Sir Musthafa yang sangat terkejut terlompat berdiri. Dia menatap sosok perempuan di hadapannya dengan mata melotot selama beberapa detik. Gelombang keterkejutan dan kehilangan orientasi yang melanda tubuh Sir Musthafa, menjangkau ke dalam dan membalikkan kompas di dalam tubuhnya. Dia nyaris jatuh ke belakang ketika benaknya berupaya menerima pernyataan yang baru didengarnya. Dengan tergagap dia berkata, “Anda … Anda sudah tidak waras rupanya. Tuduhan yang Anda lontarkan jahat sekali.”

            “Non, non. Saya tidak menuduh Anda. Saya punya bukti persuasifnya, tentu saja.”

            Sir Musthafa mengertakkan gigi. 

            Puggy menepuk-nepuk dadanya. “Miss Puggy tahu segalanya.” Mata kelabunya menatap Sir Musthafa lekat-lekat.

            McHarnough beringsut tidak nyaman di kursinya. Kemudian dia berdehem dengan setengah dibuat-buat, dan berkata dengan ragu-ragu, “Saya yang akan menceritakan semuanya. Kebenaran kasus Sig Georges, Mrs. Panington, dan yang lainnya.”

            “Apa kau sudah tidak waras, Mac?!” Sir Musthafa berseru tajam. Sikapnya sebagai tuan rumah yang menyenangkan luntur sudah.

            “Sir, saya rasa, kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi dari ini,” sahut Mac, “organisasi kita bukalah satu-satunya yang bersiko kehilangan segala-galanya malam ini. Semuanya akan berakhir jika sampai bukti dalam mikrofilm itu muncul ke permukaan.”

            “Anda bijaksana Sir McHarnough,” Puggy memotong, “itulah yang coba saya sarankan kepada tuan Anda.” 

            Sir Musthafa berdiri dengan berkacak pinggang. Kepercayaan dirinya telah pulih. Dia menunduk, memandang Puggy dengan sikap seperti Lord Englemount yang memandang sebal pada pengacaranya, yang telah berani melontarkan tuduhan penipuan padanya. Ia menunjukkan sikap anggun dan menampakkan rasa jijik. Ia seorang aristokrat yang memandang rendah pada canaille yang rendah.

            Puggy Humphry si borjuis, mendongak pada si aristokrat. Dia bicara dengan tenang dan tegas. “Saya memberi Anda kesempatan kedua untuk mengakui segala-galanya.”

            Sir Musthafa menatap Puggy dengan mata berkilau-kilau menentang. Harga dirinya tersinggung. Tetapi mata perempuan itu tetap kerasnya. Setelah mendesah panjang, Sir Musthafa mengangkat tangan kanan, tanda menyerah. “Saya bertanya-tanya apakah Anda pernah mendapat jawaban ‘tidak?’ ”

            Puggy pura-pura mengangguk dengan rendah hati. "Tentu saja."

            Sir Mustafa berjalan mondar-mandir. “Organisasi tombak lima adalah organisasi anti komunis bawah tanah Inggris yang terbentuk tiga puluh tahun lalu. Setelah Perang Dunia Dua berakhir, Inggris masih dalam masa yang sulit. Pada saat itu ada tokoh-tokoh politik yang punya prestise dan sangat dihormati. Ada satu atau dua orang terkenal dan berpengaruh yang menggunakan hal itu dengan tidak bijaksana. Memang, bahkan sebelum Perang Dunia Pertama pun ada orang-orang yang tidak menyukai negaranya sendiri. Setelah Perang Dunia Dua berakhir, banyak sekali pemuda yang merupakan anggota-anggota aktif partai komunis. Tapi tak banyak yang tahu tentang hal itu.

              “Keadaan bertambah buruk, saat seseorang yang menamakan dirinya Sang Pengawas, mendirikan sebuah organisasi komunis bawah tanah. Sayangnya, kami tidak tahu siapa dan darimana dia. Yang kami tahu, dia adalah seorang diktator, patriot, dan negarawan, dan tak seorang pun tahu sebenarnya dia itu apa. Sangat aristokratis dan reaksioner. Menurut kabar angin dia adalah seorang perencana terhebat sepanjang masa, organisator setiap kejahatan, otak pengendali dunia bawah tanah, otak yang bisa membentuk atau mengacaukan nasib negara-negara--itulah orangnya!

            “Er, tetapi, yang berbahaya dari Sang Pengawas adalah bahwa dia seorang yang punya kepercayaan politik yang tebal. Bukan fasis, hanya damai untuk menyelamatkan dunia. Kepercayaan ini dengan cepat menyebar ke mana-mana dan mendapat banyak pengikut. Idealisme tertinggi organisasi itu adalah membangun dunia yang ideal."

            “Dunia ideal? Bah! Itu omong kosong yang menggelikan. Dunia sudah begini adanya sejak semula, dan akan tetap begini pada akhirnya.”Count Jeoply mencemooh.

            “Dunia ideal itu selalu ada,” sahut Puggy, “tapi hanya untuk orang-orang yang sangat istimewa--orang-orang yang bisa membangun dunia di dalam dirinya sendiri.” Puggy menanggapi secara filosofik. “Akan tetapi,” sambungnya, “tentu saja bukan itu tujuan mereka.”

            Sir Musthafa berkata dengan suara dalam yang parau, “Tujuan utama mereka adalah kekuasaan yang menyeluruh. Mereka ingin menuguasai ekonomi, politik, dan mengendalikan pemerintahan Eropa. Kemudian, mereka akan merombak dan menyusun ulang sistim masyarakat yang ada, untuk mewujudkan masyarakat yang ideal menurut idealisme mereka. Suatu gagasan yang gila, tetapi kegilaan yang konstruktif. Sesuatu yang mungkin dapat terjadi pada dunia yang sudah hancur dan remuk, dengan manusia-manusia yang sudah tidak berwatak lagi.”

            “Mengerikan!” komentar Flora.

            “Selain Sang Pengawas sebagai pemimpinnya, organisasi itu dikemudikan oleh orang-orang yang percaya dan yakin akan idealisme itu, juga orang-orang yang punya kepentingan-kepentingan finansial. Sebuah latar belakang dipersiapkan. Dan suatu masa depan sedang direncanakan, untuk dikuasai dan dipimpin oleh seorang tokoh politik di negara ini. Seseorang yang punya reputasi, dan bisa mengumpulkan pengikut yang bertambah banyak setiap hari. Idealisme suci dijadikan alat permainan. Kemudian sesuatu terjadi. Seorang anggota Partai Sosialis Jerman tanpa sengaja menemukan sebuah dokumen yang berisi perincian rencana mereka.”

            “Mrs. Laversharn?” tanya Flora.

            Sir Musthafa mengangguk. “Dia adalah ibu Miss Halena. Gadis kecil yang menemukan Kolonel Morries dua puluh tujuh tahun yang lalu, atau yang sekarang kita kenal sebagai Mrs. Panington."

            “Di masa itu, tidak setiap orang bisa menerima demokrasi," Mac menyela. "Orang tidak dapat begitu saja menganggap saudara satu sama lain. Konsep persamaan hak tidak mudah diserap. Dan kita tidak bisa mengubah manusia menjadi malaikat, hanya dengan menunjukkan bahwa mereka dapat berbuat baik. Tetapi kita perlu memakai sedikit kekerasan, untuk menuntun mereka, dan menunjukkan bagaimana seharusnya bersikap baik.

             "Mrs. Laversharn menyadari itu. Dia datang ke London menemui salah satu Soldat--prajurit--di sana, yang mengendalikan sel-sel kecil di kota itu. Mrs. Laversharn mengancam akan memberitahu media terkait dokumen yang dia temukan, jika mereka tidak berhenti menyebarkan ideologi gila-gilaan, dan idealisme tentang dunia ideal. Karena paham dan idelisme itu telah menyebar sampai ke Jerman. Dan aktivitas mereka meresahkan. Tetapi, Mrs. Laversharn justru ditertawakan layaknya orang gila. Dan mengenai dokumen-dokumen yang dia temukan itu, mereka tegaskan bahwa semua sama sekali tidak ada artinya."

            Puggy merentangkan tangan dengan mengagumkan. "Lalu ap yng terjadi dengan Mrs. Laversharn?"

            Bahu Sir Musthafa merosot turun. "Dia dibunuh. Beberapa waktu setelah datang menemui kami. Mereka mengambil dokumen yang asli."

            "Itu berarti, dokumen yang ditemukan Mrs. Panington adalah salinannya?"

             "Persis. Kami tidak mempertimbangkan pembunuhan itu. Atau tepatnya dilakukan secepat itu."

            "Mrs. Laversharn tewas beberapa waktu setelah kembali ke Jerman. Padahal, kami menempatkan beberapa orang kami untuk menjaganya dari jauh." Mac menambahkan. 

            “Eh bien, itu mmenjelaskan banyak hal. Yang masih tidak saya mengerti, adalah mengenai Kolonel Morries. Saya punya keyakinan dia dibunuh.”

            “Tepat,” sahut Sir Musthafa, “Kolonel Morries, sebelum bergabung dengan Sang Pengawas dan menjadi Soldat di Jerman, merupakan salah satu orang kiri yang dalam pengawasan ketat kami. Dia sama berbahayanya dengan ular berbisa. Kami membunuhnya saat ada kesempatan.”

            “Dengan memberinya gelsemium?” 

            Sir Musthafa mengagguk. “Kami tidak mau mengambil resiko ketahuan. Gelsemium adalah semacam obat pelemah yang kuat sekali, yang bekerja sampai ke pusat susunan syaraf. Lama setelah digunakan, gelsemium akan melumpuhkan ujung-ujung syaraf penggerak, dan bila dipakai dalam takaran tinggi, menyebabkan pusing kepala dan kehilangan kekuatan otot. Hingga akhirnya membawa kematian yang disebabkan oleh kelumpuhan pusat pernapasan. Lalu kami mengirim seorang anggota kami yang berpura-pura menjadi dokter, dan menyatakan kematian itu sebagai serangan jantung.”

            “Ah!" Puggy berseru, “orang itulah yang dilihat Kolonel Morries di jendela sebelum dia tewas di rumah Inspektur Laversharn, bukan?”

            “Saya harus terus mengawasinya unntuk memastikan semua berjalan lancar.” Mac angkat bicara. “Saya mengikutinya terus sampai dia masuk ke rumah Inspektur Laversharn yang memang sahabat lamanya. Mungkin tujuan awal Kolonel Morries ingin memberitahukan yang sebenarnya, tetapi akalnya yang cerdik menemukan cara lain yang lebih menguntungkan dirinya. Kemudian dikarangnya cerita bohong mengenai organisasi tombak lima, sebagai organisasi komunis bawah tanah dengan sangat meyakinkannya. Dia memutar-balikkan fakta yang ada menjadi lain sama sekali.”

            Flora memandang Mac dengan marah. “Kau tahu kebenarannya, mengapa kau tidak mengungkapkannya dan membiarkan kami buta selama ini?!”

            “Situasinya rumit sekali, Nona,” ujar Sir Musthafa. “Ada seorang di antara kami yang berkhianat. Dia mencuri sebuah dokumen penting yang dapat menghancurkan kami, dan mengancam akan mempublikasikannya jika kami angkat bicara. Dokumen itu sangat sensitif, apabila sampai muncul kepermukaan dapat menyebabkan peperangan antara beberapa negara Eropa.”

            “Dan orang itu adalah Sir Georges Panington?” tanya Puggy.

            “Tepat. Sir Georges Panington merupakan teman lama saya. Sebelumnya, dia orang liberal. Tetapi, saya menduga dia telah terpengaruh ideologi dan idealisme tolol Sang Pengawas.” Kemarahan Sir Musthafa tidak ditutup-tutupi lagi.

            “Saya masih tidak mengerti. Maksud saya, selama ini, justru kita megenal Sir Georges sebagai salah satu aktivis anti komunis yang aktif. Tetapi …. ”

            “Sang Pengawas menjanjikan uang dan kekuasaan. Dan agaknya itulah yang telah mengubah pandangan Sir Georges. Dengan menjadi seorang aktivis sebuah organisasi anti komunis di London, Sir Georges benar-benar mendapat kedok yang sempurna.” Sir Musthafa menjelaskan dengan gaya semuram pengurus pemakaman.

            “Mon ami,” kata Puggy dengan mimik serius, “pada dasarnya manusia itu dilekati watak primitif. Yaitu nafsu pada kekuasaan dan keunggulan pribadi. Setiap orang memang mempunyai keinginan berkuasa, berbuat jahat, dan sebagainya. Hanya saja keinginan-keinginan itu terpendam. Bahkan sering kali tidak disadari adanya. Aku tahu betul bagaimana ambisi untuk meraih kekuasaan bisa menyebabkan penyakit pada jiwa manusia. Jika ambisi itu terpenuhi, orang itu menjadi sombong, serakah, dan ingin lebih puas lagi. Bila tidak jerwujud, maka rumah sakit jiwalah yang bisa memberi predikat kepadanya. Apa kau tidak tahu, rumah sakit jiwa itu isinya orang-orang yang tidak bisa menerima kenyataan. Maka dari itu, kemudian mereka menciptakan jalan untuk melarikan diri dari kenyataan, dan menutup diri terhadap kehidupan untuk selama-lamanya.”

            Filosofi Puggy yang sangat sempurna itu membuat Flora menggigil. “Mengerikan! Si pengkhianat selalu orang yang mendapat kepercayaan tinggi, orang yang hebat, dan orang yang tak ddisangka-sangka--orang-orang yang sebenarnya pengkhianat tapi yang kerjanya seperti orang-orang yang setia pada negara. Dan sering kali hal itu tidak ketahuan.”

            Mac memiringkan kepala sedikit, sambil tersenyum samar dia berkata, “Karena itulah, kami berseru untuk menghentikan semua perbuatan itu! Kita harus hidup dengan damai--damai untuk membenahi diri dan memupuk saling pengertian."

            “Apakah … yang Anda maksud dengan dokumen-dokumen penting yang dicuri Georges, adalah mikrofilm yang dicuri Miss Puggy?” sela Count Jeoply.

            “Sejujurnya, kami sama sekali tidak tahu,” Sir Musthafa mengakui dengan pahit, “kami kesulitan mendekati Sir Georges. Dia tahu cara kami bekerja dan menjadi sangat waspada.

            “Sekarang,” ujar Puggy, “saya ingin tahu kebenaran kasus pembunuhan Sir Georges. Apakah orang Anda memasukan racun tertentu ke dalam ecstasy cair Sir Georges?”

            “Kami melakukan hal yang sama dengan yang kami lakukan terhadap Kolonel Morries. Kemudian kami membuatnya seolah-olah telah terjadi suatu perampokan disertai pembunuhan. Tollie menembak jantung Sir Georges beberapa detik sebelum pria itu mati. Bersama Mrs. Panington, yang juga orang kami, mereka mengarang sebuah cerita untuk disuguhkan kepada publik.”

            “Tollie? Maksud Anda Sir David Robbinson?”

            Sir Musthafa membenarkan dengan anggukan sekilas. “Tollie adalah nama sandinya.”

            “Jelas sekali. Lalu, bagaimana DCPJ tahu saya yang mencuri mikrofilm itu?”

            “Sir Leon telah berada dalam pengawasan ketat kami selama setahun terakhir ini. Kami menempatkan beberapa kamera pengintai dan alat penyadap di Puri Laurel. Salah satu kamera yang kami pasang di ruang makan, merekam gerakan samar saat Anda memasukan sesuatu benda kecil ke dalam topi laken Anda.”

            Puggy mengangguk tapi tidak berkomentar apa-apa.

            “Tapi, bagaimana mungkin Anda melakukan itu?” Count Jeoply skeptis.

            Sir Musthafa tersenyum bangga. “Salah satu anggota kami kebetulan mengenal baik Sir Leon, dan tinggal di Puri Laurel.”

            “Satu pertanyaan terakhir. Apakah Anda yakin agen DCPJ yang Anda kirim ke puri saya benar-benar orang Anda?”

            “Maaf?”

            “Maksud saya, jangan terlalu percaya dengan lelaki bermata biru.”

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Remember this story?

ratih211
2019-02-23 12:09:14

Berasa baca novel terjemahan. Keren
Mention


fitfitfit
2019-02-22 15:03:52

Ya ampun ini cerita kaya novel terjemahan aja. Baguuus
Mention


fitfitfit
2019-02-22 15:03:07

Ya ampun ini cerita kaya novel terjemahan aja. Baguuus
Mention


EqoDante
2019-02-21 08:09:09

Mantaapppp. Bab per bab bikin penasaran.
Mention


Rizalulhanan
2019-02-20 16:49:54

Gilee.. dpet rekomen cerita bgini dari kawan dan wow emang oke banget ceritanya
Mention


SusanSwansh
2019-02-20 15:11:53

Semuanya, makasih banyak. Maaf nggak bisa balas one by one. Panjang banget. Hehe. Sukses untuk kita semua.
Mention


sumarni285
2019-02-20 14:43:11

Wadaw, Baru prolog udah bikin aku jatuh cinta. Masukin list dlu deh. Hehe
Mention


YantiRY
2019-02-17 07:55:56

Mantullll. Mantap betul prolognya.
Mention


anny
2019-02-16 01:12:01

Kereeen
Mention


Vtiah
2019-02-15 04:41:44

Kereeeeeennnnnn....
Mention


Page 1 of 17 (165 Comments)

Recommended Stories

Dalam Genggaman Doltar

Dalam Genggaman Doltar

By FU

528 399 6
Embun dan Bulan Dalam Hidupku

Embun dan Bulan Dalam Hidupku

By nuruldaulay

324 252 4
Will Gates

Will Gates

By wishtobefairy

329 251 5
KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

175 141 2
THROUGH YOU

THROUGH YOU

By raissa2606

429 336 13
Between Clouds and Tears

Between Clouds and Tears

By Zahrahardian

317 264 5