Puggy bersiul perlahan saat David mengakhiri kisahnya. "Ini luar biasa." Dia berkomentar. "Katakan, Sir, apakah semua orang tidur lelap malam itu?"

            "Oui, Miss. Kecuali saya dan paman."

            "Aha! Apa ada hal ganjil yang terjadi malam itu, sesuatu yang hanya Sir Georges yang tidak mengalaminya?"

            David mengerutkan kening dalam-dalam, berpikir keras. Suatu gagasan yang menggugah benak David tiba-tiba muncul bagai semburan kawah gunung berapi. Prospek itu membuatnya bergidik. "Tiram!" serunya tiba-tiba. "Semua orang mengantuk sesaat setelah makan malam. Kecuali saya dan paman yang malam itu makan udang."

            Puggy mengetuk-ngetuk meja, sambil mengangguk-angguk misterius. "Tentu saja--saya mengerti." Dia memandang David. "Sir, menurut cerita Anda, Mrs. Panington sering menggunakan obat relexant jika sakit kepalanya kambuh. Apakah dia menyimpan benda itu hanya di kotak obat pribadinya?"

            "Bibi selalu membawa obat itu ke mana pun dia pergi." David menatap Puggy dengan curiga. "Anda tidak berpikir jika .... "

            "Persis," sahut Puggy, "ada sesorang yang memasukan obat tidur ke menu tiram itu. Kemungkinan besar obat relaxant. Obat ini bisa menimbulkan perasaan mengantuk dan letih jika digunakaan berlebih."

            David ternganga. "Demi Tuhan. Jangan-jangan semua itu telah .... "

            Puggy mengangguk. "Sejak semula, ya."

            "Apakah mungkin ada keterlibatan orang dalam?" pertanyaan itu melompat begitu saja dari mulut David. Menyuarakan pikirannya yang muncul secara tidak sadar. 

            Kedua mata Puggy menyipit dan alisnya saling bertaut. "Saya belum dapat memastikan. Tapi besar kemungkinannya, ya.  Apa malam itu ada tamu yang datang antara waktu menjelang makan malam?"

            ""Er--seingat saya tidak. Tapi paman sempat terlibat cek cok mulut dengan pelayan barunya sampai mengusirnya. Itu yang kemudian dijadikan tuduhan motif perampokan disertai pembunuhan oleh polisi. Yang anehnya, sampai detik ini si Michael belum juga tertangkap. Sampai akhirnya kasus itu kadaluwarsa dan ditutup begitu saja."

            Puggy menumpukan tangan di meja. "Anda tahu apa latar belakang cek cok mulut itu?"

            David mengangguk. "Michael tidak sengaja menumpahkan teh ke meja kerja paman. Dia tersandung. Sebuah surat yang baru diterima paman basah, dan menjadi tidak bisa di baca. Paman naik pitam. Dia memaki Michael dengan sangat keterlaluan. Lelaki itu tersinggung harga dirinya. Dan .... " David mengangkat bahu, "saya rasa, saya tidak perlu menjelaskan lebih banyak lagi."

            "Anda tahu surat apa itu?"

            "Tidak. Tapi kemungkinan surat dari rekan bisnis paman. Karena surat itu sangat penting untuknya."

            "Siapa yang merekomendasikan si Michael ini?" 

            "Dari sebuah perusahaan penyedia jasa terpercaya di London," jawab David. "Saya tidak tahu persisnya. Tetapi jika Anda mau, kita bisa menanyakan langsung kepada bibi Alena," lanjutnya.

            "Saya akan berterimakasih untuk itu," sahut Puggy tulus, "omong-omong sudah berapa lama Michael bekerja pada di rumah paman Anda?"

            "Kurang dari seminggu. Tiga atau empat hari. Entahlah. Saya tidak ingat persisnya. Itu kan sudah lewat."

            "Dan pelayan yang lain, apakah mereka kemungkinan punya motif untuk terlibat?" 

            "Itu tidak mungkin, Miss. Pelayan-pelayan keluarga Panington sudah bekerja pada keluarga itu puluhan tahun. Mereka pelayan tetap. Si Michael hanya menggantikan salah satu pelayan yang sedang cuti."

            Puggy mengangguk puas. Dia menoleh ke arah Inspektur Deyrill. "Saya yakin Anda mempunyai salinan data yang lengkap mengenai pelayanan-pelayan Sir Leon. Apakah mereka semua bersih?"

            "Saya menjamin itu, Miss Puggy."

            "Saya ingin tahu sedikit. Siapa saja pelayan di rumah korban, selain Mr. dan Mrs. Burnwell?"

            "Hanya ada seorang lagi. Ms. Satterhwaite. Dia ... eh, sedikit kurang waras. Dan agak pikun."

            "Maaf?"

            Inspektur Deyrill mengehela napas. "Saya tidak tahu cara menjelaskannya. Dia suka berbicara sendiri, mengalami halusinasi, dan susah membadakan, juga mengingat antara masa lalu dengan masa kini. Semacam itu."

            "Dia memang agak aneh," imbuh David. "Seperti pengidap manic depresive. Emosinya sering kali naik-turun tidak terkendali."

            "Begitulah. Dan dia suka berbicara yang tidak-tidak." Inspektur Deyrill menimpali.

            "Bagaimana dengan Senator Sagrat, apakah beliau sudah diberi tahu soal kasus ini?" tanya Puggy.  

            "Senator sedang berada di Paris. Kami sudah mengirim utusan untuk memberitahunya secara pribadi," jawab Inspektur Deyrill. 

            Puggy menatap inspektur polisi itu dengan tajam. "Saya tahu ini mungkin terdengar terlalu mengada-ada, tetapi saya meminta Anda memperketat penjagaan terhadap diri senator. Saya khawatir pembunuhan berantai ini masih berlanjut."

            Inspektur Deyrill merasakan kekejangan di pipinya. "Saya tidak mengerti maksud Anda," ujarnya lama kemudian.

            Puggy bangkit dari kursinya dan dan mondar-mandir di sekitar kursinya. "Musuh yang kita hadapi adalah orang-orang yang berbahaya--yang tidak ditakuti oleh siapa pun." Puggy diam sejenak, tampak berpikir-pikir. "Saya sudah melihat suatu pola," katanya lama kemudian, "tetapi karena ada satu faktor yang hilang, pola itu menjadi tidak masuk akal. Generalisasi yang kita dapat dari kasus kematian Sir Georges, erat sekali dengan kasus pembunuhan Sir Leon. Karena itu kita tidak boleh mengabaikan kemungkinan yang ada. Sekecil apa pun itu."

            "Bah! Omong kosong melodramatis apa ini?!" tukas Inspektur Deyrill. "Kasus kematian Sir Georges sama sekali tidak ada kaitannya dengan pembunuhan ini. Hakim telah menetapkan kasus itu sebagai kasus perampokan disertai pembunuhan. Dengan motif balas dendam. Terdakwanya adalah Michael Brown. Si pelayan pengganti yang melarikan diri."

            "Jangan bodoh, Inspektur!" Puggy mengacung-acungkan tangannya ke udara, "ada kolusi besar dalam kasus Sir Georges dan Sir Leon--kolusi yang melibatkan orang dalam. Fakta bahwa mereka kenal baik satu sama lain, dan terlibat dalam bisnis, tidak dapat kita ke sampingkan begitu saja. Dan ini yang perlu Anda garis bawahi. Sir Georges tengah berada di puncak  pamornya sebagai salah satu aktivis anti komunis  saat dia tewas. Anda masih tidak melihat relevansinya dengan kasus pembunuhan ini, dan meragukannya sebagai kasus pembunuhan berantai?" Puggy memiringkan sedikit kepalanya, dan mata kelabunya berkilat-kilat tajam.

            "Saya tahu mereka dalam satu organisasi yang sama. Tapi kata hakim--"

            "Kalau Anda menginginkan kebenaran, jangan melulu menekankan omong kosong hakim. Tapi cari dan kumpulkan semua bukti sarta fakta yang ada di lapangan." Puggy memelototi Inspektur Deyrill yang keras kepala.

            "Selain itu," ujar David, "seharusnya, lukisan-lukisan yang mereka curi muncul di pasaran. Maksud saya pasar gelap. Tapi, sampai saat ini, benda itu sama sekali tidak muncul."

            "Fakta ini sudah cukup membuktikan bahwa memang tujuan utama perampokan itu adalah untuk menghabisi Sir Georges. Bukan menguasai harta bendanya." Puggy berhipotesis. "Tapi anehnya, mengapa penelpon gelap itu mengatakan Leon anggota organisasi komunis, bukan anti komunis?"

            "Ini yang harus kita cari tahu," komentar David. "Dan mungkin saya tahu darimana kita harus memulai."

            "Anda punya gagasan?"

            David mengangguk. "Kita harus mencari mikrofilm paman," kata David, "saya yakin, benda itulah yang dicari-cari komplotan itu."

            Tiba-tiba Inspektur Deyrill tertawa--tawa yang melengking tinggi dan tidak wajar. Puggy dan David menoleh, sama-sama terkejut. Sambil berusaha menahan diri, Inspektur Deyrill meminta maaf. Lalu dia menarik napas dalam-dalam untuk menekan rasa geli di perutnya.

            Puggy menyipitkan mata, menatap Inspektur Deyrill dengan marah besar.  "Sebaiknya kendalikan diri Anda, Inspektur. Atau saya akan memanggil Einstein untuk menyeret Anda keluar."

            Inspektur Deyrill kembali meminta maaf.

            "Itu lebih baik, Inspektur." Puggy berbicara kepada David. "Silakan lanjutkan, Sir." 

            David menegakan duduknya sambil menarik napas dalam-dalam. Setelah menghembuskannya melalui mulut, dia berkata, "Saya pernah tidak sengaja mendengar paman menelpon. Dia menyebut-nyebut soal mikrofilm dan sejumlah uang besar. Awalnya saya pikir itu bisnis. Karena itu, saya melupakannya begitu saja. Sampai malam ini kasus pembunuhan Leon terjadi."

            "Ya?" Puggy mendesak dengan lembut.

            "Paman memeras orang. Saya pasti itu. Dia mendadak menjadi kaya raya, tak lama setelah membuat kehebohan dengan menantang komplotan organisasi tombak lima, saat di wawancara di salah satu stasiun televisi. Bahkan dia membeli sebuah lukisan asli karya Greuz--La Jeune Fille à ll'agneau?--yang menghiasi dinding kamar tidur paman. Uang sebanyak itu tidak mungkin didapatnya, hanya dari hasil wawancara. Dan sebulan kemudian paman tewas di tangan perampok barang antik." David penuh keyakinan.

            "Di mana mikrofilm itu disimpan?"

            "Saya tidak tahu," jawab David, "tetapi karena Leon tewas juga, saya pikir .... "

            "Itu tidak mungkin," sergah Inspektur Deyrill. "Mustahil benda itu ada pada Sir Leon."

            "Apa kira-kira isi mikrofilm itu?"tanya Puggy

            David menggeleng dengan menyesal. "Mungkin semacam dokumentasi pribadi seseorang, atau semacam itulah. Saya tidak dapat memastikan."

            "Anda punya pandangan kira-kira siapa orang yang diperas Sir Georges?"

            "Tidak tahu, Miss. Saya tidak begitu kenal kolega paman."

            "Mengapa Anda tidak melaporkan hal ini kepada polisi waktu itu?"

            "Saya ... itu sama sekali tidak terpikirkan. Pertengkaran dengan Michael mengalihkan perhatian saya."

            Puggy mengangguk-angguk seolah yang dikatakan David ada benarnya juga. "Eh bien. Anda tahu alasan pelayan Anda menyuruh Anda melarikan diri, saat polisi

datang untuk menangkap Anda? Apa yang dia katakan?"

            David menggaruk-garuk kepalanya."Saya ... err--Ms. Abriella tahu saya pulang dalam keadaan kacau. Mabuk berat dan membawa senjata. Karena itu, yah, tindakan dia menyuruh saya pergi sangat masuk akal. Dia sudah bekerja hampir empat tahun kepada saya. Tahu betul seperti apa saya."

            "Apa pun alasannya itu tetap tindakan tolol. Sangat tolol." Inspektur Deyrill menanggapi dengan tidak simpatik. Seperti ikan.

            David merentangkan kedua tangannya dan mendesah. "Saya panik. Saya tidak dapat berpikir jernih."

            "Saya akan mengerahkan semua sumber daya yang saya miliki untuk mengungkap kasus ini,"kata Puggy, "mereka yang berani mencoba mendikte Puggy Humphry, dan melakukan kejahatan di daratan Eropa ini, akan saya tenggelamkan ke dasar samudera!"

            Inspektur Deyrill mengangguk penuh tekad. "Kami akan membantu Anda, Miss Puggy.  Akan segera kami kirimkan berkas hasil investigasi, juga hasil uji forensik kepada Anda secepatnya."

            Puggy hanya menanggapi dengan anggukan kecil. Dia menoleh ke arah David. "Bisakah Anda mengatur pertemuan dengan Mrs. Panington untuk saya, Sir?" ujar Puggy.

            "Tentu, itu mudah."

            "Apakah kita perlu membuka kembali kasus Sir Georges?" tanya Inspektur Deyrill.

            "Tidak, Inspektur. Kasus itu akan selesai apabila kasus pembunuhan berencana ini selesai. Tapi kita memerlukan bantuan Mrs. Panington." Puggy kembali menoleh kepada David. "Anggur apa yang Anda suka, Sir?" tanyanya tanpa diduga-duga.

            David mengerutkan kening, heran. "Saya suka White Wine," jawabnya. 

            Puggy mengangguk. "Merci. Inspektur, ada lagi yang ingin Anda tanyakan?"

            Inspektur Deyrill menggeleng. 

            "Saya akan mengabari Anda jika memperoleh perkembangan. Sementara waktu, silakan Anda pulang dulu. Dan Anda, Inspektur, saya memberi kebebasan penuh untuk terlibat penyelidikan kasus ini. Dengan syarat, Anda harus memberitahu publik tentang keterlibatan saya dalam menangani kasus ini."

            "Saya setuju."

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
1 0 2 0 0 0
 
Save story

SusanSwansh
2019-04-25 04:16:13

@Celestilla heeehee makasih makasih. Btw ikutin juga yang blody marynya ya. Semoga suka. Heeehee like and reviewnya juga ditunggu. Hiihii
Mention


Celestilla
2019-04-23 13:21:17

Sampai jugaaaaaaa

Aku baca ulang inn nih, San sebelum mulai ngikutin yang Bloody Mary. Dua kata aja deh wqwqwq KETERLALUAN CADAS!!!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Mention


SusanSwansh
2019-04-19 11:26:31

@PenaLara makasih. Hehe. Btw mampir di skuel duanya ya. Puggy humphry and bloody mary.
Mention


PenaLara
2019-04-16 11:02:52

Mom @SusanSwansh aku baca dari awal ... 😍 Sukaaakkk walaupun baca berulang 😍😍😍
Mention


SusZie
2019-04-07 06:02:28

Ceritanya mengalir banget. Keren.
Mention


NaniHamidah
2019-04-02 18:13:02

Gila. Keren banget. Ini sekuel pertamanya ya?
Mention


Rosy
2019-03-31 05:18:03

Keren bgt ceritanya
Mention


nurhidayahturohmah
2019-03-28 06:13:46

Nemu ini dilist review depan. Ternyata puggy ada serinya. Gila keren banget. Masuk list ini.
Mention


apriani48
2019-03-15 16:47:50

Keren, berasa baca novel terjemahan
Mention


Riyuni
2019-03-14 22:31:24

semoga segera di terbitkan kak susan
Mention


Page 1 of 18 (179 Comments)

Recommended Stories

Hati dan Perasaan

Hati dan Perasaan

By YufegiDinasti

506 395 8
Puisi, Untuk...

Puisi, Untuk...

By pepentha

5K+ 1K+ 9
IP 3.98 Minus

IP 3.98 Minus

By najwaania

648 496 7
KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

231 184 3
Embun dan Bulan Dalam Hidupku

Embun dan Bulan Dalam Hidupku

By nuruldaulay

402 310 4
Rahasia Kita

Rahasia Kita

By febyolanda13

1K+ 708 13