“Ish, hilang dah nafsu makan gue,” ucap Bintang kesal sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Jika biasanya jam istirahat dilewati oleh ketiga sahabat, Aisyah, Bintang dan Habib, untuk kali ini tidak. Rasha teman sekelas juga teman setim Habib ikut dalam kumpulan mereka.


“Bib, lo kok jadi bawa-bawa playboy cecunguk satu ini, sih?” lanjutnya.


“Ih, gue juga terpaksa kali,” ucap Rasha langsung menerima tawaran perang mulut dari Bintang.


“Udah, jangan ribut mulu. Gue punya niat baik buat lo berdua, gue ajak Rasha kumpul-kumpul sama kita biar lo berdua bisa saling memahami dan enggak berantem lagi. Intinya kalo lo berdua damai, adem ayem gue enggak bakal bertingkah kayak mak comblang buat kalian.”


“Bib, lo mau darah tinggi gue kumat lagi, terus serangan jantung gitu?”


“Bintang, setahu gue lo enggak punya riwayat penyakit apapun. Udah, jangan banyak alesan. Gue mau pesen makanan dulu.” Habib menghentikan perdebatan mereka.


Selama setengah menit Bintang menatap Rasha dengan penuh penekanan---sangat tajam. Hingga Rasha akhirnya membalas tatapan dengan tatapan. Tatapan Rasha berbeda dengan tatapan yang Bintang lakukan, ia justru menatap Bintang dengan tatapan yang sedang menggoda. Sontak ia langsung mengalihkan perhatiannya pada Aisyah, Bintang sangat anti dengan tatapan semacam itu.


“Aisyah, gue denger ada proyek ngasih hadiah gitu pas ulang tahunnya Taehyung. Rencananya mereka mau hadiahin item dari Gucci gitu terus yang ngasih ada masternim-nya. Lo mau ikut enggak?” tanya Bintang berusaha menghidar dari tatapan Rasha.


“Beneran? Bukannya udah gak boleh lagi, ya?”


“Hah, masa?”


“Iya, beneran. Lihat aja di twitter. Kayaknya mereka berusaha nipu penggemar BTS, deh, jangan mudah percaya, ah”


“Lah? Jadi gak bisa kasih kado buat bias lagi dong, padahal gue belum pernah ngasih sekali pun.”


“Emmm, tapi agensinya kasih kebijakan kok, penggemar boleh kirim surat sama member BTS sesuai syarat dan ketentuan berlaku, salah satunya jangan ada unsur hadiahnya.”


“Boleh, tuh, gak papa dah, yang penting masih bisa berhubungan sama mereka.” Bintang merenung sejenak memikirkan sesuatu yang membuatnya senyum-senyum sendiri, beberapa detik kemudian ia menggelengkan kepalanya berusaha sadar dari lamunan. “Ya udah, segera kita bikin surat buat mereka, ya”, “Sip.” Aisyah dan Bintang mengepalkan tangan dan melakukan tos.


“Apaan, sih? Suka amat sama plastik.” Sindiran pedas Rasha membuat tos Aisyah dan Bintang terhenti. Kata-katanya benar-benar membuat Aisyah memanas, tangannya mengepal kencang. Bisa-bisanya.


“Aisyah, udah, cuek aja jangan dengerin,” cegah Bintang sembari melepaskan kepalan tangan Aisyah yang ingin melayang di wajah Rasha dan kakinya juga menghambat gerakan kaki Aisyah untuk mengurungkan niatnya menendang meja itu ke arah Rasha. Untuk saat ini Bintang lebih baik berbijak hati pada Rasha.


“Lah? Yang lain pada ke mana?” tanya Habib bingung karena ia tidak menemukan Aisyah dan Bintang lagi di sana.


Habib duduk berseberangan dengan Rasha dan memberikan sepiring nasi goreng padanya. “Rambut lo juga kenapa? Lo ganti style rambut?” kembali Habib bertanya. Ia sempat berdehem menahan tawa melihat rambut Rasha yang berdiri tidak beraturan.


“Gue abis dijambak mak lampir.” Mak lampir adalah sebutan Rasha pada Bintang.


Air mineral yang baru saja Habib ingin diteguk menyemprot wajah Rasha. Mantap jiwa. “Serius lo bikin masalah lagi sama Bintang? Aah, percuma aja gue usaha deketin lo sama Bintang. Emang apa lagi?”


“Gue cuma komentar dikit pembicaraan mereka.”
Habib langsung mengerti dan tahu masalah apa yang barusan terjadi antara Bintang dan Rasha. Habib tahu Rasha jarang bicara pada perempuan tapi jika dengan Bintang sekali ia bicara, ucapannya selalu pedas, karena itulah Bintang selalu malas berurusan dengan Rasha.

​​​​​​

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 0 0 0 0 0
 
Save story

Riyuni
2019-04-06 16:16:02

Hahaha.. Oh Aisyah.
ceritanya bagus khas nuansa remaja.
Untuk prolog itu terlalu panjang kak.
Semangat ya kak. Kalau sempat singgah ya ke tulisan saya.

Mention


Page 1 of 1 (1 Comment)

Recommended Stories

KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

276 221 3
Anne

Anne's Pansies

By murphy

1K+ 832 8
IP 3.98 Minus

IP 3.98 Minus

By najwaania

711 537 8
THROUGH YOU

THROUGH YOU

By raissa2606

576 450 14
Hati dan Perasaan

Hati dan Perasaan

By YufegiDinasti

584 452 8
Between Clouds and Tears

Between Clouds and Tears

By Zahrahardian

467 377 6