Hari ini aku menatap gerbang tinggi dihadapanku, gerbang kusam yang dihiasi warna karat-karat khas besi tua. Sunyi. Sepatah kata itulah yang terlintas dalam benakku saat melihat kedalam sekolah baruku itu. Kenapa dilapangan sekolah tidak terlihat anak-anak bermain? Layaknya sekolah pada umumnya, hanya ada dedaunan kering dan ranting patah yang berserakan dilapangan sekolah. Benar-benar sekolah yang mengerikan.

M.. Maaf? Boleh aku tau, dimana ruang kelas XI-2 IPA? tanyaku pada salah satu gadis yang duduk dikursi depan kelas itu, ya memang mengerikan. Memakai baju putih abu-abu lusuh, dengan rambut terurai panjang, dan wajah yang selalu menunduk. Tanpa menjawab sepatah kata dia langsung menunjuk kelas yang terletak dipojok kanan lantai 2 sekolah itu. Oh, oke. Terimakasih ucapku. Baru 3 langkah aku berjalan dari gadis itu, tiba-tiba ketika aku menengok kearah belakang ia sudah tidak ada. Mungkin ia sudah masuk kelasnya.

Aku sampai didepan kelasku, kelas yang memang terbilang lebih bersih dibanding kelas-kelas yang lain. Namun, kelasku lebih sepi dibanding yang lain. Hanya ada satu orang laki-laki yang duduk membaca buku dikursi paling belakang, aura nya sangat buruk, warna gelap menyelimuti tubuhnya. Tapi bukan kabut hitam yang menyelimuti ayahku saat itu. Ini adalah warna aura, warna cerminan perbuatan seseorang itu. Perlahan aku memasuki kelas itu, aku duduk dikursi paling depan.

Kursi itu ada pemiliknya! teriak laki-laki itu. Akhirnya aku berpindah ke kursi barisan kedua, itu juga ada ucapnya lagi. Aku menghela nafas panjang-panjang, dan aku duduk dikursi paling pojok sebelah kiri, jadi kamu kuat berada disana? tanya nya. Aku baru menyadari, bahwa ada energi negatif yang tiba-tiba mengelilingiku. Kursi mana yang kosong? tanyaku. Dia menyunggingkan senyumnya dan memukul-mukul kursi sebelahnya. Aku berdecak kesal mendengar jawabannya, kenapa hanya disebelahnya lah terdapat kursi kosong. Karena pasalnya, aura ku dan aura nya bertolak belakang. Dan sangat tidak mungkin aku menjadi teman akrabnya. Aku melirik kearah name tagnya Edric Salafyan, akupun duduk disebelahnya dan menaruh tas.

******

Hahhh aku menjatuhkan tubuhku keatas kasur, merenggangkan otot-otot tubuhku yang daritadi sangat lelah karena hari pertama sekolahku. Hari pertama yang menyedihkan, semua orang selalu membicarakanku. Bukannya aku tidak tau apa yang mereka bicarakan, aku tau karena aku mendengar apa yang mereka pikirkan mengenaiku. Ayah, apa harus setiap hari Fey mendengar isi hati mereka yang salah mengenai Fey? Dan apa harus setiap hari Fey harus tersiksa karena kemampuan ini? Ucapku.

Fey! ucap ibu dari lantai 1, aku langsung menuruni anak tangga cepat-cepat. Ternyata ibu ada di dapur, ya bu?. Senyum sumringah ibu selalu saja mengobati rasa lelahku hari ini bantuin ibu masak, tuh kamu cuci sayurannya! Ibu mau beli tabung gas dulu. Ucap ibu memerintahkan. Aku mengikuti perkataan ibu, wortel dan sayuran yang lain aku ambil dan aku cuci. Keran air tiba-tiba terhenti, dan suara telepon rumah berdering, aku hendak mengangkat telepon rumah, namun terganggu oleh suara tetes-tetesan air. Baru saja sekitar tujuh langkah ibu keluar dari rumah, suara ledakan terdengar sampai ditelingaku. Tetangga berteriakan dari balik rumahnya. Aku melihat keluar, ternyata wanita paruh baya tergeletak dengan berlumuran darah, itu adalah ibuku, telepon yang kugenggam terkapar ke tanah. Suara ledakan ini ternyata suara tabung gas yang ia pegang meledak ditangannya. Darah segarnya mengalir dan membanjiri halaman rumahku. Aku berteriak histeris. Sedangkan tetangga-tetanggaku, tidak ada satupun yang mau menolongnya.

Fey! teriak ibu mengagetkanku, aku terbangun dari mimpiku yang terlihat nyata itu. Tidak ada kabut hitam menyelimuti ibu, tandanya itu hanya bunga tidur itu hanya mimpi Fei, ayolah jangan takut! gumamku mensupport diriku sendiri. Aku menghela napas panjang, dan turun kelantai bawah. Aku mendapati ibu didapur, ya bu? tanyaku. Bantuin ibu masak, tuh kamu cuci sayurannya! Ibu mau beli tabung gas dulu. Ucap ibu, aku menarik tangan ibu yang hampir pergi itu ibu, hati-hati bu. Ucapku refleks. Ibu hanya terkikik geli mendengar perkataanku Cuma kewarung Fey! ucap ibu melepaskan genggaman tanganku. Tenang Fey, tidak akan mungkin terjadi, that is just flowers of dream. Tiba-tiba keran mati, dan telefon berdering, gemericik air pun terdengar kembali. Keran? Gemericik air? Apa ini nyata? Ibu! ucapku tersadar dari lamunanku, aku membuka pintu belakang, dan melihat ibu yang tergopoh-gopoh membawa tabung gas. Ibu lempar bu! teriakku dari kejauhan, tapi ibu malah tidak menghiraukannya. Akhirnya aku berlari dan melempar tabung gas itu, aku tarik ibu yang kaget melihat tingkahku.

Dwarr!!! Suara ledakan gas membuat hening perumahan yang tadinya ramai itu, semua orang keluar dari rumahnya dan melihat apa yang terjadi, aku menatap wajah mereka satu persatu dan itu sama persis apa yang ada dalam mimpiku. Bedanya, ibu dalam keadaan selamat. Aku menghela nafas dalam-dalam, diikuti tangis bahagia. Karena ibu adalah satu-satunya tempat aku berbakti saat ini.

Previous <<
Next >>
How do you feel about this chapter?
0 4 4 3 1 0
 
Remember this story?

lindawulandary
2018-12-30 14:18:07

Sempat penasaran sama jumlah likenya. Eh ... ternyata ceritanya begini. Kerenlah.
Mention


Ayusetiani
2018-12-30 10:26:20

Endingnya maksa banget. Kek cerita belum selesai tapi harus stop. Jadi rancu. Gimana yah. Begitulah.
Mention


zufniviandhany24
2018-12-14 23:05:23

@EqoDante belum ending.. Wkwk
Mention


EqoDante
2018-12-11 09:48:25

Endingnya terasa maksa banget.
Mention


zufniviandhany24
2018-12-03 11:20:40

@SusanSwansh iya kak, mungkin emang ada kemiripan kan sama" Diambil dri kisah nyata, cuma bedanya cerita saya ada fiksi nya dikit
Mention


SusanSwansh
2018-10-29 10:41:37

@zufniviandhany24 itu seperti komentar di bawah. Sinetron. Bukan buku. Di Antv.
Mention


Tety
2018-10-29 04:58:56

Aku setuju sama si Susan. Emang mirip sinetron itu.
Mention


Tety
2018-10-29 04:57:41

Itu bukan buku. Itu sinetron. Di Antv.
Mention


zufniviandhany24
2018-10-23 08:48:49

@lanacobalt saya gatau cerita ituu;"
Mention


zufniviandhany24
2018-10-23 08:48:01

@SusanSwansh sebelum ada buku itu, cerita saya udah rilis duluan;"
Mention


Page 1 of 7 (65 Comments)

Recommended Stories

KENIKMATAN KURSI

KENIKMATAN KURSI

By Dhani

159 133 1
Embun dan Bulan Dalam Hidupku

Embun dan Bulan Dalam Hidupku

By nuruldaulay

310 243 4
Dalam Genggaman Doltar

Dalam Genggaman Doltar

By FU

500 374 5
Boy Who Broke in My Window

Boy Who Broke in My Window

By DeeDee

2K+ 980 8
Will Gates

Will Gates

By wishtobefairy

316 241 4
Anne

Anne's Pansies

By murphy

1K+ 545 8