "Organisasi tombak lima?" tanya Cintya yang keheranan.

            Lyns menggerutu. "Aku heran, mengapa kau begitu tidak percaya. Padahal kisah organisasi komunis bawah tanah itu terdokumentasi dengan baik sepanjang sejarah."

            "Seperti juga UFO dan monster Loch Ness?" ejek Cintya.

            Lyns tidak menanggapi ejekan itu. "Kau pernah mendengar tentang seorang lelaki bernama Dokter Winston Grey?"

             Cintya mengerutkan bibir. "Ingat sedikit," jawabnya kemudian.

            Lyns membuka dokumen di arsip pribadi Canalsat. Dengarkan yang dikatakannya ini, 'ada satu kekuatan yang terorganisir. Samar-samar, tapi begitu lengkap dan merasuk. Kekuatan itu hanya mungkin datang dari anak-anak Stalin.' "
            Cintya menjadi marah sekarang. Dia tidak pernah memafkan berita yang menggelisahkan. Tapi dia tahu, Canalsat selalu melakukan penelitian dan memastikan berita yang mereka tulis dengan hati-hati. "Sejarah memang memiliki kemampuan untuk menuliskan dirinya sendiri. Tapi tetap saja. Aku tidak dapat memafkan omong kosong ini."

            "Baiklah, kau mau sesuatu yang baru? Lihat ini. Ini referensi terbaru mengenai organisasi tombak lima dari Charlie Hebdo."

            Yang ini menarik perhatian Cintya. "Apa yang dikatakan oleh surat kabar orang-orang kiri itu?"

            Lyns mengangguk. "Dalam surat kabar mingguan itu dituliskan, bahwa masyarakat yang ideal hanya dapat diwujudkan apabila kapitalisme berhasil dimusnahkan. Dan untuk tujuan 'satu masyarakat' itulah, diperlukan sebuah organisasi yang solid, pengaruh, dan sedikit propaganda."

            "Itu mengerikan. Kalau kau tahu maksudku."

            Lyns mengangguk. "Tepat." Dia memiringkan kepala dan tersenyum ke arah rekannya. "Dari telepon yang baru aku terima, tampaknya mereka punya sentimen tertentu pada orang moderat."

            Cintya mendongak dan merasa mual. "Organisasi komunis itu? Oh, ayolah Lyns. Kau tidak percaya orang gila itu anggota organisasi tombak lima, bukan?"

            "Seorang utusan anak Stalin?" Lyns tersenyum. "Kuharap begitu."

            "Tapi Sir Leon orang liberal."

            "Senator Sagrat orang moderat." Lyns penuh percaya diri. "Aku punya usul. Bagaimana kalau kita minta pendapat Miss Puggy?"

            "Jangan gila, Lyns. Kau akan dapat masalah besar nanti."

            "Satu-satunya masalahku adalah insting wartawanku." Lyns bersikeras.

            "Aku sudah memperingatkamu, Lyns. Jangan salahkan aku jika hal buruk menimpamu." 

            "Jangan cemas, Cintya. Aku tahu yang harus kulakukan."

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 2 0 0 0
 
Remember this story?

ratih211
2019-02-23 12:09:14

Berasa baca novel terjemahan. Keren
Mention


fitfitfit
2019-02-22 15:03:52

Ya ampun ini cerita kaya novel terjemahan aja. Baguuus
Mention


fitfitfit
2019-02-22 15:03:07

Ya ampun ini cerita kaya novel terjemahan aja. Baguuus
Mention


EqoDante
2019-02-21 08:09:09

Mantaapppp. Bab per bab bikin penasaran.
Mention


Rizalulhanan
2019-02-20 16:49:54

Gilee.. dpet rekomen cerita bgini dari kawan dan wow emang oke banget ceritanya
Mention


SusanSwansh
2019-02-20 15:11:53

Semuanya, makasih banyak. Maaf nggak bisa balas one by one. Panjang banget. Hehe. Sukses untuk kita semua.
Mention


sumarni285
2019-02-20 14:43:11

Wadaw, Baru prolog udah bikin aku jatuh cinta. Masukin list dlu deh. Hehe
Mention


YantiRY
2019-02-17 07:55:56

Mantullll. Mantap betul prolognya.
Mention


anny
2019-02-16 01:12:01

Kereeen
Mention


Vtiah
2019-02-15 04:41:44

Kereeeeeennnnnn....
Mention


Page 1 of 17 (165 Comments)

Recommended Stories

Will Gates

Will Gates

By wishtobefairy

329 251 5
KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

175 141 2
IP 3.98 Minus

IP 3.98 Minus

By najwaania

566 437 6
Rahasia Kita

Rahasia Kita

By febyolanda13

867 620 11
Embun dan Bulan Dalam Hidupku

Embun dan Bulan Dalam Hidupku

By nuruldaulay

324 252 4
Kubikel

Kubikel

By rickqman

1K+ 751 12