Evans Lyns meninggalkan Chanay dan memacu mobilnya ke arah timur laut dengan kecepatan rata-rata. Setelah berbelok ke kiri dua kali di Chemin des Tryots dan Chemin du Parc, dia sedikit demi sedikit menambah laju kendaraannya. Lima belas menit lalu, Lyns yang masih tidak percaya mendapatkan telepon dari Senator Sagrat, kesal karena Cintya tidak bisa menemaninya bertemu dengan Senator Sagrat.

            “Maafkan aku, Lyns. Irene demam. Aku harus mengantarnya ke rumah sakit.”

            Lyns yakin, yang dikatakan Cintya kosong belaka. Yang sebenarnya adalah dia iri hati dengan Lyns. Dasar wanita!

 

            Sesampainya di hotel Mövenpick, Lyns disambut sekertaris pribadi sang senator. Yang langsung membawanya naik ke kamar pribadi tuannya. Ruangan itu sangat mewah dan bergaya moderen. Dindingnya berwarna lembut dengan panel kayu yang sesuai. Karpetnya terbuat dari bulu yang tebal dan sangat halus. Ada satu set sofa berwarna abu-abu di sisi ruangan yang menghadap jendela besar, yang menyajikan pemandangan yang sangat indah.

            “Sungguh suatu kehormataan besar Anda mengundang saya, Senator,” kata Lyns. “Ini adalah kali kedua dalam hari ini saya mendapat undangan dari orang-orang luar biasa.” 

          “Siapa maksud Anda?” tanya Senator Sagrat sambil memberi isyarat tangan untuk mempersilakan tamunya duduk.

            “Anda tentu mengenalnya. Dia Tuan Lord Keyns.”

            “Lord Keyns? Ada perlu apa dia menemui Anda?”

            Lyns membuat gerakan tangan bahwa dia tidak ingin membahasanya. “Er, ya. Untuk suatu kepentingn pribadi, sama sekali tidak penting.” Lyns menegakan duduknya. “Omong-omong, Senator. Hal penting apa yang ingin Anda sampaikan kepada saya?”

            “Ah, ya. Pertama sekali saya ingin menyampaikan kekaguman saya kepada Anda. Sebagai reporter muda, agaknya Anda memiliki kesensitifan seokor kucing terhadap berbagai keributan.”

            “Saya hanya mengikuti naluri saya.”

            “Itulah yang harus dilakukan pengejar berita.” Senator Sagrat menatap Lyns dengan tajam. “Yang ingin saya tanyakan kepada Anda, apakah Anda setuju dengan hipotesis yang ada?”

            Lyns tampak kebingungan. “Saya masih berpegang kepada teori probabilitas. Hipotesis itu kemungkinan benar bisa jadi juga salah,” jawabnya.

            “Dan bagaimana hipotesis Anda sendiri?” sergah Senator Sagrat.

            Lyns menggaruk-garuk hidungnya dengan gelisah. “Dugaan saya, konspirasi pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh sekelompok orang yang mempunyai kepentingan politik,” ujar Lyns dengan ragu-ragu,“dan saya rasa, mereka mempunyai pandangan politik bersebrangan dengan Anda.”

            Senator Sagrat tiba-tiba meloncat berdiri, dan berjalan hilir-mudik dengan kedua tangannya terlipat di belakang. Setelah beberapa menit dia baru berkata, “Inilah yang saya takutkan sejak awal. Mereka akan menyakiti Leon, bukan saya. Tetapi, anak tolol itu tidak pernah mau mendengarkan saya.” Kemarahan Senator tidak lagi dia tutup-tutupi.

            “Maaf?”

            “Sejarah sedang berulang. Ini seperti sous les pavés la plage! Di balik batu jalanan ada pantai. Anda ingat, beberapa waktu yang lalu, saya pernah mengusulkan gagasan untuk menyatukan empat fakta ekonomi Eropa?”

            Lyns mengagguk, mengiyakan. “Saya pernah membacanya sekilas di surat kabar.”

            Sikap Senator Sagrat berubah sama sekali. “Pidato saya tentang ide menyatukan empat fakta ekonomi Eropa dan mengabungkannya itu tampaknya telah menimbulkan suatu kegemparan.”

            “Tetapi, Anda kan tahu bagaimana pers. Kami sangat suka melambungkan pahlawan, supaya dapat membantingnya jatuh sekeras mungkin. Selain itu, apa yang Anda khawatirkan, Sir? Rakyat sendiri berpihak kepada Anda, bukan?”

            Senator Sagrat mengacak-acak rambut dengan jari-jari tangannya. Sehingga kelihatan seperti bulu landak. “Di sinilah akar mula masalah itu, jika Anda tahu. Partai sosialis menentang keras gagasan itu. Sedangkan partai republik berkeras mendukungnya. Memang itu perlu waktu, tapi bukan berarti tak dapat dilakukan. Kita punya organisasi untuk kerja sama ekonomi dan pembangunan yang akan mendukung.” Senator Sagrat menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskannya perlahan. “Tetapi, sayangnya para petinggi partai sosialis menilai bahwa gagasan itu tidak lebih dari kebijaksanaan komplotan kapitalis-kapitalis yang haus darah. Terutama saya.” Ada penekanan dalam kalimat terakhir sang senator.

            “Dengan kata lain,” ujar Lyns, “Anda menduga ada keterlibatan orang-orang dari partai sosialis dalam kasus pembunuhan di sini?”

            Senator Sagrat mengangguk pelan, lalu mengangkat sedikit dagunya. “Anak muda, maukah kau melakukan satu hal untukku?”

            Sikap senator yang lain sama sekali membuat Lyns tidak nyaman. Tetapi, dorongan  impuls membuatnya berkata, “Kalau ada yang bisa saya bantu, Senator.”

           Senator menunjuk lurus ke arah pintu.  “Yang saya ingin Anda lakukan adalah, enyah kau dariku, Setan! Pergilah ke neraka, temui deketif Anda.”

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

SusanSwansh
2019-04-25 04:16:13

@Celestilla heeehee makasih makasih. Btw ikutin juga yang blody marynya ya. Semoga suka. Heeehee like and reviewnya juga ditunggu. Hiihii
Mention


Celestilla
2019-04-23 13:21:17

Sampai jugaaaaaaa

Aku baca ulang inn nih, San sebelum mulai ngikutin yang Bloody Mary. Dua kata aja deh wqwqwq KETERLALUAN CADAS!!!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Mention


SusanSwansh
2019-04-19 11:26:31

@PenaLara makasih. Hehe. Btw mampir di skuel duanya ya. Puggy humphry and bloody mary.
Mention


PenaLara
2019-04-16 11:02:52

Mom @SusanSwansh aku baca dari awal ... 😍 Sukaaakkk walaupun baca berulang 😍😍😍
Mention


SusZie
2019-04-07 06:02:28

Ceritanya mengalir banget. Keren.
Mention


NaniHamidah
2019-04-02 18:13:02

Gila. Keren banget. Ini sekuel pertamanya ya?
Mention


Rosy
2019-03-31 05:18:03

Keren bgt ceritanya
Mention


nurhidayahturohmah
2019-03-28 06:13:46

Nemu ini dilist review depan. Ternyata puggy ada serinya. Gila keren banget. Masuk list ini.
Mention


apriani48
2019-03-15 16:47:50

Keren, berasa baca novel terjemahan
Mention


Riyuni
2019-03-14 22:31:24

semoga segera di terbitkan kak susan
Mention


Page 1 of 18 (179 Comments)

Recommended Stories

IP 3.98 Minus

IP 3.98 Minus

By najwaania

648 496 7
KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

231 184 3
Anne

Anne's Pansies

By murphy

1K+ 739 8
Between Clouds and Tears

Between Clouds and Tears

By Zahrahardian

418 343 6
Kubikel

Kubikel

By rickqman

1K+ 828 14
Anne

Anne's Tansy

By murphy

707 444 9