Senja telah lama berlalu di ibu kota Inggris. Di sepanjang tepi sungai Thames, lampu berkerlap-kelip, menerangi kaki langit yang di penuhi gedung-gedung dan menara gereja yang ramping. Sementara bulan tiga per empat yang baru saja muncul untuk melaksanakan tugasnya, penduduk kota itu melanjutkan urusan mereka; para mahasiswa minum bir dengan berisik, para pengusaha menutup kesepakatan, para polisi mulai marah mengatur lalu lintas, para pasangan kekasih dengan mesra bergandengan tangan, dan para pelancong menonton semuanya dengan penuh kekaguman.

 

            Malam ini, tinggi di atas keriuhan kota, sebuah jet putih dengan rute penerbangan London-Swiss, memasuki langit malam.Duduk di salah satu kursi penumpang, Hammer merasa bagai baru diangkat dari tanah oleh angin topan, diputar-putar di udara, lalu dibanting di negeri asing sehingga dia merasa terguncang dan kebingungan. Kini organisasinya sedang terbang ke mata badai--episentrum dari sesuatu yang mungkin saja menjadi sebuah pemicu konflik, yang berpotensi mengacaukan segalanya. Kalaupun dia bisa lepas dari berbagai tuduhan saat ini, dia menduga organisasinya pasti dibubarkan. Akan terlalu banyak pertanyaan juga tuduhan.

 

            Hammer menatap ke luar dari jendela. Gumpalan-gumpalan awan terlihat di cakrawala, berarak perlahan melintasi langit, hingga akhirnya melintasi bulan dan menghalangi cahayanya. Hammer mendesah, merasa kecut menyadari posisi gentingnya saat ini. Dan ketika pesawat telah mencapai ketinggian yang dikehendaki, Hammer merasa bahwa keberuntungannya telah habis … bahwa situasi ini bisa jadi merupakan awal terkuaknya dusta seumur hidupnya. Walaupun sudah sangat berhati-hati dalam melakukan misinya, Hammer selalu mengkhawatirkan akan menerima misi yang salah suatu hari nanti. Dan ternyata hari itu telah tiba.

 

            Setiap kejatuhan besar, Hammer percaya, bisa dilacak pada suatu momen sederhana--sebuah pertemuan kebetulan, sebuah keputusan buruk, dan sebuah keteledoran. Dalam kasus ini, dia menyadari, momen itu datang hampir tiga tahun lalu. Ketika dia setuju untuk menerima seorang bankir muda bergabung dengan organisasinya. Kecerdasaan, pesona, dan pengaruh yang dimiliki pemuda itu membuatnya menonjol di antara anggota yang lainnya. Pemuda yang kemudian memakai nama sandi Sickle dengan cepat memahami cara kerja organisasinya, dan Hammer menyadari bahwa pemuda itu dapat diandalkan. Sickle dan rekannya Flag, melakukan misi yang diberikan Sang Pengawas dengan sangat baik, dan hampir sempurna. Sampai pada suatu hari, Red mencurigai dirinya bersekongkol dengan orang-orang dari organisasi lain, untuk balas dendam. Tapi waktu itu tidak ada yang mempercayainya. Hingga malam ini tiba, dan dia mendengarkan pengakuan langsung dari mulut seorang yang dapat dipercaya. Kenangan itu membuat Hammer geram. Kenapa aku begitu bodoh?!  Aku salah memilih orang. Dia mau menghancurkan segala sesuatu yang telah kubangun dengan susah payah. Aku harus memberi pelajaran padanya, supaya dia tahu apa yang terjadi dengan orang-orang yang mau berkhianat padaku. Hammer menjalin jemarinya di bawah dagu dan mengerucutkan bibir. Berpikir keras menyusun strategi berikutnya.

 

            2

 

            Guncangan kuat saat pesawat mendarat telah diperingatkan pilot sebelumnya. Dia mengerem dengan mantap, lalu menjalankan pesawat ke hanggar terpencil di bandar udara internasional Jenewa. Mesin pesawat jet masih menderum ketika jet itu selesai berputar seperti biasa di dalam hanggar; menempatkan hidungnya terarah ke depan sebagai persiapan penerbangan selanjutnya. Akhirnya pilot menghentikan pesawat dan mematikan mesin. Beberapa detik kemudian pintu pada perut pesawat terbuka. Tangga listrik turun perlahan-lahan. Ny. Ambssdor dan Lady Ellien turun perlahan. Perempuan tua yang agak bungkuk itu, sesekali berhenti di anak tangga untuk menarik napas. Walaupun topi beledu yang dikenakan hampir menutupi sebagian wajah Nyonya Ambssdor, tetapi semua orang dapat melihat wajahnya yang tolol dan bodoh.

            “Lihat Bu, lelaki yang di sana itu.” Lady Ellien berkata, sambil menunjuk lelaki yang tengah berdiri di samping limusin Jaguar panjang, yang terparkir jauh di sudut hanggar. “Itu Count Jeoply Paddock, bukan? Oh, alangkah hebatnya dia.”

            Ny. Ambssdor mendongakan sedikit topinya. "Yah, aku akan seperti itu." Dia menoleh kepada Lady Ellien dan tersenyum menyebalkan. “Kalau bicara tentang setan.”

            “Ibu, dia Narcissus. Bukan Luchifer.” Lady Ellien menyahut dengan sarkastis.

            “Sama saja, Sayang. Tak ada bedanya.”

            Seseorang berdehem marah di belakang mereka. Ny. Ambssdor meminta maaf, dan mengutuki Lady Ellien sampai anak tangga terakhir.

            "Baiklah,” kata Lady Ellien dengan nada jengkel, “menyalahkan aku seperti biasa!”

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 1 0 0 0
 
Save story

SusanSwansh
2019-04-25 04:16:13

@Celestilla heeehee makasih makasih. Btw ikutin juga yang blody marynya ya. Semoga suka. Heeehee like and reviewnya juga ditunggu. Hiihii
Mention


Celestilla
2019-04-23 13:21:17

Sampai jugaaaaaaa

Aku baca ulang inn nih, San sebelum mulai ngikutin yang Bloody Mary. Dua kata aja deh wqwqwq KETERLALUAN CADAS!!!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Mention


SusanSwansh
2019-04-19 11:26:31

@PenaLara makasih. Hehe. Btw mampir di skuel duanya ya. Puggy humphry and bloody mary.
Mention


PenaLara
2019-04-16 11:02:52

Mom @SusanSwansh aku baca dari awal ... 😍 Sukaaakkk walaupun baca berulang 😍😍😍
Mention


SusZie
2019-04-07 06:02:28

Ceritanya mengalir banget. Keren.
Mention


NaniHamidah
2019-04-02 18:13:02

Gila. Keren banget. Ini sekuel pertamanya ya?
Mention


Rosy
2019-03-31 05:18:03

Keren bgt ceritanya
Mention


nurhidayahturohmah
2019-03-28 06:13:46

Nemu ini dilist review depan. Ternyata puggy ada serinya. Gila keren banget. Masuk list ini.
Mention


apriani48
2019-03-15 16:47:50

Keren, berasa baca novel terjemahan
Mention


Riyuni
2019-03-14 22:31:24

semoga segera di terbitkan kak susan
Mention


Page 1 of 18 (179 Comments)

Recommended Stories

Hati dan Perasaan

Hati dan Perasaan

By YufegiDinasti

506 395 8
Puisi, Untuk...

Puisi, Untuk...

By pepentha

5K+ 1K+ 9
IP 3.98 Minus

IP 3.98 Minus

By najwaania

648 496 7
Rahasia Kita

Rahasia Kita

By febyolanda13

1K+ 708 13
Will Gates

Will Gates

By wishtobefairy

388 291 6
THROUGH YOU

THROUGH YOU

By raissa2606

508 397 14